Tuesday, November 24, 2015

#ObralObrol Demi Konten Blog, Foto dan Video

Minggu lalu saya datang ke acara #ObralObrol demi konten blog, foto dan video.


Datang ke acara ini karena diajak mbak Indah. Nara sumbernya para blogger ibukota yang saya nggak kenal. Bukan karena mereka tidak terkenal ya, lihat saja followersnya, melainkan karena pergaulan saya kurang luas. Untung ada mbak Indah yang gaul abis dengan blogger ibukota. Dengan demikian, wajar jika mereka juga sama sekali tidak kenal saya. Siapa guweh?

Taman Kuliner Jogja
Acara diadakan di Taman Kuliner Jogja. Berikut saya ceritakan sedikit tentang lokasi acara karena baru pertama kali kesitu. Taman Kuliner Jogja ini terletak di Condong Catur. Dari arah selatan ke utara, setelah Ring Road Gejayan belok kiri. Mungkin kalau malam ada plang penunjuk arah kesana, tapi malam itu gelap, lampu jalan kurang terang, tidak tampak apapun. Saya kira-kira saja.
Saya sempat kebablasan, harus berbalik arah karena tidak melihat gapura Taman Kuliner. Sebenarnya tulisan Taman Kulinernya dari rangkaian lampu tapi tak seluruhnya menyala. Saya sempat ragu masuk kesana, lagi-lagi karena gelap. Bagaimanapun saya perempuan, masuk ke tempat gelap seperti itu mikir dulu. Karenanya, mohon kepada pengelola Taman Kuliner untuk menambah lampu agar tempat ini terang.
Sayang sekali kalau dibiarkan gelap sehingga membuat ragu pengunjung karena tempat ini sebenarnya enak buat ngumpul dan berbagi ilmu seperti #obralobrol. Apalagi waktu itu ada anak-anak muda Dayak yang sedang menyiapkan acara untuk keesokan harinya. Coba deh dibikin lebih ramah pengunjung, terutama bagi perempuan dan keluarga. Jangan serem begitu.

Nara Sumber dan OmDed
Di #ObralObrol ini kenalan dengan Om Ded. Beliau semacam orang ngetop didunia perbloggingan, yang bersangkutpaut dengan BrikPiknik. Ah, jelasnya ntar tak tanya lagi deh. Yang jelas beliau ini asik dan ramah. Yang saya suka dari konsep #ObralObrol ini nggak ribet dengan tempat, hidangan dan goodie bag. Maklumlah selama ini ngumpulnya dengan ibu-ibu yang ramai dengan persiapan camilan, dress code hingga selfie. Bahkan kita tidak diwajibkan livetweet dengan mention sponsor. Peserta duduk sesukanya di kursi yang sudah tersedia di Taman Kuliner. Kalau haus atau lapar beli saja di kios-kios sekitarnya. Mungkin itu bedanya antara penyelenggara ibu-ibu dengan om-om, ya?
Narasumber dipilih berdasarkan keahlian masing-masing, yaitu @popokman untuk konten blog, @goenrock untuk konten video dan Rospita dari konten foto. Mereka masih muda-muda kayak keponakan.

Demi Konten Blog
Meski akun twitter sudah lama wara wiri di timeline saya karena RT teman-teman (iya, saya belum follow), tapi baru sekarang ketemu orangnya. Yang cewek-cewek mungkin langsung tepok tangan ya kalau lihat @popokman. Dia membuyarkan keluhan saya selama ini tentang bertebarannya blogger cantik tapi yang ganteng kok langka. Hahaaa kidding. Rupanya si huba-huba, eh popokman juga sependapat bahwa konten yang isinya kontroversial akan mengundang traffic tinggi, misalnya ada foto sexy-nya. Supaya gampang update, yang utama adalah memahami karakter pembaca blog kita dan tema yang mereka sukai. Kalau fokus dengan keinginan pembaca kan jadi mikirnya disekitar situ saja, pikiran nggak melalang buana kemana-mana yang malah bikin nggak segera update.
Kepopuleran blog itu terbantu dengan media sosial tapi tak sepenuhnya seperti itu karena banyak juga blogger yang followersnya sedikit dan nggak aktif di media sosial tapi traffic blognya tinggi dan yang follow blognya pun banyak. Tak jarang, pengunjung blog memberikan komentarnya bukan di kolom komentar blog, tapi dengan mention di twitter atau media sosial lainnya. Jadi kita memang harus selalu siap dengan respon pembaca dalam bentuk apapun.

