Saturday, September 24, 2016

Praktek #internetBAIK Yang Sudah Ibu Ketahui Tapi Sering Dilanggar

Tentang #internetBAIK untuk anak atau remaja sudah pernah saya tulis setelah mengikuti seminarnya.



Jika dalam tulisan sebelumnya, sesuai dengan isi seminar, adalah tentang dampaknya terhadap anak-anak, maka dalam artikel kali ini, saya akan menulis tentang perilaku kita sendiri, para ibu. Jika dulu anak-anak tidak mengenal penggunaan internet yang baik karena para orangtuanya gaptek, maka saat ini itu sudah bukan alasan lagi. Setidaknya di sekitar saya semua ibu sudah memegang smartphone, punya akun media sosial dan tergabung dalam chat group. Internet tidak perlu lagi diakses lewat komputer atau laptop. Semua sudah dalam genggaman. It's a matter of how smart we are. Are we smarter than our gadget? Kalau ibunya saja sering melanggar, jangan harap anak-anak mau mendengar arahan ibu.

B Bertanggung Jawab
Yang membedakan orangtua dan anak-anak adalah tanggung jawab. Anak-anak sering ceroboh karena rasa ingin tahu yang tinggi, sedangkan orangtua seharusnya bisa mengendalikan diri karena sudah paham konsekuensinya. Betulkah?
Jika saya bagi intensitas pengguna internet dalam 2 bagian, maka hasilnya adalah sebagian yang menggunakan internet untuk terhubung dalam urusan-urusan terbatas (pekerjaan non digital, satu kompleks perumahan, satu komunitas, dan sebagainya) dan sebagian lagi yang secara intensif menggunakan internet (pekerjaan, komunitas dan branding digital).
Mereka yang menggunakan internet secara terbatas biasanya berkumpul di chat group. Sayangnya, banyak yang menggunakan chat group untuk copy paste (copas) tanpa mencantumkan sumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Kadang mereka tak ubahnya remaja, membuat meme teman yang fotonya dicomot dari media sosial dan menggunakannya sebagai bahan lelucon tanpa diketahui teman tersebut karena berada diluar group. Untuk kasus terakhir ini saya lihat sendiri. Bagaimanapun anehnya teman kita, sebagai orang dewasa, kita tidak sepantasnya membuat lelucon dengan tendensi mengejek seperti itu. Tapi begitulah jika sedang berkumpul, seringkali kita lupa diri melakukan hal-hal yang kita sudah tahu bahwa itu tidak baik.


Sedangkan mereka yang secara intensif menggunakan internet, yang berarti sudah paham benar kedua sisinya, juga sering melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab. Bullying dimasa kampanye pemilihan kepala daerah atau pilkada seperti sekarang ini sudah menjadi kejadian yang bisa kita lihat setiap menoleh ke media sosial. 
Bahkan yang membuat saya prihatin adalah "bandelnya" para ibu yang mengunggah foto-foto anak-anak di hari pertama sekolah lalu, lengkap dengan nama di anak dan latar belakang papan nama sekolahnya. Percuma himbauan dari Kementrian Pendidikan untuk tidak mengunggah informasi penting tersebut. Jika diingatkan, malah seperti menantang, menganggap orang lain nyinyir. Padahal kalau terjadi apa-apa pada si anak, seluruh dunia dibuat repot. Sebagai netizen, bukankah sudah mengerti benar begitu banyak orang sakit jiwa yang bisa internetan. Kalau sampai sekarang ternyata aman-aman saja, ya mungkin anda sedang beruntung.

A Aman
Penggunaan internet harus aman dari potensi buruk yang kita buka sendiri seperti contoh diatas. Potensi buruk lainnya adalah kecenderungan para ibu untuk curhat di media sosial atau blog. Bercerita, mengeluarkan uneg-uneg, itu bisa meringankan beban. Tapi jangan lupa, misalnya bercerita di blog, kita merasa sedang curhat pada teman-teman karena merekalah yang meninggalkan jejak di kolom komentar. Tapi bagaimana dengan silent readers? Orang macam apakah yang turut membaca ungkapan hati itu? Kerentanan kita akan tertangkap oleh orang lain yang bisa saja seketika terpikir untuk memanfaatkan situasi tersebut.



Selain itu, kita juga harus bisa menciptakan keseimbangan antara dunia nyata dan maya. Soal keseimbangan antara dunia maya dan nyata ini seringkali membuat para ibu bias karena bagaimanapun perempuan itu sebenarnya suka drama. Hanya saja, ada yang bisa mengendalikan diri, ada yang kebablasan. 
Apa yang tampak di internet itu hanya sekian persen dari yang sesungguhnya terjadi. Misalnya saja jika saya terlihat beberapa kali tampil cantik tertawa-tawa kopdar dengan teman-teman blogger, bukan berarti didunia nyata juga sesenang itu. Untuk kopdar siang misalnya, berarti pagi-pagi saya harus ngebut masak dan umbah-umbah mengenakan daster batik yang basah dan kumal. Jadi jika kemudian ada yang baper karena tidak bisa ikut acara seperti itu, berarti lupa bahwa dalam hidup itu tidak hanya yang tampak di internet saja. Yang tampak di internet hanyalah yang dibagi oleh si pengguna, sebagian lainnya disimpan. Kalau semua mau di-publish, bisa-bisa dibanned media sosial karena dianggap spammer. Jangan gara-gara baper nggak bisa ikut event terus kekesalan dilimpahkan ke anak, ya.

