3 Resep Menu Cepat dan Mudah Jika Ibu Sakit

Thursday, September 22, 2016

Resep menu cepat dan mudah jika ibu sakit ini saya tulis dengan penuh penghayatan karena sedang sakit juga, hiks.

resep menu si sakit
Photo: Radovan Mrkus pexels.com

Kita, para ibu, sudah sering mengalami situasi seperti ini, sakit tapi harus tetap bergerak. Meski sakit, kita tetap berusaha bangkit untuk masak, bersih-bersih rumah, antar jemput anak dan sebagainya. Ketika anak-anak sudah di sekolah dan rumah sepi, barulah kita merasakan kepala pusing, badan anget, tulang ngilu, dan lapar. Meski lapar, tapi mau makan apa? Tenggorokan tak enak, melihat makanan nggak doyan. 
Tapi bu, kalau nggak makan, kapan sehatnya? Bayangkan apa yang paling enak untuk dimakan ketika sakit seperti ini, lalu kumpulkan semangat untuk mewujudkannya. Karena badan lemes, bikin yang mudah-mudah saja dan tidak mengharuskan kita berdiri lama didepan kompor, misalnya bubur. Kalau pengin bubur, beli saja di abang bubur ayam. Biasanya kalau sedang sakit, saya mampir ke abang bubur ayam setelah mengantar anak sekolah.
Mie instan rebus itu sedap sekali kalau dimakan pas badan meriang, tapi hati-hati jika tenggorokan juga sedang terserang radang karena bumbu yang terlalu merangsang akan membuat radang semakin parah.

Yang perlu diingat, hindari makanan yang sering dilarang dokter kalau sedang sakit, misalnya gorengan dan makanan pedas, karena itu jangan masukkan cabai dan kurangi merica. 

Juga ikuti saran yang sering dianjurkan dokter, misalnya perbanyak makanan lunak, berkuah dan hangat. Buah-buahan bisa menjadi penawar mulut yang terasa pahit. Tapi saya bukan penggemar buah-buahan garis keras sehingga tidak menggantikan makanan pokok sehari-hari seperti nasi (walaupun hanya mengkonsumsi terbatas), sayuran, daging, telur, ikan dan sebagainya.

Baca juga: Vegetable Haul Setelah Libur Panjang

Bagi yang diet seperti saya, kalau sedang sakit, prinsip saya sih energi kembali dulu. Meski masih sakit, kalau energi sudah kembali, diet sudah bisa diatur lagi, Don't be too hard on yourself. Have mercy to your sick body.

1. Bubur Sumsum


bubur sumsum

Ini adalah menu terfavorit saya kalau sakit. Entah darimana asal muasal bubur sumsum ini, tapi prinsip resepnya mengingatkan saya pada local wisdom penduduk di lereng bukit Menoreh. Ketika hendak mendaki gunung tersebut, saya sangu berbagai macam roti, coklat dan minuman. Kata teman saya sih, coklat itu sumber energi yang efektif dan praktis dibawa. Tapi warga setempat yang mengantar kami cukup membawa daging kelapa dan gula jawa.
Bahan utama bubur sumsum adalah tepung beras, santan dan gula jawa. Meski sederhana, bisa jadi sumber energi buat yang lemes karena nggak doyan makan.
Sayangnya, sudah jarang yang menjual bubur sumsum sesuai dengan selera saya, yaitu lembut, santannya terasa, dan manisnya pas. Meski masih banyak yang menjual dengan kemasan cup di pinggir jalan, tapi rasanya lebih enak membuat sendiri. Saya biasa membuatnya menggunakan perasaan, tidak ada takaran. Nah, supaya pembaca tidak bingung, saya ambilkan resep dari diahdidi.com. Sudah saya ujicoba kok, hampir sama seperti yang biasa saya buat.
Bahan: 100 gram tepung beras, 650 ml santan (santan instan ditambah sedikit air), santan untuk mencairkan tepung, garam, gula.
Kinca: gula jawa, gula pasir, garam, air.
Di resep diahdidi.com menggunakan santan instan merk tertentu, saya menggunakan merk lain, hasilnya tetap bagus, nggak bau instan. Merknya tidak saya sebutkan, nggak ada yang menawari endorsement, heheee.... Diahdidi.com juga menggunakan pandan, tapi saya tidak karena tidak punya stok. Suatu hari nanti saya akan menanam pandan. Gula sejumput saja, sedangkan garam disesuaikan. Meski rasa yang diharapkan asin, tapi penggunaan gula ini membuat rasanya lebih gurih dan nikmat. 
Untuk kinca bebas saja, lebih enak lagi ditambah jahe biar badan berkeringat.
Yang perlu diperhatikan adalah cara membuatnya. Karena cukup singkat, jangan sampai bergerindil atau matang tapi masih bau tepung. 
Caranya: Didihkan santan. Kecilkan api. Masukkan tepung yang telah dicarikan lebih dulu sambil diaduk terus hingga teksturnya menyatu, lembut dan tidak berair. Untuk kinca, bisa langsung dicampur semua dan saring setelah matang.
Cepat dan mudah banget, kan?

