Monday, January 30, 2017

Ke Jogja Naik Apa, Turun Dimana, Disambung Apa?

Ke Jogja naik apa dan turun dimana kerap ditanyakan oleh teman-teman yang ingin Jogja menggunakan kendaraan umum.



Sebagai tujuan wisata utama di Indonesia, Jogja tidak lagi ramai wisatawan hanya di musim liburan tapi juga tiap weekend. Angkutan umum seperti pesawat, kereta api, bus, travel, shuttle menjadi pilihan banyak orang dibandingkan dengan kendaraan pribadi yang butuh stamina prima. 
Namun yang jadi masalah adalah turun dimana? Angkutan dalam kota Jogja belum sepenuhnya terkoneksi seperti di Jakarta. Masih banyak area yang harus ditempuh dengan taksi, becak atau ojek online. Belum lagi kekhawatiran dikerubuti calo taksi atau ojek. Saya sendiri belum pernah menginjakkan kaki di terminal Giwangan karena selalu turun sebelum mencapai terminal tersebut. Semoga ketidaksempurnaan informasi tersebut tidak terlalu banyak mengurangi manfaat dari artikel ini.

Shelter bus Damri bandara Adi Sutjipto Jogja


PESAWAT

Saat ini Jogja hanya punya satu bandara, yaitu Adi Sutjipto di Maguwo. Kelak Jogja akan memiliki bandara baru di Wates. Next time saya update kalau bandaranya sudah jadi. Tapi itu bukan berarti Jogja bakal punya dua bandara. Adi Sutjipto akan dikembalikan ke Akademi Angkatan Udara. Saya sudah pernah lo, masuk ke AAU waktu masih mahasiswi, diundang pestanya para taruna. Kondisi dalam AAU sendiri saya tidak ingat karena malam. Yang saya ingat malah beberapa taruna yang membawakan dance Black or White-nya Michael Jackson dengan kostum penerbang. Cuci mata. Heheheee....
Adi Sutjipto terletak di Jalan Jogja-Solo sehingga jika kesulitan penerbangan, teman-teman ada juga yang turun di Jogja. Frekuensi penerbangan ke Jogja memang lebih banyak daripada ke Solo. 
Bandara Adi Sutjipto sudah dengan terintegrasi angkutan umum lainnya. 
  1. Taksi. Booth taksi bandara ada di pintu keluar ada taksi bandara. Disana teman-teman juga akan disambut oleh sederet sopir taksi yang menawarkan diri tapi saya nggak pernah pakai mereka karena suka panik kalau dikerubutin, jadi saya pilih ke booth aja. Meski saya orang Jogja, saya tidak pernah keluar bandara dulu dengan jalan kaki untuk mendapatkan taksi yang lebih murah. Saya selalu menggunakan taksi bandara karena fixed price dan nggak repot dengan bawaan. Maklum, bukan tipe backpackeran yang bisa ringkes. Untuk teman-teman yang tidak terlalu mengenal Jogja, lebih baik pakai taksi bandara juga.
  2. Kereta api. Yang berhenti disini adalah kereta pramex Jogja-Solo dan kereta api ekonomi kearah timur. Cek di website PT KAI. Itulah sebabnya teman-teman Solo bisa turun di Jogja lalu meneruskan ke Solo tanpa ribet. Caranya, dari pintu keluar, teman-teman jangan lurus keluar bandara lewat pintu pemberangkatan, tapi belok kiri masuk ke terowongan (meskipun bentuknya nggak seperti terowongan, melainkan hanya turun naik eskalator). Setelah keluar dari terowongan tersebut, cukup belok kiri sudah sampai ke stasiun Maguwo.
  3. Damri. Shuttle berupa bus kecil ini setahu saya ke arah utara, yaitu kota Magelang. Kalau lihat di website bandara sih bisa sampai Purworejo dan Kebumen. Angkutan ini bisa disewa untuk rombongan. Letak shelternya ada di kanan pintu keluar terowongan.
  4. Car rental. Letaknya ada di parkiran bandara. 
  5. Trans Jogja. Haltenya juga didalam parkiran bandara. Cukup melangkah keluar sedikit dari lobi terowongan tadi. Teman-teman bisa tanyakan dulu jalur bus yang ada dan koneksinya jika harus ganti bus. Pengalaman pernah muter-muter lama. Dari bandara mau ke Gejayan, tapi bus tidak langsung belok ke Gejayan dari bandara, melainkan bablas dan muter-muter dulu. Jadi pastikan dulu busnya akan menempuh jalur mana jika tidak ingin kelamaan.
  6. Ojek online. Yup, banyak backpacker dan mahasiswa yang hanya mencangklong satu ransel sehingga cukup naik ojek. Saya lihat sih disini tidak masalah dengan ojek pangkalan. Tapi saya memang tidak pernah memperhatikan ada tidaknya pangkalan ojek. Lain kali kalau lihat akan saya update.

