Wednesday, May 27, 2015

Belajar dari Kios Teman di Taman Parkir Singosaren dekat Kotagede Jogja

Yeiiii halan-halan lagi, kali ini ke kios baru teman saya di Taman Parkir Singosaren dekat Kotagede Jogja. 

Taman parkir Singosaren Kotagede Jogja 

Sebenarnya sudah lama teman saya, mbak Erna, mengajak saya main ke kios barunya, tapi baru kesampaian beberapa waktu lalu. Kalau bingung Taman Parkir Singosaren itu dimana, wajar saja, karena belum lama diresmikan. 
Letak tepatnya di Kelurahan Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Bantul, sebelah timur terminal bus Giwangan, ditepi utara Ring Road Selatan. Hahahaaa rumit? Enggak kok, gampang banget ketemunya karena dipinggir Ring Road dan dekat terminal Giwangan. Karena "Jogja" lebih menjual, maka dijudul atas tidak saya cantumkan "Bantul". 

Singosaren sendiri adalah sebuah kelurahan yang berbatasan langsung dengan Kotagede.

Itu sebabnya dibangun taman parkir disini, karena bagaimanapun fungsi taman parkir adalah untuk memarkir kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun sewaan sebesar bus. Jadi fungsinya tidak tumpang tindih dengan terminal disebelahnya. Untuk apa orang parkir disini? Tentusaja harus ada obyek menarik disekitarnya. 

Kotagede sudah lama dikenal sebagai daerah tujuan wisata utama Jogja dengan kerajinan peraknya.

Namun demikian, Kotagede juga berkembang menjadi daerah yang padat penduduk, sementara infrastrukturnya masih mempertahankan peninggalan lalu berupa jalan-jalan sempit dan berkelok, hanya perbaikan disana-sini, misalnya gorong-gorong dan renovasi bangunan, untuk membuat kawasan ini bertahan sebagai kawasan yang memiliki banyak peninggalan sejarah dan budaya. Perkembangan industri pariwisata yang sangat pesat membuat kunjungan wisata ke Kotagede meningkat tajam, padahal umumnya toko-toko perak disini berada di sisi jalan yang sempit, hanya beberapa toko yang memiliki halaman cukup luas untuk menampung bus besar.
Pembangunan taman parkir ini diharapkan bisa menampung lebih banyak pengunjung. Sebagai catatan dari saya, hendaknya pemerintah kabupaten Bantul tidak mengeluarkan energi dan dana terlalu banyak untuk mempromosikan taman parkir ini, melainkan fokus dengan obyek wisata disekitarnya. Jika pemkab Bantul mampu menjual obyek wisata disekitarnya, otomatis orang akan mencari cara untuk datang dan parkir. Jika ini berhasil, dampak ekonominya akan lebih luas daripada hanya membuat acara-acara tertentu di taman parkir tersebut.
Taman parkir Singosaren Kotagede Jogja
Meski baru diresmikan, langsung dicoret-coret. Vandalisme di Jogja sudah sangat memprihatinkan.

Berdasarkan info mbak Erna, obyek wisata yang bisa didatangi disekitarnya, yang merupakan cikal bakal Kraton Yogyakarta, adalah:
  1. Kerajinan perak
  2. Kompleks makam Raja-raja Mataram
  3. Mesjid Agung Kotagede
  4. Watugilang. Ini pernah jadi lokasi acara TV Dunia Lain. Heheee....
  5. Pasar Tradisional. Datanglah Selasa Legi (hari pasarannya), meski macet total tapi benda-benda unik banyak dijual. Jangan lupa beli dawet dan kipo.
  6. Sendang Seliran
  7. Kebun euphorbia. Entah sekarang masih ada atau tidak karena kalah pamor dengan batu akik. Dahulu ada beberapa kebun euphorbia disana. Kabarnya sekarang tiap Selasa Wage ada pasaran akik, tapi saya belum membuktikannya (halah).
  8. Home industry yangko
  9. Garmen. Tapi kalau mau wisata, rasanya nggak ada keperluan untuk bikin seragam kan ya? Disini juga ada workshop batik Paradise yang sudah terkenal.
  10. Pabrik Coklat Monggo. Sekarang coklat Monggo banyak dibeli wisatawan sebagai oleh-oleh wajib dari Jogja. Sudah ada saingannya juga, coklat Tugu.
Selain obyek yang diatas, masih banyak obyek menarik lain. Jika itu terus dipromosikan, taman parkir Singosaren akan penuh dengan sendirinya. Menurut mbak Erna, untuk rombongan disediakan kereta odong-odong dari parkiran ke Kotagede. Mau jalan kaki bisa saja sih kalau kuat, nerabas lewat bangunan-bangunan tua.

Dan berapa mbak Erna membayar untuk kios yang sangat prospektif tersebut? Rp 2.000 kalau pas buka saja untuk membayar tukang sampah.

Ini merupakan kebijakan pemkab Bantul agar warga sekitar tidak hanya menjadi penonton maraknya bisnis pariwisata. Kelurahan Singosaren mendapat jatah beberapa kios gratis yang dibagi menjadi Singosaren Wetan, Kulon, Lor dan Kidul. Tiap stan dipakai secara sharing. Jadi Rp 2.000 tadi masih dibagi lagi dengan teman satu stan. Mbak Erna menempati kios Singosaren Wetan karena beliau tinggal disebuah kompleks perumahan diwilayah tersebut. Mbak Erna menggunakan stan tersebut secara bersamaan dengan bu dukuh dan istri tukang sampah kompleks.
Taman parkir Singosaren Kotagede Jogja
Parkiran yang luas tapi kosong.

