Tuesday, February 21, 2017

5 Cara Menyimpan Tas Kresek Bekas Bonus Video

5 cara menyimpan tas kresek bekas ini buat selingan dulu ya.


Nanti kalau sudah fit saya akan posting DIY dan craft lagi. Oya, soalnya saya juga lagi sibuk nyiapin materi untuk Smart Blogging Indonesia.


Meski ada peraturan bahwa tas plastik harus berbayar untuk mengurangi sampah yang tak terurai, tapi nyatanya dirumah saya masih banyak kresek menumpuk. Sebabnya macam-macam, antara lain saya lupa memasukkan tas belanjaan yang baru saja dibongkar isinya kembali ke tas bepergian, dapat dari tukang sayur atau toko baju dan sebagainya. Mentang-mentang tukang sayur tidak memberlakukan kresek berbayar, saya jadi sering lupa membawa tas sendiri. Beberapa supermarket besar sekarang juga sudah tidak memberlakukan kresek berbayar lagi. Mungkin sulit bagi mereka untuk mengontrol distribusinya jika harus masuk dalam bon.

Sebenarnya, tindakan yang ramah lingkungan itu dimulai ketika kita hendak memiliki sesuatu. Sebisa mungkin usahakan sesuatu itu tidak menghasilkan sampah. Kalau tetap menghasilkan sampah, usahakan seminimal mungkin. Jika tetap banyak, usahakan mengulur waktu pembuangan sampahnya. Jadi, menjaga lingkungan yang benar itu adalah dengan mengurangi sampah. Pemanfaatan sampah adalah tindakan terakhir ketika pengurangan sampah sudah terlambat atau tidak bisa dilakukan. Jangan terbalik, ya.

Jadi buat apa kresek disimpen? 

Kebanyakan untuk wadah sampah supaya nggak kececeran waktu diambil tukang sampah. Sebaiknya sampah itu memang dipisahkan antara yang organik dan non organik. Tapi di lingkungan saya memang belum sebaik lingkungan lain yang melakukan pengelolaan sampah sendiri. Sampah di lingkungan saya diambil oleh petugas seminggu 3x, lalu dibawah ke pengepul didekat sana untuk dipisahkan antara yang plastik dan bukan. Selama menunggu diambil petugas tersebut, sampah harus dibungkus rapat dan diletakkan di tong tertutup agar tidak bau dan tidak diacak-acak kucing.

Ketika menyimpan, saya memisahkan antara kresek besar, sedang dan kecil. Kresek yang besar saya gunakan untuk menampung baju kotor yang setiap hari diambil oleh mbak laundry langganan. Kreserk yang sedang untuk melapisi tempat sampah didalam rumah. Kresek yang kecil untuk menampung sisa makanan ketika cuci piring di kitchen sink dan pembalut.

Sebetulnya saya sangat perhatian dengan kerapian penyimpanan kresek. Tapi kalau sudah kumat hecticnya jadi main kuwes dan sumpel aja di pojokan dapur. Heheheee.....

Berikut 5 cara menyimpan tas kresek bekas tersebut.

Untuk lebih jelasnya, lihat videonya dibawah itu, ya.

1. Ini cara jadul yang mungkin diajarkan oleh semua ibu kita. Cara ini memang rapi, cocok buat para ibu yang rapi-rapi freak. Caranya, kresek diratakan, terus dilipat memanjang beberapa kali, lalu dilipat dengan bentuk segitiga. Bagian akhir disematkan disela lipatan untuk mengunci.

2. Cara ini yang paling sering saya gunakan. Kresek diserut memanjang sampai tipis, lalu digulung mulai dari ujung bawah. Tali pegangan di ujung atas digunakan untuk mengikat.

3. Cara ini kadang saya gunakan kalau kesusu tapi saya kurang suka karena uwel-uwelan. Caranya, kresek diuwel-uwel dari bagian bawah menuju atas lalu diikat dengan tali pegangannya.

4. Cara ini saya lihat di youtube luar negeri. Saya lupa nggak bookmark. Tapi saya kurang suka karena tidak rapi. Caranya, kresek dimasukkan begitu saja ke kotak tissue dengan bagian bawah terlebih dulu. Ambil kresek berikutnya lalu talikan ujung bawahnya dengan ujung atas kresek sebelumnya. Begitu terus. Idenya agar ketika kresek paling atas diambil, yang dibawahnya langsung nongol. Persis prinsip tissue didalam kotak.

5. Ini sama dengan nomor 4 tapi saya modifikasi menggunakan botol air mineral. Sepertinya ini sudah banyak yang melakukan juga. Untuk botol saya kurang suka karena tidak bisa digantung untuk menghemat tempat. Kalaupun bisa harus membuat pengait dulu dari kawat.

Nah, berikut videonya. Jangan lupa subscribe ya, saya akan subscribe balik. :))


16 comments:

  1. Meskipun emang ga (terlalu) rapi, tapi aku suka pake nomor empat haha. Tapi kalo aku bukan ditaro tempat tisu, cuma digulung-gulung trus dikaretin. Taruh di dalem tas goodie bag bekas berkat hajatan gitu :D

    ReplyDelete
  2. Jenis kresek yg disimpan tergantunf ukurannya, sedang sampai jumbo biasanya mak. Kl yg kecil2 daripada menuh2in walhasil dibuang, hiks.. Padahal tahu bakal terurai lama ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya kalau nggak dipisah ukurannya suka tak bongkar semua nyari yg sesuai, berantakan lagi :)

      Delete
  3. Lupaa kapan terakhir ngelakuin no satu :D skrg klo ga no 2 ya di kuwel masukin keranjang plastik, kelar ;p

    ReplyDelete
  4. Aku masih pake sistem nomer 1 Mak. Tapi sejak disini diet tas kreseknya uda sukses jadi nggak pernah surplus lagi. Apalagi kalo dihitung-hitung tiap belanja nggak bawa kantong sendiri kerasa juga harus bayar kresek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, yg benar memang kudu diet plastik dari awal.

      Delete
  5. Aku kadang juga gitu, kadang diuwel uwel sampai keriput, heheee. Tapi kalau sadar aku pakai cara dari ibuku... sedikit beda sama cara Mbak Lusi, tapi dengan tujuan sama, untuk meringkes keberadaan kresek,

    ReplyDelete
  6. Kalok aku butuh plastik kresek buat buang sampah, Mbak. Maklum anak kos tiap makan belik, mending dikumpulin sekalian. Hahah :D

    ReplyDelete
  7. aku beli wadah penyimpanan khusus kresek,,,nemu di supermarket, buatan Cina sih.

    ReplyDelete
  8. Wah kreatiff, yg nomor 1 itu paling rapi ya, aku biasanya diuwel-uwel gitu aja sih hehehe. Done, subscribe youtube nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak. Punya akun youtube juga? Aku subscribe ya kalau ada.

      Delete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.