Sunday, October 12, 2014

258 Tahun Jogja, Serpihan Bingkai Sambil Lalu

Mungkin Jogja adalah satu-satunya kota di negeri ini yang tahu cara berulang tahun yang heboh dan seamarak. Rangkaian acara sudah dimulai jauh-jauh hari dengan event yang diadakan tiap hari dari siang hingga malam, melibatkan seniman klasik, seniman modern dan masyarakat umum. Semua desa wajib mengadakan panggung kesenian, semua kriya difestivalkan, semua karya dipamerkan dan semua kreasi dikarnavalkan. Saya pernah bilang pada seorang teman bahwa kalau semua pengin dilihat, pasti kita bakalan jarang dirumah karena event di Jogja sangat banyak.
Jadi, diantara ngampet pengin melihat semua dan kewajiban menjalankan beberapa aktivitas membuat saya hanya mampu menangkap beberapa gambar bagian dari peringatan ulang tahun Jogja yang ke 258.


3 kesalahan anak ini: tidak memakai helm, membawa senjata tajam, berpakaian seksi.

Pawai rombongan mungil, dikawal hansip dan diiringi drumband 3 ibu guru. Semua ingin merayakan.

Manapun yang dipilih insya Allah berkah, asal halal.

Hmmm... ini apa ya?

Saya tahu ini kuda. But why?

I'm flying.

Seperti tentara jaman kekaisaran di China.

Sepertinya diambil dari tokoh kartun

Disediakan tempat segede gajah (literally) untuk kebutuhan corat coret yang luar biasa di Jogja.

Para seniman siap ngamen di titik nol.

1 comment:

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.