Monday, October 02, 2017

Pelajaran Berharga Dari Workshop Bank Indonesia Blogger dan Vlogger 2017

Sudah lama ya saya tidak menulis tentang seluk beluk ngeblog lantaran waktu saya terbatas jadi harus memilih satu kategori yang paling saya minati agar selain berbagi pengalaman, juga sebaliknya bisa belajar lagi hingga mendalam tentang kategori tersebut.

Harigini masih ada blogger yang nggak ngerti cara selfie yang keren. Udah gelap, tulisan di light box-nya kebalik pula hahahahah.....

Secara teknis, ngeblog saat ini sudah berkembang sangat pesat, baik dalam perkembangan template, SEO, aturan google hingga printilan lain seperti domain authority dan sebagainya. Secara networking pun sudah jauh berkembang, mulai dari menjadi blogger eksklusif brand tertentu, bekerjasama dengan pemerintah, menjadi kontributor media online hingga bergabung dengan beragam komunitas. 

Sebenarnya hal itu justru membuat makin banyak bahan yang bisa diamati dan dibagi. Tapi, saya ingin fokus pada satu kategori yang tetap bisa saya pegang ketika nanti sudah tidak punya energi lagi untuk gaul di media sosial. Semacam persiapan menuju masa tenang gitu deh. Sekarang giliran yang muda-muda bertarung di rimba perbloggeran, baik dalam hal pageview, lomba, klien maupun eksistensi. Karena itu sekarang saya lebih banyak membahas tentang DIY (Do It Yourself) dan Craft. bidang yang saya geluti sejak lama.

Namun demikian, saya selalu senang hati tiap diminta untuk blogging mentoring oleh pihak manapun. Tentu saja untuk teknik berada di tingkat dasar, ya. Saya kira ketika mbak Indah mengajak saya, pasti beliau sudah tahu kapasitas saya dalam teknik blogging sampai dimana. Lagipula kan ada Carra, bagian dia lah itu yang tingkat lanjut. Tapi untuk pengalaman panjang yang memotivasi sih bisa saya berikan lebih dari itu. 

WORKSHOP APA?

Satu hal yang langsung saya tanyakan pada mbak Indah ketika diajak membantu mbak Ainun Chomsun, founder Akademi Berbagi, adalah siapa audience-nya. Terus terang saya agak khawatir kalau audience-nya karyawan Bank Indonesia (BI). Tahu sendiri dong, mereka kan orang-orang cerdas. Karena temanya UKM, mbak Indah menginterpretasikan bahwa audience-nya adalah pemilik UKM dan BI sebagai pemrakarsa. Saya langsung lega karena banyak sekali yang bisa saya bagi soal UKM dan hubungannya dengan blog.

Sampai di lokasi, barulah jelas bahwa peserta adalah karyawan BI. Nah, lo! Tapi melihat kepercayaan diri mbak Ai dan mbak Budiana, head of publishing division Media Indonesia, membuat saya sama sekali tidak khawatir. Percaya diri itu menular, lo. Kalau mau maju, penting sekali punya teman-teman yang percaya diri.

Foto selfie yang sangat fenomenal karena satu-satunya foto berlima, diambil oleh mbak Indah yang ndilalah kok ya merem & ketawa bareng selama foto karena pegel nunggu timer di angka 10. Hahahaa....

Sebelum masuk ke ruang workshop yang sedang diisi pengarahan oleh pihak BI, kami berlima berkumpul untuk koordinasi. Mbak Ai, mbak Budiana dan mbak Indah akan mengisi talkshow sebelum jam istirahat. Mbak Ai bercerita pengalaman beliau ngeblog, mbak Budiana memotivasi peserta untuk mengisi buletin intern, sedangkan mbak Indah sebagai co-founder KEB (Kumpulan Emak Blogger) berbagi pengalaman menjaga semangat menulis melalui komunitas. Talk show dipandu oleh mbak Budiana. Setelah istirahat, barulah saya dan Carra membantu workshop.

Selama talkshow, saya gunakan waktu untuk ngeblog. Sementara itu, Carra menggunakan waktunya untuk memotret saya. Hahahaaa.... enggak ding. Carra juga sibuk pencet-pencet tablet. Talkshow tersebut diisi dengan pengenalan tentang blog oleh mbak Ai. Mbak Ai tidak menyajikan banyak slide, hanya yang penting-penting saja. Selebihnya digunakan untuk berkomunikasi dengan peserta.

