Monday, March 28, 2016

Sehat dan Beramal Bersama Fitbar Donor Kalori

Disclosure: Sample dalam jumlah banyak telah diterima. Namun, keseluruhan artikel ini disusun sendiri berdasarkan pengalaman dan pendapat pribadi serta press release yang diterima. Selengkapnya silakan baca di page disclosure.

Benarkah ibu-ibu itu mudah gemuk karena kurang aktivitas fisik? Kalau saya jawab tidak, nyatanya banyak perempuan yang makin sentosa setelah menjadi ibu. Kalau jawab iya, takutnya saya ditimpukin ibu-ibu sedunia.


Menjadi ibu itu berarti harus memastikan kehidupan keluarga berjalan efisien, tidak boros tapi juga tak terlalu pelit. Ibu selalu memposisikan dirinya sebagai penjaga gawang terakhir yang menahan semua bentuk ketidakefisienan. Ibu tak segan-segan memesan nasi bungkus sejumlah anggota keluarganya minus satu, yaitu dirinya sendiri, karena khawatir akan bersisa dan mubazir. Ibu tahu benar bagaimana perjuangan si bapak menafkahi keluarga, sehingga sedih sekali jika harus buang makanan. Jangan-jangan karena sering berperan sebagai dinas kebersihan inilah yang membuat ibu-ibu mudah berisi.
Saya sendiri heran, pekerjaan ibu itu banyak sekali dan hampir semuanya berkaitkan dengan fisik. Mari kita inventaris: mencuci, setrika, menyapu, mengepel, memasak, ke pasar, antar-jemput anak, ke kantor bekerja, melayani pembeli jika punya usaha dan sebagainya. Yang masih punya anak kecil lebih lagi ya, harus menggendong kemana-mana. Lalu mengapa ibu tetap saja bertambah berat?
Berbagai cara telah dilakukan para ibu untuk membakar kalori. Saya sendiri sudah pernah rutin jogging, renang, yoga  dan jalan kaki. Jogging tak lagi saya lakukan karena larangan dokter akibat kelainan pada telapak kaki saya, tapi masih sesekali jalan cepat. Renang masih saya lakukan tapi sangat jarang karena perlu waktu khusus. Belakangan saya mencoba yoga dan masih berjuang menyisihkan waktu.



Kemudian datanglah tantangan Fitbar Donor Kalori. Saya hanya diwajibkan menggunakan steps counter. Hanya? Tantangan ini sebenarnya memang simple tapi bisa menyelesaikan semua masalah diatas. Tugasnya hanya menghitung kalori yang keluar dari kegiatan kita sehari-hari. Mudah, bukan?
Salah, ternyata nggak mudah bagi yang tidak termotivasi, buibu. Apalagi bersamaan dengan liburan begini, duh sudahlah malas gerak, banyak jajan pula yang melebihi dari kalori yang kita keluarkan. Ditambah lagi hobi ngeblog ini membuat tiap ada waktu luang penginnya duduk berlama-lama dan mengetik.
Namun steps counter ini membuka mata saya dan menjawab keheranan saya diatas. Saya baru tahu dari hitungan steps counter Fitbar kalau ternyata banyak kegiatan sehari-hari yang tidak membakar kalori sebanyak yang kita kira, meski capek, meski sudah keringatan. Misalnya, kegiatan mencuci baju. Meski capek ngucek pakai tangan, tapi tubuh kita tidak banyak bergerak, lebih lama duduk menghadap ember. Yang mencuci dengan mesin apalagi. Sedangkan belanja ke pasar lebih bisa membakar kalori karena kita banyak berjalan. Padahal belanja ke pasar lebih menyenangkan karena sekalian cuci mata, paling-paling terakhirnya saja keberatan bawa belanjaan.


Kekurangan Gizi Vs Kelebihan Konsumsi
Jurang ekonomi yang sangat lebar di Indonesia menghasilkan masyarakat yang serba kekurangan hingga mengalami malnutrisi dan sebaliknya tumbuh pula masyarakat berkecukupan yang mengkonsumsi apapun yang menyenangkannya tanpa memikirkan efek samping. Seandainya jurang tersebut bisa dijembatani dengan saling bantu, mungkin kita tak perlu lagi melihat berita anak-anak yang kekurangan gizi dan ironi orang-orang yang membayar jutaan rupiah untuk melangsing.
Jika hanya mengharapkan donasi yang umum dilakukan, misalnya uang atau barang, mungkin golongan mampu banyak yang langsung memberikannya, entah melalui transfer uang atau mengumpulkan barang. Tapi itu tidak mempersempit kesenjangan fisik antara keduanya, dan tentu saja tidak membuat mereka yang kelebihan berat badan berubah, minimal memiliki ketahanan lebih baik jika tak bisa menguranginya.

