Monday, May 02, 2016

Mamah Merasa Terintimidasi Oleh Pengendara Lain Di Jalan? Lakukan 5 Hal Ini!

pixabay.com

Apakah mamah-mamah kesal kaum kita sering jadi bahan tertawaan karena cara mengemudikan kendaraan? Yang naik motor saat ini sedang ngetop dengan ejekan sein kiri belok kanan. Yang mengendarai mobil pun tak luput dari kecurigaan tidak cukup mumpuni untuk berada di jalanan. Harus diakui bahwa memang banyak yang seperti itu. Tapi sepertinya kita, mamah-mamah, nggak sakit hati kan? Santai aja dan tetap menyayangi semua, termasuk yang suka ngejek itu.
Kalau dilihat di televisi. kebanyakan tilang dan kecelakaan dialami para pengendara pria. Motor blombongan, geng motor, begal, plat bodong, semuanya dilakukan pria. Tapi kok ya dosa para mamah saja nih yang dibahas? Nggak adil, kan? Tapi sekali lagi, berhubung kita, para mamah, sayang pada semua, biar sajalah dianggap sebagai monster jalanan. Yang penting kita terus berusaha menambah pengetahuan cara berkendara yang baik.
Banyak lo para mamah yang mengaku terpaksa mengendarai sendiri. Sebenarnya, banyak yang merasa takut berada di jalanan. Apalagi makin hari kendaraan tambah berjubel dan tidak diimbangi dengan pertambahan jalan. Namun kebutuhan mengantar jemput anak, belanja atau untuk pergi ke tempat kerja membuat para mamah berusaha membuang rasa takut itu.

Baca juga: Menghibur Diri ala Carpool Karaoke

Rasa takut utama adalah intimidasi dari sesama pengendara. Anehnya, intimidasi sering tidak hanya datang dari pengendara pria saja, tapi juga sesama wanita. Tak sedikit kan anak muda (perempuan) yang malah melotot ke mamah-mamah sewaktu diklakson. Kadang ada rasa nelangsa ya mah, seolah dipelototi anak gadis sendiri yang seharusnya lembut dan penuh hormat.
Jika merasa terintimidasi, seringkali para mamah panik dan stress sehingga malah membuat kesalahan beruntun. Akibatnya ada dua hal yang saling bertentangan, yaitu perasaan was-was berlebihan sebelum bepergian atau sebaliknya berubah super galak di jalan. Tapi hidup terus berjalan. Para mamah harus tetap turun ke jalan jika memang keadaan membuatnya demikian. Banyak hal yang bisa dilakukan agar bisa terus mempertahankan keberanian mengarungi ganasnya lalu lintas di Indonesia.

Percaya akan kemampuan diri. SIM mamah nggak nembak kan? Meskipun mamah belum lama bisa mengendarai, jangan berkecil hati. Fokus tapi tetap santai. Praktekkan semua yang telah dipelajari dan dilatih. Jangan mengkeret meski sebelum berangkat digodain orang rumah. Masukkan handphone ke dalam tas agar tidak mengganggu. Ikat anak-anak dengan baik agar aman. Berada di jalan bukan hanya soal terampil bermanuver atau juara menyalip, tapi juga paham teori atau peraturannya. Cobalah googling rambu-rambu lalu lintas agar tak salah mengerti dan disemprit pak polisi. Pahami pula aturan praktik berkendara, misalnya mendahulukan kendaraan dari kanan, berhenti sebentar sebelum keluar dari gang, dan sebagainya. Jika ada yang show off ugal-ugalan zig zag didepan kita, doakan saja supaya tidak kejengkang. Jagoan kalau mencium aspal bakal mewek juga.

Hanyut bersama arus. Di jalan itu jangan sampai anti mainstream ya. Ikuti arus saja. Pernahkah mamah merasa keder ketika dari kejauhan sudah melihat ratusan helm tersinari matahari atau mobil yang berbaris panjang sekali di lampu merah? Pikiran langsung dipenuhi ketakutan jika tak bisa mengendalikan kendaraan dalam posisi empet-empetan begitu. Bagaimana jika menyerempet? Bagaimana jika menyundul? Sebelum sampai TKP, tarik napas dan tenangkan diri. Gunakan teknik seolah kita terhanyut dalam arus kendaraan tersebut. Jika depan kita mengerem, ikutlah mengerem. Jika bergerak, ikutlah bergerak. Cara ini mengurangi ketegangan menunggu waktu kapan bergerak & mengerem, serta mengurangi kelelahan akibat rasa tegang yang berlebihan.

Sadar bahwa di jalan penuh resiko. Mobil tergores atau spion motor pecah? Stress pasti mikir biaya bengkelnya. Apalagi jika masa asuransi sudah habis dan si penabrak lari. Tapi ingat selalu, cuma kendaraan yang dikandangin terus yang tidak punya resiko seperti itu. Karenanya, jangan mengharapkan pengendara lain menjaga jarak, tapi kitalah yang harus selalu menjaga jarak. Jika mereka mengintimadasi dengan mepet atau memotong pindah jalur, kitalah yang harus selalu mengantisipasi. Kesannya mengalah melulu. Tapi menang juga buat apa, kan nggak ada pialanya? Jika ada yang berusaha nyempil ketika berhenti di lampu merah, waspadalah. Jika mamah naik motor, tolehkan kepala menatap orang tersebut agar dia merasa terawasi dan berhati-hati supaya tidak menyenggol spion kita. Jika mamah mengendarai mobil, buka kaca agar mendapatkan hasil yang sama.