Dari situ saya berkesimpulan bahwa sebagian besar peserta masih belum memahami asiknya ngeblog. Ada satu peserta yang merasa kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan ngeblog. Pekerjaan beliau saja sudah bertumpuk dan sering harus lembur untuk menyelesaikannya. Tapi saya yakin, jika momennya sudah tertangkap, ngeblog itu justru bisa dijadikan stress release, untuk mengurangi ketegangan bekerja.

WORKSHOP SEPERTI APA?

Waktu makan siang, kami dititipi pesan bahwa peserta ditargetkan punya blog semua selepas acara ini, yang berarti kami harus memberikan step by step-nya. Padahal ada 70 peserta. Melihat hampir semua peserta masih muda belia jika dibandingkan dengan para mentornya, saya yakin mereka cepat bisa. Anak milenial nggak ada yang asing dengan aplikasi internet.  Serasa pengin sekalian cari mantu juga sebenarnya. Heheheee....

Untuk mempermudah pendampingan, kami sepakat memilih platform blogger.com yang lebih dikenal dengan blogspot karena langkahnya lebih mudah. Saya menyarankan agar peserta dipisahkan antara yang sudah punya blog dan yang belum punya blog. Ternyata yang belum punya blog banyak sekali. Sedangkan yang sudah punya blog tak lebih dari 10, yang dihandle oleh Carra agar bisa dibimbing ke arah advance. Saya dan mbak Indah berbagi peserta yang belum punya blog. Sementara mbak Ai dan mbak Budiana menghidupkan suasana dengan berbagai instruksi, motivasi dan review.

Kita boleh saja tidak suka jika ada yang membeda-bedakan level antara blogger satu dengan yang lainnya. Tapi nyatanya memang ada perbedaan dan itu tergantung dengan kualitas manusianya, bukan berapa lama ngeblog, berapa followers-nya, berapa kali menang lomba juga, bahkan brand apa saja yang sudah endorse. Mbak Ai benar-benar mempesona saya sebagai mentor. Beliau itu full of control. Tak satupun kata bombastis menceritakan prestasi yang telah diraihnya. Dari cara bicaranya yang tenang, orang sudah yakin kalau beliau bukanlah orang sembarangan tanpa harus tahu beliau itu siapa. Beliau juga pandai menjaga ritme dan keterlibatan peserta dari mulai menulis ngasal hingga menghasilkan artikel ter-publish di blog masing-masing peserta.

Dari segi menulis, setelah mendapatkan coaching dari mbak Ai, ternyata peserta tidak mengalami hambatan. Semua bisa menulis kok. Kesulitan terbanyak adalah dalam membuat blog. Namanya juga baru pertama kali dan hanya diberi waktu 5 menit untuk membuat blog baru. Heheheee.... Kesulitan lain adalah ada beberapa peserta di bagian saya yang tidak bisa login wifi karena pengaturan proxy laptop masing-masing. Untungnya ada peserta yang pandai utak atik proxy sehingga tersisa 1 saja peserta yang terpaksa menggunakan words untuk menulis, tidak bisa langsung di dashboard.

Baby shark dulu biar semangat.

Dalam tiap tahap, mbak Budiana memberikan review yang sangat detil terhadap tulisan para volunteer. Review tersebut dilakukan secara terbuka agar dalam waktu singkat tersebut, peserta bisa belajar bersama cara membuat artikel yang baik. Sesekali Carra, mbak Indah dan saya menambahi sesuai dengan pengalaman kami ngeblog.

WORKSHOP UNTUK APA?

Ada harapan yang tersemat dengan diberikannya kesempatan bagi karyawan BI yang gemar menulis untuk mengembangkannya dalam bentuk blog. Blog bisa dibaca oleh audience yang lebih luas dibandingkan majalah intern. Karyawan BI bisa membantu membumikan bahasa resmi keuangan yang berkaitan dengan peran BI dalam masyarakat. Sebagai penyemangat, semua peserta diwajibkan mengikuti lomba blog yang berkaitan dengan UKM.