Berhubung digunakan secara sharing, maka jualannya pun harus kompromi supaya tidak saingan tapi juga tidak berbeda sama sekali. Misalnya kalau yang satu sudah jualan batik, maka yang lain jangan menyamainya. Jika satunya jualan baju, maka lainnya jangan jualan makanan yang harus diolah. Di stan mbak Erna, berhubung bu dukuh keukeuh jualan minuman, maka mejanya ditaruh diluar. Heheheee....
Jika dagangan cukup banyak dan pengin punya satu kios untuk sendiri, bisa menyewa Rp 150.000 sebulan. Murah banget ya? Untuk saat ini yang ramai justru pada jam kerja. Untuk musim liburan, wisatawan masih terkonsentrasi di seputar Malioboro. Selain itu, sopir bus juga mendapat fee dari toko perak yang besar dan punya halaman luas sehingga parkir di toko tersebut. Pekerjaan rumah untuk pemkab Bantul nih. :)
Selama ini mbak Erna menjual berbagai perhiasan dari mutiara Lombok secara online. Kesempatan ini memberikan "alamat" pada SouthQueen Pearl. Bagaimanapun, jualan online di Indonesia tetap selalu mendapat pertanyaan soal alamat dari konsumen. Memang, antara lokasi dan produk tidak nyambung, lantaran mutiara tersebut seharusnya berada di tempat yang lebih eksklusif. Tapi, tak ada yang mampu mencegah orang untuk berikhtiar. Tiap usaha harus segera dimulai dengan langkah sekecil apapun. 
Agar tidak benar-benar salah tempat, mbak Erna membuat penyesuaian. Beliau memasukkan aksesoris murah meriah lainnya untuk konsumen yang dibawa oleh bus. Sedangkan perhiasan mutiaranya tetap ditawarkan secara online dan ditunjukkan jika pelanggan online-nya datang.
Selamat atas kios barunya ya mbak Erna. Semoga bisa terus meningkat dan punya outlet sendiri. Amin. Kalau pengin pernak-pernik mutiara, yuk dilihat produknya.
SouthQueen Pearl
Telpon: 081904143848
southqueenpearl@gmail.com
FB: SouthQueen Pearl
Twitter: SouthQueen Pearl

20 comments:

  1. aku gak bisa membayangkan lokasinya mbak :). Jadi mbak erna berjualan double ya mbak online dan offline

    ReplyDelete
  2. Asyik ya punya kios.... jadi pengen melebarkan usaha juga jadinya :)

    ReplyDelete
  3. Ada mutiara juga ya mbak... Bisa nih...

    ReplyDelete
  4. sendang seliran itu apa mak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sendang seliran itu seperti taman sari tp lbh tua & lbh kecil

      Delete
  5. wah.. keren nih mbak.. iya memang yang penting dimulai dulu ya mbak.
    itu sayang banget deh bangunan baru tapi sudah dicorat coret :(

    ReplyDelete
  6. keren ya Pemkabnya mba memberdayakan warganya sendiri....pengen ke pabrik Monggooo...huhuhu...

    ReplyDelete
  7. aku seringnya ke kota gede yg di pusat kerajinan perak, mba.. ke terminal giwangan juga baru sekali :D

    ReplyDelete
  8. patut di acungi jempol pemkabnya....terakhir ke yogya pas studi tour sma, pengen banget wisata ke yogya smg kesampaian :)

    ReplyDelete
  9. dari dulu pengen punya kios, tapi susah mulainya..gak berani, takut gak laku... gimana bisa sukses ya?? :(

    eh, iya tuh ada vandalisme di tembok putih... sayang sekali

    ReplyDelete
  10. Vandalisme itu lho, mak, bikin gregetan. Padahal, kota berkembang itu juga buat mereka juga lho..

    ReplyDelete
  11. murah banget harga sewanya ya mbak untuk ukuran kios yang rapih kaya gitu, apalagi hanya 150rb sebulan. ini harus dipromosikan terus supaya banyak pembeli yang berdatangan

    ReplyDelete
  12. Harga kiosnya sewanya murah juga...coba disini ada tak buka toko juga *ngayal

    ReplyDelete
  13. Ah Jogja selalu membuatku ngiri, terakhir kesana tahun 95 pas mau daftar kuliah tapi ternyata gak diterima hehehe....kangen sama Jogja...ceritanya inspiratif mak bisa buat contoh bwt siapa saja yang pengen buka usaha

    ReplyDelete
  14. murah sekali untuk sewa kiosnya...:)

    ReplyDelete
  15. murah banget ya sewa kiosnya, saya juga ada rencana mau buka usaha makanan tapi sewa kios di jakarta itu setahunnya bisa 10 juta lebih

    ReplyDelete
  16. Sudah lama bgttt pingin ke kawasan perak yg di Kotagede, tapi blm kesampaian euy. :D

    ReplyDelete
  17. perhiasaaaaan...my fave! Nanti kalau ke Jogja ajak aku ke mariiii :)..tempatnya luas yaaa mak...

    ReplyDelete
  18. "jangan lupa beli dawet dan kipo"..kipo apa ya Mbak? maaf kepo..oya, makasih banget sdh mengunjungi blog saya Mbak Lusi yg baik hati :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.