Keukeuh melaksanakan tata tertib berlalu-lintas. Susahnya berkendara sekarang, meski benar tapi jika tidak sama dengan kemauan pengendara lain malah diintimidasi. Dan maunya pengendara sekarang adalah serba cepat, nggak sabaran. Misalnya di traffic light menunjukkan lampu merah kurang 3 detik lagi berubah hijau, tapi para pengendara di belakang kita sudah mulai meneriakkan klaksonnya. Tak perlu takut, mah. Jika benar, tetaplah benar. Ini kan cuma 3 detik diteriaki pakai klakson, bukan berperang membela nusa dan bangsa. Tak usah takut. Abaikan seolah tidak terjadi apa-apa. Jika mengendarai mobil, nikmati musik saja. Jika naik motor, diam dan pandangan lempeng ke depan.

Berani bertindak. Kurangnya kepedulian dan toleransi di jalan yang makin hari makin keterlaluan tidak boleh membuat kita ikutan kalap. Jika tidak sedang terancam jiwa raga, berhentilah jika ada nenek-nenek mau menyeberang. Berilah kesempatan mamah-mamah yang kehujanan padahal memboncengkan anak untuk mendahului. Bersabarlah jika berada di belakang kakek tukang becak. Minggir dan berhentilah jika ambulance minta diprioritaskan. Jalanan bisa mengubah karakter seseorang. Jika ketika sedang tidak mengendarai sikapnya bijaksana, tapi ketika di jalan bisa berubah menjadi orang yang tidak sabaran, terus-menerus mengklakson kendaraan didepannya meski tahu ada gerobak yang menghambat. Karenanya, para mamah harus berani bersikap dan tetap tenang. Lain halnya jika ada kendaraan yang menyalip dari kiri, memepet dan kemudian memotong jalan didepan kita, jangan ragu mengklakson kencang-kencang karena itu tindakan sangat berbahaya.

Orang bilang, untuk hidup itu butuh keberanian. Demikian pula ketika berada di jalan. Hati-hati di jalan ya, mah!

17 comments:

  1. wah terimakasih bermanfaat sekali tipsnya.. tapi kadang-kadang banyak juga mamah yang suka mengintimidasi pengendara lain.. contohnya kalau dijalan lampu sign nya nyalanya kemana, beloknya kemana.. kalo nggak gitu, jalannya pelan tapi ditengah2 bikin yang mau nyalip jadi bingung.. hee.. maaf ya mamah mamah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaah postingan ini kan nggak lagi bahas kesalahan mamah, udah banyak memenya.

      Delete
  2. Mamah Lusi mengerti banget siiiih....aku juga suka ikut arus di tengah kemacetan.tapi emang bener lho, jalanan mengubah karakter. Aku yg dulu takut nganan atau nyelip2, saiki rodo nekat. 😀😀😀

    ReplyDelete
  3. jalanan bisa mengubah karakter seseorang,setuju bangetttt..
    ngomongin soal ini,aku jadi inget pernah kena puntung rokok pas tiba2 orang di dalam mobil ngelempar puntung rokok gitu aja,mendadak esmosi (tangan kena puntung rokok,lumayan rasanya hehe),ngelakson banter dan pingin ngejar...tapi entah tiba2 istighfar,g jadi nyamperin hehehe

    ReplyDelete
  4. Bagaimanapun naik motor itu salah satu kesenangan bagiku, hamil 9 bulan ngga brojol2 kangen naik motor keliling balik mulesl..hehehe...aku paling marah kalo tiba2 dibalap anak SD bertiga bawa adik balitanya ngga pake helm lg emosi j7wa dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun hati2 wkwkwkk. Aku juga suka kok ngelayap pake motor. Asiiik.

      Delete
  5. bener harus juga galak, mak. Kayak di rel kereta api, misalnya. kalau dia nunggu palang pintu di buka di jalur kanan yo tak galakin. Padahal, aku sebenernya penakut hahaha

    ReplyDelete
  6. kalau ada anak kecil yg bawa motor di jalan aku milih ngalah mbak daripada cari resiko

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, tetep kita yg disalahin kalau ada apa2 :(

      Delete
  7. Betul mbak Lusi. Apapun yang terjadi harus tetap dihadapi kalau takut justru mengganggu pekerjaan. Yang penting menaati peraturan dan berhati-hati, harus sering lirik lampu sein juga udah benar belum arahnya hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu mah, dengerin apa kata mbak Anjar :))

      Delete
  8. Ada juga lho sopir angkutan umum yang mudah emosi, disalip pengendara lain dari belakang kok nggak terima, langsung ikutan ngebut nggak mau kalah. Duh penumpangnya ini yg ngeriii *pernah mengalami sendiri zaman SMA dulu.

    ReplyDelete
  9. aku itu termasuk golongan mamah yg kadang mengintimidasi, nggak segan-segan ngatain orang yang menyebrang sembarangan lalu menjadi galak di jalanan karena sebetulnya takut berkendara di jalan raya. Setelah itu, rasanya malu mbak, nggak cocok sebetulnya dengan kepribadianku di rumah T_T

    ReplyDelete
  10. Yang penting alert ya mba.. Dan selalu berhati-hati. PD di jalan penting tapi jangan lupa bahwa kaum laki-laki pun juga suka sembarangan. Kalau memang perlu galak karena kita benar, kenapa tidak ;)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.