Blogger Gathering Jogja Bareng Brother Indonesia

Monday, July 18, 2016

Ini late post gathering bersama Brother Indonesia di Royal Ambarukmo Hotel Yogyakarta pada buka puasa lalu.



Tadinya saya mengira produk yang akan diperkenalkan adalah mesin jahit karena saya lebih mengenal merk brother sebagai mesin jahit. Ternyata produk yang dibawa mbak Esther dan mas David adalah printer dan alat labelling. Hadir bersama saya adalah anggota Kumpulan Emak Blogger Jogja, Komunitas Blogger Jogja dan teman-teman blogger lainnya. Jadi bisa sekalian silaturahim. Sedangkan tim Brother ditemani oleh blogger Jakarta yang sudah saya kenal di media sosial sebelumnya dan baru sekarang bertemu, Atemalem atau Rere.
Berhubung sudah kesorean, acara diawali dengan buka puasa lebih dahulu. Ruangan yang digunakan jadi satu dengan pengunjung lain tapi nggak antri karena tempatnya luas. Makanan yang disediakan hotel sangat berlimpah sehingga bolak-balik nggak kelar-kelar, masih pengin ini itu. Bahkan ketika acara dimulai, sempat juga sangu sepiring snack dan infused water.


Mbak Esther langsung memperkenalkan produk Brother tanpa banyak basa-basi. 

Yang langsung dirubung emak-emak adalah printer untuk mencetak foto-foto selfie mereka hari itu. 

Cara mencetak foto ini bisa dilakukan secara online tanpa sibuk memindahkan data melalui USB. Printer tersebut segera disiksa oleh permintaan cetak para emak. Ketika rombongan emak tersebut membiarkan printer istirahat, saya menemukan foto candid diri yang lucu juga kalau dijadikan kartu pos karena ukurannya yang mirip.

Produk menarik lainnya adalah mesin labelling. Ini penting sekali untuk perkantoran atau usaha. 

Mbak Esther yang ramah dan mas David yang ngeprint wajah para emak yang selfie.

Dengan label yang mudah diatur dan dicetak, pekerjaan bisa segera selesai. Misalnya untuk online shop yang sering mengirimkan barang dan perlu label pada bungkus packingnya.
Sebenarnya Brother saat ini lebih fokus ke pasar korporasi. Karena itu fasilitas yang ditawarkan juga menyesuaikan kebutuhan korporasi sehingga terkesan lebih mahal dari printer yang lain. 

  1. Kebutuhan korporasi yang besar misalnya didukung dengan kemampuan cetak dokumen 6.000 halaman tinta hitam. Bandingkan dengan produk yang lebih banyak lalu lalang di iklan, hanya mampu mencetak sekitar 300-500 lembar karena untuk kebutuhan pribadi saja.
  2. Wireless untuk lebih dari 20 users. Bisa untuk sekantor kan?
  3. Garansi 3 tahun. Berani memberi garansi selama itu, tak mungkin Brother memproduksi mesin yang tidak tahan lama. Bisa rugi sendiri kalau bolak-balik ada yang klaim service gratis.
  4. Dari kalkulasi mereka, biaya cetak per halaman hanya Rp 15.- jadi bisa ngirit anggaran kantor. Coba deh tanya berapa di tukang fotokopi sebelah.
Acara diakhiri dengan permintaan khusus emak-emak agar Brother juga mengadakan event untuk mesin jahitnya. Ah, emak.

You Might Also Like

4 comments

  1. Iya, kalo denger kata Brother pasti deh inget dengan mesin jahit.
    Btw printer untuk mencetak foto selfie itu menarik banget, kalo punya itu bisa sering-sering selfie nih para emak hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, makanya kami modusin mbak Esther buat ngenalin mesin jahitnya. Heheee

      Delete
  2. aku pernah pakai nih mba, dan memang oke hasilnya. Seruuu ya bisa kumpul bareng :)

    ReplyDelete
  3. aku sempet ikutan gathering brother juga ternyata banyak produk lain dari borther ya aku taunya mesin ketik sama mesin jahit aja

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.