Monday, September 15, 2014

MICE - Meeting, Incentive, Convention and Exhibition

Di banyak kota, begitu musim mudik usai, jalanan kembali lengang, hotel-hotel kembali senyap, rutinitas  berjalan seperti biasa, bertemu dengan orang yang sama sampai musim mudik mendatang, tatkala wajah-wajah asing wara-wiri. Namun tidak demikian dengan kota-kota seperti Jogja, Denpasar, mungkin juga Bandung. Tepat ketika musim mudik usai dimana mobil-mobil pribadi berplat luar kota meninggalkan Jogja, gantian bus-bus besar menyerbu masuk kota. Apakah tidak salah musim?




[caption id="attachment_11404" align="aligncenter" width="500"]Invesda Expo 2014 Invesda Expo 2014[/caption]

Biasanya komentar kita adalah, "Wajar dong, kan Jogja kota wisata."


Istilah Jogja sebagai kota wisata itu tepat tapi sebenarnya sedikit basi karena ada pergeseran-pergeseran aktivitas dan kreativitas. Sebagai kota yang memiliki keterbatasan sumber daya alam dan kapasitas, masyarakat Jogja tak hentinya menggali kreativitas. Kota wisata yang menerima kunjungan berdasarkan musim liburan lama-lama tidak bisa diterima karena pelaku usaha pariwisata butuh terus hidup. Sebuah industri, termasuk industri pariwisata, tidak bisa berlangsung secara musiman. Ia harus terus beroperasi, menggerakkan seluruh mesin industri demi kesejahteraan para pelakunya.


Kota wisata di Indonesia umumnya ramai dimusim mudik hari raya, tanggal merah, liburan sekolah dan musim study tour. Apa yang terjadi di hari-hari lain? Menunggu peak season selanjutnya? Tentu tidak! Bus-bus yang masuk ke Jogja tadi adalah rombongan yang diorganisir agen perjalanan atau EO (event organizer). Tujuannya macam-macam, misalnya anniversary perusahaan, study banding, kompetisi, pameran, bahkan reuni. Rombongan yang diorganisir secara mandiri umumnya dilakukan di hari libur agar tidak mengganggu pekerjaan atau sekolah. Tapi rombongan yang diorganisir agen perjalanan atau EO bisa dilakukan kapan saja tergantung momen yang telah ditetapkan konsumennya.




[caption id="attachment_11407" align="aligncenter" width="500"]Jogja Food Expo 2014 yang waktu dan tempat pelaksanaannya bersamaan dengan Invesda di foto atas. Jogja Food Expo 2014 yang waktu dan tempat pelaksanaannya bersamaan dengan Invesda di foto atas.[/caption]

Jika anda gila event seperti saya dan tinggal di Jogja, anda akan melihat jadwal anda penuh dengan macam-macam event. Yak, setiap hari di Jogja tidak pernah kosong dengan event, baik yang berupa pameran atau pagelaran. Belum lagi seminar atau workshop. Bahkan anak-anak SMA pun sudah terbiasa menyelenggarakan event untuk umum sehingga sejak dini telah dilatih menjadi pribadi yang kreatif, berani dan bertanggung jawab,. Guru hanya sebagai pengawas, tidak terlibat dalam kepanitiaan. Kalau anda nongkrong di Taman Budaya Yogyakarta, mungkin anda akan menemukan berbagai pertunjukan kesenian tiap malam dari berbagai daerah. Gedung pertemuan seperti Jogja Expo Center bisa menyelenggarakan 3 pameran besar sekaligus dalam waktu yang bersamaan.


Jogja memenuhi semua syarat untuk menjadi kota MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) yaitu agen perjalanan, EO, bandara internasional, hotel, gedung pertemuan, kuliner hingga para performer. Sebagai kegiatan selingan, obyek wisata alam dan belanja pun tersedia. Biasanya runtutan acaranya seperti ini: kedatangan, penyambutan, acara utama, city tour, belanja, selesai. Seminar atau pameran selalu dalam kerangka waktu yang terbatas, membuat para peserta sangat sibuk. Karenanya, kota yang mampu menyelenggarakan event dan kegiatan selingan lainnya dalam radius yang dekat, akan menjadi pilihan para agen perjalanan atau EO.


Sedikit berbeda dengan Bali, MICE di Jogja lebih banyak berisi seminar dan pameran. Sedangkan dalam bentuk tour, misalnya launching dan test drive touring mobil keluaran terbaru jarang dilakukan mengingat kepadatan lalu lintasnya. Selain itu, seminar internasional juga lebih banyak dilakukan di Bali. Sedangkan seminar nasional lebih banyak dilakukan di Jogja karena letaknya lebih strategis untuk diakses dari semua propinsi. Dengan demikian, meeting industry memang sedang booming sebagai pengisi industri pariwisata disaat low season.




[caption id="attachment_11408" align="aligncenter" width="500"]International Cultural Education Fair 2014 yang diselenggarakan siswa-siswa SMA. International Cultural Education Fair 2014 yang diselenggarakan siswa-siswa SMA.[/caption]

Nah, apakah kantor anda berencana mengadakan seminar di Jogja atau Bali? Atau mungkin usaha anda akan mengikuti pameran di Jogja? Share kisahnya ya? :D

2 comments:

  1. Pengen banget ke yogya belum sempat kesampaian

    ReplyDelete
  2. btw mbak Ladaka masih jalan setelah pindah ke Jogja?

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.