Festival Korea Antara Kuliah dan Dance Cover

Tuesday, November 17, 2015

Meski festival Korea tersebut diadakan anak kuliahan, tapi ternyata dance cover tetap merupakan atraksi yang paling ditunggu.

festival Korea


Beratus-ratus tahun lalu budaya dan agama bangsa asing masuk ke Indonesia. Banyak cara yang dilalui hingga sekarang menjadi budaya dan agama kita juga. Selain melalui pergaulan dan pernikahan, budaya dan agama tersebut diperkenalkan pula melalui kesenian. Beberapa wali juga menjadikan kesenian sebagai sarana untuk berdakwah. Yang paling terkenal adalah Sunan Kalijaga melalui wayang kulit, serta membuahkan karya tembang Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul. Selain itu ada Sunan Bonang yang memberikan beberapa perubahan pada gamelan Jawa dan menggubah tembang Tombo Ati. Tombo Ati, ana lima perkarane....
Di era masakini, kesenian juga menjadi pintu masuk untuk bidang lain. 

Rasanya tak perlu mengingkari bahwa di bidang hiburan, ini adalah eranya Korea (Korea Selatan) melalui musik dan drama. 

Perkembangan dunia hiburan berbau Korea yang demikian masif, membuat masyarakat penasaran terhadap apapun yang berbau Korea, seperti bahasa, kuliner dan tempat-tempat menariknya. Teman blogger saya, Erry @ebibitititeliti bahkan sudah 3 kali ke Korea berkat ngeblog.
Banyak bidang yang tiba-tiba mendapatkan pintu masuk. Agen traveling bak mendapatkan durian runtuh dengan menjual paket-paket menarik, misalnya paket ski, paket lokasi drama, serta paket-paket lainnya baik yang eksklusif maupun ekonomis. Online shop pernak pernik Korea bertebaran, baik yang dikelola dalam portal besar maupun yang dijalankan secara sambilan oleh anak-anak sekolah. Bisnis yang berhubungan dengan Korea mendapatkan pintu masuk yang sangat lebar.
Beberapa waktu lalu ada 2 festival Korea, satu di sekolah anak saya, satu lagi di UGM.
festival Korea

Berhubung anak saya ditunjuk sebagai penanggung jawab dekorasi, akhirnya saya pun menjadi panitia bayangan. Sebagai panitia bayangan, saya ditugasi anak saya mengantar jemput kemanapun untuk mencari properti hingga tengah malam. Saya ditugasi memborong kardus bekas besar untuk dekorasi. Dan yang paling heboh adalah mencetak foto artis Korea (laki-laki, nggak tau namanya) seukuran asli orangnya. Foto ini akan menjadi spot foto dan selfie pengunjung. 
Ketika saya tanya, kok event sekolah ngepop begitu? Apalagi sekolah anak saya terkenal paling strict di kota ini. Padahal festival ini tidak bertema khusus Korea, melainkan juga bahasa Inggris dan Jepang. Ternyata ini memang disengaja untuk menarik pengunjung remaja sebanyak-banyaknya. Panitia sampai berani menjamin calon penonton ABG ini bahwa akan ada dance cover yang keren-keren. Dance cover adalah atraksi yang paling ditunggu para penggemar remaja hiburan Korea. Meski tidak seterkenal boyband atau girlband yang dicovernya, misalnya Infinite atau 2Ne1, tapi ternyata ABG-ABG itu tahu dance group lokal mana yang bisa meng-cover dengan baik. Hasil akhirnya, panitia mendapat keuntungan yang besar dari tiket masuk Rp 10.000,- serta sewa stan pernak-pernik dan makanan Korea dan Jepang. Salut dengan remaja sekarang yang jeli mengorganisir event semi komersial.
Minggu lalu saya datang ke festival Korea di UGM. Event ini dikelola mirip dengan yang di sekolah anak saya tapi gratis. Sebagai institusi pendidikan bahasa negeri, program studi S1 Bahasa Korea tidak kaku mengenalkan budaya Korea. Di jaman saya kuliah dulu, event prodi umumnya serius, berupa diskusi atau seminar. Tak ayal lagi, begitu dance cover dimulai, penonton langsung membludak hingga untuk membeli minuman saja harus antri sangat panjang. Penonton sangat antusias menyaksikan dance cover ini, terutama para gadis yang berteriak-teriak memberikan semangat para dancer laki-laki.
Sebenarnya prodi bahasa Korea sudah lama ada, hanya saja dulu untuk disesuaikan dengan booming pabrik-pabrik Korea di Indonesia sehingga hanya ada sampai D3 untuk kemudian segera bekerja. Sekarang sudah ada S1 dengan peminat yang luar biasa sehingga persaingan untuk masuk prodi ini sangat ketat.

