Tuesday, September 27, 2016

10 Hal Yang Perlu Ibu Perhatikan Ketika Multitasking Nginem Di Rumah Sambil Ngeksis Di Internet

Jaman semakin maju ditandai dengan makin banyaknya ibu rumah tangga yang tidak mempekerjakan asisten rumah tangga, sehingga harus multitasking, nginem sambil ngeksis.

Photo: kaboompics.com
Memang masih banyak juga yang menggaji ART, antara lain supaya bisa wira wiri karena ada bayi yang tidak bisa digembol terus, punya usaha dirumah atau punya rumah segede rumah-rumah sinetron yang capek banget kalau bersihin sendiri. 
Kebanyakan para ibu mengambil waktu pagi untuk beres-beres rumah karena lebih mudah dibersihkan mumpung anak-anak sekolah atau dedek bayi sudah bersih, cucian juga bisa langsung dijemur, sekalian nunggu mbak belanja lewat dan sekalian basah dasternya. Kalau perlu, mandi lagi setelah bersih-bersih. 
Makin banyaknya peralatan rumah tangga yang bisa membantu pekerjaan para ibu, juga membuat mereka tidak terlalu menggantungkan diri pada bantuan ART. Selain itu, banyak bahan makanan yang mudah diolah dan disimpan sehingga membuat memasak bisa dilakukan lebih cepat. Apalagi sekarang banyak jasa yang bisa "disuruh" jika keadaan darurat, misalnya untuk membeli makanan, bersih-bersih rumah, merapikan taman dan sebagainya. 
Ibu RT jaman sekarang juga tidak selalu bergulung dengan pekerjaan domestik. Mereka berkomunitas, berkarya dan tak jarang punya usaha, yang semua dilakukan dari rumah dengan fasilitas internet. Mereka menyebutnya sebagai multitasking, nginem sambil ngeksis. Eksis penjabarannya sangat luas, antara lain selfie, ngeblog, kultwit, chat dan sebagainya. Jadi tidak melulu show off, melainkan selalu beredar secara online, termasuk mengelola olshop, mempromosikan buku atau menawarkan kue-kue jualannya.

Orang bilang, multitasking itu cerminan tidak bisa mengelola waktu dan pekerjaan dengan baik. 

Hasilnyapun tidak maksimal. Tapi bagi ibu RT, bisa mengerjakan kewajiban domestik plus pekerjaan atau hobi sebentar saja sudah keajaiban. Jadi, maksimalkan kesempatan yang ada dulu saja, tak usah takut tak sempurna, sambil menunggu kesempatan yang lebih baik, misalnya setelah anak-anak menikah nanti. Tetot! Yak, jawaban salah! Setelah itu akan sibuk dititipi cucu. Rauwisuwis.

1. Batalkan semua kegiatan jika anak lasak. Banyak keluarga yang sudah memiliki kesadaran tinggi terhadap keamanan si anak didalam rumah. Begitu punya balita, mereka memasang penyekat antara dapur dengan ruangan lain, sehingga si anak tidak bisa ke dapur tanpa pengawasan. Nginem dan ngeksis sambil momong anak itu mustahil. Ibu tidak bisa memastikan keamanan si anak. Jangan dilakukan! Main dulu saja sama anak.

2. Pastikan radar terhadap anak terus dalam sinyal terbaiknya. Mengerjakan 2 hal yang berbeda itu menyedot fokus kita. Bila punya anak balita, jangan senang dulu jika tanpa gangguan. Justru ketika sepi-sepi saja, ibu harus cek apa yang dikerjakannya. Apakah dia sedang mencoret tembok? Apakah dia sedang membongkar lemari? Apakah dia sedang mengeluarkan isi kulkas? Dan yang terpenting, jangan sampai dia melarikan diri ke jalan.

3. Jaga tangan tetap kering. Pekerjaan rumah tangga yang berhubungan dengan air antara lain mencuci piring, pencuci baju, ngepel dan menyiram tanaman. Jangan lupa keringkan tangan sebelum pegang gadget. Kalau pegang smartphone, akan cepat rusak jika tanpa sengaja air mengalir masuk. Kalau pegang laptop, baru nyentuh keyboardnya saja sudah kesetrum. Coba saja. Saya sudah berkali-kali. Meski watt-nya kecil tapi kaget juga loh.

4. Rapikan kabel. Supaya nggak mondir-mandir, sering ibu membawa laptop ke dapur. Hah? Iya, bener, bawa laptop ke dapur! Tanya deh sama para ibu blogger di seluruh dunia. Pasti banyak yang begitu, soalnya saya sudah survey. Heheheee.... Nah, karena dapur bukan tempat yang direncanakan untuk internetan, kadang kita lupa ada kabel melintang untuk ngecharge. Kesandung deh. Kebayang kalau terhubung dengan laptop dan ketarik. Oh no, saya tidak sanggup membayangkannya.

5. Posisikan gadget lebih tinggi. Jika meletakkan gadget tidak pada tempatnya, misalnya di meja makan atau meja dapur, letakkan dalam posisi yang lebih tinggi agar terhindar dari cairan tumpah, misalnya minuman atau kuah sayur. Namanya juga sedang masak atau beberes, kadang ada saja yang kesenggol.

6. Fokus ke pekerjaan-pekerjaan penting. Misalnya sambil masak, ketika menggoreng telor fokus ke menggoreng saja, karena telor cepat matang. Contoh lain ketika mendidihkan santan, jangan lupa meletakkan irus melintang di panci, supaya buih tidak membludak keluar, dan aduk sampai santan menyusut, baru kemudian pegang gadget lagi. Jadi, jika ada kegiatan yang membutuhkan prioritas karena faktor keamanan, lainnya harus berhenti sebentar.

