Monday, January 09, 2017

Ini Yang Harus Diperhatikan Perempuan Kalau Kendaraan Mogok Di Jalan

Sepeda motor atau mobil mogok itu bisa terjadi kapan saja sehingga perempuan harus selalu siap.


Yang paling ditakutkan perempuan adalah

  • mogok di jalur lalu lintas padat
  • mogok di jalanan sepi
  • nggak ngerti mesin
Namun demikian, ternyata lalu lintas biasa (nggak padat dan nggak sepi) bisa juga berbahaya. Kami pernah kehilangan satu tas berisi passport, akte dan dokumen-dokumen lain ketika ganti ban bertahun-tahun lalu. Jadi ganti ban di kanan, pencuri mengambil tas dari kiri. Memang sih nggak ada duit karena duit ada di tas lain dan nggak banyak. Tapi nyesek juga karena itu baru baru pulang dari imigrasi ngambil passport langsung ilang. Belum lagi ngurus akte dan lain-lain.

Sabtu lalu mobil saya mogok ketika menyetir sendiri. Ada beberapa tanda-tanda mencurigakan yang saya perhatikan sehingga saya selalu mengingatkan diri untuk waspada. Setelah berhasil diatasi, saya berniat untuk menulisnya karena makin banyak perempuan yang mengendarai kendaraan sendiri, baik motor maupun mobil, baik ke kantor maupun antar jemput anak.

Mogok Di Jalur Lalu Lintas Padat
Dulu saya pernah punya mobil yang umurnya sudah 20 tahun dan bisa tiba-tiba ngambek dimana saja. Pokoknya nggak sopan banget deh. Suatu hari tiba-tiba dia bermasalah di perempatan paling ramai di Jogja di jam paling ramai yaitu jam orang berangkat ke kantor dan sekolah. Huah, panik luar biasa. Untungnya anak-anak saya yang waktu itu masih kecil-kecil nggak rewel. Mereka sih tabah banget ya, sudah biasa lihat ibunya susah. Heheheee....
Masalahnya adalah air radiator mesin mendidih. Padahal fungsi radiator adalah untuk mendinginkan mesin. Saya langsung mematikan mobil. Tentu saja konser musik rock klakson dimulai. Tak peduli yang kena musibah ibu-ibu, mungkin juga karena ibu-ibu justru mereka gemas, mengganggap ibu-ibu tidak kompeten membawa mobil. Ditambah saat itu tidak ada polisi lalu lintas.
Tak hanya mobil, kerusakan sepeda motor pun dianggap sebagai ketidakmampuan seorang perempuan. Padahal itu masalahnya kendaraan yang rusak, entah ban gembos atau lainnya, bukan karena ugal-ugalan sein kiri belok kanan.
Ketika mogok di jalur lalu-lintas padat, yang utama adalah mengamankan kendaraan agar tidak mengganggu lalu-lintas tersebut.

Mogok Di Jalanan Sepi
Ini yang paling ditakuti perempuan. Orang baik pun bisa tiba-tiba jahat jika melihat kesempatan, yaitu seorang perempuan yang terdampar sendirian. 
Karena itu, kalau mogok di jalanan sepi yang terpenting bukan mengamankan kendaraan, melainkan mengamankan diri sendiri.
Nggak Ngerti Mesin
Perempuan lemah di mesin. Itu sebenarnya stereotype saja. Kalau mau buka-buka mesin sedikit, pasti nggak kalah dengan laki-laki. Laki-laki pun sebenarnya nggak ngerti banyak, tapi mereka paham yang wajib-wajib, selebihnya mereka juga pasrah ke bengkel kok. 
Misalnya ketika kami memutuskan ganti aki mobil dari basah ke kering itu gara-gara saya nggak pernah ngecek air aki di mobil sebelumnya. Pasrah dengan service rutin. Akibatnya aki rusak dan mobil nggak mau distarter. Apakah setelah pakai aki kering jadi aman? Aki kering itu tak perlu rutin cek, tapi punya umur lebih pendek. Kalau sudah setahun lebih harus sensitif ketika distater agak susah. Lagi-lagi saya nggak sensitif, nggak segera ke bengkel untuk dicek, malah ngarep bisa tahan 2 tahun. Akibatnya mogok disaat yang tidak diharapkan.
Jadi sebenarnya, perempuan nggak perlu ngerti mesin, cukup memahami tanda-tandanya saja, selebihnya serahkan ke bengkel. Laki-laki juga begitu kok.