Stasiun Tugu tapi hanya untuk menurunkan calon penumpang (pintu masuk).

KERETA API

Untuk dalam kota, Jogja memiliki 2 stasiun kererta api, yaitu Tugu dan Lempuyangan. Stasiun Maguwo (orang Jogja menyebutnya Meguwo) yang saya sebutkan diatas terletak di Kabupaten Sleman, DIY. 
Stasiun utama Jogja adalah Tugu, terletak di pusat kota. Keluar dari stasiun ini, teman-teman akan melewati terowongan dalam arti sebenarnya, lalu muncul dan berada di Jl. Pasar Kembang. Jika teman-teman belok kiri (ke timur), jalan sedikit sudah sampai di Malioboro. Teman-teman bisa langsung foto-foto dibawah plang Jl Malioboro. 
Dahulu kawasan ini terkenal sebagai kawasan yang tidak baik. Banyak transaksi asusila disana. Tapi sekarang sudah berubah dan terdapat deretan hotel yang bagus. PT KAI juga sudah melakukan pembersihan terhadap lapak-lapak liar didepan pagar stasiun.
Didepan stasiun banyak becak, ojek dan taksi. Belum ada booth taksi resmi didalam, jadi semua terserah pilihan teman-teman. Untuk kontroversi ojek online dan pangkalan, saya belum pernah melihatnya. Mungkin saya kurang observasi. Untuk halte Trans Jogja harus berjalan agak jauh ke kanan (barat). Saya lebih sering naik becak sih, karena sebagian ada yang kenal. Bukan... saya bukan preman stasiun. Hahahaaa.... Kenal begitu bukan berarti lebih murah juga sih. Seringkali malah gak tega. Hiks.
Stasiun Lempuyangan dikhususkan untuk kereta api jarak pendek dan kereta api ekonomi jarak jauh. Stasiun ini cukup kecil sehingga keluar masuknya tidak ribet. Hanya saja angkutan penerusnya jadi kurang fleksibel. Kalau ingin naik Trans Jogja, teman-teman cari saja halte portable di kanan (barat) stasiun. Halte ini tidak mencolok dan sedikit saja jalur yang lewat sini. Berhubung halte portable, maka tidak ada yang jaga, jadi tidak bisa tanya jalur. Pelajari dulu jalur tersebut dari internet sebelum bepergian. Halte yang lebih besar ada di utara stasiun, yaitu didepan SMP 5, utara stadion Kridosono. Banyak traveller yang memilih jalan kaki ke halte SMP 5. Kalau saya sih ogah. Kalau harus ke halte tersebut, pilih naik becak.
Berhubung stasiun jalur pendek, banyak penitipan sepeda motor didepan stasiun. Untuk pangkalan ojek, maaf saya tidak punya info.