Stress release yang saya sebutkan diatas berkaitan erat dengan hal ini. Katakanlah karyawan BI tersebut mendapat tugas mendampingi pemilik UKM, maka beliau dapat menceritakan kegundahannya ketika melihat kondisi riil usaha tersebut. Beliau dapat mengurai perasaannya dan ide-ide yang ingin dicobanya. Apalagi ngeblog itu merupakan bentuk artikel yang bebas sesuai dengan kepribadian penulisnya, tidak harus mengikuti tata tertib tertentu. Hasilnya, hati plog dan masyarakat yang membaca akan mengerti bahwa pekerjaan karyawan BI itu tidak hanya menyediakan uang kertas baru untuk angpao Lebaran.

Mendekati akhir workshop, peserta mulai memahami asiknya ngeblog. Ada peserta yang bertekad untuk terus ngeblog tentang perjalanannya bertugas dari kota ke kota. Ada peserta, cowok tentunya, yang lalu asik sendiri mengkustomisasi template bawaan. Yang agak rame membuat peserta tertawa bersemangat adalah ketika saya ajari menempelkan widget statistik. Mereka senang sekali statistik blognya sudah ada angkanya, yang berarti sudah ada pengunjung. Meski mungkin baru sesama peserta, tapi mereka penasaran siapa yang berkunjung. Untuk itu, maaf ya adik-adik, saya nggak bisa bantu, nggak kayak IG story sih.

WORKSHOP TAPI BELAJAR

Workshop kali ini sangat berbeda karena nyatanya saya justru banyak belajar.
1. Bahwa dalam workshop tertutup, untuk meyakinkan audience itu tak perlu berkoar-koar soal prestasi. Prestasi itu hanya perlu kalau workshop tersebut jualan tiket atau untuk meyakinkan panitia. Selebihnya adalah bagaimana memegang kendali acara.
2. Kendali acara itu tidak harus berwujud rundown menit ke menit, melainkan tahu tujuan akhirnya dan bagaimana mencapai tujuan akhir itu.
3. Slide show itu seperlunya saja. Kebanyakan slide show buat apa? Malah akan membuat peserta kerepotan dan berakhir minta copy file.
4. Ritme workshop tidak tergantung dari bahan yang kita siapkan, melainkan menyiapkan peserta untuk terlibat.
5. Sadar waktu. Mbak Ai bisa melakukan pembagian waktu yang pas dari mulai belajar nulis ngasal hingga artikel ter-publish. Tidak terburu-buru, tidak pula terlalu lambat, hingga fokus peserta tidak teralihkan.

Workshop seperti ini juga merupakan penyegaran bagi saya karena selama ini kebanyakan workshop ngeblog lebih menjadikan eksistensi blog, branding dan monetizing sebagai tujuan, sedangnya workshop karyawan BI ini mengutamakan manfaat dan informasi yang bisa dibagikan ke masyarakat sehingga tak ada lagi yang menanyakan cara menabung di BI.

Workshop kali ini memang beda. Meski memakan waktu seharian dan mentoring banyak peserta tapi pulangnya tetap enteng, energi saya nggak seperti habis terkuras buat mikir.



6 comments:

  1. Wah workshop seperti ini manfaat banget ya mba

    ReplyDelete
  2. Waah ini ws emang lain dari pada yang lain yaa..
    Pengen ikotan atulaah!

    Emang Mak membosankan kalo ws soal ngeblog, branding, monitize melulu hahhaaa

    ReplyDelete
  3. wah banyak ilmu yang didapat ya mbak, makasih sharingnya

    ReplyDelete
  4. Kadang sebagai karyawan yang hobi nulis (termasuk ngeblog), saya sering dipandang aneh sih. Tapi kalo sudah baca beberapa artikel yang kaitannya sama kuliner atau yang ada artisnya gitu, mereka suka ngasih pujian dan sering tanya rekomendasi kuliner. Emang manfaat banget sih ngeblog, karena bisa menghasilkan tambahan uang selain gaji sebagai karyawan :D

    ReplyDelete
  5. widget statistik blogspot :))) padahal mereka sendiri yang ngunjungin LOL

    ReplyDelete
  6. Mbak, saya ketawa dulu untuk foto teratas. Itu lucu aja captionnya hahahaha

    Attitude berarti penting banget ya, Mbak. Saya catat sebagai pengingat. Terima kasih, Mbak :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.