Tanda-tanda Bahaya 
Ketika mogok Sabtu lalu, meski sekeliling terbilang aman, namun ada tanda-tanda yang saya rasa aneh. Tiba-tiba ada bapak-bapak naik motor yang tanya arah jalan yang jauh dari tempat itu. Berhubung saya sedang heboh telepon, yang menjawab adalah bapak-bapak pemilik warung didepan saya mogok. Tak lama kemudian, ketika saya asik nimbrung dengan montir didekat sana yang datang untuk melihat mesin saya, ada lagi ibu-ibu naik motor yang bertanya arah jalan yang sama dengan tadi. Waktu itu saya yang menjawab dengan posisi badan membelakangi mobil, menghadap ibu yang bertanya tadi. Montir tersebut menyarankan untuk membeli aki baru dari bengkel 24 jam yang bisa mengantar dan memasangkannya sekalian. Kemudian beliau pergi dan sayapun sendiri. 
Tak lama, setelah warung tutup, datang seorang laki-laki yang lalu jongkok di trotoar di samping mobil saya. Sistem alert saya berjalan sambil mengingat kejadian-kejadian sebelumnya. Saya kok merasa yang bertanya alamat tadi sedang ngetes posisi badan saya ketika menjawab. Sekarang ada laki-laki di posisi yang berlawanan, yang tidak kelihatan ketika saya keluar mobil jika ada montir.
Saya langsung mengemasi dompet dan ponsel yang tergeletak di dashboard, menaikkan kaca dan mengunci pintu. Saya siapkan juga kunci stang yang panjang itu untuk berjaga-jaga jika perlu bela diri karena hari mulai gelap, hujan deras dan sekitar sana mulai sepi. Syukurlah dalam hitungan detik setelah laki-laki itu jongkok, datang montir bengkel 24 jam yang saya telepon sebelumnya. Dia mengganti aki, sementara saya tetap didalam mobil ngekep tas. Selain demi keamanan, juga karena diluar hujan, bo. Heheee....
Apapun keadaan sekitarnya, kalau kendaraan mogok, ada kecenderungan untuk panik sehingga radar kita terganggu, lalu peluang kejahatan terbuka. Selalu jaga kesadaran.

Setiap mulai keluar rumah, kita selalu berdoa semua lancar. Tapi jika harus mendapat musibah kendaraan mogok, yang harus dilakukan adalah:

1. Amankan diri dan kendaraan. Mengamankan kendaraan itu perlu tapi yang terutama adalah mengamankan diri sendiri. Sembunyikan benda-benda berharga dan siapkan peralatan keamanan. Kunci stang yang biasanya diletakkan dibawah jok sopir bisa berfungsi sebagai alat pertahanan diri. Stay cool walau hati keruh. Jangan perlihatkan muka panik. Tunjukkan bahwa itu persoalan biasa saja bagi kita.
Pinggirkan kendaraan di tempat aman. Untuk mobil-mobil baru, jangan asal dorong, karena sistem kelistrikannya bisa rusak. Dorong seperlunya saja, bukan untuk menghidupkan aki yang sudah soak, misalnya.

2. Pasang sekat maya antara diri kita dan keriuhan itu. Buat diri seolah tidak mendengarkan puluhan telolet telolet ketika mogok di tengah jalan, agar tetap fokus mengamankan kendaraan ke pinggir. Lihat sekeliling untuk meminta tolong mendorong kendaraan. Paling aman minta tolong polisi. Biasanya yang akan dilakukan polisi adalah mengatur lalu lintas supaya tidak macet sementara kita minta tolong ke tukang becak, tukang ojek atau laki-laki lain untuk bantu dorong. Kadang, pak polisi juga mau bantu dorong kok.

3. Harus tahu kemungkinan penyebabnya. Kalau itu kendaraan sehari-hari, meski perempuan, harus tahu sedikit tentang kendaraan tersebut. Memang sih, perempuan paling males kalau melakukan perawatan kendaraan. Tahunya makai, maksimal nyuci. Sudah! Nggak apa-apa sih, tapi paling tidak harus tahu fungsinya. Misalnya seperti kasus mobil tua saya tersebut. Yang harus saya lakukan adalah mematikan kendaraan meski masih bisa jalan karena air radiator yang mendidih itu sangat berbahaya. Bahkan radiatornya tidak boleh langsung dibuka untuk mendinginkan. Air mendidihnya bisa nyemprot, baju bisa bolong tembus kulit.
Contoh untuk sepeda motor misalnya kalau ban gembos jangan dikayuh sambil duduk. Kerangka rodanya bisa rusak, tapi dituntun saja tanpa beban.
Jangan sampai ya malu-maluin, sudah heboh telepon bengkel, ternyata cuma kehausan alias bensin habis.


