Friday, December 19, 2014

Audiensi Peserta Srikandi Hijau Dengan GKR Pembayun

Edzard Ruehe, GKR Pembayun (blus biru) dan sebagian peserta.
Acara yang berjudul Workshop dan Kopdar Srikandi Hijau ini sepertinya punya dua tujuan, yaitu audiensi dengan GKR Pembayun serta untuk memastikan bahwa peserta memahami apa yang telah diberikan di workshop pertama dulu. Yang hadir kali ini lebih sedikit dari sebelumnya karena sebagian besar adalah peserta kompetisi Srikandi Hijau, meskipun undangan ditujukan untuk umum. Workshop dilaksanakan tanggal 8 Desember 2014 lalu di Bale Raos, sebuah restoran dilingkungan Kraton Yogyakarta, yang pernah saya tulis di slowtravelid.blogspot.com.

Kompetisi Srikandi Hijau ini telah menjaring 30 peserta perempuan yang telah menikah di usia produktif, sebelum 45 tahun. Sebagai penanggung jawab keseharian rumah tangga yang masih aktif, para ibu diharapkan menjadi motor penggerak perilaku hijau di masyarakat.
Jika pada workshop pertama banyak diberikan pengetahuan oleh pak Edzard Ruehe, maka si workshop kedua ini lebih banyak dilakukan games yang berupa pertanyaan tentang pilihan-pilihan hidup sehat yang dipandu oleh tim dari SCP. Terus terang saya ketinggalan jauh dan tak banyak menjawab. Selain tidak pernah mencatat, juga karena kemampuan mengingat saya kurang tajam. Tapi insya Allah saya mengerti esensinya. Heheheee....
Ibu-ibu bersiap sebelum dimulai.
Sementara itu ibu-ibu lain yang sepertinya 100% ibu rumah tangga, banyak yang sangat menguasai perilaku hidup sehat, dari teori hingga praktek, dari logika hingga persoalan teknis. Maka tak heran pertanyaan seputar alat elektronika dan aneka bahan pembungkus makanan bisa dijawab dengan tepat dan lengkap. Seandainya juga dibekali dengan kemampuan berinteraksi secara online melalui media sosial, beliau-beliau ini akan menjadi duta perilaku hijau yang antusias.
GKR Pembayun hadir sebagai endorser kompetisi ini. Sebagai putri sulung Sultan Hamengku Buwono X yang sering menghadiri acara resmi, beliau tampil sederhana dan lugas. Tidak tampak protokoler yang ribet. Beliau juga menyampaikan harapannya pada para peserta untuk giat menyebarkan perilaku hijau untuk Yogyakarta yang lebih baik.
Kemudian peserta dibagi menjadi lima kelompok. Tiap kelompok diminta untuk berdiskusi dan memberikan presentasi tentang topik yang berbeda. Kelompok saya diminta untuk menggambar denah rumah hijau, lengkap dengan tata ruang yang sehat dan bagaimana pengelolaan perangkat yang hemat energi. Kami harus menggambar dimana meletakkan lampu dan peralatan elektronika lain, serta kapan dinyalakan. Kelihatannya mudah jika membayangkan rumah masing-masing, tapi ketika dirembug barengan begitu menjadi lebih kompleks. Kelompok kami kalah karena kurang fokus dalam pembahasan sehingga tidak bisa memanfaatkan waktu secara efisien ketika presentasi.
Presentasi kelompok IV tentang pengolahan sampah yang akhirnya menjadi pemenang.
Kelompok yang menang sangat mudah ditebak, yaitu kelompok IV yang memberikan presentasi tentang pengolahan sampah. Skema yang digambarkan cukup jelas dengan pemaparan yang ringkas tapi mampu menjelaskan langkah-langkah utama yang harus kita lakukan dalam pengolahan sampah keluarga.
Panitia juga menayangkan montage 30 peserta Srikandi Hijau dan saya kaget karena foto saya ada disana, yang diambil dari blog ini. Mungkin yang mendaftar di workshop pertama otomatis terdaftar sebagai peserta, lagipula saya cukup aktif di media sosial. Namun untuk selanjutnya, saya memilih non aktif mengingat belum memiliki tempat tinggal tetap sedangkan salah satu penilaian mensyaratkan kunjungan juri. 
Saya sendiri menjagokan Kurnia Kartikawati atau @iqachan yang aktif meng-upload kegiatan hijaunya. Sayangnya kali ini qachan tak bisa hadir karena melahirkan. Tapi qachan bertekad maju terus. Dukung yuk! :D
Camilan khas restoran Bale Raos yang kondang itu. Minumnya wedang jahe dan kopi. :))
Sekali lagi mengingatkan, keluarga hijau itu tidak sekedar me-recycle, tapi juga berpikir untuk melakukan pengurangan sampah atau limbah terlebih dulu, antara lain dengan cara:
  1. Hemat energi. Adanya upaya pengurangan listrik.
  2. Hemat air. Adanya usaha pengurangan air.
  3. Mengkonsumsi makanan organik dan lokal.
  4. Mengkonsumsi produk rumah tangga ramah lingkungan.
  5. Mengurangi sampah dari barang konsumsi.
  6. Mengelola sampah organik dan non organik.
  7. Mengjaga lingkungan hijau.

