Sunday, September 07, 2014

Panggilan Umroh Haji dan Rejeki

Bertahun-tahun yang lalu, keponakan yang masih balita (laki-laki) mendekati saya. Dia bicara dengan logatnya yang lucu, “Aku mau pacanan (pacaran) sama dik Lusi.”

Langsung saja kami tertawa terbahak-bahak dan mengulang-ulang kata-katanya itu jika ada acara keluarga sampai sekarang, setelah Adek tumbuh menjadi perjaka yang gagah dan ganteng. Perjaka itu sekarang sudah haji dan dua bulan lalu baru pulang umroh. Ganteng, bolak-balik umroh, eh sudah haji pula. Tapi fotonya enggak saya upload ya, ntar bikin heboh aja di komunitas karena mahasiswa perguruan tinggi negeri terkenal ini masih jomblo. Heheheee....

Lalu saya bagaimana? Tante yang diajaknya pacanan dulu masih menunggu antrian panjang di siskohat. Semoga Allah memberikan kesabaran dan kerendahan hati. Orang bilang, berhaji itu soal panggilan jiwa. Meski kita punya uang, tapi jika panggilan itu tak ada, kita tak pernah merasa cukup mampu untuk mendaftar. Sebaliknya, meski tidak punya uang, tapi jika panggilan itu sudah sampai, cara apapun yang halal akan dilakukan untuk bisa berangkat haji.


Mungkin itu ada benarnya. Kadang kita tidak habis pikir bagaimana orang-orang desa yang sederhana justru bisa naik haji sedangkan orang kota dengan tempat tinggal dan fasilitas hidup yang lebih nyaman malah tidak bisa. Tapi saya pernah bicara dengan orang desa yang sudah berhaji. Mereka sama sekali tidak ribet dengan soal panggilan jiwa. Bagi mereka, berhaji adalah tujuan hidup. Semua yang mereka lakukan mengarah kesana.

Teman-teman dekat berpendapat lain lagi. Menurut mereka, berhaji itu soal rejeki yang diberikan Allah. Kalau Allah belum membuka pintu rejeki bagi kita, kita harus bersabar dan terus berusaha. Jika pintu rejeki sudah terbuka lebar, pasti akan seperti keponakan saya tadi, sudah berhaji dan bolak-balik umroh di usia muda, tak perlu menunggu tua dan tabungan terkumpul.

Umroh Adek dua bulan lalu agak berbeda karena bertepatan dengan pengumuman penerimaan mahasiswa baru. Siapa lagi yang dimintai bantuan kalau bukan tante idolanya ini? Hihihiiii.... Syukurlah pengumuman penerimaan mahasiswa baru sekarang bisa dipantau online dan lewat sms. Karena waktu antara pengumuman dan pendaftaran ulang sangat singkat, maka saya harus sigap, takutnya sinyal di Arab Saudi susah, lagipula bisa mengganggu konsentrasi beribadah. Adek bisa memperoleh informasi dari saya pada saat istirahat. Tak lupa Adek menitipkan satu bendel berkas yang dibutuhkan untuk daftar ulang.

Ternyata sinyal bukan halangan sama sekali. Kakak saya sempat menelepon untuk menanyakan doa apa yang saya inginkan. Yang utama, saya meminta doa kakak saya agar Allah melapangkan jalan saya untuk berhaji kelak.

Di musim haji tahun ini, beberapa teman akan berangkat ke tanah suci. Saya masih harus terus bersabar dan berdoa. Kadang timbul pertanyaan, “Mengapa bukan saya dulu yang bisa bebas pergi kemana-mana? Mengapa teman-teman duluan yang masih ribet dengan anak-anak kecilnya?”

Semoga saja mereka bisa mengatasi semuanya dan baik. Toh sekarang bisa menelepon setiap hari dari Arab Saudi ke rumah sewaktu istirahat dengan mudah seperti kakak saya itu. Bagusnya sih sekeluarga menggunakan provider yang sama supaya lebih murah dan bisa bantu transfer pulsa kalau terpaksa.

Setahu saya Indosat itu punya paket Haji, malah bisa dapat bonus menerima telepon gratis selama lima menit tiap hari untuk sesama nomor Indosat, yaitu IM3, Matrix dan Mentari. Cara mendaftarkan nomer handphone kita juga mudah. Cukup ketik *122*502# untuk paket 10 hari, *122*503# untuk paket 20 hari dan *122*504# untuk paket 40 hari. Sesuaikan saja dengan lamanya di Arab Saudi, apakah ikut ONH plus atau regular. Sekembalinya ke tanah air tinggal unresgister, gratis. Jika kehabisan pulsa dan sedang berada di lokasi yang asing, bisa minta bantuan saudara di tanah air untuk mengisikan pulsa dengan mengetik *122*500*NoHPKeluarga#.

