Tuesday, September 30, 2014

Financial Planning for Entrepreneur

Masih dari Seminar Wirausaha Perempuan Berdaya Saing Tinggi, saya tuntaskan sharing ilmunya tentang Financial Planning for Entrepreneur yang disampaikan oleh lady boss Stiletto Book, Herlina P Dewi. Herlina P Dewi punya latar belakang pengalaman di bidang financial yang kuat. Sebagai pemilik Stiletto Book, tentu dialah yang paling mumet menetapkan target agar keseluruhan usaha penerbitannya berjalan lancar. Herlina punya keinginan, selain menggaji dirinya sendiri juga mampu menggaji lebih banyak orang, yang di perusahaannya ia sebut teman.


OLYMPUS DIGITAL CAMERA


Beda dengan lady boss yang saya pikirkan, Herlina bukan sosok nyonyah boss. Orangnya rock n roll banget hihihiii.... Penampilannya cuek dan pembawaannya ramah. Herlina berbagi pengalamannya keluar dari pekerjaan sebagai financial planner dan memutuskan memiliki usaha sendiri, yaitu Stiletto Book. Satu kalimat yang selalu dia ingatkan pada para pemilik usaha adalah menggaji diri sendiri. Sebelum sampai kesitu, yuk kita lihat beberapa tipsnya.


Tiga Prinsip Dasar Keuangan Usaha:




  • Disiplin. Disiplin dalam menggunakan setiap anggaran keuangan.

  • Tercatat. Semua pemasukan dan pengeluaran harus tercatat dalam laporan disertai dengan bukti transaksi.

  • Terukur. Setiap melakukan perencanaan usaha harus terukur dan terencana dengan baik.


Untuk memenuhi tiga prinsip tadi, ada beberapa langkah yang harus dilakukan:

  • Pisah rekening.

  • Membuat laporan yang rapi.

  • Gajilah diri anda.

  • Siapkan modal awal secukupnya.

  • Tetapkan target.


Setelah semua perencanaan selesai, saatnya untuk bergerak mencari modal. Ada beberapa sumber modal yang disarankan Herlina:

  • Tabungan pribadi

  • Menjual aset pribadi

  • Ajukan pinjaman lunak ke saudara

  • Ajukan pinjaman ke bank


Meski ke saudara, namanya pinjaman harus dikembalikan, ya. Besarnya modal harus sesuai dengan target penjualan kita, tidak boleh menggunakan sebagian untuk keperluan pribadi. Ingat pisah rekening tadi. Kebutuhan pribadi harus cukup dari gaji yang telah kita tetapkan untuk diri sendiri.


Herlina menekankan adanya penyusunan target penjualan agar pengusaha fokus dan bersemangat menjalankan bisnisnya. Sedangkan tipsnya adalah:




  • Tentukan berdasarkan jumlah produk terjual.

  • Terntukan berdasarkan nilai (jumlah rupiah) yang diterima.

  • Susun strategi promosi.

  • Komunikasikan.

  • Monitoring.

  • Evaluasi target secara periodik.


Hindari kesalahan-kesalahan berikut agar target tercapai:

  • Target terlalu tinggi membuat kita sering kecewa dan berakhir pada tidak semangat bekerja.

  • Target terlalu rendah membuat kita terlalu santai dan usaha menjadi sulit berkembang.

  • Hasil penjualan tidak dialokasikan dengan tepat.


Pesan Herlina terakhir adalah bahwa tim merupakan aset terbesar dalam usaha kita dan jangan lupa berbagi rezeki dan kebahagiaan.

13 comments:

  1. waaah...kayaknya tipe boss yang asyik bangeeet ya mak :)...ayo, gali terus ilmunya et TFS maaak...

    ReplyDelete
  2. tim adalah aset terbesar. setuju mak, aku setiap coba bisnis sendirian pasti stuck. Stuck karena nggak bersemangat n ga ada temen sharing

    ReplyDelete
  3. iya ya,kita juga harus digaji..q dulu nggak mak keuntungan masuk rekening semua dan g ada ke rekening pribadiku..mksh mak sharingnya,izin booark dan dicatet dibuku :)

    ReplyDelete
  4. Lebih indah hidup ini kalau semua terencana dan terukur ya Mak Lus. Ssyangnya saya kurang disiplin nih, antara keuangan pribadi masih campurdengan keuangan usaha. Thanks atas tulisannya, memecut saya, mudah2an saya berubah :)

    ReplyDelete
  5. Waaah, terharu aku bacanya :))
    Makasih ya Nyah sudah mendokumentasikan ocehanku, semoga bermanfaat.
    *kiss kiss*

    ReplyDelete
  6. Yang susah memang memisahkan uang sendiri dan uang bisnis, biasanya disatukan dalam dompet yang sama.... Pantes tekor wae....

    ReplyDelete
  7. Mbak Dewi tipikal boss yang menyenangkan ya mbak

    ReplyDelete
  8. haloo mak...dah lama tak BW...tulisan yg keren n bisa jadi referensi....

    ReplyDelete
  9. wah, mantep nh sarannya. betul banget, target jangan terlalu rendah jangan terlalu tinggi. berasa itu yang ditulis: terlalu tinggi membuat kecewa sampai bikin gak semangat, terlalu rendah usahanya jadi nyantai. ngerasain bangettt deh itu, hee *jadicurcol*.
    anyway, thanks mak sharingnya :)

    ReplyDelete
  10. Ada ketentuan gaji untuk diri sendiri juga ya, Mbak...

    ReplyDelete
  11. Memang Mbak Herlina itu menyenangkan, asyik orangnya. Sempet terlibat juga saya di antologinya Stiletto Book dulu :)

    ReplyDelete
  12. Dari penampilannya tampak ramah, tegas.

    Saya catet yang disiplin plus terstruktur. Ingin pinter olah2 uang juga. Gak cuma olah2 mendoan saja. :)

    Btw, selama ini saya baru kenal sama ayam tulang lunak. Belum sampai pada pinjaman lunak.

    ReplyDelete
  13. "Target terlalu tinggi membuat kita sering kecewa dan berakhir pada tidak semangat bekerja."

    saya banget... berkali-kali bikin usaha, dengan mimpi dan target yang terlalu tinggi, tidak tercapai, dan males nerusin... akhirnya tabungan suami yang habis karena terus menerus dipake modal tapi gak balik-balik hehehehe

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.