Saturday, November 25, 2017

Mungkin Ini Penyebab Blogger Jarang Ngeblog

Beberapa teman menuduh saya rajin ngeblog. Padahal nggak rajin-rajin amat dibandingkan teman-teman yang menargetkan one day one post. Tapi saya memang nggak pernah nggak ngeblog lebih dari seminggu. Pengin rutin 2 hari sekali sih, tapi seringkali ada saja yang membuat saya tidak bisa buka laptop. Saya tidak bisa ngeblog dari ponsel. Pikiran langsung buyar saja kalau harus ngeblog dari ponsel. Karena konsisten seperti itu selama bertahun-tahun, jadi seolah saya rajin update.



Untuk teman-teman yang belum tahu apa itu blog dan cara membuat blog, ikuti langkah-langkahnya di postingan Cara Membuat Blog ini.

Menjaga semangat untuk ngeblog itu memang tak semudah bikin listicle satu dua tiga. Semua pasti mengalami ups and downs, termasuk saya. Bahkan yang dulu saya masukkan daftar blogger favorit di blog beyourselfwoman pun banyak yang sudah rontok, jadi jarang ngeblog, nggak ngeblog lagi atau malah menghilang sama sekali dari dunia maya. Sebagian artikel itu sudah saya hapus karena prestasinya sebagai blogger sudah tidak relevan lagi dan jika blog yang saya link tersebut sudah tidak eksis akan menyebabkan broken link di blog beyourselfwoman. Sebagian belum sempat saya hapus, but I will.

Ada banyak sebab blogger mulai jarang ngeblog atau bahkan tidak ngeblog samasekali. Namun seperti yang selalu saya tulis bahwa teman-teman bebas menentukan kegiatan sehingga nggak dosa kalau nggak ngeblog, maka artikel ini hanya bersifat menginvetaris sebab-sebabnya. Keputusan dan tekad tetap ngeblog atau tidak tergantung teman-teman sendiri.

1. KEWAJIBAN UTAMA DILUAR BLOGGING

Blogger sekarang sudah menjadi profesi bagi sebagian besar teman-teman. Blogger sudah menjadi bagian dari strategi marketing. Namun demikian, tetap banyak yang menjadikan blogging sebatas hobi. Karena bukan menjadi prioritas, maka ketika prioritas utamanya dalam keadaan kritis, misalnya pekerjaan kantor menumpuk atau harus merawat bayi, maka si hobi inilah yang akan dikorbankan dan ditinggalkan.
Kan bisa ngeblog pada waktu bayi tidur? Well, stamina dan kegiatan orang tidak sama. Waktu anak-anak saya masih bayi dulu, saya punya prinsip, kalau anak tidur, saya juga harus tidur. Kalau nggak begitu, saya nggak bakalan punya waktu untuk istirahat karena saya masih bekerja kantoran. Ketika anak bangun, saya sudah fresh dan siap mengasuhnya. Kelelahan itu bisa bikin emosi ibu berlebihan lo, dan aura itu bisa ditangkap si bayi. Nggak bagus buat tumbuh kembangnya, kan?
Kalau masih ingin ngeblog sih sebaiknya tidak menargetkan apa-apa. Malah bisa digunakan untuk stress release. Dengan ngeblog santai seperti itu, mungkin draft blog bisa terisi meski dilakukan secara marathon dan butuh seminggu untuk menyelesaikan satu postingan. Tapi kalau benar-benar tidak memungkinkan, gunakan blog gratisan saja, lalu hiatus dulu, sampai ada kesempatan untuk ngeblog lagi. 
Kalau benar-benar mau berhenti ngeblog, ya nggak apa-apa. Santai saja. Cukup menjadi pembaca setia blog beyourselfwoman.