2. Sup Krim Jagung

sup krim jagung

Duuuh membayangkan memarut jagungnya? Oh, tidak! Hahahaa.... padahal ini mudah banget. Serut saja jagung menggunakan pisau lalu diuleg. Lebih mudah lagi diblender. Sup krim jagung ini kesukaan keluarga saya juga. Dulu kami sering beli di sebuah restoran fast food yang terkenal itu. Tapi lama-lama kok mahal, porsinya makin sedikit tinggal setengah cup, nggak ada chungky-nya dan makin cair. Padahal jagung seplastik isi 4 di tukang sayur hanya Rp 6.000,-
Bahan: jagung, tepung terigu, daun bawang, bawang putih, seledri, air, garam, merica, gula, mentega.
Garnish: seledri dan irisan ayam kotak-kotak kecil.
Pertama-tama, seperti yang saya sebutkan diatas, 2 buah jagung disisir dengan pisau lalu diuleg atau diblender. 
Didalam panci anti lengket (kalau tidak punya lebih baik pakai wajan biasa), cairkan 1 sendok makan mentega, lalu masukkan 2 siung bawang putih geprek dan setangkai daun bawang. Oseng sebentar, lalu masukkan 2 sendok makan tepung terigu (tergantung kekentalan yang diinginkan) dan terus dioseng. Masukkan air sedikit demi sedikit sampai mencapai kekentalan yang diinginkan. Tambahkan gula 1 sendok teh, gula secukupnya dan sedikit merica. Jangan lupa selalu dicicipi seperti masterchef itu ya.

Baca juga: Serunya Mereplika Menu Rumah Makan

Kalau orang bule sih biasanya sup seperti ini disaring, tapi orang sakit nggak usah ribet lah, begitu saja sudah bikin badan berkeringat dan enteng. Untuk garnish bisa apa aja seadanya. Biasanya saya letakkan garnish untuk hidangan keluarga, tapi kalau untuk dimakan sendiri ketika sakit sih nggak macam-macam.

3. Susu Jahe


Ini nggak ada jahenya sih, tapi daripada nggak ada foto susu ya. 
Kalau badan lagi anget atau meriang, susu jahe ini saya andalkan untuk memanggil keringat. Sedangkan anak-anak suka meminumnya ketika sakit flu, biar plong.
Susu jahe ini ya terdiri dari susu dan jahe. Ibu-ibu pasti sudah sering membuatnya kan?
Susu jahe paling nikmat menggunakan susu kental manis. Jika menggunakan susu cair biasa ditambah gula, rasanya kurang nendang. Karena sudah manis, susu jahe yang menggunakan skm tidak perlu ditambah gula lagi.
Cara membuat susu jahe menggunakan skm dan susu cair juga berbeda agar rasanya lebih terasa. 
Jika menggunakan skm, geprek jahe dan bakar sebentar. Buang yang gosong. Masukkan dalam gelas dan tambahkan skm. Tuangi dengan air mendidih, lalu aduk. Kalau badan sedang benar-benar tidak enak, saya skip bakar jahe, langsung geprek dan cemplungin saja. Sudah nggak kuat berdiri lama-lama.
Jika menggunakan susu cair, rebus susu cair di panci, tambahkan jahe yang sudah dikupas dan digeprek, tambahkan gula secukupkan dan biarkan aroma jahenya keluar sebelum panci diangkat dari kompor.