Setelah membanding-bandingkan, Rp 200.000,- untuk paket sepuluh hari sepertinya menjadi paket haji termurah untuk telepon selular di Indonesia. Fasilitas tambahan gratis akan banyak membantu jemaah haji. Apalagi bagi yang baru pertama kali bertelepon di luar negeri dan bingung, tinggal telpon ke customer care-nya gratis untuk tiga menit pertama.

Panggilan dan rejeki itu memang harus datang bersamaan supaya kesempatan untuk naik haji terbuka. Tapi bagaimana mungkin panggilan itu bisa datang jika kita tidak mengusahakannya? Memang tak seperti orang yang saling menyapa dijalan karena Allah itu maha mendengar, tapi jika terus-menerus kita panggil namaNya dalam doa, insya Allah, Allah akan berbalik memanggil kita. Ketika panggilan itu sudah memenuhi ruang keingginan kita, kita akan sanggup bekerja keras menjemput rejeki dan menabung untuk mewujudkannya. Jadi, jangan hanya menunggu panggilan dan rejeki untuk datang. Haji adalah rukun Islam kelima, wajib! Mari kita usahakan. :D

11 comments:

  1. setuju mak, panggilan haji itu rezeki dr Allah... ada yg sehat tp ga pny uang, ada yg pny uang tp sakit2an... ada yg sehat & pny uang tp antriannya panjang...

    ReplyDelete
  2. Sabar menunggu antrian ya mak, saya malah belum mengambil nomor antrian, moga segera :)

    ReplyDelete
  3. Panggilan umroh dan haji adalah rahasia Allah... Ketika seorang insan menginginkan untuk pergi umroh dan haji ketika itu pula keinginan itu sudah menjadi niat yang mulia... Dan ketika niat itu dicatat oleh Allah SWT maka ainsyaAllah terbukalah jalan menuju ke sana... Ini pengalamanku sendiri lho... Dulu, tepatnya sejak aku usia SD aku sudah sering membaca kisah2 tentang umroh dan haji... Aku juga senang sekali ketika melihat2 gambar Ka'bah yang ada di buku2 atau koran dan majalah... Entahlah, aku merasa nyaman dan adem aja setelah membaca kisah2 dan melihat gambar2 Ka'bah dan orang2 pergi umroh dan haji... Lalu dalam hatiku terbersit keinginan yang sangat untuk kesana.. Dalam hatiku b erkata: 'Enak bener ya bisa berrangkat umroh dan haji.. Kapan ya aku bisa ke sana? Ya Allah berikanlah aku jalannya agar aku bisa menunaikan panggilanMu". Begitulah kata2 yang selalu terucap ketika membaca kisah2 tentang perjalanan haji... Alhamdulillahj, keinginanku itu terkabul.. Allah memberikan jawaban yang sangat indah ketika awal 2010 aku mendapat kesempatan umroh bareng pegawai dilingkungan tempatku bekerja... Saat itu aku bersama teman2 lainnya mendapatkan reward atas hasil pekerjaan.. Alhamdulillah, aku menjadi sangat yakin bahwa apapun yang menjadi keinginan dan kita niatkan inssyaAllah akan dikabulkan suatu saat nanti...

    ReplyDelete
  4. *penasaran foto ponakannya :v
    tapi murah yo mak, layak dicoba ;)

    ReplyDelete
  5. Tulisan ini ujung ujungnya kok, indosat Mbak? untuk kontes kah?

    *maaf salah fokus (penasaran)

    ReplyDelete
  6. Setuju mak. Rezeki, panggilan Allah... itulah "misteri" umroh dan haji.

    ReplyDelete
  7. semoga Allah mudahkan segala sesuatunya Mak..

    ReplyDelete
  8. kemarin ini di pengajian membahas materi haji juga, sebetulnya semua sudah di panggil oleh Allah sejak kita belum lahir. Jadi sebaiknya tidak mengatakan belum dipanggil :)

    ReplyDelete
  9. saya juga setuju kalau panggilan berhaji ini rahasia Allah... kalaupun tidak terpanggil, meski kita sudah berusaha, jangan berkecil hati... kalau saya tidak salah ingat, ada kisah seseorang yang membatalkan berhaji untuk membantu tetangganya yang kelaparan, dan ternyata pahalanya sama dengan pahala berhaji...

    soal panggilan haji, tetap berusaha, sabar dan ikhlas... insha Allah dimudahkan... kalaupun tidak kunjung mendapatkan panggilan, yang penting kita sudah berbuat baik kepada sesama... cmiiw.... :)

    ReplyDelete
  10. Poto nya mana kak, biar emak2 yg lain bisa menjodohkan dengan putri2 nya. Kan kata nya jomblo hahaha

    ReplyDelete
  11. Semoga disegerakan ya mbak niatan untuk pergi ke tanah suci nya :))

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.