Tuesday, March 10, 2015

Kembangarum, Juara Desa Wisata

Kembangarum sebagai juara desa wisata mungkin tidak banyak yang tahu. Masyarakat sekitar Jogja lebih mengenalnya sebagai lokasi outbond yang keren. Padahal banyak pejabat pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Nusantara yang menyempatkan datang kesini untuk menjadikannya percontohan, bahkan mengundang pengelola untuk mengembangkan desa wisata di wilayahnya.
Desa Wisata Kembangarum

Desa Wisata Kembangarum

Desa wisata Kembangarum atau juga dikenal sebagai Dewi Kembar dikelola oleh Pak Heri. Saya mengenal pak Heri ketika anak-anak belajar melukis di sanggar Pratistha. Pak Heri ini seorang perfeksionis. Apapun yang dikerjakannya atau diajarkannya harus yang terbaik, sampai juara. Termasuk anak saya yang sempat menjuarai lomba lukis di beberapa tempat, termasuk acara seni di Universitas Negeri Yogyakarta. Sayangnya hal itu tidak dipupuk karena harus pindah kota. Maka tak heran Kembangarum sudah sembilan kali menjuarai lomba desa wisata sehingga pak Heri harus mencari tantangan lain supaya nggak bosen jadi juara. Heheheee....
Desa Wisata Kembangarum


Desa wisata Kembangarum terletak di selatan perempatan Turi, Sleman. Mencarinya enggak susah, tapi jalan menuju ke lokasi sempit diapit oleh pagar batu gunung. Batu disini memang berlimpah, sisa letusan gunung Merapi berkali-kali sejak ratusan tahun lalu. Jika berombongan, bus akan parkir agak jauh. Sedangkan mobil ukuran standar seperti Luxio (tidak sebesar Pajero) bisa masuk sampai ke lokasi. Nyetir deg-degan takut menyerempet pagar batu yang cuma sebentar itu terbayar ketika melihat apa yang disajikan oleh desa wisata Kembangarum.
Desa Wisata Kembangarum

Sebagai lokasi outbond dan kegiatan kebersamaan lainnya, Desa Wisata Kembangarum dikelola secara profesional oleh mas-mas yang ada disana. Mas-masnya ada yang gondrong ala rastafara, ada beberapa juga yang bertato, tapi semuanya ramah, sopan dan sangat membantu. Beberapa paket ditawarkan sesuai bugdet kita. Kemarin kami mengambil paket menginap  dan makan untuk kegiatan pelatihan, api unggun dan outbond sebesar Rp 300.000,- per orang, per malam masih ditambah beberapa printilan on the spot yang langsung dipenuhi oleh pengelola.
Desa Wisata Kembangarum

Bangunan yang digunakan ditata ala desa dengan rumah-rumah, pendopo dan perabotan serba kayu dan bambu. Lingkungannya bersih karena mas-mas yang jaga rajin menyapu. Untuk menginap disediakan matras yang dijejer di dua rumah gebyok, satu untuk peserta laki-laki dan satu untuk peserta peserta perempuan. Didalam masih ada kamar-kamar untuk pembina rombongan. Didepan tempat menginap ada mushola dan pendopo untuk pelatihan. Sayangnya saya tidak sempat melihat seluruh fasilitas karena fokus dengan ruangan yang kami gunakan.
Desa Wisata Kembangarum

Desa Wisata Kembangarum

Menu makan yang disediakan juga menyesuaikan menu desa. Yang berkesan adalah sayur ndeso, semacam sayur lodeh. Enak deh, dijamin nambah. Untuk api unggun disediakan jagung dan singkong bakar.
Desa Wisata Kembangarum

Untuk outbond, alam telah menyediakan sungai untuk berbagai permainan dan tracking. Pemandangan dan ketenangan suasana desa sangat menyegarkan pikiran. Tak ketinggalan pula bekas sawah dan tambak yang beberapa diantaranya penuh kecupak ikan nila. Outbond dipandu beberapa petugas yang tangkas dan menghibur, disesuaikan dengan usia peserta. Mereka juga cekatan jika ada yang terluka.
Desa Wisata Kembangarum

Desa Wisata Kembangarum

Udah belum ini muji-mujinya ya? Hihihiiii.... Ini bukan review atau titipan kok, sekedar rekomendasi karena kepuasan saya sebagai konsumen.

28 comments:

  1. Kayanya adeeemmm banget ya maklus disanah 😄

    ReplyDelete
  2. suka panoramanya dan liat foto-foto kerenmu mak Lusi, pokoke Jawa bingits :)

    ReplyDelete
  3. asli keren, air jernihnya itu loh...di jambi sulit sekali menemukan kali atau sungai yang jernih, semua keruh terkena zat kimia pencari emas....pengen ke situ mak lusi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini soalnya masih di atas mak. Mungkin sampai kota juga sama :(

      Delete
  4. Waahh malah blm pernah denger ni mak lusi... Tfs yaaaaa *_*

    ReplyDelete
  5. Wah seru ya..hrs nginep apa gmn mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak harus mak, ada yang paket setengah hari dan sehari :)

      Delete
  6. tempatnya nyaman banget ya mak Lusi, betah nih aku ada disini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga tapi ngantuk mulu, nyaman banget sih :))

      Delete
  7. nyaman banget sepertinya di sana enak buat ngadem

    ReplyDelete
  8. Desanya apik ya, Mbak.. Keliatan adem trus nyaman :D

    ReplyDelete
  9. waah... suasananya segar dan asri ya...

    ReplyDelete
  10. kereeeen tempatnya maaak...aduuuh, ngeliat ini bawaannya pengeeen nyebuur hehehehe

    ReplyDelete
  11. Airnya masih jernih ya, teratainya cantik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. TEratainya banyak, pas berbunga semua. Tp ternyata nggak lama ya? Mendekati sore pada nutup lagi

      Delete
  12. Pemandangannya sger bener emang mak...
    Pasti silir semilir gt ya mak

    ReplyDelete
  13. Tempatnya keren & asri banget ya mak... pingin kesana jadinya.. hehehe. Coba di Medan ada tempat begini, duuh... adeeem !

    ReplyDelete
  14. Sungainya bersih banget ya mak. Kapan2 mau ajak anak2 kemari ah

    ReplyDelete
  15. Mak, tiap mudik ke Yogya lewat Turi nih.
    Terimakasih infonya, siapa tau bisa ke sana.

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.