7. Sisihkan Yang Serius dan Yang Main-main. Kecuali sedang mengejar deadline, tinggalkan dulu pekerjaan di internet yang serius. Ini karena semua yang serius butuh fokus agar tidak terjadi kesalahan. Misalnya sedang membuat draft malah kepencet publish karena buru-buru mau membalikkan tempe di penggorengan. Contoh lain posting produk olshop, tunggulah nanti setelah cuci baju selesai, agar bisa fokus memberikan foto dan caption terbaik. Jadi internetannya ngapain dong? Dalam kondisi multitasking tersebut, gunakan waktu berinternet untuk kegiatan yang lebih santai, misalnya membalas komentar, menjawab pertanyaan (selain order), like postingan orang lain, menyapa teman-teman dan sebagainya yang berhubungan dengan engagement, bukan main-main. Main-mainnya setelah pekerjaan rumah selesai saja, nanti keburu anggota keluarga pulang.

8. Jaga kebersihan gadget. Ini saran dari orang yang laptopnya pernah dirubung semut, yaitu saya. Bisa saja ketika membumbui sayur ada gula yang tak sengaja tersebar disana. Lebih baik gadget dibersihkan dulu setelah selesai multitasking meskipun sebelumnya tidak terjadi apa-apa. Hanya memastikan saja.

9. Batasi waktunya. Batasi disini bukan berarti harus selesai sebelum anggota keluarga pulang, melainkan batasi 2 jam, 3 jam atau sampai cucian selesai maka laptop harus ditutup. Pembatasan ini penting, karena internet itu candu, bisa keasikan sambil mengerjakan ini itu dalam satu ruangan sehingga pekerjaan rumah tangga atau kewajiban diruangan lain terbengkalai, seperti menyapu halaman, bersih-bersih kaca jendela, menata taman, menidurkan balita, bahkan sholat.

10. Jadikan konten. Keribetan multitasking seorang ibu bisa jadi bahan konten yang menarik, antara lain bisa jadi bahan tulisan blog yang seru atau bahan vlog tentang ribetnya ngurus rumah.  Saya pernah lihat channel youtube yang subscriber-nya luar biasa tentang ibu (bule) yang selalu gagal dalam urusan beres-beres rumah. Sayang saya lupa bookmark channel tersebut. Videonya lucu dan ibu-ibu banget, lengkap dengan anak-anak yang tak mau diam sehingga banyak yang suka. Lagipula, dalam dunia nyata memang tidak ada ibu yang sempurna, masak di dapur kinclong dengan rambut sasakan. Eh, ada ding di IG ibu itu. Heheee. Kebanyakan, dapurnya berantakan dengan baju belepotan tepung, serta tampang kusam keringetan. Makanya ketika melihat channel tersebut, dalam hati para subscriber bule itu pasti bilang, "Ih, gue banget!"

Jadi bu, ayok kita multitasking, nginem dirumah sambil ngeksis di internet. 

Nggak ada yang salah kok dengan itu asal semua beres. Para ibu rumah tangga tahu deh bagaimana susahnya menyelip-nyelipkan kesempatan seperti ini. Karena itu, nggak usah baper nggak bisa buka laptop di meja kerja yang rapi berhiaskan vas bunga dan pigura. Masih sangat beruntung lo ibu-ibu bisa nginem dan ngeksis dengan segala keterbatasan tersebut. Disyukuri saja, ya.

26 comments:

  1. mantap..tapi kalau multitasking memang kadang gak fokus y bu

    ReplyDelete
  2. Paling ngeri membayangkan kesandung kabel laptop memang Mbak... Posisi di dapur. Hueee.
    Tapi jaman sekarang memang orang bisa memanfaatkan kesempatan untuk bisa berkarya ya Mbak...

    ReplyDelete
  3. Ibu- ibu yang ngerjain semua sendiri, memang harus pintar-pintar curi waktu biar kerjaan dan ngeksis tetap jalan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaa kemarin tak omongin loh sama Donna. Tapi yg baik2 kok :))

      Delete
  4. Ooh... saya baru tahu kalau meletakkan irus melintang.. buih santan tdk akan membludak keluar? Benarkah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, penuh tapi nggak membludak. Asal apinya wajar & isi panci juga nggak kepenuhan lo ya.

      Delete
  5. Jd penasaran sm akun ig yg di no 10

    ReplyDelete
  6. selalu suka dengan tulisan mak lusi, nyata banget, eh kadang saya buka laptop sambil nyusuin, sekedar buka fb ato blogwalking, ntar kalo dah bobo, lanjut nulis...

    ReplyDelete
  7. Betul nih jaga kebersihan gadget...kadang sampek berminyak tuh gadget kena minyak dari gorengan yang kita makan...liciiinn akhirnya nggak konek saat disentuh

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. Kalah eksis lah sama dirimu. Aku tau lo nama lengkapmu sekarang :))

      Delete
  9. Aheum...kebersihan gadget. Ini PR banget. Terutama hapeku yang putih ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tips: Siapin odol buat bersihin noda di gadget putih.

      Delete
  10. di dapur bawa laptop, aku banget. hihi

    ReplyDelete
  11. Aku multitasking ya malah nambah dengan dokumen dan drafting statements huahahaa.. Tapi memang harus semangaat sih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dirimu mah queen of multitasking. Salut mbak :))

      Delete
  12. wah iya tuh, aku juga sekarang lebih sering nginem dan multitasking, secara si mbak nikah dan gak balik lagi :). Makasih tips-nya ya mbaa.. :)

    ReplyDelete
  13. laptop sampai dirubung semut mba hehehe kok bisa
    multitasking memang melelahkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya aku heran banget. Mungkin ada remah makanan jatuh nggak nyadar

      Delete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.