2. KEHABISAN IDE

Yup, yup, ini selalu dijadikan kambing hitam. Sudah banyak yang share tentang bagaimana mendobrak writer's block tapi tetap saja pada suatu masa kita stuck. Ada yang stuck forever, ada yang bisa bangkit. Saya sendiri sudah berkali-kali mengalaminya. Syukurlah masih bisa saya pancing-pancing menggunakan hal-hal yang paling saya minati sehingga tidak keterusan, antara lain tema DIY, kerajinan, perempuan dan blogging.
Sebenarnya yang paling gampang untuk mendobrak writer's block dan manjur menimbulkan excitement adalah menulis tentang berita-berita yang sedang hot di trending topic ataupun trending gossip. Maka jika ada blog yang tiap beredar drama viral selalu update tentang hal itu, ya nggak apa-apa dong. Blog kita yang bayar, suka-suka kita mau mengisi apa, kan? 
Untuk blog yang sudah telanjur spesifik, seperti blog beyourselfwoman ini, tentu aneh jika tiba-tiba posting tentang Raffatar yang sahabatan dengan Gempi. Karena itu, untuk blog dengan niche khusus, bisa ikut atau membuat challenge dengan teman-teman satu niche, atau mengisi dengan hal-hal rekreatif lainnya. Saya biasanya jalan-jalan ke pameran offline atau cuci mata ke blog-blog sehobi lainnya.
Untuk blog yang tak mau menyuntik semangat dengan membahas drama viral, mungkin bisa juga mengatasinya dengan menyederhanakan fokus. Misalnya untuk blog memasak bisa memposting semacam pelajaran mengenal bumbu-bumbu dan takaran-takaran yang sering muncul dalam resep-resep masakan. Nanti kalau semangat sudah membahana kembali, bisa mulai memposting resep dan praktek memasak lagi.

3. KALAH LOMBA

Kalah lomba blog itu sakit, jendral! Wkwkwkwkk.... Sakitnya seperti diputus sama patjal, jadi semua memory tentangnya dihapus deh. Itulah sebabnya, saya suka was-was kalau ada yang mengisi kolom komentar dengan url artikel yang dilombakan. Harapan si komentator tentunya agar saya klik url tersebut ketika berniat blogwalking balik. Iya, saya masih menjunjung tinggi blog walking balik meskipun sering butuh waktu agak lama karena kecepatan saya mengetik sudah menurun sejalan usia. Kalau dulu bisa jalan-jalan sampai sekitar 50 blog sehari, sekarang bisa 20 blog aja encok kumat. Hihihiiii. Saya berpikir, "Ini kalau kalah, artikelnya dihapus nggak, ya? Kalau dihapus kan jadi broken link?"
Saya pernah beberapa kali kalah sehingga tahu rasanya nggak bisa segera move on. Kalau sedang berkabung seperti itu, sebaiknya ya leyeh-leyeh saja sampai mangkelnya hilang. Tapi jangan keterusan. Cari alasan untuk bangkit, misalnya datang ke event atau kopdaran. Biarpun cuma ketemu satu atau dua blogger yang sedang bertandang ke kota kita, bisa banget lo jadi penghiburan. Kopdaran tersebut bisa juga diposting untuk mengawali kebangkitan kita. 
Sekarang sih, saya sudah nggak pernah merana. Kecewa pasti ada, tapi cuma beberapa menit. Ini karena saya memilih lomba yang benar-benar saya sukai temanya. Biarpun jawaranya ngumpul disitu, kalau saya suka temanya, saya cuek saja tuh ikut lomba. Lomba jenis ini nggak bikin saya menghapus artikel. Paling-paling menghapus link dan nama penyelenggara saja. Enak saja nampang di blog saya nggak bayar, sementara situ ngasih laptop ke orang lain.

4. TERBUAI MEDSOS

Jaman sekarang, menjadi terkenal dan mendapat penghasilan dari internet yang paling mudah itu adalah dari media sosial, meski besaran penghasilannya tergantung kerja keras masing-masing. Dengan followers 500 saja kita sudah bisa mendapat uang jajan. Bandingkan dengan blog, yang harus berjuang mulai dari tampilan hingga pageview, DA, PA, bounce rate dan sebagainya. Belum lagi banyak brand atau agent yang ketika memberi job ngeblog mensyaratkan blogger memiliki akun-akun medsos dengan jumlah followers tertentu. Sementara untuk job di media sosial jarang sekali ditanya punya blog atau tidak.
Posting di medsos juga cepat mendapatkan respon dari berbagai kalangan dibandingkan dengan blog. Kebanyakan komentator di blog adalah sesama blogger. Pengunjung umum hampir tidak pernah meninggalkan komentar. Mereka hadir dalam bentuk pageview. Meski kita jungkir balik juga untuk mendapatkan view demi view, tapi melihat siapa yang memberi like dan followers baru di akun medsos itu rasanya beda. It feels more real.
Saya akui, jatah blogwalking saya sering terkuras untuk scroll dan explore di medsos. Tapi saya berusaha mengubah fokus, dari sekedar kepo-kepo menjadi mencari sumber inspirasi ngeblog. Tantangannya adalah menjaga fokus agar tak terbius oleh foto-foto cantik teman-teman. Biasanya saya langsung menuju akun-akun yang sehobi dengan saya agar tidak terdistraksi.

