Monday, June 06, 2016

Godaan Pengurang Pahala Ramadhan di Media Sosial

Media sosial itu penuh dengan godaan pengurang pahala Ramadhan.

Pic by pexels.com

Lalu, mengapa tidak offline saja sebulan? Masalahnya tidak sesederhana pencet tombol power off di laptop, melainkan lebih kompleks karena jaman sekarang banyak pekerjaan dan aktivitas yang terkait di dunia maya. Internet bukan hanya untuk hiburan atau cari teman. Makin banyak pekerjaan yang dikomunikasikan melalui dunia maya, apapun produk dan urusannya, misalnya susu, baju, pendidikan, pemerintah daerah, hingga jualan beras. Jika off sebulan, bisa dibayangkan orang-orang yang mencari nafkah menggunakan komunikasi online akan terkendala. Bisa-bisa nggak Lebaran dong.

Macam-macam godaan di media sosial terjadi karena merupakan media terbuka dan tanpa batas.

Kalau tak pandai-pandai menghindar, bisa-bisa berkuranglah pahala Ramadhan kita. Tapi jika mampu menahan diri, insya Allah pahalanya luar biasa. Bertahan dari godaan yang besar akan diberi imbalan pahala yang sepadan besarnya. Apalagi jika dilakukan dalam rangka memberi nafkah bagi keluarga.

Mari berjihad.

Nyindir dan Nyinyir, Meski Demi Kebaikan.
Semua sudah tahu lah ini tidak baik. Tapi seringkali tak tahan untuk tidak nyinyir atau nyindir. Rasanya diubun-ubun banget pengin ngetik status yang moga-moga kena sama yang dimaksud. Ada juga wabah “nyindir untuk menyadarkan orang nyinyir”. Hahaaa.... Sama saja deh.  Menghadapi status nyinyir sebaiknya diam saja, seolah tidak terjadi apa-apa.  Kalau tidak ada respon, yang hobi nyinyir akhirnya juga males monolog. Kalau sekiranya nggak tahan banget lihat orang nyinyir, “mute” saja di twitter atau “unfollow” kalau di facebook. Buat apa juga nyinyir atau nyindir demi kebaikan, karena hasilnya malah bisa melukai orang lain yang tidak dituju tapi merasa. Kasihan si tertuduh karena komentator yang ada biasanya malah mengobarkan api. Lebih baik ditegur melalui jalur pribadi. Buat apa ngaku tak suka nyinyir,  tapi cepet banget komen jika ada status demikian.

Pic by pexels.com

Stalking Mantan.
Jaman dulu kalau putus dengan mantan, ya sudah putus kontak juga. Di jaman internet ini, godaannya besar sekali. Sudah berusaha menghindar dan unfollow, eh si mantan sesekali nongol juga karena berteman dengan teman kita yang lain. Tak jarang memang kitanya sendiri yang penasaran, pengin tahu apakah si dia menderita karena kita tinggalkan. Jika ternyata si dia malah bahagia tanpa kita, wow teriris ya? Tapi nggak berhenti juga kan? Lebih baik sakit daripada mati rasa? Di bulan Ramadhan ini, sudahi saja yuk. Buat apa buang waktu dan korban perasaan untuk orang yang belum tentu berniat baik pada kita. Jangan terlalu yakin deh status merana no mention-nya untuk kita. Siapa tahu kodenya untuk perempuan sejagad. Laki-laki yang baik tak akan seenak sendiri mempermainkan perasaan perempuan. Dia akan memperjuangkan perempuan dengan cara terhormat. Lebih baik waktunya kita gunakan untuk lebih banyak ibadah agar kita bahagia.

Nyamber dan Pengin Tahu Aja.
Nyamber itu gampang banget, apalagi di twitter. Kalau ada judul yang agak gimana, tinggal diberi komentar yang nylekit tanpa membaca isinya.  Apalagi judul-judul berita dari media online memang sengaja untuk menarik perhatian dan kontroversi. Nyamber di  status facebook seringkali malah menambah panas status yang sudah pedes. Belum lagi ada saja yang malah inbox pengin tahu detil gosipnya. Dari status yang nggak jelas berubah jadi gibah yang hot.

Membesar-besarkan Isu Tanpa Mengecek Kebenarannya.
Ini nih ibu-ibu suka cepet-cepet bikin status atau copas tanpa diresapi dulu masuk akal atau tidak. Begitu mendapat kabar seru, entah dari status orang lain atau group WA / Telegram, langsung saja ijin copas dan upload deh. Tentu saja ditambahi dengan kalimat yang tak kalah seru, misalnya astaghfirullah ..., subhanallah ... dan sebagainya. Apalagi jika kabarnya tentang figur publik sehingga kita merasa bebas membicarakan orang tersebut secara terbuka dan tak lagi mengingat dia manusia biasa juga yang punya keluarga.


