Tuesday, June 02, 2015

[DIY] Rekondisi Rak Particle Board Yang Kurang Sip

DIY (Do It Yourself) kali ini tentang rekondisi rak berbahan particle board yang hasil akhirnya kurang sip.

Di postingan-postingan saya tentang ngecat, saya selalu katakan bahwa saya lebih suka cat semprot daripada cat yang menggunakan kuas. Sebabnya adalah foto dibawah ini, heheee....


Sebenarnya, mengecat menggunakan kuas tidaklah sulit, yang diperlukan hanyalah kesabaran dan menikmati prosesnya. Untuk menghasilkan warna yang rata sempurna, kuas harus digerakkan dengan penuh perasaan (eaaa), kalau perlu diulang prosesnya setelah tahap pertama selesai. Sayangnya saya bukanlah orang yang seperti itu. Penginnya get it done ASAP. 

Saat itu, saya harus merekondisi rak berbahan particle board dan saya hanya punya cat dan kuas. Terpaksa demi pengiritan!

Banyak keluarga Indonesia yang memiliki perabotan berbahan particle board. Particle board adalah serbuk kayu yang dipadatkan. Perabotan ini cenderung lebih ringan dan harganya jauh lebih murah dari kayu solid. Tampilannya yang licin, terlihat bersih jika diletakkan diruangan. Karena ringan itulah, perabotan berbahan particle board juga dibuat knocked down sehingga mudah dibongkar, dikemas dan dibawa jika pindah rumah.
Rak saya ini sudah 6 bulan dibungkus dan diletakkan digudang. Ketika koleksi buku mulai menumpuk lagi setelah disumbangkan beberapa waktu lalu, saya teringat rak tersebut. Maka saya bongkarlah pembungkus rak tersebut.

Ternyata oh ternyata, rak particle board tersebut sudah ditumbuhi jamur putih halus disebagian besar bagian. Selain itu, lapisan yang terkena lakban mengelupas dan menempel pada lakban, meninggalkan jejak yang nggak enak untuk dilihat.

Bahan particle board memang rentan jika diletakkan di tempat yang lembab. Jika tidak berjamur, kadang mengurai kembali menjadi bubuk kayu. Yang rumahnya banyak tikus, hati-hati tu bisa dijadiin snack. Bahkan kecoa bisa memparah kerusakannya jika ada bagian yang keropos. Sedangkan lapisan luar umumnya tipis sehingga mudah terkelupas jika kena lakban yang terlalu lengket.
Saya sudah bertekad untuk tidak membeli perabotan apapun yang sejenis jika masih punya. Jika ingin beli baru, perabotan lama harus dijual atau diberikan orang lain. Jika mau merekondisi harus menggunakan bahan pembantu seadanya dan baru beli jika benar-benar tidak punya. Pokoknya ngirit habis deh heheee....
Faktanya saya punya: 1 rak buruk rupa, 1/2 kaleng kecil cat warna kuning, 1/2 kaleng kecil cat warna putih, 2 buah kuas dan 1/4 jerigen mini thinner. Saya juga menyiapkan alat bantu berupa: mangkuk plastik bekas untuk mencampur cat dengan thinner dan pengganjal sepatu untuk dijadikan pengaduk. Prakteknya, saya hanya menggunakan 1 kuas dan kekurangan cat. 
Tadinya saya ragu apakah cat tersebut cukup? Kemudian saya berpikir, ya sudahlah kerjain saja, toh sekarang jaman perabotan vintage dengan teknik cat wash, yaitu dengan sengaja cat dibuat tidak rata supaya terlihat jadul. Memang sih hasil suatu teknik mengecat tentu beda dengan hasil dari mengakali supaya cat yang sedikit itu bisa menutup semua permukaan rak hihihiii....

Yang pertama dilakukan adalah mencampur cat dengan thinner sampai benar-benar larut, tidak ada bagian thinner yang tampak terpisah dari cat. 