4. Menginformasikan posisi. Kadang, sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah mogok, eladalah pulsa mepet. Utamakan mengirim kabar SOS ke keluarga sebelum digunakan untuk telepon bengkel atau lainnya. Sehingga jika kita tak segera bisa menyelesaikan sendiri masalah tersebut, keluarga bisa datang membantu. Bagi yang hidup sendiri di suatu kota, utamakan untuk menelepon bengkel yang bisa datang.

5. Cari bengkel terdekat. Ini hanya untuk tindakan emergency sampai kendaraan bisa mengantar pulang ke rumah atau pergi ke bengkel langganan. Kalau tidak yakin dengan solusi yang ditawarkan, lebih baik telepon keluarga untuk bertanya dulu sebelum mengiyakan. Jangan lupa tanya harga sebelum tindakan. Jika tidak membawa uang yang cukup, harus bertanya cara pembayarannya, sehingga bisa ke ATM dulu selama kendaraan diperbaiki. Jika menggunakan kartu kredit, jangan lupa tanya charge. Untuk bengkel kecil, pastikan bicara dengan pemiliknya karena kita belum tahu kejujurannya. Jangan meninggalkan STNK didalam kendaraan. Emang ada yang begitu? Ada dan banyak.

6. Telepon bengkel 24 jam. Meski tidak berlangganan dengan bengkel seperti ini, wajib menyimpan nomor telepon mereka. Biasanya mereka juga bersedia datang ke lokasi, jadi bisa diandalkan ketika di sekitar tidak ada bengkel atau mogok diluar jam kerja. Pengalaman saya sih, harga onderdil mereka standar kok.

7. Selalu siap dengan peralatan keamanan. Peralatan keamanan itu terdiri dari pulsa ponsel, kunci stang dan senter. Nah, jangan sampai tuh nggak punya pulsa. Minimal bisa untuk SMS. Senter itu kalau mogok malam hari. Untuk sepeda motor, kalau nggak mau ribet, pastikan senter (flash light) di ponsel berfungsi dengan baik dan terang benderang. Kunci stang sudah dijelaskan diatas untuk alat bela diri. Sedangkan peralatan perbaikan seperti untuk ganti ban, meski sudah ada mobil, sepertinya jarang perempuan yang utak atik. Tapi itu tetap berguna jika ada yang menolong tapi tidak membawa perlengkapan.

Karena perempuan sekarang makin banyak yang bepergian sendiri menggunakan kendaraan pribadi, mau nggak mau harus siap untuk mogok juga. Semoga sharing diatas bisa membantu.

6 comments:

  1. Makasih ya, mak Lusi penjelasannya. Bantu banget kalo sewaktuwaktu kejadian tak terduga seperti ini datang. Gk usah kendaraan pribadi, TJ yang sempet mogok aja uda bisa bikin hati cenatcenut hahaha

    ReplyDelete
  2. Makasih banyak mba, tipsnya... Ngeri gt ih pengalamannya bnyk org mencurigakan :(

    ReplyDelete
  3. Duh ngeri bener kalo sampai mobil mogok malam hari di jalan sepi ya. Oya pulsa juga harus selalu tersedia di hp buat keperluan mendadak kayak gini. Note! Makasih sharingnya mbak Lus.

    ReplyDelete
  4. Bagus banget saran-sarannya. Intinya sih jangan keburu panik, bisa kacau semuanya.
    Gw prnah mba, motor matik dijalan, ditengah malah, jadi kudu dorong, walau yang lain klakson, kudu tetap tenang dan pasang muka tebal lah. hahaa, jadi keinget deh XD

    ReplyDelete
  5. Mbak Lusi setrong banget deh ke mana-mana bawa mobil sendiri. Iya serem sering denger cerita orang, ban mobilnya dikempesin pas lagi parkir. :(

    ReplyDelete
  6. Hihihi, dulu pernah mobilku mogok, pas otw Arisan Ilmu di Alive Fushion. Mogoknya di tengah2 jalan. Trus dibantu dorong sama bapak-bapak petugas kebersihan. Awalnya yg penting di pinggir. Eh, bapaknya baik banget. Didorongnya lagi mobilku ke pinggir bawah pohon. Biar lebih teduh. Soalnya aku pas bawa Luna, dia lagi bobok. :D Terberkatilah dirimu, bapak-bapak..

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.