Demi Konten Foto
Rospita atau @phytautami di twitter adalah cewek Jogja yang keren tapi saya telat mengenalnya. Followers instagram gadis cantik mungil ini 24.7 K alias 24.700. Berapa followersmu(ku)? Followers sebanyak itu dapat dicapai dengan cepat karena branding yang benar. Pertama, nama akunnya tepat sekali untuk branding dan keywordable (Halah, apa ya istilahnya? Pokoknya yang orang bakalan ngetik untuk mencari makanan di Jogja). Isinya juga konsisten, semua produk kuliner dari Jogja.
Rospita memulainya dengan benar, yaitu mencari nama yang sesuai dengan hobinya kulineran di seputar Jogja. Rospita dengan jeli memanfaatkan yang ada di sekitar kota saja, yang tentunya sangat banyak karena Jogja adalah kota wisata. Rospita paham sekali bahwa akun @JogjaFood akan lebih menarik perhatian dibandingkan dengan atas nama dirinya.
Meski followers ribuan, Rospita tidak mentang-mentang dalam memberikan komentar terhadap makanan atau minuman yang difoto. Ini akur banget dengan saya karena seperti yang pernah saya tulis, kita dihadapkan pada usaha orang yang menghidupi orang lainnya lagi. Jangan merusak usaha seseorang berdasarkan selera. Jika obyek foto tersebut tidak enak, Rospita mengalihkan fokus pada soal lain, misalnya suasana, sehingga followers tidak merasa tertipu, dan Ropitas juga tidak perlu berbohong untuk melindungi usaha tersebut.
Sekarang Rospita sering mendapat undangan sebagai narsum. Meski demikian Rospita tidak lantas mematok rate yang tinggi. Yup, akun instragram Rospita sudah di-monetizing. Ngiler?

Demi Konten Video
Karena @goenrock lah mbak Indah mengajak saya datang. Saya pikir, mengapa tidak, sekalian nambah ilmu video saya yang jalan di tempat. Apalagi pakdhe Senggol, founder @JogjaUpdate dan akun-akun berfollower ribuan lainnya mengatakan bahwa monetizing youtube dengan adsense saat ini tak kalah menarik dengan blog. Saya jadi serius menyimak.
Karena kemampuan video saya yang benar-benar cetek ini membuat saya jadi penanya pertama. Saya pengin membuat video DIY (Do It Yourself) yang simple buat ibu-ibu, terutama pertukangan, kelistrikan dan mekanik yang selama ini membuat ibu-ibu tidak bisa mandiri. Nanti kalau dapur saya sudah jadi, mungkin bikin video masak juga.
Goenrock menyarankan untuk tidak memakai gagdet yang terlalu rumit. Selama ini saya menggunakan mirrorless Panasonic, lalu dipindahkan ke movie maker. Ini terlalu memakan waktu. Lebih baik menggunakan gadget yang shareable. Sekarang banyak aplikasi video editor di smartphone supaya bisa diberi iringan musik atau caption. Tentusaja panjangya tidak terlalu lama,  rata-rata 15 detik, jadi harus fokus pada apa yang ingin disampaikan.
Goenrock sempat mempratekkan merekam adegan menggunakan smartphone dengan Rospita sebagai aktrisnya. Goenrock menyarankan untuk belajar agar kamera tidak goyang-goyang dulu. Kita bisa memfungsikan salah satu telapak tangan sebagai tameng agar tidak ada distorsi suara. Setelah selesai, video bisa langsung diedit dan diupload tanpa menunggu waktu lama. Bagus banget montage yang dibuat Goenrock.

