Saturday, November 21, 2015

Bisakah BNI Debit Online Menghilangkan Kekhawatiran Belanja Online?

Ketika sedang memesan kamar hotel untuk liburan, saya berpikir, bisakah BNI Debit Online Menghilangkan Kekhawatiran Belanja Online?

Saya tidak ingat kapan pertama kali menjadi nasabah BNI. Sepertinya sudah lebih dari 15 tahun. Hanya saja sempat berganti nomor tabungan. Bagi saya, produk BNI memiliki beberapa fungsi, yaitu penampung gaji, penerima transfer dari pelanggan Ladaka (online shop saya), pengirim pembayaran supplier dan untuk menyimpan benda berharga di safe deposit box.

Untuk memudahkan transaksi tanpa harus ke ATM atau kantor BNI, dahulu saya mengaktifkan fitur sms banking. Kisaran harga produk Ladaka itu antara Rp 3.500,- hingga RP 250.000,-. Bayangkan jika ada membeli gelang etnik yang harganya hanya Rp 3.500, itu. Meskipun memborong sekodi (20 buah), total harganya hanya Rp 70.000,-, ditambah dengan biaya kirim Rp 15.000,- dari Jogja ke Jakarta menjadi Rp 85.000,-. Kalau saya cek dulu transfer pelanggan sebelum kirim, waduh, tidak ada untungnya karena dipotong bensin dan biaya parkir.

Bukankah pelanggan bisa mengirim bukti bayar? Bukti bayar dalam bentuk print out ATM memang bisa menjadi pegangan. Tapi berhati-hatilah dengan yang berbentuk copy sms dari pelanggan karena bisa diedit, atau bahkan yang mengaku sudah mentransfer tapi beralasan tidak ada print out. Itu pernah terjadi dan membuat saya stress hingga beberapa hari.

Ceritanya saya punya pelanggan kain songket yang selalu membeli hingga beberapa set. Satu set kain terdiri dari dua lembar kain untuk atasan dan bawahan. Awalnya saya mengenakan pembayaran di muka. Tapi karena sudah langganan, saya pun melonggarkan aturan, boleh membayar setelah kain diterima. Lama kelamaan pembayaran mundur beberapa hari, bahkan dicicil. Yang terakhir dia mengaku sudah mentransfer tapi berkali-kali saya cek melalui sms banking BNI, belum ada. Bayangkan kalau saya harus beberapa kali ke ATM yang jauh jaraknya hanya untuk mengecek uang masuk. Karena tak bisa mengelak, dia pun mengaku memang belum transfer dengan alasan abangnya lupa. Syukurlah akhirnya kekurangan pembayaran sebanyak Rp 1.500.000,- ditransfer beberapa hari kemudian dengan negosiasi yang agak alot karena dia beralasan bank tempat abangnya menjadi nasabah tidak bisa transfer ke BNI.
BNI Debit Online
Kain songket yang membuat saya seperti debt collector.
Dengan pengalaman itu, saya percaya BNI dapat diandalkan untuk menangkal pelanggan yang mencoba menipu. Tapi bagaimana sebaliknya, apakah BNI juga bisa melindungi saya sebagai pembeli? 

BNI menghadirkan Debit Online untuk menghilangkan kekhawatiran belanja online terhadap kejahatan keuangan.

BNI Debit Online ini fungsinya sama untuk pembayaran, hanya saja dilakukan tanpa tatap muka, alias online. Kan bisa pakai kartu kredit? Nah, ini dia yang menjadi kekhawatiran saya.
Saya sudah beberapa kali melakukan transaksi pembelian menggunakan kartu kredit secara online. Memang ada pilihan penggunaan ATM, tapi kan tidak praktis. Dengan kartu kredit, transaksi bisa dilakukan dalam beberapa menit saja. Biasanya saya bertransaksi online untuk memesan tiket pesawat, tiket kereta api dan booking hotel. Belanja pernah tapi frekwensinya tidak terlalu sering karena saya membatasi belanja menggunakan kartu kredit agar tidak terjebak hutang. Belakangan ada beberapa traksaksi yang saya batalkan karena adanya permintaan verifikasi tiga angka terakhir nomor khusus kartu kredit saya. Padahal setahu saya, nomor tersebut bisa digunakan untuk membobol kartu kredit saya hanya dengan verifikasi per telepon antara pihak bank dan si penjahat. Belum lagi kalau karyawan bank-nya sendiri yang sedang tergoda. Namanya juga manusia. Sudah ada beberapa kasus kan seperti itu?
BNI Debit Online tidak seperti itu karena kita tetap membayar dengan uang tabungan, tidak hutang. Supaya tabungan aman, tidak tersedot, maka kita tidak akan memberikan data kartu debit asli. BNI akan memberikan nomor lain sebagai pengganti nomor kartu debit yang sebenarnya. Nomor pengganti ini disebut sebagai VCN (Virtual Card Number). Dengan VCN ini juga bukan berarti bisa belanja sesuka hati. 
VCN harus kita isi dulu dengan memindahkan sejumlah uang dari tabungan ke VCN, tanpa biaya administrasi, hanya membayar provider penyedia fasilitas sms. Meski jumlah uang yang bisa dipindahkan tidak terbatas, sesuai dengan isi tabungan kita, tapi setidaknya para pelaku kejahatan dunia maya yang telah bersiap merekam transaksi kita tidak bisa menerobos langsung ke tabungan kita. Lagipula, nomor VCN hanya sekali pakai. 