Saya yakin, ibu-ibu juga punya resep favorit lain ketika sakit. 

Jangan sampai nggak makan sama sekali karena badan nggak enak dan mulut pahit. Kalau ibu nggak segera sembuh, ibu juga yang susah. Yuk, semangat, semangat!

You Might Also Like

17 comments

  1. wah lihat bubur sumsum malah pengen mb
    iya bener kalau sakit itu paling bisa diterima perut
    apalagi kalau pas maag kumat hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, memang paling bersahabat utk sakit apapun :))

      Delete
  2. Pas bgt saya lg sakit nih mba...
    Jd pgn sup krim jagung :)
    Alhamdulillah hr ini makananan aman, td siang dpt kiriman dr ortu, terus buat sore ada kiriman dr bu rt :D

    ReplyDelete
  3. Susu jahe biasanya saya beli yg sdh instan sachetan itu lho... trus untuk menggantikan daun pandan sy jg biasanya pake esens pandan aja. Hihihi... generasi instan lah saya pokoknya😂

    ReplyDelete
  4. Lekas pulih Mbak.
    Ngomong2 soal sakit beruntungnya saya ya mbak masih ada ibu jadi ada yg bantuin. Salah satunya bantuin buat makanan kayak bubur ayam. Di sini jarang yg jual bubur ayam.

    ReplyDelete
  5. emakk aku mau bubur sumsumnyaa
    baru mampir via web kesini. aih makin cakep aja blognya mak lusi :*
    moga sehat terus yaa

    ReplyDelete
  6. Susu jahe saya biasa beli di angkringan deket rumah :D Jogja rasa Jakarta. Kalau bikin sendiri saya juga nggak dibakar dulu. Geprek aja. Sehat2 ya, mba :)

    ReplyDelete
  7. Aku masih gagal bikin bubur sumsum Mak Lus, nggak pake resep sih cuma kira2. N kayaknya dari resep diatas air santan yg tak pake kurang banyak. Next time bikin ah pake takaran itu biar pas. Nuwun Mak Lusi.

    ReplyDelete
  8. Anak kost sih palingan bikin lemon tea anget. Heuheu...

    ReplyDelete
  9. Intinya ibu-ibu ngga boleh sakit ya mbak, kalaupun terpaksa sakit harus beberapa menit saja. Karena kalau ibu sakit pasti anak juga ikutan sedih :(

    Bubur sumsum mau dong :)

    ReplyDelete
  10. cepat sehat lagi mbak...
    air jeruk anget jadi andalanku kalau sakit

    ReplyDelete
  11. Udah lama gak icip bubur sumsum mak :( dan susu jahe sukaak ^^

    ReplyDelete
  12. kalo aku sakit biasanya beli,hehe...seringnya beli bubur ayam kalo bikin sendiri palingan bikin sup/sayur asem..

    ReplyDelete
  13. Saya juga suka rebusan jahe yg dicampur gula merah kalau lagi sakit. Tapi yang dikasih susu belum pernah nyoba. Semoga kita sehat2 terus ya, Mbak...

    ReplyDelete
  14. sakit ataupun enggak, bubur sumsum always be my favourite! tapi sup krim jagung kayanya ide yang usul juga buat menu ketika sakit..

    ReplyDelete
  15. andai deket aku minta deh mbak, aku lagi lemes ga bisa masak

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.