Saturday, June 18, 2016

Liya Swandari: Emak Gurita Berbaju Renda

Tamu saya kali ini adalah Liya Swandari, blogger Jogja yang diam-diam merajalela kemana-mana seperti gurita.

Emak gurita, belajar sambil momong. Foto milik Ollie, dicomot dari www.carolinaratri.com.
Sebenarnya saya sudah beberapa kali komentar di blognya sebelum bertemu. Saya malah nggak mudeng kalau Liya tinggal di Jogja. Bahkan setelah bertemu, saya nggak ngeh kalau itu Liya. Apalagi sampai sekarang kami nggak temenan di media sosial. Hahahaaa.... kok bisa? Entahlah. Tapi pada dasarnya saya santai banget soal itu, nggak gampang baper seperti kalian. Baru setelah beberapa kali bertemu dan ngobrol di group chat belakangan ini (saya gabung di group chat tersebut juga belum lama), saya jadi hapal Liya yang mana.

Yang paling saya ingat dari sosok Liya adalah penampilannnya yang sangat feminim dan tertutup rapi, antara lain suka mengenakan baju berenda.

Jika namanya jarang terdengar, bisa dimaklumi karena Liya tidak pernah nongol di status atau persoalan huru-hara dunia persilatan perbloggingan. Tadinya saya pikir karena Liya barusaja melahirkan jadi nggak ikut rame-rame di luaran, sibuk merawat baby. Ternyata nggak seperti itu. Liya hanya mengikuti yang penting-penting saja, seperti lomba, workshop dan event. Selebihnya waktu Liya digunakan untuk berkarya di sanggar mewarnai dan membuat buku tentang mewarnai. Sudah punya bukunya belum?


Meski tidak malang melintang di pergaulan blogger nasional, tapi soal prestasi, Liya sering juara lho. Jutaan rupiah sudah didapatnya dari lomba ngeblog meski nggak heboh promosi apalagi trik-trikan. Tulisannya memang bagus. Blognya juga update terus.

Meski blognya berisi campur-campur tapi yang paling menonjol adalah kegiatan sanggar mewarnainya. 

Di blog senyumbahagia.com  (suka dengan nama blognya), ibu-ibu bisa melihat banyak tutorial mewarnai yang bisa diajarkan ke putra dan putri dirumah. Jika berdomisili di Jogja, mendingan langsung saja ke sanggarnya aja di Jl Magelang, pasti lebih asik diajar langsung oleh emak yang murah senyum ini. Keterangan lebih detil bisa dilihat di blognya.
Selain tentang sanggarnya dan berbagai kompetisi yang diikuti, Liya juga banyak bercerita tentang kehidupannya sebagai ibu muda yang harus LDM dan pernah keguguran. Sekarang, Liya sudah dikarunia seorang putri. Senang sekali kalau melihat Liya datang ke seminar pas suaminya sedang pulang. Dengan sabar si bapak menggendong Sa'dayka di luar ruangan, menunggu Liya yang sedang belajar didalam ruangan.
Kebahagian itu menular, ya. Yang melihat jadi senyum senang, senyum bahagia, seperti judul blognya.

5 comments:

  1. hehe...baju berenda? iya ya? saya malah gak perhatikan...:D Seringnya saya lihat dia kerap pakai gamis motif bunga-bunga.

    ReplyDelete
  2. blognya seruuuu..jadi mampir dan tambah teman baru. Salut dengan kegiatannya dan aktivitasnya

    ReplyDelete
  3. Setuju, mak Lus..bahagia itu menular! Btw, aku udah punya bukunya mak Liya lho.. :D

    ReplyDelete
  4. Yup betul, bahagia itu menular.
    Kadang ketemu orang tak dikenal, aku senyum orangnya juga ikut senyum, begitu juga kebalikannya. Coba deh kalo liat orang yang cemberut, suasana hati kita juga rasanya ikutan nggak enak ya.

    ReplyDelete
  5. Emang paling semangat itu liat orang bahagia. Suka jadi ketularan bahagianya :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.