Tuesday, August 23, 2016

Co-working Space, Kantor Mompreneur Masa Depan

Co-working space bisa menjadi kantor bagi mompreneur masa depan, yang sedang memulai usaha atau memang tidak memerlukan kantor tetap.

co-working space


Co-working space ini sebenarnya sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu, namun perkembangannya tidak sepesat cafe free wifi yang memiliki suasana tak jauh beda. Bahkan di Jogja sendiri teman-teman banyak yang tidak tahu bahwa Jogja Digital Valley (JDV) adalah co-working space, yang bisa digunakan tidak hanya untuk event tertentu saja. Hebatnya lagi, JDV milik PT Telkom ini gratis lo, tapi harus mendaftar untuk bisa memanfaatkannya dan keanggotannya disaring hanya untuk orang-orang atau komunitas yang bergerak dibidang IT. Jadi, emak-emak blogger bisa mencoba. Mendaftarnya juga cukup di website-nya, www.jogjadigitalvalley.com dan melakukan verifikasi ketika pertama kali kesana.

CO-WORKING SPACE ADALAH...
Co-working space pada dasarnya adalah ruang kerja yang digunakan bersama-sama. Tiap co-working space memiliki kebijakan dan aturan yang berbeda, tergantung misinya. JDV adalah salah satu contoh yang memiliki misi CSR (Corporate Social Responsibility) dibidang IT. Co-working space lain banyak yang benar-benar dibuat untuk bisnis dimana kita harus menyewa atau membayar untuk menjadi member.
Co-working space menyediakan semua yang dibutuhkan untuk bekerja layaknya sebuah kantor, antara lain internet yang bisa diakses dengan cepat, mesin fax, scanner, printer dan sebagainya. Beberapa tempat malah menyediakan konsultan perijinan usaha dan sharing motivasi dari pengusaha-pengusaha sukses.
KEUNTUNGAN BEKERJA DI CO-WORKING SPACE
Karena dipakai bersama-sama, maka pengguna bisa berinteraksi dengan anggota lain dan membangun networking. Karena itu, persiapkan diri dengan amunisi seperti kartu nama dan profile usaha atau blog yang sedang dikerjakan supaya bisa dipamerkan ke kenalan baru. 
Jikapun harus membayar keanggotaan atau sewa ruang khusus, jatuhnya tetap lebih murah dari sewa kantor jika tidak secara intensif digunakan tiap hari. Ruangan khusus co-working space bisa disewa per jam atau per hari hanya sampai proyek selesai. Fasilitasnya juga tidak hanya meja, kursi dan sinyal, tapi juga berbagai peralatan korespondensi, presentasi dan rapat.
Karena yang mereka tawarkan adalah fasilitas bekerja, maka pengelola akan menjamin semua fasilitas dapat beroperasi untuk memperlancar pekerjaan, termasuk sinyal internet. Beda dengan cafe yang kadang tidak ada sinyal meski sudah pasang plang free wifi. Yang sering terjadi di cafe, sudah telanjur duduk dan pesan minuman seharga keanggotaan co-working space untuk sehari, eh ternyata internet tidak bisa terkoneksi. Ketika pelayan ditanya mengapa internet tidak bisa terkoneksi, kebanyakan cuma senyum dengan mata kosong, lalu menjawab, "Maaf sedang error."

www.hubud.org

TESTIMONI PENGGUNA CO-WORKING SPACE
Ternyata sangat sulit mencari teman saya yang pernah menggunakan co-working space, sampai kemudian saya ingat mbak Dian Nafi pernah mengunggah fotonya di instagram. Mbak Dian Nafi memilih co-working space yang ambience-nya mendukung kreativitasnya. Ambience yang dimaksudkannya ini meliputi tempat dan orang-orang yang menggunakannya. Favorit beliau adalah Hubud di Ubud, Bali karena nyaman, alami, langit-langitnya tinggi, fasilitasnya lengkap, flownya enak, pemandangannya sawah dan orang-orangnya dinamis.
Setelah saya googling, Hubud ini termasuk 1 dari 10 co-working space paling keren se Indonesia bersama JDV. Hubud atau Hub in Ubud ini mengenakan biaya keanggotaan US$60 - US$275. Disini banyak berkumpul komunitas internasional, alias banyak bulenya. Fasilitas yang ditawarkan sangat lengkap, termasuk beberapa ruang meeting dan presentasi. Kalau melihat fotonya sih cakep banget ya, banyak konstruksi bambu.
Sedangkan di JDV, saya sudah beberapa kali kesana tapi untuk keperluan event, belum mendaftar sebagai anggota. Kalau saya lihat sih kebanyakan penggunanya anak muda, serius sendiri, tidak banyak interaksi satu dengan yang lain. Ruangannya sih enak banget, fasilitas lengkap. Hanya ya itu tadi, atmosfirnya kurang sesuai untuk ibu -ibu blogger. Tapi kalau mau kesana barengan ibu-ibu sih lama-lama bisa kali ya, ada space yang tergusur sedikit buat pojok ibu-ibu. Heheheee.... Beda dengan atmosfir santai di Hubud, JDV ini lebih mirip kantoran. Oya, jika menyelenggarakan event dengan peserta lebih dari 20 orang di JDV dikenakan fee Rp 1.500.000,- sampai Rp 2.000.000,- setelah acara selesai. Berarti bisa tuh ngumpulin biaya pendaftaran dulu buat bayar fee setelah acara selesai. Hush!