5. SUDAH TERKENAL

Blog adalah sarana yang paling tepat untuk membangun personal branding. Meski kita sudah terbuai medsos seperti diatas, memiliki blog akan menambah kredibilitas kita sebagai netizen. Jadi, meski job membanjir di akun medsos teman-teman, sebaiknya blog juga dirawat. 
Nah, kalau personal branding sudah berhasil dan teman-teman menjadi terkenal, lalu bagaimana? Sayangnya, banyak nama yang terkenal dari blog, sekarang sudah amat sangat jarang ngeblog. Lucunya, karena sudah kadung terkenal sebagai blogger, mereka tetap mendapat privilege di dunia digital sebagai blogger. Setiap menjadi narsum, kisahnya sebagai blogger yang mengemuka. Ngiri nggak sih? Well, seperti kata Bill Gates, "Life is not fair. Get used to it."
Jadi, nggak perlu iri atau patah semangat jika yang bela-belain mempelajari macam-macam teknik ngeblog justru tak mendapatkan privilege sama sekali. Kemarin ketika iklan google diputar di TV, anak saya bertanya, "Semua orang kan sudah pakai google? Buat apa google ngiklan?"
Segede google saja tetap merasa perlu mengaktualisasikan diri, apalagi yang kelasnya Indonesia? Jika setelah terkenal tidak merasa perlu update portofolionya di blog, cepat atau lambat jadi kedaluarsa. Harus saya akui bahwa niche travelling memiliki paling banyak blogger yang tetap aktual meski sudah terkenal. Kita harus belajar menjaga passion dari mereka. Sedangkan secara individu, sekaliber mbak Ainun Chomsun saja masih ngeblog, loh.


6. KURANG EKSIS

Kurang eksis ini benar-benar bikin malas ngeblog. Ini yang jadi bahan guyonan antara saya, Shinta, Nchie, Alaika dan Nunung beberapa waktu lalu. Dunia terus berputar. Yang muda, pintar dan modern bermunculan. Yang sudah jadul jadi tidak relevan. Benarkah?
Sayangnya itu bener banget. Hiks. Blogger-blogger baru masih look up ke blogger-blogger jadul, sih. Mereka pasti datang ke blogger jadul untuk bertanya banyak hal. Tapi bisa dirasakan kok bahwa kemeriahan itu sudah bergeser. Itu sudah hukum alam yang tak bisa dilawan tapi sebenarnya bisa banget dinikmati. Teman-teman saya diatas termasuk yang sudah berada dalam fase menikmati.
Untuk teman-teman yang mungkin masih gelagepan mengikuti perkembangan dunia blogging yang begitu cepat dan lesu ketika mengetahui blognya tidak semeriah dulu, sebaiknya memodifikasi target-targetnya.
Jika targetnya popularitas, mungkin perlu dimodifikasi popularitas yang seperti apa. Saya misalnya, tentu bikin eneg kalau memenuhi blog ini dengan foto-foto saya karena saya tidak memiliki kemampuan fotografi dan saya tidak paham fashion. Sementara diluar sana banyak sekali ibu-ibu muda dengan foto sempurna di blog, yang membuat pembaca begitu antusias bertanya, bahkan sampai ke background foto.
Ada jenis popularitas lain yang bisa dimiliki blogger jadul, yang bernama expertise. Karena itu, kurangi tabrak sana sini demi mengikuti tren yang sudah jelas tak bisa kita kejar. Mendingan fokus ke hal yang paling kita sukai dan perdalam sampai benar-benar ahli. Setialah pada niche tersebut. Meski yang datang tidak berbondong-bondong seperti jaman dulu, tapi menyenangkan sekali memiliki pengunjung setia atau pengunjung baru yang benar-benar membutuhkan keahlian kita.
Kurang eksis tidak hanya berlaku pada blogger jadul tapi juga blogger newbie. Harus diakui bahwa kita nggak bisa biasa-biasa saja untuk eksis di dunia digital yang mulai kejam ini. Kita juga nggak bisa bermodalkan ketelatenan saja. Kelamaan! Dunia digital berubah cepat, yang dibutuhkan adalah terobosan.
Teman-teman blogger yang berhasil menerobos antrian sukses itu biasanya punya minimal satu kehebatan, misalnya sering juara lomba, fotonya bagus-bagus atau malah posting yang aneh-aneh sekalian. Tapi perlu diingat bahwa yang bikin paling cepat eksis adalah pergaulan. Meski menang lomba berkali-kali tapi kalau nggak mau bergaul, blogsphere tetap nggak "kenal". Tahu namanya, tapi nggak eksis. Coba perhatikan teman-teman yang sering menang lomba dan sekarang menjadi idola. Rata-rata mereka juga suka bergaul (online dan offline) dan sering sharing pengetahuan yang mereka miliki, tidak terpaku membentuk aliansi demi memenangkan lomba.
Eksis di blogsphere itu suntikan semangat menulis yang luar biasa. Tapi gunakanlah cara yang baik, bukan menggunakan judul yang bikin misleading atau bombastis, click bait yang tak bertanggung jawab dan tentu saja tidak membuat drama diluar kegiatan blogging. Jangan seperti artis seleb yang nggak jelas lagunya apa, sinetronnya apa, tapi tampil terus di acara-acara gosip. Manjur sih bikin eksis. Tapi apakah eksis seperti itu yang diinginkan?