I Inspiratif
Inspiratif dengan merasa benar sendiri itu bedanya sangat besar. Saya punya banyak teman yang membaktikan dirinya untuk membantu orang lain, baik dalam skala kecil, misalnya selalu memposting konten positif, maupun dalam skala besar seperti menjadi relawan bahkan menjadi founder.

Foto milik Ima tamasyaku.com

Internet adalah ruang maya yang sangat luas, meliputi seluruh dunia asal ada sinyalnya. Dengan demikian, bukan pada tempatnya untuk merasa bahwa apa yang kita lakukan ini adalah yang paling benar sehingga orang lain harus setuju bahkan mengikuti apa yang kita lakukan. Itu namanya bukan inspiratif melainkan memaksakan pendapat. Begitu pula jika berusaha menanamkan pengaruh dengan menjelek-jelekkan pihak lain.
Menjadi inspiratif adalah jika yang kita dilakukan menimbulkan niat orang lain untuk melakukan hal yang sama atau malah lebih baik dari yang kita lakukan. Seseorang yang inspiratif selalu mendapat tempat tersendiri bagi orang sekitarnya. Kita semua bisa menjadi inspiratif bagi siapapun juga. Tak usah berkecil hati meski hanya menginspirasi satu orang karena satu orang tersebut akan melakukan hal-hal baik yang bisa mempengaruhi orang yang lain lagi disekitarnya. 
Menjadi inspiratif berarti memberi jalan bagi kebaikan untuk terus mengalir.

K Kreatif
Kreatif berarti menaikkan level manfaat internet bagi diri kita maupun orang lain. Yang tadinya membuat status facebook tiap jam tentang kehidupan pribadi yang tidak ada urusannya dengan orang-orang di daftar teman, beranjak ke status yang lebih bermakna bagi siapapun juga di halaman facebook. Yang tadinya copas-copas motivasi, bisa beranjak ke realitas yang bisa didialogkan dengan teman-teman.
Kreatif di internet itu berarti seperti yang teman-teman blogger saya lakukan dengan membuat komunitas digital untuk saling membantu meningkatkan kemampuan ngeblog masing-masing, seperti Arisan Ilmu yang diadakan oleh Kumpulan Emak Blogger
Kreatif itu juga berarti menjadikan internet sebagai media untuk menyebarkan pemikiran-pemikiran baru, memahami sejarah, memperkenalkan karya, memperbaiki eksistensi dan sebagainya.
Kreatif itu adalah usaha untuk menjadi yang terbaik yang kadang berbau kompetisi. Bagaimanapun kompetisi adalah penyemangat paling mujarab bagi munculnya kreativitas. Tapi itu tak lantas membuat kita terpancing mengobarkan suasana persaingan yang saling menjatuhkan. 
Sebaik-baiknya kreativitas adalah yang bisa dirasakan manfaatnya seluas mungkin,

8 comments:

  1. benar sekali mak lusi, internet dan medsos sering membuat kebablasan walaupun tahu teori apa yang boleh dan tidak boleh di bagi di internet...btw, semoga pilkada Jakarta tidak membuat banyak kerusuhan di medsos , rusuh dengan status yang saling gitu deh xixixi

    ReplyDelete
  2. Emaknya bisa BAIK dulu, baru deh anak ikutan. Setuju sama Mak Lus..

    ReplyDelete
  3. Jadi positif atau negatif, memang tergantung yg makai.
    Makanya edukasi ini harus terus dilakukan. Agar semakin banyak yg terjangkau informasi ini.

    ReplyDelete
  4. "Sayangnya, banyak yang menggunakan chat group untuk copy paste (copas) tanpa mencantumkan sumber yang bisa dipertanggungjawabkan." dan ini sering saya temukan, akhirnya yang menyebarkan ini dianggap yang menulis. Belum lagi masalah meme, ah bener lah pokoknya tulisan ini.

    ReplyDelete
  5. Emang beneran ada ya... yg benar2 baper krn ga bisa ikut event?

    ReplyDelete
  6. Sungguh penting kesadaran seseorang untuk menangkal dampak negatif berunternet era sekarang ya mbk Lusi ☺semoga bisa menerapkan hal positif seperti sharing di atas.

    ReplyDelete
  7. Sungguh penting kesadaran seseorang untuk menangkal dampak negatif berunternet era sekarang ya mbk Lusi ☺semoga bisa menerapkan hal positif seperti sharing di atas.

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.