Monday, July 11, 2016

Seperti Apakah The Future of Indihome?

Menarik diajak mengetahui masa depan produk PT Telkom dalam acara bertema Embracing The Future of Indihome ini.

Foto milik @ndesopetualang

Tanggal 28 Juni 2016 lalu, saya datang ke acara bukber yang diselenggarakan PT Telkom di Hotel Neo sebagai anggota Kumpulan Emak Blogger. Dalam acara tersebut hadir pula anggota Komunitas Blogger Jogja, Kompasiana dan para admin akun media sosial di Yogyakarta. Sedangkan dari PT Telkom akan tampil Pak Sujito, OVP Consumer Service Supervision, dan Pak Firmansyah, General Manager Witel Jateng-DIY. Diskusi dipandu mak Indah Juli dari KEB.

Kehadiran kami dalam acara tersebut dilandasi kesadaran Telkom bahwa blogger dan penggiat media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap berbagai informasi yang tersebar di masyarakat. 

Indihome yang dicita-citakan menjadi raja digital di ASEAN, bahkan Asia, harus didukung dengan penyebaran informasi yang benar. Disinilah diharapkan blogger dan penggiat media sosial bisa memberikan feedback kepada PT Telkom untuk perkembangan Indihome.

Dalam perkembangannya, Indihome bukan hanya berbisnis internet, tapi juga multimedia dan entertainment. Perkembangan tersebut memanfaatkan jalur fixed-phone yang sekarang sudah mulai ditinggalkan orang. Kedepannya, Telkom juga akan mengembangkan mode "moving" dimana telepon rumah bisa di-remote ke mobile. Karena itu, Telkom memantapkan diri untuk tidak hanya sekedar sebagai perusahaan telekomunikasi tapi juga pendukung digital life dan advertising, sejalan dengan misinya untuk memimpin inovasi digital dan globalisasi di Indonesia.

Cakupan bisnis Telkom juga makin luas dengan berdirinya beberapa anak perusahaan. Bidang yang juga dikuasai Telkom antara lain big data, cloud server dan pelayanan. Sebagai contoh, yang masih hangat adalah sistem PPDB atau penerimaan murid baru yang ditangani PT Telkom melalui Siap PPDB telah terbukti tanpa kendala, sementara diluar Telkom mengalami kendala serius.

Big data adalah kumpulan data lengkap yang dikumpulkan untuk melayani kebutuhan informasi. Big data yang dibawah pengelolaan Telkom digunakan untuk banyak keperluan, antara lain menyimpan data untuk bahan pertimbangan presiden, data terkait isu terorisme, sistem perhotelan dan sebagainya. Bahkan data untuk layanan rumah sakit disediakan free. Di Indonesia, hanya Telkom dan Polri yang punya big data.

Telkom juga telah menyebar Wifi ID di 130.000 titik untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat dalam berinternet dengan bandwith yang cukup besar. Layanan tersebut diberikan dalam bentuk Wifi ID Corner.

Telkom juga berkomitmen untuk membangun jaringan fiber optic yang membentang dari Aceh hingga Papua yang saat ini sudah terpasang sepanjang 81741 km atau 2x keliling bumi. Untuk jaringan didasar laut direncanakan selesai pada tahun 2020. Ditargetkan pada tahun 2018 penambahan broadband fiber network di Indonesia sekitar 18.000 km lagi di dasar laut. Fiber optic lebih dipilih daripada satelit karena tidak terganggu cuaca, noise udara, koneksi internet lebih bagus dan sebagainya.

Indihome adalah layanan triple play berupa telepon, internet dan IPTV. 

Telkom tidak memaksakan pelanggan untuk menggunakan tripple play (telepon, useetv dan internet), tapi bisa juga double play atau one play. Jika dahulu disarankan menggunakan tripple play, itu semata-mata karena waktu itu belum ada teknologi yang membuat fasilitas lain tidak terganggu jika salah satu tidak digunakan. Kalau sekarang, tidak masalah lagi.

Fasilitas UseeTV yang ada di Indihome ada dua macam, berbasis IP dan OTT Service/ Smart TV. OOTT Service yang bekerja sama dengan dengan Telkom adalah hooq, iflix, viu dan Catchplay. Catchplay bisa ditonton di android. Yang keren, selain untuk browsing. pelanggan bisa menikmati layanan empat TV box office gratis selama 6 bulan. Ini sesuai dengan road map Telkom tahun 2017 - 2020 yang fokus dengan inovasi hiburan, salah satunya karaoke dengan pilihan 2.000 lagu legal dan film ala bioskop.

Jika fasilitas yang berlimpah itu masih kurang, pelanggan bisa upgrade ke STB hybrid.
Di tahun 2020, target pelanggan Indihome sekitar 16 juta. Paket yang ada saat ini seharga Rp 200.000,- sampai Rp 600.000,- dengan UseeTV entry 49 channel TV, deluxe package 79 channel dan premium package 99 channel. Saya sudah menjadi salah satu pelanggannya. Kamu?

Dalam perjalanan saya sebagai pelanggan, beberapa kali menghadapi kekecewaan layanan pengaduan gangguan. Saya kira teman-teman juga begitu dan Telkom juga mengakui kekurangan tersebut akibat perkembangan baru yang perlu banyak adaptasi ini. Tapi belakangan layanan pelanggan sudah makin menata diri. Tiap pengaduan diberi nomor pengaduan dan diberi laporan progresnya melalui email dan sms tanpa diminta, meski pengaduannya sambil ngomel-ngomel di twitter. Sebaiknya sih langsung ke 147 biar segera ditangani.

Semoga terwujud home theatre untuk hiburan keluarga tanpa banyak peralatan. Cukup pasang Indihome dari PT Telkom.

7 comments:

  1. sudah mulai banyak gathering lagi ya mba...pengen tau lebih banyak soal indihome, buat bekal nanti di tanah air :)

    ReplyDelete
  2. Aku di rumah pasang indihome juga, sudah ada 5 bulanan. Puas sih karena internet jadi kenceng dan bisa dipake orang serumah.

    ReplyDelete
  3. aku masih mundur maju mau pakainya mbak, soalnya harus ngurus ke plaza telkom ya

    ReplyDelete
  4. mantap indihome fiber sudah sampai kemana mana.. meski skarang gak bisa unlimited

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.