Monday, January 16, 2017

Bakmi Mewah, Membuat Sarapanku Seperti Di Hotel Berbintang

Bakmi Mewah adalah salah satu menu sarapan pilihan saya karena mudah dan cepat memasaknya. Tapi nggak cuma itu lo.


Foto: canva.com
Hari kedua setelah liburan semester yang mirip libur Lebaran karena disambung dengan  libur akhir tahun lalu, anak-anak terlambat ke sekolah karena kami semua terlambat bangun. Seberapa terlambat? Sekolah masuk jam 07.00, sementara kami bangun jam 07.30! 
Namun demikian, anak-anak tetap mau masuk sekolah. Mereka dengan percaya diri lapor ke satpam sekolah, lalu membawa surat ijin terlambat ke guru BP untuk minta tanda tangan. Sepulang sekolah, si sulung menceritakan keheranannnya.
Si sulung: “Guru BP-nya ngomel-ngomel, mah. Padahal aku baru sekali ini saja terlambat selama 2,5 tahun sekolah disana.”
Saya: “Memangnya kamu bilang apa? Kamu nggak bohong, kan?”
Si sulung: “Justru itu. Aku cerita apa adanya, eh ibu itu nggak percaya. Katanya, masa satu rumah bisa kesiangan banget semua kayak gitu? Terus ibu itu minta nomor telepon mamah buat cross check. Mamah ditelepon?”
Saya dengan melotot bercampur geli: “Mungkin bukan karena alasannya tapi kamu saja yang ngomongnnya sambil cengengesan.”
Si sulung: “Mamah, nih!”

Tapi begitulah, musibah kesiangan bisa terjadi pada siapa saja. Bisa secara individu, maupun satu rombongan sirkus. Kadang bisa selamat setelah gedumbrangan nggak karuan, kadang nggak bisa selamat dan disetrap. Keluarga kami sebenarnya nyaris tidak pernah telat bangun. Entahlah kemarin itu mungkin sedang apes atau susah move on dari liburan panjang.

Mengumpulkan harta untuk membuat sarapan.

Bangun pagi, meski sudah dibantu alarm, adalah kondisi yang serba mungkin. Mungkin bisa bangun, mungkin enggak. Kita harus selalu siap mendapati apa yang terjadi ketika membuka mata, termasuk pagi yang terburu-buru. Yang saya utamakan tentu saja sarapan untuk anak-anak. Mereka perlu energi lebih banyak karena anak-anak akan bergerak dan berpikir seharian di sekolah, belum lagi jika ada pelajaran olahraga dan tari, serta ekstrakulikuler. Sarapan anak-anak harus mengandung karbohidrat, protein dan vitamin. 

Pertama kali tahu tentang Bakmi Mewah dari mbak-mbak SPG di supermarket. 

Kebetulan rumah saya dekat dengan supermarket grosir yang parkirnya gratis, sehingga saya mondar mandir kayak setrikaan saja kesitu sekalian lewat kalau mau ke kota. Untungnya belanja di supermarket grosir, selain harganya lebih murah dari supermarket lain, juga mendapatkan informasi dan harga promo produk baru lebih dulu.

Isi dari kotak pembungkus Bakmi Mewah. Iya posisi mie-nya TERBALIK. Saya sudah dikomplen oleh follower instagram saya. Keren deh, sampai memperhatikan posisinya. Padahal sengaja dibalik buat cari perhatian heheee....


Saya diajak icip-icip di outlet yang sengaja dibuat untuk promo tersebut. Saya pikir potongan ayam yang ada disitu adalah tambahan untuk penyajian. Semacam mie ayam, begitulah. Ternyata tidak, ibu-ibu.

Ayam itu berasal dari dari dalam bungkus Bakmi Mewah juga. Ajaib!


Selama ini kita mengenal tambahan di mie instan selain bumbu adalah kremes, sayuran kering, bawang goreng, koya dan sejenisnya. Belum pernah daging beneran dijadikan tambahan bahan makanan kemasan. Tapi Bakmi Mewah telah mengawalinya. Daging tersebut dibungkus dalam kemasan khusus agar tetap layak konsumsi sesuai dengan masa kedaluarsanya.

Mbak SPG juga memperagakan cara memasaknya seperti gambar dibawah ini. Hanya perlu waktu 2,5 menit saja!

Sumber: http://www.bakmimewah.com/howtocook.html

Bakmi untuk sarapan sering dianggap sebagai menu darurat di rumah. Padahal enggak juga. Banyak hotel yang menyajikannya sebagai salah satu menu sarapan bagi mereka yang tidak suka nasi. Prakteknya sih, kalau di Indonesia, tidak aneh melihat mie dan nasi dalam satu piring. Kebiasaan kita meletakkan mie alakadarnya di piring, menguatkan cap mie tersebut sebagai makanan darurat.

Untuk Bakmi Mewah ini, sayang ya kalau asal taruh di piring, mengingat ingredients-nya yang lengkap dan rasanya yang lezat. Bakminya juga kenyal dan lembut, cukup bersahabat untuk sarapan, ketika kita masih malas mengunyah. Nggak tajam di tenggorokan. Jauh dari kesan makanan darurat. Apalagi jika mau sedikit usaha, maka akan menyerupai menu sarapan ala hotel.

