Sunday, July 17, 2016

Vegetable Haul Setelah Libur Panjang dan Perlengkapan Memprosesnya

Vegetable haul setelah libur panjang ini sudah saya tunggu-tunggu banget karena 3 minggu lebih libur itu bikin badan begah.



Mengapa harus menunggu libur selesai last minute baru vegie haul? Ogahlah cuma lihat orang-orang tegaan ini makan enak-enak, sementara saya cuma ngantar, bayarin dan foto buat instagram. Hahahaaa.... Setelah semua fixed on position, barulah belanja.
Jadi idenya pengin ngilangin begah-begah ini untuk beberapa saat. Bukan berganti menu sama sekali. Penonton harap jangan kecewa dulu, ya. Kalau cara ini sesuai, bisalah diteruskan. Mungkin bisa bikin langsing beberapa PULUH kilogram. Hhahaa ngayal. Cara ini sempat berhasil sebentar tapi Lebaran keburu datang, maka bubarlah berkat bantuan tengkleng gajah, sate klatak, sirloan steak, opor ayam dan teman-temannya. Sekarang cara ini akan kami coba lagi meski kami paham tak mungkin jadi kurus semampai lantaran tulang kami memang sudah besar, tapi paling tidak begah hilang dan langkah lebih ringan.

Berhubung tidak hanya saya yang mau diet, maka metode apapun yang kami pilih, syaratnya adalah kami doyan.


Jadi tinggal mencari menu yang kami bisa enjoy makan tapi tanpa tepung, goreng minimal, tanpa creamy things, no manis-manis, tanpa santan dan garam minimal. Ayam, daging dan ikan mungkin kadang-kadang saja sebagai campuran salad. 
Ayam itu enak banget lo dikukus bareng siraman minyak wijen, bawang putih, jahe dan sedikit garam daripada digoreng tepung. Di Pekanbaru kita bisa dengan mudah beli ayam hidup dan minta disiapkan tanpa kulit karena ada menu ayam pop di rumah makan ala minang. Di Jogja ayam hidup sulit didapat, harus ke pasar besar atau tempat pemotongan ayam. Di pasar kecil umumnya ayam sudah dalam kondisi mati.
Nasi sedapat mungkin dihindari kecuali ada acara atau kondangan, dapat kiriman nasi berkat, dan diajak makan orang diluar rumah. Karbohidrat diperoleh dari roti gandum kesukaan kami. Seperti kebanyakaan warga Indonesia yang baik, mie instan masih boleh sebulan sekali. Sebelum libur Lebaran, kami berhasil menghindari gorengan pinggir jalan selama berbulan-bulan.

Tentang menu, yang paling kami sukai adalah sandwich dan salad, kami tidak terlalu suka juice

Kalau sandwich, isi apa saja pasti kami makan. Sedangkan untuk salad maunya yang salad kondangan itu, yang ada telur dan kentangnya. Namun karena ini ada misi khusus, maka untuk sandwich kami akan menghilangkan meat spread dan telur ceplok meleleh. Sedangkan untuk salad, kentang kami batasi, mayonaise tidak akan digunakan sebagai dressing. Dressing akan kami ganti yang ringan saja ala-ala chef bule di TV.



BELANJA BUAH, SAYUR DAN DRESSING DI JOGJA
Di Jogja ini bahan salad dan sandwich cukup banyak. Yang agak susah mungkin keragaman sayurannya. Lettuce saja kadang ada, kadang tidak. Kalaupun ada, tak selalu segar. Jadi dimana dong saya belanjanya?

  1. Pasar tradisional Lempuyangan karena pasarnya tidak terlalu besar yang bikin saya bingung, parkirnya simple dan udah hapal dengan jukirnya (juru parkir) dan relatif lebih bersih dari pasar lain. Memang tidak sebesar pasar lainnya tapi kalau ke pasar terlalu juga bingung muter-muter menghabiskan waktu. Disini utamanya saya beli tahu karena ada simbah spesialis jual tahu. Tahunya enak dan teksturnya suka, beda dengan tahu pada umumnya. Cara masak saya cuma dikukus, nggak dibumbuin enggak eneg dan juicy. Selain itu bisa beli sayuran di pedagang grosinya dan buah-buahan, utamanya pisang raja dan nanas. Untuk nanas, saya beli disini karena di supermarket nggak mau ngupasin kecuali nanas yang diobral. Saya nggak pandai ngupas nanas, biasanya lebih banyak yang saya buang bersama kulitnya daripada dimakan. Rugi dong.
  2. Indo Grosir. Ini lantaran dekat rumah, parkir gratis dan supermarket paling murah karena buat kulakan toko-toko kecil. Disini saya beli keju, ayam, tuna kaleng dan buah-buahan dan sayuran yang tak ada di pasar tradisional, seperti selada air dan baby carrot.\
  3. Super Indo Cokroaminoto. Disini cabang Super Indo terbesar dan parkirnya enak langsung didepan pintu. Orang asing banyak belanja kesini. Disini yang utama mencari buah-buahan dan lettuce, biasanya lebih segar dibandingkan yang lain. Terus ya udah, mojok di outlet khusus tanaman hidroponik dan sayuran organik. Heheheee....
  4. Gelael Malioboro Mall. Biasanya saya lama banget di pojok oil-oilan dan macam-macam dressing. Saya rasa disinilah bahan salad dressing terlengkap se Jogja dan harganya lebih murah.
Sesekali saya juga belanja di Hypermart dekat rumah. Sedangkan kios buah-buahan pinggir jalan di Jogja ini secara mengejutkan kok nggak banyak? Di Pekanbaru, perasaan tiap jalan besar ada 1-2 kios buah-buahan dan selalu ramai sehingga banyak pilihan. Di Jogja entah mengapa kios yang ada ngumpul di perempatan jalan, sehingga susah parkir. Seringkali jukirnya berusaha meyakinkan untuk parkir saja, akibatnya macet panjang sering disebabkan oleh kios buah-buahan, antara lain dekat UNY, dekat Kranggan dan dekat pom bensin Jl Monjali. Karena itu saya belum berhasil beli buah-buahan di 3 tempat itu, padahal displaynya sangat menggoda dari kejauhan. Kalau mau murah  dan benar-benar segar sebenarnya di pasar Giwangan atau pasar buah Gamping yang merupakan pengumpul utama sebelum disebar ke pasar-pasar di Jogja. Tapi jauhnya itu lo.