Jl Pasar Kembang dari Hotel Neo


BUS

Pintu masuk bus dari luar kota ada 3: utara, timur dan barat. Dari selatan tidak ada karena laut. Semua mengarah ke terminal bus utama, yaitu terminal Giwangan.

Pintu utara. Pintu utara berarti bus dari arah utara DIY, yaitu Magelang, Semarang dan bus-bus jarak jauh seperti dari Jakarta yang melewati Pantura. Di pintu utara kebanyakan penumpang turun di terminal Jombor untuk kemudian meneruskan perjalanan ke dalam kota. Terminal Jombor terletak di sebelah kanan, jadi bus harus melakukan u-turn dibawah flyover. Jarak dari Jombor ke Giwangan cukup jauh, melipir ring road, sehingga penumpang tidak mau buang-buang waktu dan memilih ganti angkutan. Mahasiswa yang hendak ke UGM dari utara, lebih baik turun di Jombor.
Dari Jombor, penumpang bisa memilih berganti Trans Jogja, taksi atau ojek. Sekali lagi, pastikan jalur yang dilalui Trans Jogja supaya nggak muter-muter dan supaya tidak bengong jika tidak ada terusannya. Taksi didalam terminal sudah ada. Tapi kadang ada bus nakal, tidak mau masuk terminal, melainkan menurunkan penumpang didepan Indomaret (seberang terminal). Disana juga ada taksi tapi tempatnya crowded dan bikin macet karena ada penyempitan jalan. Kalau mau dapat taksi yang lebih bagus, jalan kaki menyeberang ke arah selatan. Didepan Indogrosir ada lebih banyak taksi. 
Yang penting untuk diperhatikan, tensi ojek online vs pangkalan cukup tinggi disini. Bahkan ada spanduk ojek online dilarang masuk terminal. Jadi, kalau teman-teman keukeuh pengin naik ojek online, harus keluar terminal dulu, tapi jangan nyebrang ke Indomaret ya. Disana juga ada pangkalan ojek.

Pintu timur. Pintu timur itu berarti bus dari arah Solo dan Jawa Timur. Frekuensi bus dari arah sana cukup tinggi di jam kantor karena banyak yang nglaju juga. Biasanya penumpang memilih turun di Janti, untuk meneruskan perjalanan menggunakan Trans Jogja, taksi atau ojek. Saya tidak bisa cerita banyak karena belum pernah mencoba turun di wilayah ini. Saya lihat banyak taksi ngetem dan ada pangkalan ojek.  Yang jelas, penandanya adalah sebelum  flyover. Biasanya mahasiswa yang kuliah seputar Babarsari akan turun disini. Jika lurus, dekat dengan Mall Amplaz. Disini tidak ada terminal kecil. Bus dari luar kota akan belok kiri dibawah flyover menuju terminal Giwangan. 

Pintu Barat. Pintu barat itu berarti bus dari arah Purworejo, Bandung dan Jakarta via jalur selatan. Tempat favorit pemberhentian penumpang adalah Gamping. Ada yang menyebut ini sebagai terminal kecil. Wujudnya sih lebih tepat seperti tempat bongkar muat barang pasar. Di seberang tempat ini adalah Pasar Gamping yang terkenal sebagai tempat kulakan buah-buahan. Saya tidak punya banyak info tentang tempat ini. Saya lihat tidak ada halte Trans Jogja. Tapi dari sini teman saya aman-aman saja memanggil ojek online.