Kalau tambah penasaran, lanjut saja baca detilnya di www.bakmimewah.com.


Cara penyajian Bakmi Mewah kesukaan saya.

Sebagai menu sarapan, saya tidak menambahkan terlalu banyak bahan lain. Kan sudah lengkap ada mie, ayam, jamur dan sayuran. Untuk menambah penampilan agar suasana sarapan lebih santai meski mengejar waktu, saya tambahkan sayur-sayuran mentah yang menyehatkan sekaligus untuk menambahkan warna, misalnya wortel baby yang diparut dan seledri keriting alias parsley. Wortel kecil-kecil yang dijual di supermarket tersebut rasanya manis meskipun mentah. Untuk mengurangi aroma langu, penyajiannya saya parut kasar. Kami suka sekali wortel kecil-kecil diparut ini.
Jika masih ada waktu, saya tambahkan juga telor rebus kesukaan anak-anak. Kalau saya sendiri merasa telor dadar rajang lebih matching untuk Bakmi Mewah.


Cara penyajian Bakmi Mewah kesukaan anak-anak.
Selain menambahkan sayuran segar, saya juga menata seapik mungkin untuk membangun semangat memulai hari. Meski demikian, saya juga menyesuaikan selera penyajian anak-anak. Anak-anak lebih suka ditata dengan praktis seperti foto diatas. Jika tak sempat sarapan di meja makan, mereka bisa membawanya dengan aman untuk dimakan di mobil dalam perjalanan ke sekolah. Sebenarnya saya tidak suka anak-anak makan sambil mobil berjalan. Jika di jam pulang sekolah, biasanya saya akan memarkir mobil dan menunggu sampai mereka selesai makan. Tapi di jam berangkat sekolah dan bangun di jam mepet, apa daya, daripada tidak sarapan.

Selain ditata penyajiannya seperti yang saya lakukan, Bakmi Mewah ini bisa dikreasikan seperti apa lagi ya untuk sarapan? Ada ide? Teman-teman coba deh, bisa jadi menu sarapan andalan.

17 comments:

  1. Ngikik baca gurunya nggak percaya kalau serumah kesiangan semua. Ahahaha.
    Aku sering ketar ketir mbayangin kalau nanti anakku sekolah. Akan bergabung ke komunitas ibu-ibu hectic di pagi hari :p.

    Aku kemarin masak Bakmi Mewah juga Mbaaa. Aku tambahin seafood sama sayuran. Terus aku tumis lagi pakai irisan bamer baput dan sedikit saos tiram. Aslik. Enak banget =G

    ReplyDelete
  2. Mevvah yaa mba hihii..aku juga udah nyobain. Kemarin kubikin martabak isi campur ini. Anak happy juga :)

    ReplyDelete
  3. Aku belum pernah nyobain nih bakmi mewah. Sepertinya enak ya, ntar cari ah di supermarket :)

    ReplyDelete
  4. Siapa nama guru BP nya???hehehe
    aku kemarin bikin bakmi lendir,kangen mi lendir

    ReplyDelete
  5. hahhaa... kok iso mba kesiangan semua hihihi...
    aku pengen ikut ngolah bakmi mewah juga tapi bingung mau dibikin apa yg laen kok pada kreatip gini masaknya hehe...

    ReplyDelete
  6. aku malah belum pernah nyoba piye iki

    ReplyDelete
  7. Untuk segala mie, saya tetep suka mie dengan telor ceplok!
    Mbak, mbak, tibake Bakmi Mewah enak, ya. Saya baru sekali makan, langsung ketagihan

    ReplyDelete
  8. Baca ini pas jam segini masih di kantor, bikin pengen nyeduh mie sesampainya di rumah. Hehehe, ngiler banget, mbak.

    ReplyDelete
  9. Ibu guru nggak tau aja, kalau si mamah udah kesiangan, itu kemungkinan besar, sekeluarga kesiangan, haha... Bakmi Mewah dengan sayuran mentah makannya jadi ada kriuknya ya. Menyehatkan pula :D

    ReplyDelete
  10. bakmi mewah ga diapa2in aja udh mewah rasanya...apalagi diapa2in...hmm yamii

    ReplyDelete
  11. Aku tiap sekolah pasti telat tok mba xD.
    Kudu mangan bakmi mewah ki ben g telat

    ReplyDelete
  12. Hehehe....ngebayangin ekspresi guru BP nya si sulung. Flat, pastinya

    ReplyDelete
  13. aku penasaraaaan...tapi MSGnya gimana mba >_<

    ReplyDelete
  14. Maak, jadi inget pas SD dulu. Ibuku kalau masakin sarapan biasanya mie instan yang ada kuahnya.
    Btw bakmi mewah ini memang enak. Pas baca cara penyajiannya eee jebul ga pake kuah ya. Tapi tetep enak sih, hehehe.

    ReplyDelete
  15. yang jelas masak mie nya gak pake gedumbarangan kan mba hehehe

    ReplyDelete
  16. Aku blom pernah nyoba ni mbaa, ngga kekinian bingiiit hihi

    ReplyDelete
  17. Aaaaaa aku mupeng liatnya. Harusnya pas ultah KEB di Jogja kemarin dirimu bawa potluck ini, Mak :D

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.