BONGKAR BELANJAAN
Siang ini saya belanja sayuran dan buah-buahan di Indo Grosir. Sedangkan bahan dressing tidak beli karena masih banyak. Peralatan hilang 1, padahal itu peeler favorit saya untuk mengupas wortel, timun dan kentang. Entah kemana nyelipnya karena dirumah sedang ada tukang beres-beres dapur, mereka yang mindah-mindahin karena saya lelah. Halagh.
Yang utama adalah bahan salad. Di kulkas sudah ada jagung dan kobis. Kalau dulu bahan seperti itu saya buat coleslaw seperti di Hokben, maka sekarang cuma akan diberi EVOO dan karenanya harus beli lemon. Sebenarnya saya punya 1 pot besar tanaman lemon tapi masih latihan berbuah, baru 2 biji. Itupun saya semprot obat baru-baru ini karena daunnya dimakan ulat. EVOO tidak cocok untuk menumis. Untuk menumis gunakan VOO, tapi biasanya saya lebih suka mentega, sedikit kan nggak apa-apa heheheee.... Sedangkan perasanya saya siapkan merica putih, merica hitam, garam dan gula.
Terus beli selada dan brokoli organik, selada air, timun, wortel baby, tomat, melon, pepaya, semangka, pir dan alpukat. Semangka dan pepaya selalu beli sedikit karena cuma bisa dijadikan irisan, untuk menu lain kami tidak doyan. Maksimal cukup untuk 3 hari lalu beli lagi daripada busuk. Bayam disitu bukan buat dijadikan sayur bening, tapi cuma direbus atau didadar. Yup, dadar isi masih saya buat untuk bekal sekolah.
Tuna, sosis, nugget dan keju saya campurkan sedikit di salad dan sandwich supaya tidak membosankan anak-anak. 


Jadi begitulah vegetable haul-nya. Hampir seperti make-up haul para beauty blogger ya? Untuk resep atau tampilan saladnya seperti apa nanti akan saya foto dan kumpulkan dulu, baru nanti saya tulis di blog. Sejak mulai sekolah hingga sekarang remaja, anak-anak selalu bawa bekal dari rumah yang buat. Semoga kali ini mereka suka. Doain, ya.

11 comments:

  1. hahahaha,akupun slama lebaran kemarin, perut udh ga menentu mbak, saking kebanyakan makan daging, santan dan lemak -__-. udh niat mau nyalad aja utk ke sebulan ke depan supaya sdk kempes lagi nih perut, tapi sepertinya cuma khayalan ;p.. ttp aja makan yg santan2an lagi -_-.. niat ga terlalu kuat nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaak aku gaya2an nih buat menyemangati diri hahaaa

      Delete
  2. Selama puasa turun 2 kg, setelah lebaran naik 3 kg hahah

    makan masih sembarangan, masih ngabisin sisa lebaran terutama kue-kue dan sirup, eman-eman kalau ngga habis kan udah dibeli heheh

    masih malas olah raga huhuh

    lagi suka nanas madu tapi mahal :(

    ReplyDelete
  3. Aku penasaran sama ayam kukusnya itu gimana? Bumbunya dicampur semua trus dikukus aja atau dibungkus daun pisang gitu? Kebetulan lagi nyari resep ayam kukus karena mau ngurangin goreng-gorengan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. IYaaaa hahahaa sdh ada 2 request. Kapan2 aku bikin ya :))

      Delete
  4. Rencananya juga pingin ngurangin yang manis2, lemak2, dan goreng2 mba, tapi teteup ajaaaa... gak sukses :(. Tapi timbangan BB ku sebetulnya gak naik siy, malah turun sekilo. Cuma badan rasanya kurang enak aja, bener tu mba.. begah-begah gitu :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduuuh dirimu kan udah ideal cantik. Aku suka foto2 IGmu :))

      Delete
  5. Wah aku baru tau kalo EVOO itu nggak cocok untuk menumis. Selama ini EVOO malah kubuat untuk menumis karena jarang bikin salad. Kenapa ya EVOO nggak cocok buat tumis menumis?

    ReplyDelete
  6. ditunggu kumpulan fotonya . Mbak lusi mau dong ide bekal anak-anak biar aku bisa intip

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.