Friday, June 05, 2015

Transformasi Letak Ponsel Ketika Bepergian

Letak ponsel itu bisa bertransformasi lo kalau diperhatikan, dan itu sejalan dengan perubahan yang terjadi pada pemiliknya.

Ya memang, yang memperhatikannya adalah orang yang selo banget. Heheheee.... Ketika teman-teman bepergian, dimana teman-teman meletakkan ponsel? Saya perhatikan diri saya sendiri (ya elah cyin), ternyata letak ponsel saya berubah dalam 3 tahap. Jiaaan selo tenan.
  1. Dalam genggaman
  2. Di saku luar tas
  3. Di saku dalam tas
beyourselfwoman for easier daily life
Add caption

Ponsel Dalam Genggaman
Dahulu jika bepergian, saya selalu menggenggam ponsel meski nyangklong tas (1). Saat itu banyak sekali yang harus diupdate, dijawab atau dikoordinasikan. Sepertinya keren jadi ibu multi tasking, super sibuk sebentar-sebentar mengintip ponsel, padahal cuma ngurus sekitar antar jemput anak-anak saja hahaaa....

Ketika ponsel selalu digenggaman, saya mampu menyelesaikan banyak hal, waktu berjalan sangat cepat. 

Entah apakah ada yang terganggu dengan letak ponsel yang seperti itu karena belum ada yang komplain. Mungkin juga nggak berani komplain kali ya? Oiya, saya tidak suka narsis, jadi fungsi ponsel di genggaman tersebut bukan untuk selfie, tapi benar-benar untuk update kerjaan dan urusan rumah.
Suatu hari saya merasa jengah sendiri dan curhat pada seorang teman, sebut saja Bunga. Dia memberikan solusi yang keren. Dia bilang kalau tidak urgent, nggak usahlah bolak-balik ngintip ponsel. Kalau mau chat, tunggu ntar kalau pas selo gegoleran. Kalau diundang ke suatu event, tanya dulu ada kewajiban livetweet nggak. Jika tidak ada, cukup tweet beberapa untuk menginformasikan keberadaan kita disana dan menjelaskan tujuan acara tersebut. Setelah itu, simpan ponsel di tas dan bergaulah dengan undangan lain. Nanti dirumah atau di cafe (buat yang suka ngeblog di cafe, saya enggak, nggak punya duwet), kita bisa menyusun kultwit yang lebih rapi dan memilih foto yang lebih representatif. Sambil menyusun kultwit, bisa juga sekalian ngeblog. Materi yang disebarkan jadi lebih berbobot.
Ponsel yang tidak diletakkan didalam tas juga bahaya karena kita tergoda untuk mengintip. Saya pernah menyerempet mobil orang gara-gara menjawab bbm. Memang waktu itu situasinya urgent, tapi sebaiknya berhenti dulu di pinggir jalan yang aman.

Ponsel Di Saku Luar Tas
Karena saran Bunga itu, maka saya berusaha keras untuk tidak menggenggam ponsel lagi. Ponsel saya taruh di saku luar tas (2). Ini jalan tengah bagi hati yang belum ikhlas wkwkwkkkk.... Dengan meletakkan ponsel di saku luar tas, kehebohan melihat ponsel berkurang. Tapi jika perlu, ponsel bisa diambil lebih cepat. Sayangnya, ini nyaris jadi bencana.
Ponsel jatuh ketika saya turun dari mobil tanpa sadar. Sempat putus asa beberapa saat, sampai akhirnya ponsel tersebut ditemukan oleh karyawan kami. Ponsel tersebut jatuh ditepi jalan besar didepan tempat kami. Untung nggak diambil orang. Untung nggak kelindes kendaraan. Tapi si penemu sempat bilang, "Oh saya kira hp yang sudah rusak mbak, soalnya sudah boncel-boncel."
Berani beraninya dia bilang begitu. Nggak tau dia, betapa besar jasa BB jadul ini. Tapi ada pelajaran yang bisa diambil dari sini bahwa meletakkan ponsel di saku luar tas itu tidak aman. Selain mudah jatuh tanpa kita sadari, juga mudah dicopet.

Ponsel Di Saku Dalam Tas
Akhirnya, berpindahlah ponsel saya ke pocket didalam tas (3). Tadinya saya cemplungin gitu aja ke dalam tas, tapi ternyata susah mencarinya kalau pas butuh, harus mengaduk-aduk isi tas. Didalam tas ini ponsel aman. But wait, seperti ada yang kurang. Jadi sepi banget! Heheheee.... Meski begitu, saya teruskan saja ponsel itu disana. Kadang gatel bolak balik ambil dan intip. Kadang bisa tahan lama sampai ada bunyi dering telpon, dengan anggapan kalau telpon pasti penting, meski seringnya ternyata jualan asuransi atau menawarkan kredit. (notifikasi yang saya nyalakan hanya untuk kepentingan Ladaka Handicraft). Lama kelamaan jadi bisa menaklukkan diri sendiri.
Lalu kapan saya lakukan update? Update saya lakukan ketika saya sudah duduk dengan tenang dan memang bermaksud untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Nah, terkumpullah disitu laptop, tablet dan ponsel yang saya cek seluruhnya.