Saat ini blogging semakin kompleks, namuan hasilnya pun semakin menjanjikan. Jangan berhenti menambah ilmu dari manapun, dari siapapun.

23 comments:

  1. wah,boleh juga nih ide rospita..kl objek fotonya nggak bagus,bisa difokuskan ke yang yang lain...okesip^^

    ReplyDelete
  2. Follower twitter saya baru 256 euy :D
    Jauh dari harapan wkwkwkwk... Iya nih mbak, ini juga sekarang lagi pada ngetrend pembahasan tentang Klout.
    Jadi mau sembunyi di balik laptop kalau udah lihat klout scorenya teman-teman yang rata-rata 60an. Saya mah baru 42. Hiks :(

    ReplyDelete
  3. Mb popokman itu manis euy ihiyyyy....
    Maksudku itu mb... Ada yg ngeblognya cakep tapi jarang muncul disosmd...
    Ah skrg gontok2annya tajem bener....

    ReplyDelete
  4. nama aplikasinya apa ya mak utk video editor...di HP saya juga ada video maker jadi baiknya camera video aja gitu ya yang shareable?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kt @goenrock klo iOs pake iMovie, android pake Magisto

      Delete
    2. Kt @goenrock klo iOs pake iMovie, android pake Magisto

      Delete
  5. "Konten yg kontroversial akan (selalu) mengundang traffic". Benar juga sih.. asal tetap informatif & bukan berisi fitnah & hal-hal negatif lainnya... hehehe...

    ReplyDelete
  6. aku malah baru punya instagram mak lus *hiks* *kasihanyak*...
    tp pgn nyobak kayak rospita ah, di jombang kira2 apa yg menarik yak *tapa dulu

    ReplyDelete
  7. saya jg mau belajar buat vidio yg bagus

    ReplyDelete
  8. wah asik ya ada acara gaul seperti ini, tentunya bisa menambah wawasan kita tentang blog y mbak ^^

    ReplyDelete
  9. Selalu positif dan mencerahkan postingan mbak lusi, saya suke saya suke

    ReplyDelete
  10. Waaaah terimakasih sudah datang ke Obral-obrol. Semoga bermanfaat yaaa

    ReplyDelete
  11. waaahhh...dunia digital sekarang lebih kreatif banget yaaaa terutama blog.....harus belajar banyak lagi nih...
    persaingan positifnya juga makin ketat huhuhu...

    ReplyDelete
  12. Bijaksana sekali untuk tidaj mengumbar kejelekan dan mengalihkan kesuasana tempat sja. Patut dicontoh ini kayaknya.mantap..

    ReplyDelete
  13. konten kontroversial tetap jadi pendongkrak trafik yang josss,, tapi sayangnya saya gak bisa bikin yg kontroversial..
    kalo di blogku paling yg bertema mendayu dayu yg dapet perhatian hihi

    ReplyDelete
  14. maaaakkk saya masih penasaran sama yang video ituu huhuhhu adakah dibilang aplikasi apa gitu yang bisa diunduh untuk bikin videonya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iOs pake iMovie ya, klo android pake Magisto

      Delete
    2. iOs pake iMovie ya, klo android pake Magisto

      Delete
  15. Asyik acaranya, keren sharing-nya :) Trimikisiiiii mak Lusi cantiiik :)

    ReplyDelete
  16. apalagi kemampuan video aku mbak lebih cetek

    ReplyDelete
  17. aaah...banyak ilmunyaa nih pastii..aku suka semangat ikutan yang begini tapi ngga selalu sukses menerapkannya #cubitdirisendiri :)

    ReplyDelete
  18. Asik ya, kalau ngumpul2 nggak ada acara pernak pernik rempong:) aku malah blm punya IG mak...ngiler tapi ntar bingung apa yang mau di share

    ReplyDelete
  19. Kalo video, aku angkat tangan deh. Barusan nyoba viva video di android, masih bingung juga sih.

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.