CO-WORKING SPACE RAMAH ANAK
Di luar negeri makin banyak co-working space yang menyediakan tempat penitipan anak. Jadi, misalnya si ibu ingin ngeblog serius menyelesaikan job review selama 2 jam disana, anak-anak bisa dititipkan tapi tidak perlu jauh-jauh. Makin banyaknya fasilitas tersebut karena adanya kesadaran bahwa pengguna co-working space kebanyakan adalah freelancer, mereka yang bekerja secara remote, olshoper yang sedang mengerjakan proyek, dan sebagainya. Intinya adalah mereka yang tidak punya kantor. Biasanya orang-orang atau ibu-ibu yang bukan pekerja kantoran terbiasa membawa anak kemana-mana.

co-working space
Event Teman Hijau di JDV. Bisa ngundang catering juga.
Sayangnya, kesadaran tersebut belum sampai di Indonesia. Co-working di Indonesia masih didominasi oleh mahasiswa, pemilik start-up, mereka yang mendedikasikan 100% hidupnya sebagai freelancer, pekerja-pekerja nomaden atau yang sedang melakukan business trip, bahkan pengusaha-pengusaha yang sekedar butuh suasana lain. 
Semoga suatu saat kelak akan timbul kesadaran bahwa menyediakan fasilitas yang bisa melepaskan para ibu dari gangguan untuk sementara waktu, akan membuat co-working space mereka banyak diminati segmen yang belum tergarap ini. Terlebih adanya fenomena macan ternak (mamah cantik antar jemput anak) yang menjadi trending beberapa bulan lalu, dimana banyak ibu muda terpelajar yang memutuskan untuk keluar dari pekerjaan kantoran agar bisa mengawasi tumbuh kembang anak. Para mamah muda alias mahmud cerdas ini tidak serta merta mematikan keinginan untuk eksis, melainkan mengembangkan kemampuan lain yang bisa dikerjakan sambil mendampingi sang anak. Ada yang menjadi penulis, pemilik online shop, blogger, fotografer, dan sebagainya. Kebutuhan akan co-working space sangat banyak di kalangan macan ternak.

19 comments:

  1. Wah di jogja ada yah mb, butuh banget tuh, ayok kapan2 kesana janjian barengan, xixi

    ReplyDelete
  2. iya niy lagi buming co working, emang sante banget ya tempatnya Mak..
    Terutama jadi tempat nongki2 Macan Ternak dan MahMud.

    Hayu atuh kapan kita ke Co working, kan masih Mahmud juga eeaa

    ReplyDelete
  3. setuju tuh co-working-space buat emak-emak yang ada penitipan anaknya, biar kerjanya bisa tenang ^^

    ReplyDelete
  4. udah mulai ramaiiii ya co-working spaces. DI sini banyak mak dan memang seru2 tempatnyaaa

    ReplyDelete
  5. Wiih keren yaa... jadi kesannya kayak yg profesyenel gituh😀 sy baru tahu ada beginian...hihi....ndeso😅

    ReplyDelete
  6. Tempatnya enak banget astaga....lumayan juga nih kalo pengen bikin workshop kecil gitu kali ya. Bisa kali yaa mba...

    ReplyDelete
  7. Di kotaku ada ndak ya? Kok baru tahu ini lho ... berasa kudet banget deh. Abis selama ini ngantornya di rumah aja sih

    ReplyDelete
  8. Nah...iya...kalau buat kerja kreatif emang ennakan d coworking space

    ReplyDelete
  9. Ohhh gitu toh maksudnya.. baru tau istilah formalnya hehe.. seru kali ya kalo bs kerja bareng di satu tempat

    ReplyDelete
  10. Pengen juga cari di Semarang nih. Lumayan buat ganti suasana & yang penting nambah relasi :D

    ReplyDelete
  11. Pengen juga cari di Semarang nih. Lumayan buat ganti suasana & yang penting nambah relasi :D

    ReplyDelete
  12. pengen kerja di co-working, impian ini...

    semoga kesampaian lah

    ReplyDelete
  13. Sudah pernah ngrasin di co working emang enk ya buat meeting2 :D

    ReplyDelete
  14. Di Medan juga ada co working space begini, mba. Clapham namanya. Kebetulan mereka pernah bikin event yang ngundang blogger :).

    ReplyDelete
  15. wah keren asekali ini tempat, makasih sharingnya aku malah baru tahu

    ReplyDelete
  16. Wah kalo ada co working space yg buat emak2 mau lah=)

    ReplyDelete
  17. Seru juga kali ya kerja di di co working space gitu. Biar nggak bosen dengan suasana yang itu-itu aja. :)

    ReplyDelete
  18. Co-working space ramah anak itu yang dicari para emak. Di kotaku sepertinya nggak ada. Yang di Surabaya, aku pernah baca, ada 2 co-working space, entah sudah nambah lagi nggak. Tapi memang biasanya yg nongkrong di situ para mahasiswa atau pemilik start up yg banyakan usianya muda juga.

    ReplyDelete
  19. selain di Hogja ada gak mbak lokasi lain?

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.