Tips Belanja Murah Tanpa Nawar di Pasar Beringharjo Jogja

Tuesday, September 15, 2015

Mungkin tips belanja murah tanpa nawar di pasar Beringharjo Jogja ini sudah banyak yang nunggu ya?

jilbab beringharjo murah tanpa nawar

GR banget deh, tapi ini ndilalah saya sendiri baru menemukan caranya kemarin. Selama ini saya paling males belanja di Beringharjo karena saya tidak bisa nawar. Jadi biasanya saya ke toko-toko yang menyediakan produk sejenis, seperti Mirota Batik, Tjokro Suharto atau toko-toko kerajinan lainnya. Meskipun harganya lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang didapat orang yang pandai nawar, tapi setidaknya nggak bakalan kemahalan jika dibandingkan dengan mutu produknya. Ditengah-tengahlah. Atau kalau benar-benar nggak sempat, ya beli di toko online yang bisa membandingkan.

Ceritanya saya perlu beberapa lembar jilbab, sprei batik dan korset untuk kebaya. Untuk jilbab, karena butuh banyak, saya teringat langganan sewaktu kuliah dulu, yaitu kios Firdaus. Disana harganya cukup murah, jadi pengeluaran bisa ditekan. Saya pikir, kalau begitu sekalian saja melihat-lihat dulu keperluan lainnya disana, survey harga dan model. Karenanya, saya tidak membawa uang banyak, secukupnya saja, paling nggak jilbabnya kebeli. Kalau ada uang sisa buat beli lauk pecel atau sate gajih karena hari itu saya tidak masak.
Buat saya yang sudah beberapa kali ke Beringharjo, parkir itu cuma soal kesabaran, pasti dapatnya kok. Heheee. Masalahnya, saya lupa letak Firdaus, Seingat saya pokoknya lantai 2, dan yang pasti di los pakaian. Akhirnya saya sok yakin saja, jalan santai keliling lantai 2 bagian barat. Oya, selain Firdaus, ada juga Raja Murah dan Ababil didekatnya. Sama murahnya, tinggal milih deh disitu. Akhirnya ketemu juga toko-toko itu. Hihiii jadi ingat jaman dulu, bela-belain demi dapat yang murah-murah. Sekarang sih.... tetep. Heheee....

Jadi, toko-toko tersebut menjual dengan harga pas, nggak boleh ditawar.

Masa sih jilbab setebel dan selebar itu seharga Rp 15.000 masih mau nawar juga ya? Di toko luar udah dijual Rp 25.000 tuh, mungkin lebih. Tapi kalau naluri ibu-ibunya sangat kuat dan pengin lebih murah lagi, bisa! Caranya, beli banyak buat dijual. Bisa retur kok. Jadinya nggak cuma dapat murah tapi bisa dapat untung. Bwahahaaa.... 
Akhirnya, dibungkuslah 6 lembar jilbab dengan total harga Rp 75.000,-. Waktu membayar, saya tanya-tanya dimana mencari sprei batik. Om yang jual jilbab langsung merekomendasikan Bu Menik. Ancar-ancarnya dibawah tokonya, lalu kedepan sedikit. Nah, lo! Ancar-ancar macam apa itu. Si om meyakinkan, "Di Bu Menik itu nggak boleh nawar tapi sudah pasti bagus."
batik beringharjo murah tanpa nawar
Foto kurang jelas karena entah mengapa di file jadinya video 1 detik. Hiks

Itu dia keywordnya, "nggak boleh nawar". 

Kalau orang lain nggak puas kalau nggak bisa nawar, saya malah senang kalau nggak perlu nawar. Asal harga sesuai dompet aja. Bagi yang sudah pernah ke pasar Beringharjo lantai 1 bagian depan, pasti paham bagaimana sesaknya los-los disana dengan tumpukan dan cantelan baju-baju batik. Wah, gimana nemuin kios Bu Menik nih? Setelah tiga kali putaran di area dibawah toko-toko jilbab tadi, barulah ketemu kios Bu Menik.
Kios Bu Menik menjual berbagai produk batik, utamanya jarik. Disana juga ada berbagai macam sprei dan beskap lurik. Memang benar, barang-barang disana tidak boleh ditawar karena sudah termasuk murah. Sprei batik dengan rumbai keliling yang saya beli tersebut di toko lain sekitar Rp 200.000 - Rp 240.000. Disitu hanya Rp 170.000,-. Amazing, uang saya cukup. Heheheee...
Seperti yang saya lakukan sebelumnya, sewaktu membayar, saya tanya dimana bisa membeli korset, kalau ada malah bustier atau orang Jogja lebih mengenalnya sebagai long torso. "Woh, di Kim Kim saja. Dari sini lurus ke selatan, cari los 16. Wes penak disitu nggak usah nawar."
Walah! Keyword itu muncul lagi! Dengan hidung kembang kempis kesenengan, saya pun mencari kios Kim Kim. Kios Kim Kim menjual segala macam pakaian dalam. Tak seperti kios lain, kios ini menjadi lebih lengkap karena juga menjual korset dengan harga yang wajar. Sayangnya, bustier tidak ada. Murah atau enggak itu yang penting pas banget dengan bahannya. Besoknya ketika saya fitting di penjahit saya, dia juga mengkonfirmasikan kalau selalu membeli korset disana. Tapi sayaaang.... barusaja saya bilang korset, belum ngomong apa-apa lagi, si cici dengan sadis bilang, "Ukuran ibu tidak ada! Yang itu kecil-kecil semua."
Dengan badan nglemprek, saya pun meninggalkan si cici menuju bakul pecel. Yasudahlah, yang penting sebagian besar sudah kebeli dengan uang yang nggak nyangka bisa cukup. 
Yang perlu diingat tentang belanja di Beringharjo adalah bagaimana cara mengetahui kios-kios yang menjual produk bagus, murah dan tidak perlu nawar. Yaitu dengan bertanya ke pemilik kios lain. Perlu diketahui, pedagang di Beringharjo itu kebanyakan turun-temurun, bertahun-tahun, sehingga mereka pasti paham sebagian besar kios-kios yang recommended. Jadi, tanyao.

