Sunday, February 15, 2015

Tips Didandani Kebaya atau Baju Nasional

Berhubung tipsnya untuk yang didandani kebaya atau baju nasional, berarti ini buat perempuan atau cewek-cewek ya. Heheheee....
Hidup dekat dengan saudara dan teman-teman itu suatu saat akan diberi tugas menjadi panitia pernikahan. Meskipun sekarang sudah jamannya wedding organizer (WO) tapi seenggaknya ada saja tugas menjadi penerima tamu, bagian meja buku tamu atau dipajang didekat meja prasmanan. Supaya mudah untuk membedakan job description dan status masing-masing, biasanya kita akan diberi seragam. Biasanya, juga disediakan regu perias. Pokoknya panitia terima jadi cantik deh. Hehee....
Fakta di lapangan menunjukkan, terutama dikalangan perawan-perawan pager ayu, bahwa kehebohan selalu terjadi karena hal-hal sepele. Maklumlah masih rookie. Hihiii.... Tapi banyak juga sih ibu-ibu yang belum pernah mendapat mandat didandani seperti itu. 
Meski kosmetika sudah berevolusi dengan sangat pesat sehingga pipi bisa semburat pink seperti gadis Korea, percayalah, itu tidak berlaku bagi mbak-mbak perias. Prinsip mereka dari jaman ketoprak masih sama, yaitu tebal dan awet. 

Demikian pula untuk kebaya atau baju nasional lainnya yang menggunakan sarung. Meski sudah banyak jarik langsung pakai dengan resleting, tapi dengan alasan supaya semua size muat, masih banyak yang menyediakan jarik dalam bentuk lembaran.



Berikut tips-tips sepele yang mungkin membantu jika didandani kebaya atau baju nasional:
1. Biasanya antriannya begini: rias wajah, tata rambut, busana. Jadi, makanlah dulu sebelum didandani supaya rias wajah nggak belepotan. Nunggu antrian butuh stamina, jangan sampai nggak makan, ntar masuk angin. Untuk minum nggak masalah. Kalau lipstik pudar, tinggal oles lagi, kecuali minumnya ditenggak dari botol atau kendi.
2. Jika ada rencana rambut disasak, jangan keramas sehari sebelum didandani ya. Itu akan bikin emosi perias karena rambut licin.
3. Siapkan wajah dengan maskeran sehari sebelumnya agar riasan mudah menempel. Jika pengin scrub, sebaiknya tiga hari sebelumnya untuk jaga-jaga kalau kulit iritasi setelah scrub.
4. Boleh request make-up sesuai keinginan (mau tipis atau warna tertentu) tapi jangan bawel. Kalau perias emosi, riasan bisa salah melulu dan emosi bertambah. Biarkan saja dia menginterpretasikan request kita. Jika kurang tepat, kita betulin sendiri saja.
5. Sediakan di tas tangan: bedak compact yang ada kacanya, lipstik, tissue, kertas penghisap minyak di wajah dan kipas. Jika keringatan, jangan langsung diusap, karena make-up tebal yang diusap efeknya akan tampak cekungan-cekungan tipis seperti habis kena cacar air. Sebaiknya, ambil tempat bedak, ngaca, susut keringat dengan tissue, lalu rapikan dengan kertas penghisap minyak. Setelah itu bisa dibiarkan tetap tipis atau ditambah bedak lagi. Cara menambah bedaknya juga cukup ditekan-tekan, jangan diusap.
6. Karena rias wajah harus bertahan selama mungkin, selain tebal, perias juga akan menggunakan produk-produk tahan air. Jadi, membersihkan dengan sabun muka itu tidak efektif. Lebih baik menggunakan susu pembersih dan penyegar. Untuk rias mata, gunakan pembersih khusus rias mata. Jangan lupa, bulu mata dilepas dulu.
7. Tata rambut (yang tidak berjilbab) diharapkan bertahan sekitar lebih dari 4 jam sehingga si perias akan menyemprot hair spray dengan maksimal. Problemnya nanti setelah selesai acara, rambut berubah seperti ijuk. Disisir nggak bisa, malah rambut brodol. Caranya, taburkan bedak bayi ke rambut. Iya, serupa badut lah. Heheee.... Sisir pelan-pelan. Setelah rambut lemes kembali, baru deh keramas.
8. Untuk yang berjilbab dan kepalanya gatal, jangan digaruk ya. Umumnya perias akan menggunakan tatanan jilbab dua kain supaya tampak mewah. Salah-salah bisa ambyar. Cukup ditekan-tekan saja bagian yang gatal itu dan berharap acara cepat selesai. Hihiii....
9. Ketika dirias, gunakan baju bukaan depan. Ini supaya kancing bisa dibuka sedikit untuk membedaki leher. Nggak lucu kan kalau wajah putih tapi leher tetep coklat gelap. Selain itu juga supaya tidak merusak tata rambut jika hendak berganti kebaya. Untuk yang berjilbab kadang setelah pakai baju baru mengenakan jilbab tapi bukan berarti aman juga. Baju yang dibuka keatas bisa menggesek tata rias wajah yang sudah cantik.
10. Jika kain terlalu ketat, cukup ambil langkah yang mantap beberapa kali, kain akan melonggar. Tapi jangan kebablasan ya, ntar melorot. Dan jangan lupa mengenakan legging, untuk jaga-jaga.
11. Sebelum meninggalkan ruang rias, mintalah satu atau dua jarum pentul dan peniti untuk jaga-jaga. sematkan di korset atau bagian baju lain yang tak tampak.
12. Berkebaya atau berbaju nasional itu makin keren jika mengenakan sepatu berhak tinggi.  Sepatu flat tidak recommended, meskipun akhirnya terserah yang pakai. Ketinggiannya sesuai dengan kemampuan kaki masing-masing aja ya.
13. Jangan lupa minta difoto. Rugi dong udah dandannya penuh perjuangan dan hasilnya luar biasa tapi nggak ada fotonya. Kecuali punya tongsis, mendingan minta difotoin saja daripada selfie, supaya kelihatan semua.
Selamat berdinas. #eh 