TRAVEL ATAU SHUTTLE

Beda travel dan shuttle itu adalah kalau travel diantar sampai alamat, sedangkan shuttle hanya sampai pool. Biasanya yang shuttle itu jarak pendek sampai menengah, misalnya dari Solo atau Semarang. Jumlah travel dan shuttle cukup banyak, jadi saya tidak bisa menginformasikan semua. Tapi biasanya ada travel atau shuttle favorit untuk masing-masing pintu masuk Jogja. Saya beri contoh 3 saja, ya.
Contoh pertama (update) shuttle Joglosemar sudah pindah, tidak lagi di seberang JCM tapi tetap di Jl Magelang. Jika dari arah Magelang menuju Jogja, letaknya sebelum fly over Jombor sebelah kanan, dekat dengan Toyota. Dari sana, teman-teman bisa naik taksi atau memesan ojek online. Jika ingin naik Trans Jogja, minta diturunkan di terminal Jombor. Jika sopir tidak mau, bisa jalan kaki sebentar ke selatan. Lumayan jauh tapi nggak sampai capek banget kok kalau bawaan tidak banyak.
Contoh kedua shuttle Daytrans yang poolnya ada di perempatan Gading, di bagian selatan cenderung ke barat Jogja. Dari sini teman-teman bisa naik taksi atau ojek online. Kalau teman-teman mau agak capek dikit jalan kaki ke utara bisa langsung piknik di Alun-alun Kidul.
Contoh ketiga pool travel Tugu, yang terletak di sepanjang Jl Diponegoro, barat Tugu atau dikenal pula sebagai daerah Kranggan. Disini berkumpul agen-agen travel lama. Karena travel, teman-teman bisa minta antar hingga alamat. Tapi jika ingin langsung piknik, minta turun di pool mereka saja. Tinggal jalan kaki ke timur sudah sampai Tugu. Langsung foto-foto. 

BUS KECIL

Selain itu masih ada bus-bus kecil atau bus engkel jarak dekat dari kabupaten ke kota. Biasanya bus ini bisa menembus lebih dekat kota. Misalnya bus kecil dari utara bisa masuk hingga perempatan Pingit, untuk kemudian melipir pinggir barat melalui Jl HOS Cokroaminoto ke arah selatan. Teman-teman punya lebih banyak pilihan tempat turun karena mereka tidak perlu berhenti di halte. Jalur lain saya tidak tahu. Akan saya update jika saya temukan.

Nah, sampai disini dulu info dari saya. Yang paling penting, waspada dan nikmati perjalanan.

12 comments:

  1. Wajib saya catat, rencana sih ada buat ke Yogya tpi belum tau kapan hehe

    ReplyDelete
  2. Jaman masih SMA di Kebumen, tiap ke Jogja pasti naik sepur, Mbak. Sering banget, kapan ada pelajaran kosong atau pulang gasik mesti langsung cuss stasiun sama temen2. Dulu kan belum seketat sekarang ya, jadi kami nggak beli karcis, kucing2an sama kondektur, wkwkwk.
    Turun di Tugu, muter2 di Malioboro, jajan paling banter es, terus abis itu pulang. Hahahaha.

    Kangen tenin, jaaan. Sekarang kalau ke Jogja seringnya sama keluarga jadi naik mobil deh.

    ReplyDelete
  3. Lengkap mbak lus. Aku jogja asli yang nggak pernah update info alat transportasi. Bertahun2 ada transjogja...pengen sekali-kali nyoba naik, belum kelakon☺

    ReplyDelete
  4. jadi pengen lagi ke Jogja naik kereta, tapi kali ini ajak bareng anak-anak, makasih infonya mak, penting banget ini :)

    ReplyDelete
  5. Dan sayapun merindukan Yogya dengan keramahan penduduknya, bersih kotanya dan pastinya wisata kulinernya yang ajib :)

    ReplyDelete
  6. bookmark ahh, buat jaga-jaga bila suatu saat ke Jogja :)

    ReplyDelete
  7. aku paling nyaman anik kereta k jogja, cuman ya harus sabar...lama.

    ReplyDelete
  8. Ketika masih di Semarang, saya suka naik bus bareng teman2. Tapi ya tetep gak hafal jalan.
    Infonya lengkap banget, mba.

    ReplyDelete
  9. Aku dah lupa jalan ni mba dah lama ngga ke jogja, mau ngandelin ojek online saja hihi..Bismillah..

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.