Blogger Minim Gerak?
Bisa iya, bisa tidak. Blogger saat ini banyak kegiatan keluar juga, misalnya mengikuti berbagai workshop, sharing dengan teman-teman, atau menghadiri berbagai undangan dari instansi pemerintah dan swasta. Namun demikian, untuk sekali menulis, blogger memang butuh waktu lama dalam menuangkan pikiran, mengetik dan menambahkan ilustrasi.
Saya sendiri untuk postingan biasa kadang harus duduk sampai dua jam. Apalagi jika postingan lomba atau review, saya membutuhkan waktu lebih lama lagi meski diselingi sholat, makan dan sebagainya. Kurang olahraga dan kurang tidur sepertinya umum terjadi menjelang deadline para blogger dan deadline ngeblog itu sering terjadi.


Menurut jurnal Archives of Disease in Childhood, kurang tidur ini bisa mempengaruhi pembentukan glukosa yang bisa memuncukan penyakit diabetes. Melalui press release Fitbar Donor Kalori, diketahui pula fakta bahwa bahwa perempuan diatas usia 25 tahun mengalami perlambatan metabolisme. Sayangnya, ini diperburuk dengan hasil penelitan bahwa rata-rata orang dewasa di usia tersebut mengkonsumsi 500kkal lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Ini bahaya buat blogger karena blogger bukanlah pekerjaan dibawah institusi resmi sehingga tidak ada jaminan kesehatan. Blogger melindungi dirinya dengan mandiri, misalnya dengan menjadi peserta jaminan kesehatan dari pemerintah. Jikapun ada yang kesehatannya dijamin, biasanya itu dilakukan oleh kantor tempat blogger tersebut bekerja diluar urusan ngeblog. Blogger memang berasal dari berbagai kalangan, ada yang sepenuhnya ngeblog tapi ada yang bekerja tetap di tempat lain disamping sebagai blogger.

Bakar Kalori Untuk Beramal
Gagasan brilian dicetuskan oleh Fitbar, dibawah Kalbe Nutritionals, yang mengajak kita semua menjadi sehat dan beramal. Kita merasakan langsung manfaatnya dengan membakar kalori yang berlebihan dalam tubuh kita, sementara pencapaian kita dikonversikan dalam bentuk sumbangan untuk anak-anak marjinal dan jalanan yang berada dalam naungan Yayasan Sahabat Anak. Target yang ingin dicapai adalah sebesar 10 juta kalori yang akan dikonversikan sebesar 500 juta rupiah.
Teman-teman semua bisa ikut kegiatan yang dinamakan Fitbar Donor Kalori ini sampai tanggal 31 April 2016.

Fitbar Donor Kalori


Bagi yang sulit termotivasi untuk bergerak demi kesehatan diri sendiri, mungkin ini akan menjadi motivasi yang sangat bagus. Seperti saya yang selalu rock and roll dari subuh hingga larut malam.
Kegiatan sehari-hari saya mungkin tidak semenantang teman-teman, tapi tetap saja, seolah tidak cukup waktu dalam sehari untuk membereskan ini itu. Akibatnya, olahraga selalu terlewat.
Semenjak diminta dokter mengurangi jogging karena telapak kaki saya yang terus menerus nyeri, berat badan saya meroket. Apalagi jadi hobi membuat berbagai macam kue biar kekinian. Padahal di rumah tidak punya pasukan yang cukup untuk menghabiskan kue-kue tersebut.
Sampai pada suatu titik saya membungkus kembali peralatan membuat kue dan mulai memasak menu yang minim tepung dan goreng-gorengan, meski tidak menghindari sama sekali. Saya juga merevolusi kulkas menjadi berisi buah, sayur dan bahan makanan rendah lemak lainnya.
Bersyukur juga di Jogja semakin banyak kegiatan komunitas blogger, workshop dan seminar sehingga saya bisa menambah kesibukan selain sebagai ibu rumah tangga dan blogger aktif.
Dalam waktu bersamaan, usaha saya di online shop juga bangkit lagi setelah lama stagnan karena berbagai hal. Bahkan bulan depan saya diajak join dengan seorang teman untuk ikut pameran Inacraft. Setiap hari kami berkeliling ke pengrajin untuk mewujudkan ide-ide design yang ada di kepala.
Meningkatnya kegiatan, ditambah kompor ibu-ibu kompleks yang mengajak yoga, membuat saya bersemangat mengikuti tantangan #FitbarDonorKalori . Nggak malu-maluin lah kalau harus upload steps counter di instagram. Kesulitan yang dihadapi paling-paling karena bertepatan dengan hari libur sehingga banyak waktu untuk bersantai keluarga dengan dan ngemil. Nah, cara ikut donor kalorinya seperti dibawah ini, ya.