22 comments:

  1. Lengkap kap kap...baru tau yg begini mak. Cz daku kalau didandanin ala2 tradisional gt ya udh tinggal nyetor wajah aja. 2 jam kemudian, wajah daku udh blonteng2. Hehe. Tfs ya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maklumlah ibu2 arisan, seksi sibuk dimana-mana :D

      Delete
  2. aku punya tuh mbak pengalaman mau di dandani malah pakai kaos susah kan nanti ganti pakaiannya. Terima kasih tipsnya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Na iya tu harus diperhatikan meskipun sepele :)

      Delete
  3. Hihihi antrinya kdg dari subuh ya Mak kalo begini. Tipsnya komplit. Kalo saya, utk riasan tebal, dibersihkan pake baby oil lbh cepat bersihnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener. Kudu sabar2 deh. Bawa gadget utk hiburan. Thanks tips baby oilnya

      Delete
  4. Eh gw baru tau kalo mau di sasak jangan keramas dulu hahaha

    ReplyDelete
  5. Hehehe...tambah satu lagi mbak,,,jangan lupa bawa duit buat bayar tukang salon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho nggak perlu dong. Kan yang mbayarin yang punya gawe :D

      Delete
  6. Betul itu sebelum didandanin kudu sarapan dulu jangan sampe lemes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang mikirnya karena mau kebaya biar perutnya langsing. Hello langsing nggak bisa dengan nggak makan sekali hihiii

      Delete
  7. waaahh A-Z ini infonyaaa,, makasih mak ^_^ kalau saya bawa daleman jilbab sendiri biar adem nyaman..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daleman jilbab masuk barang pribadi, jadi ya harus bawa sendiri :)

      Delete
  8. huahahaaa...heboooh ya maaak...aku juga senengnya terima bereees hehehe...tapi setelah beberapa kali didandani, jadinya apal 'rahasia' muka sendiri dan jadi suka dandan sendiri...tapi memang kalau pro bedaa hasilnya :)..dan teteuuup..jangan lupa difotooo yaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga lebih suka dandan sendiri mak kalau acaranya sederhana. Kalau lumayan besar, milih didandani karena biasanya lampunya banyak, kalau difoto biar bagus. Kalau dandan sendiri aku cenderung sederhana jadi pucat kalau difoto.

      Delete
  9. Setuju mak, tapi sebenernya gak seneng dandan kaya gitu. Capek mukanya berat banget :( Apalagi setelah selesai, aduuuh bersihinya perlu tenaga lagi. hadeeehh padahal cape banget

    ReplyDelete
  10. aku kalo didandani rada gimana gitu mak, ndak mau sih alinya..soalnya beribet hehehe

    ReplyDelete
  11. Terus, fotonya mamah lusi yg kebayaan manaaaaa?

    ReplyDelete
  12. BBBeuh... komplit banget Mak Lusi. Ini setelah pengalaman berapa kali jadi panitia resepsi? hihihi
    Keluargaku gak pernah punya acara gede seperti itu *ekonomi menengah ke bawah* makanya gak pernah ngerasain rempongnya jadi panitia. :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.