Caranya juga tidak sulit, paling-paling meluangkan waktu sebentar untuk ke customer service di awal, setelah itu semuanya bisa dilakukan melalui ponsel. Caranya:
  1. Punya kartu debit BNI dengan logo MasterCard seperti punya saya.
  2. Mendaftar di fasilitas sms banking. Karena saya sudah menggunakan sms banking sejak lama, maka tidak perlu daftar lagi.
  3. Request VCN melalui ponsel.
  4. Pindahkan dana yang dibutuhkan.
  5. Transaksi bisa dilakukan di semua merchant online berlogo MasterCard.
Detilnya seperti gambar diatas itu ya, yang ada ibu-ibu cantik memegang kartu debit BNI dengan logo MasterCard.
Nah, dengan demikian teman-teman sudah siap untuk belanja. Tapi perlu diperhatikan, terutama untuk ibu-ibu, kita tidak bisa kalap belanja. Kita hanya bisa belanja sebesar request tadi. Malah bagus kan untuk melatih disiplin membuat anggaran dan menerapkannya. Tidak asal melihat barang lucu langsung beli. Kalau masih bingung, telepon saja ke BNI Call (021) 500046 / 68888. 

Sebagai produk baru, meski memang inilah yang diidamkan para konsumen belanja online, ada beberapa hal yang mungkin bisa makin mempermudah transaksi menggunakan BNI Debit Online.

  1. Mungkin BNI bisa mengembangkan aplikasi smartphone untuk menggantikan fungsi sms. Selain pengoperasiannya lebih mudah karena tidak perlu banyak mengetik, juga lebih irit pulsa.
  2. Dalam FAQ ada ketidaksesuaian masa berlaku VCN, 1 atau 2 jam?
  3. Situs www.blandja.com yang direkomendasikan BNI tidak bisa dibuka pada tanggal 21/11/2015 jam 21.25. Mungkin sedang maintanance atau lainnya. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah ketiadaan link-nya di halaman 1 pencarian google search dengan kata kunci blandja dan blandja.com. Yang muncul adalah situs dengan nama yang hampir mirip. Memang ada 2 yang muncul tapi berupa berita, bukan link langsung ke situs tersebut. Kemunculan sebuah link brand di halaman 1 google sangat penting karena dari sanalah konsumen mendapatkan informasi pertama kali.
Demikian masukan saya untuk peningkatan produk BNI Debit Online. Semoga dengan adanya perbaikan yang berkelanjutan, BNI Debit Online bisa menghilangkan kekhawatiran belanja online bagi lebih banyak konsumen lagi.
Dibawah ini ada video Cara Belanja Online dengan BNI Debit Online. Semoga membantu.

Sumber: http://www.bni.co.id/id-id/bnipromo/newsletter/belanjaonlinedenganbnidebitonline.aspx

9 comments:

  1. oops aku belum jadi nasabahnya nih mbak :) Foto mbak lusi cantik banget.

    ReplyDelete
  2. Ah...sayangnya bni dan bni syariah mulai berpisah. Semoga fiturnya tetep bisa dipakai bersama deh.

    ReplyDelete
  3. Aku punya tapi yang Syari'ah dan itu juga sebagai rekening titipan saja hehe dulu dibikinin katanya buat gajian tapi gajian tetep aja cash karena sekarang di kantor karyawannya cuma selusin :D

    ReplyDelete
  4. Aku sudah pakai BNI debit, tp blm coba untuk debit online... Hmm, coba kali ya nti kalo hunting tiket next traveling :D

    ReplyDelete
  5. ngasih kemudahan bgd dah pokoknya ya mbak lus, si BNI ini..
    aku baru punya buku tabungannya aja *khunow" :P

    ReplyDelete
  6. sekarang padahal udah serba aplikasi ya mak, kalo sms kadang agak repot mesti ngetiknya sesuai dengan format

    ReplyDelete
  7. hmmm, klw kyk gini malah blnja di rumah nih, heheheh

    ReplyDelete
  8. Saya pakai BNI mak, tapi gak aktif sih. Cuma jadi horor ya pakai cc hikz saya beberapa kali sih transaksi online pakai cc. VCN virtual ini membantu bangeeet, jadi gak semudah itu bisa bobol tabungan kita. Tapi, iya sih lebih baik menggunakan debit daripada cc

    ReplyDelete
  9. Saya kirain Mak Lusi typo nulis portal belanja onlinenya. Gak taunya memang benar seperti itu namanya. Hmm ... memang mirip dengan nama salah satu e-commerce, ya? :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.