You Might Also Like

27 comments

  1. iya mba enak belanja di pasar dari pada di moll hehehe meskipun di pasar tempat nya tak seindah moll tapi barang nya sama aja ya kan mba tak jauh beda hehehehe

    ReplyDelete
  2. pasar bringharjo identik dengan tawar menawar ya mak,kalo harga pas dan barang bagus kenapa nggak. bustier ato long torso itu yang puanjang itu a mak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bustier itu semacam korset tp bahannya bagus, kadang sama yg nggak berjilbab utk lapisan kebaya transparan. Kalau korset kan disembunyiin.

      Delete
  3. siap..tanyak..
    hehe..
    tengkiu tipsnya mbk lus, ntar dah kalau maen ke jogja dipraktekin ilmunya.. :)

    ReplyDelete
  4. aku ga bisa nawar. selain males, suka ga tegaan juga

    ReplyDelete
  5. makasih tipsnya mak, kapan ya saya bisa ke Jogja????

    ReplyDelete
  6. haha sama mak Lus, aku juga seneng kalo nggak pake acara tawar-tawaran *bingung kalo disuruh nawar :D

    ReplyDelete
  7. haha sama mak Lus, aku juga seneng kalo nggak pake acara tawar-tawaran *bingung kalo disuruh nawar :D

    ReplyDelete
  8. sama mbaaa aku paling ngga bisa nawaar hihihi...cocok nih buat akyuu....

    ReplyDelete
  9. Wahh saya biasanya cuma sampai lt 1 aja karena kirain diatas sama ramenya. Trimakasih infonya insha allah ntar ke jogja mampir liat2 jarik di Bu Menik ah "nggak usah nawar" hahahahaha

    ReplyDelete
  10. nah nah butuh tahu ni outlet mana yang kualitas barangnya bagus mak..

    ReplyDelete
  11. kalo ke jogja wajib nih ubek2 beringharjo :)

    ReplyDelete
  12. padahal nawar itu seru loh mbak heheh.. tapi biasanya kalo belanja saya bilang gini "pasnya berapa mbakk??" pas dikasih harga tak tawar lagi, kalo dia gak mau tak tinggal pergi, eh dipanggil lagi heheh

    ReplyDelete
  13. Infonya oke banget nih, nanti kalau jalan-jalan ke jogja bisa dicoba belanja kesana, soalnya kalau aku disuruh nawar kaya' perawan di mau dilamar, senyum-senyum doang... hahahaha

    ReplyDelete
  14. Saya sekali ke Pasar Beringharjo, mumeet lihatnya Mbak haha... batik dimana-mana, buka harganya ra umum. Mau nawar takut. Besok-besok kalau ke Yogja tak beli ke toko Bu Menik aja deh, yang jelas harga dan barangnya daripada keblasuk :D

    ReplyDelete
  15. Kalau lagi mampir ke Pasar Bringhardjo malah saya jarang belana Mba, yang ada muter-muter dan terakhir nongkrong di tempat makan. he,, he,, he,,

    ReplyDelete
  16. Sebetulnya paling enak belanja yg ga perlu nawar ya...ga ribet juga. Yang pake nawar kadang harus setengah harga nawarnya gak tega,tp kalo ga gitu kemahalan juga :)

    ReplyDelete
  17. saya juga gak seneng tawar-menawar. Lebih suka harga yang pasti. Lagian emang gak bisa nawar, sih. Jadi nanti lihat kualitasnya aja. Kalau sepadan dengan kualitas trus uangnya ada, beli aja :)

    ReplyDelete
  18. Akhir bulan ini rencananya mau ke Jogja, mau mengamalkan tips Mbak Lusi, ah :D

    ReplyDelete
  19. Okehsiiip, bookmarked! :) :)

    Hayuk, bloggers Sby ngebolang ke Jogja yuks *kirim kode ke Ratu Jodha*

    ReplyDelete
  20. ini cocok buat orang kaya aku yang gak bisa nawar mbak.

    ReplyDelete
  21. Kadang serunya di nawarnya. Tapi kl mmg nggak pinter nawar, enakan di kios macam bu Menik sih ya, Mak Lus. Or kalo udah capek nawar dan buru2 pgn pulang. Hehehe

    ReplyDelete
  22. memang lebih enak tidak pake nawar mbak...
    saya malas tawar menawar, yang penting harganya masuk akal..
    sama seperti mbak lusi juga kan??

    ReplyDelete
  23. kiosnya bu menik itu sebelah mana ya mbk klo dari pintu depan beringharjo?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari pintu masuk ke kiri mentok terus ke arah belakang sampai ketemu ya

      Delete
  24. Mbak Lusi yang baik hati, boleh nggak beritahu saya kalau mau nyari kuali tanah liat yang kualitas bagus buat bikin gudheg itu dimana ya juga kisaran harga. Gelap soal begituan di jogja secara di surabaya ga nemu. Matur nuwun sebelumnya.

    ReplyDelete
  25. Udah di jogja nih..mau ke pasar Beringharjo,kios yg jual batik pria kemeja sama dress panjang wanita dmn mba?Sy jg g bs nawar.

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.