Fitbar Donor Kalori


Cemilan Rendah Kalori
Sepertinya kontradiktif ya, program donor kalori kok pendukungnya malah cemilan? Sebenarnya ini sama sekali tidak kontradiktif, bahkan saling mendukung, karena ini juga dalam rangka memperkenalkan cemilan rendah kalori.
Mengapa harus ada cemilan jika sudah ada makanan? Entahlah. Tapi jika didunia ini tidak ada cemilan, rasanya akan hambar sekali, mulut asem dan tak ada obat bete. Bahkan para pakar diet juga selalu menyisipkan cemilan diantara makan dalam daftar menu mereka. Tentu saja cemilan yang sehat yang mendukung program tersebut.

Mungkin saya seperti kebanyakan ibu-ibu yang merasa makan cuma sedikit, kalau ada yang sisa dari makanan anak-anak saja, tapi terus saja melebar. Sudahkah cek jenis cemilan kita? Saya sih langsung menuduh gorengan pinggir jalan sebagai penyebabnya. Dulu saya memang suka sekali membeli gorengan pinggir jalan karena dimana-mana ada, murah meriah dan memenuhi keinginan ngemil. Kalau sudah mengunyah gorengan dan cabe rawit, hatipun tenang. Akibatnya baru terasa setelah usia makin senja. Meski sudah diet, ternyata susah memperbaiki kesalahan lalu. Timbangan tidak berkurang.
Fitbar ini cocok menggantikan gorengan yang jika dilihat dari dekat minyak gorengnya hitam mengerikan. Sama seperti gorengan, Fitbar ada dimana-mana. Perhatikan saja tiap antri membayar di kasih supermarket, biasanya ada didekat-dekat situ. Tinggal comot. Bedanya, Fitbar lebih higienis dan rendah kalori.
Perbandingannya, donat coklat mengandung 133kkal, sedangkan chocolate Fitbar mengandung 90kkal. Sama-sama berbahan coklat yang seharusnya menenangkan mood, tapi punya akibat yang berbeda terhadap fisik kita. Selain chocolate, masih ada varian fruits dan nuts. Saya paling suka yang nuts.

Sebagai cemilan berserat, Fitbar mengandung vitamin dan mineral untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Bagusnya, Fitbar juga bebas kolesterol sehingga bagus untuk cemilan berbagai usia. Semakin bertambah usia, bukan berarti semakin bisa menahan keinginan untuk ngemil lo. Cemilan bebas kolesterol minim resiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Punya tubuh langsing itu bagus, tapi yang lebih penting adalah tubuh yang sehat. Tak ada salahnya diet demi mengurangi berat badan, tapi bukan berarti tidak makan sama sekali. Ngemilpun tak apa-apa, asal cemilan yang rendah kalori. Jangan lupa untuk bergerak, berolahraga. Apa gunanya langsing tapi daya tahan tubuh lemah? Dan tak ada yang lebih indah jika kegiatan yang dimaksudkan untuk kebaikan diri sendiri ini ternyata bisa juga bermanfaat bagi orang lain melalui aksi Fitbar Donor Kalori. Hati senang, badan sehat dan bisa beramal.

48 comments:

  1. Pengen donor kalori tapi hobi ngemil juga nih aku, kayaknya harus nyobain fitbar ya.

    ReplyDelete
  2. saya lagi off kopi, tapi jadinya pengen makan terus. sementara fisik enggak boleh gemuk. kayaknya harus nyobain fitbar juga nih.

    ReplyDelete
  3. Bener mbak. Sering berperan ganda; ibu sekaligus ikan sapu-sapu. Sudah masak, sayang klo nggak dihabisin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul! Sampai cling semua piringa. Sayang mubazir hihihiii

      Delete
  4. Dari dulu pengen beli fitbar tapi.. hehe

    ReplyDelete
  5. fitbar itu cemilan favoritku :D.. seneng bgt waktu cemilan ini baru2 muncul.. akhirnya ada juga snack rendah kalori tapi ttp enak ;).. beda bgt ama saingannya yg "kedelai senang" itu :D kalo itu ga kemakan deh -__-..rasanya aneh.. tapi fitbar enak, makanya aku slalu ada stok ini di rumah dan kantor :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget. Dari pertama dulu aku udah suka :))

      Delete
  6. blogger minim gerak? jadi tersindir hehe, ayo ah bergerak iar sehat :)

    ReplyDelete
  7. Saya juga sudah ikut Mbak, dan ikutan nulis, semata karena suka dengan gerakan donor kalori ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haseeeek makin banyak teman, makin semangat :))

      Delete
  8. saya pancet aja ga gemuk-gemuk. jangan-jangan saya penyumbang kalori terbanyak ya. iya. terbanyak di rumah. haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaaa tulangku dah gede, pancet juga, sing penting sehat.