Begitulah, jika ingin memperkenalkan sesuatu, harus dicari pintu masuk yang lebih menyenangkan bagi target. 

Memang ada idealisme yang harus dikorbankan, tapi yang penting kan imbal baliknya. :))

You Might Also Like

21 comments

  1. Keren nih ananda jadi penanggung jawab event, bisa jadi modal nantinya, mbak

    ReplyDelete
  2. Keren Ibu dan anak ini. Salut sekali ^^b

    ReplyDelete
  3. kayaknya masuk tv ya mak yang di UGM...iklan korea pun udah ada di tv^^

    ReplyDelete
  4. Anakmu pasti senang sekali ya Mbak, Ibunya ikut terlibat secara tidak langsung dan menjadi supporter terdekatnya. Seneng lihat drama, film Korea..tapi enggak yang gandrung banget Mbak, kalau saya

    ReplyDelete
  5. saat ini apa aja yang ada Korea-nya memang lagi ngetop ya mbak... :)

    ReplyDelete
  6. biasanya sih kalo ke festial apapun itu aku selalu berburu kuliner mak...hahaha

    ReplyDelete
  7. MBak Lusi selalu mendampingi putri2nya yaaa, keren. Semoga saya kelak bisa jadi Ibu yang slalu support anak2 kayak mbak Lusi.

    ReplyDelete
  8. waaahh mak lusi benar-benar super mom nii.. ikutin era anak sekarang juga ya mak? kereeennnn..

    ReplyDelete
  9. waah kompak niy anak ma emaknya :)
    seruuuu!!

    ReplyDelete
  10. Aku pinginnn banget foto sambil pake baku hambuk..sayangnya..hiks...gak ada yang ukuran gede... *jadi curcol gegara liat foto pake baju korea di atas

    ReplyDelete
  11. Whoaaa...keren banget mbaaaak, sangat mendukung proyek sang anak hehe...

    Itu nge print foto cowok syapa sih mbaaak? Aku penasaran, bukan personil EXO kan yah? Anaknya mbak penggemar EXO kan yah hehe...

    Nonton dance cover emang seru mbak, thanks to youtube para dance cover lokal bisa berjaya dan menemukan penggemarnya sendiri hehe...

    ReplyDelete
  12. Jadi setelah heboh mencetak foto artis korea, jadi ngepens gak, Mah? :D

    ReplyDelete
  13. MakLus memang keren, anaknya ketularan keren deh tuh jadi penanggung jawab acara. Btw, pengen nyobain itu es krim, ya? Enyaaak kayaknya. :D

    ReplyDelete
  14. wah keren nik anak sama emak kolaborasinya, Sukses terus mak

    ReplyDelete
  15. Anak2 muda jaman sekarang klo nggarap event emang keren bin kreatif. Gak SMA atau kuliah sama2 kreatif dan saya meneumukan itu di Kota Jogja. Pengunjungnya gileeee mbludakkk gitu kemaren.

    Stand2 makan dan juga pensi tak kalah kreatifnya. Mantaplah :D

    ReplyDelete
  16. acaranya besar-besaran yaaa mba...kayaknya seruuu ajaa :)..dan pasti peminatnya juga bejibun hehehe

    ReplyDelete
  17. jadi inget film2 korea gitu mbak, asyik juga ya kalau bisa nyobain pakaiannya

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.