Banyaknya thinner cuma saya kira-kira, seperti adonan kulit risoles itulah, tidak terlalu cair dan tidak terlalu kental. Mestinya, rak tersebut saya bersihkan dulu lalu disemprot dengan air cuka untuk mematikan jamurnya. Tapi karena ditunggu setrikaan segunung, saya pikir kalau sudah tertutup cat pasti jamurnya mati semua. Hasilnya, taraaa....
Hasil aslinya tidak sebagus itu ya karena foto itu sudah diedit habis dengan picmonkey. Masih kelihatan kan catnya yang tidak rata? Itu karena mengecat yang terburu-buru dan catnya sendiri habis tapi dipaksakan cukup untuk semua hahaaa.... Cat putihnya hanya cukup untuk bagian kiri 3 kotak, selebihnya menggunakan warna kuning.
Catatan dari mengecat pakai kuas kali ini:
  • Jangan mengecat ketika ada angin karena waktu kita mengangkat kuas, catnya bisa tertiup angin dan nempel di rambut atau badan kita.
  • Mengecatlah di ruang terbuka dan panas karena cat seperti ini butuh waktu kering yang lama, bisa seharian jika sekalian ngilangin baunya. Beda dengan cat semprot yang cuma butuh waktu 5 menit untuk kering.
  • Kamu haruslah orang yang rapi dan sabar.
Jika tangan sudah telanjur belepotan seperti itu, gunakan thinner untuk menghilangkannya. Tapi jangan langsung tuang, bisa rusak tangan mulus kita. Cuci bagian yang terkena cat dengan sabun, baru sisanya dihilangkan dengan thinner. Caranya, tuang thinner ke kain tak terpakai, lalu gosokkan ke cat yang menempel itu. Cuci lagi bagian tersebut dengan sabun, keringkan dan oles dengan hand and body lotion.
Meski kurang sip, rak tersebut segera penuh terisi oleh buku serial Harry Potter, CS Lewis, Ulysses More, Attack on Titan dan terus bertambah dengan serial-serial seru lainnya. Jadi kelihatan seri berapa yang nggak ada. Oh iya, celengan dan Doraemon juga bisa mejeng.

19 comments:

  1. Kalau pakai cat yang bagusan sepertinya masalah itu akan berkurang juga sih Mba, seperti beleber ata belepotan kalau kena angin. Malah kalau pakai ct semprot lebih berbahaya mba. dan lebih enak membersihkan cat di tangan kalau dulu pakai minyak tanah, tapi sekarang bisa pakai tiner yang bagus, jadi bisa di tuang di lap dulu baru di olehkan untuk mengangkat cat di tangan kita. Itu sih yang diajarkan sama tukang cat kepada saya mba. he,, he, he,,

    ReplyDelete
  2. Cantik hasilnya, aku juga ounya lemari yang bahan serbuk gergaji, nggak kuat yaa?rak bukukunmelendut di tengah padahal spacenya masih muat untuk bnyak buku

    ReplyDelete
  3. Jaman duluuu * berasa tua nian*, setiap jelang lebaran selalu beberes rumah dan salah satunya dgn ngecat gedheg rumah menggunakan gamping Mbak. Terus pake garis hitam menggunakan karbon-nya baterai yg sdh gak kepakai. Nah ngecatnya juga pakai kuas, dr merang (batangnya padi).

    #jd pengen ngecat lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow ngecat dari merang? Hmmm menarik, kirain merang bisa buat keramas aja heheee

      Delete
  4. iih rajinnya Mak..... kalau di foto ga keliatan hasil aslinya Mak apalagi sudah diedit. Harusnya dipotret before and after *yg penasaran hiihi...

    ReplyDelete
  5. Aku sabarrr... mknya itu kmr tdr anak2ku lumayan rapih untuk tukang cat pemula sprti aku mak :))) *sombong :p

    ReplyDelete
  6. saya lebih memilih cat pake kuas, mbak Lusi. Yaa, tinggal sabar dan telatennya aja hehe ...
    baca postingan ini serasa nonton D'Sign nya Net tv. Keren dan kreatif.

    ReplyDelete
  7. aaaaah kece beneeeer, jadi kekinian yak raknya :)

    ReplyDelete
  8. jadi pengen ngecat juga nih mak, ada lemari buku anak2 yg dari bahan ini juga dan sebagian menghitam kena jamur karena pernah terendam banjir.

    ReplyDelete
  9. emang enak cat semprot sih mbak..tapi harganya pasti beda ama cat kuas..selama ini kalo ngecat selalu pake kuas aku...hahaha...

    ReplyDelete
  10. wahh make overnya jadi kece ya mba lusii..sukaa...kesannya clean pisan...

    ReplyDelete
  11. cantik kok mak, raknya... jd tau serba serbi ngecat pake kuas... makasih ya :)

    ReplyDelete
  12. rapi kok maaak...dan memang musti ekstra sabar yaa kalau mau ngecat..aku belum pernah mengecat yang besar-besar :)

    ReplyDelete
  13. Cat semprot lebih praktis dan juga lebih mahal kan

    ReplyDelete
  14. aku gak sabar mbak, maunya buru2 selesai :)

    ReplyDelete
  15. Tanya,

    Cat yang dipakai cat jenis n tipe apa?
    cat kayu? cat tembok? cat besi?
    Merk apa, Mbak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya cat kayu dong, tapi merknya entah cuma nurut tukang jual catnya di toko cat warna warni

      Delete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.