      Delete
  9. Nambahin. Ibu2 jd gemuk juga mungkin diakibatkan oleh perubahan hormon krn menggunakan alat kontrasepsi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa biasanya begitu KB langsung meledak :))

      Delete
  10. wahh... ternyata ya. baru tau lho ternyata banyak kegiatan emak2 yg meski udah basah kuyup keringat tapi tetep kurang membakar kalori

    ReplyDelete
  11. Benar juga sih mbak, merasa makan sedikit tapi berkali-kali di malam hari ditengah rintik hujan. Sudah kenyang langsung tiarap di kasur sampai subuh. Dua jam kemudian sarapan, dst dst

    Harus stock fitbar banyak-banyak nih :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dibanyakin minum air putih mbak kalau nggak bisa nahan makan

      Delete
  12. Nah ide donor kalori itu oke dan menggoda banget buat dicobain ya mbak.

    ReplyDelete
  13. Cieeee... cihuyyy abis ini ada yg perlu belanja baju baru nih... he..he..

    Bergerak emang penting banget, disamping jaga makan. Aku udah beberapa bulan ini jalan kaki ke kantor. Salah seorang stafku yg obesitas juga ngelakuin hal yang sama. Bedanya dia maemnya tetep blang bleng wae. Ajaibnya, dia melangsing. Banyaaak banget kurangnya. Kakau di aku bb sih tetep, cuma makin bugar aja.

    Padahal jarak rumah ke kantor kami cuma 200-300 meter.(kami satu kompleks)

    Semangat mbaaak
    *bawapompom

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya pola makan orang Indonesia itu udah bagus lo komposisinya. Cuma kurang jalan kaki aja.

      Delete
  14. Aku lagi diet bakso..bukan biar kurus wong aku dah kurus. Biar g gampang jerawatan hahaha.

    Aku mau ikutan ah..mayan..tiap hari jalan kaki 500m

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dah gak doyan bakso gara2 diceritain yg serem2 sama anakku

      Delete
  15. Replies
    1. Ayo dong, yg muda2 pasti bisa nyumbang lebih banyak :))

      Delete
  16. setujuuu mba..yan gpenting sehat. Tapi aku juga mau dooong donor kalori hehehe

    ReplyDelete
  17. semangat mb nambah terus angkanya
    bakar kalori sambil donor wuih

    ReplyDelete
  18. Kalau saya, nyemil 1 fitbar pasti nggak cukup#maruk

    ReplyDelete
  19. aku kalaus edang menulis, selalu membiasakan untuk tidak meletakan air minum di meja, jadi kalau haus ya ke belakang dan mengambil air minum, hehee...itu kalau anak sedang tidur, kalau anak sedang on, mau enggak mau geraknya buanyakan daripada duduk di depan notebook

    ReplyDelete
  20. Setuju bangeet yang penting itu tubuh sehat! Jadi pengin coba ih alat ukur kalori itu. Biar lebih semangat untuk banyak gerak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ayo, masih terbayang perawakanmu yg slim dulu mak :))

      Delete
  21. wah info bagus nih fitbar donor kalori, dan fitbarnya bisa buat diet nih. thanks ya mba.

    btw, harus register or gimana sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, langsung saja ke website-nya. Gampang kok. Sayang kan kalau tidak tercatat, tidak bisa dikonversi untuk disumbangkan.

      Delete
  22. Harus diniatin jalan kaki nih, duduk terus nggak pernah olahraga, badan jadi melar timbangan naik. Mau nurunin 2 kg ja kok susah ya hiks.

    ReplyDelete
  23. aku pingin ikutan juga bak donor kalori, tapi harus beli step counternta dulu ya, Register ah makasih infonya ya mbak dan Good luck :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ikutan buat beramal. Kalau langsing nggak perlulah kamu udah langsing. :))

      Delete
  24. Duh, aku tersindir dari blogger jarang gerak hyahahha... target 2016 harus kurus. Fighting!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo fighting. Aku nggak nyindir tapi sengaja ngomong gitu hahaaa

      Delete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.