Memuja Artis Lawan Jenis Secara Berlebihan.
Iya iya ini ditujukan ke saya juga. Memang susah tak memuji George Clooney yang sexy itu di media sosial jika pas menemukan fotonya. Demikian pula dengan mbak-mbak dan adik-adik yang profilnya berjilbab lalu memuja-muja artis-artis Korea dan India lawan jenis yang manis seperti gula di media sosial. Tunda dulu setelah buka puasa ya. Seperti ketika upload foto Georgie ini sesudah sholat tarawih. Heheee....

Tampil Berlebihan dan Pamer Kemewahan.
Trend media sosial saat ini malah mengajak kita untuk memperlihatkan semua yang kita punya, termasuk yang dulunya hal privat, misalnya hidangan buka puasa keluarga. Bahkan iming-imingnya lumayan banget di kuis-kuis Ramadhan untuk menambah THR. Silakan saja sih kalau memang punya, ya nggak? Jangan lupa potong zakat hadiahnya kuisnya. Heheee.... Eh, kalau hadiahnya voucher gimana ya? Selain itu, rame-rame komplen tentang penampilan OSD  yang mewah, tapi sendirinya bagaimana? Coba dicek, berapa kali OOTD di instagram dan bandingkan dengan kemunculan OSD di media sosial. Lebih banyak mana? Belum lagi jor-joran lipen dan macam-macam make-up yang belakangan lagi trend. Apakah kita bisa memastikan bahwa yang memperhatikan pose OOTD dan bibir merah merekah kita hanya kaum hawa saja sedangkan followers dan friends kita beragam? Khusus Ramadhan ini, kasihanilah kaum Adam, bisa berkurang pahala mereka karena memperhatikan hal-hal seperti itu. Memang sih meskipun penampilan kita tertutup kalau laki-lakinya ngeres, tetap saja nggak ngaruh. Tapi lebih baik lagi jika saling bantu menahan diri sebagai sesama  umat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Pic by pexels.com

Riya.
Soal ini saya letakkan paling bawah karena hanya bersangkutan dan Allah yang tahu apa maksud dari upload sebuah kegiatan atau karya. Bertambah atau berkurangnya pahala yang bersangkutan tentu bergantung pada niat baiknya. Namun, jika ada teman yang upload kegiatan kemanusiaan, ayo kita singkirkan rasa curiga, insya Allah teman sendiri tak akan berdusta. Jika pun tak seperti yang kita harapkan, setidaknya kita sendiri sudah berniat baik dan ikhlas. Ini adalah bulan yang sangat baik untuk berderma.

Insya Allah selama Ramadhan ini saya hanya follow akun-akun bermanfaat saja karena saya masih lemah, mudah terpancing. Yuk saling support agar pahala kita maksimal di Ramadhan kali ini.

19 comments:

  1. Aku tetiba getol nambah follower IG n Twitter. Godaan. Hiks

    ReplyDelete
  2. Aku juga nih lagi puasa bikin status FB hihi.. Kecuali untuk share link blog aja yang berkaitan dgn pekerjaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahun sekali, sayang kalau ibadah kita tidak diterima.

      Delete
  3. bener banget mbaaa... aku juga 'agak' puasa dari dunia maya.. kalo gak bener2 dicolekin, gak buka sosmed dulu deh :D

    kecuali jalan2 di blog, masih beberapa kali dilakukan :D

    selamat beribadah di Ramadhan mbaa,, smoga berkah ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga puasamu berkah juga ya :)

      Delete
  4. Banyak sekali ya Godaan yang membuat pahala kita berkurang, terutama di media sosial ini seperti yang di jelaskan oleh mba dalam artikel ini. kalau offline ya saya kerja gmna dong soalnya kerjaan saya semua dalam media sosial. Semoga saja saya bisa menghindari semua hal itu agar pahala saya tidak berkurang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk kerja tetaplah, malah harus tambah semangat biar Lebaran.

      Delete
  5. Duuhh,, baru aja jingkrak-jingkrak gara2 bakal ada drama korea dengan aktor kesayangan.. tapi emang sudah mengurangi intensitas skrol timeline :)

    ReplyDelete
  6. kadang ada orang yg pingin dibilang update dengan menyebarkan berita ,apa2 dia harus share tanpa mengecek kebenarannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak. Dirimu pendiam bgt di socmed ya, tp blog selalu update

      Delete
  7. aku statusnya jualan sajaa, paling bahaya stalking IG hihihi liatin kegiatan artis2 wkwkwkw

    ReplyDelete
  8. Kalau aku malah share artikel tentang bisnis, pasti nambah pahala.
    Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengetahuan bisnis atau penawaran bisnis? Kalau penawaran bisnis harus ada sedekahnya baru ada pahala.

      Delete
  9. Sosmed..jelas berkurang mb...alasanku sederhana, mending tidur...karena bangun dinihari nyiapin sahur..nyiapin anak untuk ttp bisa nyampe sekolah sebelum 6:40 adalah perjuangan :-D

    ReplyDelete
  10. Iya mbak... godaan di dunia maya ini memang gedee bgt. kdg2 ga sadar malah bisa jerumusin kita.. jd beberapa akun yg nyinyir2 di IG biasanya aku ga buka dulu :D.. kalo twitter emg g gitu srg buka sih..

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.