20 comments:

  1. Teringatkan kembali untuk hidup sehat dan ramah lingkungan. Pokoknya harus bisa mulai 7 poin di atas, yang gampang-gampang susah sebenarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, apalagi kalau diburu waktu, banyak yang tidak terpikirkan.

      Delete
  2. Mau ikutan ternyata syaratnya domisili di jogja, hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, nggak harus kita sih, tapi bisa juga orangtua :)

      Delete
  3. Memulai dari hal2 kecil di rumah ya Mak..
    TFS ya :)

    ReplyDelete
  4. setuju sekali dengan gerakan 7 poin diatas mak, btw ternyata di sono ada BaleRaos juga ya #hehe di Kudus juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru Bale Raos itu trademark restoran Kraton Jogja, di Jakarta juga ada cabangnya. Kalau yg di Kudus belum tahu, mungkin bisa dilihat dari kesamaan menunya :)

      Delete
  5. Woh, keren Srikandi Hijaunya, mak,..eh ada si bule Edzard Ruehe juga toh...:) Ehmmm...., Gambar terakhir, menggoda iman, lo. ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak bule itu ketemu terus di acara2 ttg lingkungan jadinya :)

      Delete
  6. Perilaku hidup hijau itu memang butuh komitmen tinggi. Kadang saking terbiasanya kita meluncur begitu saja ke pasar, tanpa keranjang belanjaan, berharap nanti beli kantong plastik saja untuk mengangkut barang2 kebutuhan #pengalamansendiri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak. Dulu saya seneng kalau dapat tas kresek, apalagi supermarket suka misah2in berdasarkan jenis barang, jadi kreseknya banyak, karena bisa buat tempat sampah.

      Delete
  7. ihiks terharu :’)
    dirimu memang sudah dilevel atas srikandi hijau mak..mungkin ibu surinya srikandi hijau :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkkk kalau ibu suri pangeran kerajaan enggres aku mau

      Delete
  8. Semua harus mewujudkan penghematan ya, belajar paling enggak heheee... yg susah tuh nmr 3, kecuali kalo bisa nanam sendiri :)
    Makasih share nya mak Lusi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak tanaman organik sudah ada di supermarket tp jenisnya terbatas. Makanan lokal sudah mulai jarang :)

      Delete
  9. asik banget nih mak, kapan srikandi hijau di surabaya, acara beginian mah yg bikin semangat nih mak, andaikan jateng dekat pasti aku udah melompat ke acara ini :D

    ReplyDelete
  10. simple things that we can do to change the world into a better place...suka dengan prakarsa ini dan selamat untuk yang menang yaaa...cheers

    ReplyDelete
  11. Wah, Jogja memang Istimewa. Semoga tujuan acara ini tercapai. Semangat terus untuk Srikandi Hijau...

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.