Apakah saya jadi ketinggalan banyak hal? Ya, saya ketinggalan banyak hal, tapi tidak semuanya itu adalah prioritas saya, jadi tidak seluruhnya penting. 

Hasil tersebut membantu menyortir hal-hal yang benar-benar penting sesuai prioritas saya. Curhat galau, marah nggak jelas, dan nyinyir jadi sangat berkurang dan terus berusaha dihilangkan karena bisa menyakiti hati orang lain yang merasa. Seperti kata Bunga, "Tidak perlu puasa socmed, cukup diet saja dengan cuma mengkonsumsi asupan yang bergizi. Lagipula darimana kamu mendapatkan pelanggan dan job review kalau bukan dari socmed?"
Dan dia dengan tega juga mengatakan bahwa saya sudah tidak muda lagi, tak usah maruk, nggak akan kuat bersaing sama yang muda-muda. Hahahaasyeeeem....
Dari sana pula saya dapatkan bahwa sebenarnya bukan hanya orang lain yang perlu didengarkan atau diperhatikan, tapi kita sendiri juga butuh mendengarkan dan memperhatikan. Kita butuh mendengarkan suara hati, apakah yang kita sudah mengambil langkah yang benar. Kita perlu mendengarkan orang lain untuk menentukan bagaimana kita bersikap terhadap orang tersebut. Kita perlu memperhatikan tanda-tanda, kenyataan-kenyataan dan perkembangan-perkembangan. Kadang kita juga perlu mengendapkan pendapat. Itu semua perlu waktu untuk berpikir dan jarak untuk melihat seluruh gambaran, yang bisa diciptakan dengan ponsel yang diletakkan di tempat seharusnya yang sudah dibuatkan oleh pengrajin tas.
Pernah saya baca tentang bagaimana Julia Roberts meletakkan ponselnya jika sedang mengantar jemput anaknya. Julia akan meletakkan ponselnya di tas, lalu tasnya ditaruh di bagasi mobil. Heheheee..... Kurang seleb apa dia?

14 comments:

  1. wkwkwkw itu gambarnya !!!!! , padahal pengen seriaus bacanya tapi gambarnya :D

    ReplyDelete
  2. Hehehe, kalau aku kalau gak nomor 1 ya nomor 3. Tapi kadang malah lupa HP sama sekali :))

    ReplyDelete
  3. kok Bunga sih mbak? hihi...
    untuk sementara ini saya masih aman sih. ponsel ditarok di tas. kalau lagi mati gaya baru deh diambil. tapi kalau di rumah, nah itu harus diet ketat. kalau nggak bisa-bisa anak-anak jadi mbengil gara-gara merasa diduakan oleh ibu mereka :-D

    ReplyDelete
  4. Bunga memang teman yg top markotop y mbak..
    Sarannya jos tenan..kata2 yg paling manteb tu wktu blg "kamu sdh tdk muda lagi"..
    Wkwkwkwkwkwk..

    ReplyDelete
  5. kalo saya tiga mbak lusi: genggaman, kantong baju, sama tas, udah itu. paling sering di kantong baju

    ReplyDelete
  6. Kalau di Jakarta harus di dalam tas, dimasukkan lagi ke tempat lain hehehe maklum lah kalau naik umum banyak tangan jahil

    ReplyDelete
  7. Aku jarang naro dalam tas krn suka gak kedengeran kalo ada telpon..di protes yg nelpon nanti... jadi aku taro dalam kantong baju. Sampe bela-belain bikin kantong buat semua bajuku

    ReplyDelete
  8. heuheu jadi ingat diri sendiri yang sok sibuk ngintipin hp padahal cuma baca status orang hehehhe. tp beneran klo hp di taruh di tas gitu aja susah nyarinya,

    ReplyDelete
  9. Emmmm..saya lebih sering digenggam sama di dalam tas, Mbak. Kalau lagi ngga ngantuk dlm perjalanan, malah mainan hape mulu. :D

    Btw, Mbak Lusi masih muda laaah. :P

    ReplyDelete
  10. Social media memang candu, kalo hp sepi biasanya aku juga nyariin. :D
    Hehehe, Julia Roberts si artis malah ga sempet cek hp ya, mak. Aku pernah liat juga ada artis yang ga mau punya twitter, karena katanya udah terlalu sibuk. Jadi promosinya lewat jalur lain kayak wawancara singkat gitu.

    ReplyDelete
  11. klo saya mah selalu di saku mak...

    ReplyDelete
  12. Samaaaa, hp biasanya "kucemplungin" gitu aja di dalam tas, jadinya klo mau ambil pasti ubek2 isi tas dulu hahaha *sering diomelin suami nih :)

    ReplyDelete
  13. Ilustrasinya itu lho, Kitchen Blogger kalo kek gitu...

    ReplyDelete
  14. Makk, sekelas Julia ga butuh ngeksis sosmed lagi, belum ada sosmed dia udah seleb, la klo aq? *trus di balang telenan mak Lusi* :)))
    Aq bisa diet sosmed, tapi aku ga bisa diet drakor yg ku liat dari HP, piyee jalll :)))

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.