7. TIDAK MENEMUKAN KEASYIKAN

Dari semua sebab diatas, yang saya anggap sebagai sebab utama adalah karena teman-teman tidak menemukan dimana asyiknya ngeblog. Kalau teman-teman sudah menemukan letak asyiknya ngeblog, apapun yang terjadi, teman-teman tetap akan ngeblog. Meski tak ada komentar, pengunjung sedikit, jarang dapat job, nggak pernah menang lomba, ngeblog jalan terus. Jika sudah asyik, meski dunia persilatan blogging jungkir balik, tetap saja ngeblog.
Asyik itu agak beda sedikit dengan passion. Dalam passion itu ada ketekunan, tujuan dan pencapaian. Tapi asyik, ya asyik aja. Menyenangkan ketika melakukannya tanpa tuntutan apapun.
Jadi, jika teman-teman sedang galau, mengapa kok sekarang tidak ada gairah untuk ngeblog lagi? Tugas pertama teman-teman adalah menemukan dimana asyiknya ngeblog dulu. Setelah itu ketemu, bolehlah menilik 6 hal diatas tadi. Setelah itu, bolehlah teman-teman belajar yang lebih teknikal dengan jalan-jalan ke blog-blog teman-teman lainnya yang suka berbagi tips mendobrak writer's block.

Yuk, ngeblog lagi!

35 comments:

  1. Hihi aku pun sependapat sama Mbak Lusi, punya bayi itu enaknya kalau bayi tidur ya ikut tidur, kalo udah masuk kerja ngeblognya di sela-sela jam kantor. Eh ini gimana malah ngajarin nggak bener 😂

    ReplyDelete
  2. Nomor satuuu, hehe.. Bener mba, kadang udah abis stamina duluan, mau nulis eh ketiduran.. :D Kalo sekarang aku udah seminggu gak nulis karena rumah asli berantakan banget lagi direnov, ngaruh juga ternyata ke mood nulis aku.. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangeeet sudah ngalamin, rumah kotor debu bikin bete.

      Delete
  3. wah masih semangat tapi ya itu gak bisa setiap hari paling seminggu sekali tapi rutin

    ReplyDelete
  4. Aku juga jarang ngeblog mba. Wkwkwk mau nulis rasa ga sempet. Tapi masih update seh seminggu sekali palinh tidak apalagi kalau kempen *eh


    Kalau yang kurang eksis itu tak raskaan banget. Pas dtg acara aku suka g pada kenal...apalagi dreskotan cantik2 rasa kesisih bener ama penampilan sendiri dan riuhnya bawa anak 😂😂😂😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Echa mah eksis banget. Siapa nggak kenal Echa?

      Delete
  5. Mbak Lusiana, alasan yang utama jarang ngeblog ya, itu, kurangnya ide atau bahkan gak punya ide. Banyak sih ide tapi keknya terlalu personal kalo dimasukkin sebagai tema di blog, jadi yah, tetap aja lumutan. Trus soal lomba blog, bunda sama sekali gak terpengaruh oleh seringnya bunda kalah. Soalnya ikutan lomba itu baru bunda terjun (pake payung, hehe...) kalo temanya bunda mampu mencakup, kalo gak, ya, gak ikutlah. Alhasil kebanyak lomba itu tentang hp baru, alat electronik, perbankan dan lain sebagainya. Naaa...minggu lalu dapat ide manis banget ketika naik Grab Car sehinggaa jadilah postingan bunda teranyar. Gak nyadar tulisannya udah lebih dari 1000 kata, hihihi....padahal sebelumnya jaraaang banget nulis panjang. Nah, Mbak Lusi, postingannya beneran menggugah nih, membangkitkan semaangat menulis, gitu...Makasih, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah bunda. Senang dikunjungi bunda :))

      Delete
  6. Ah postingan ini jleb banget

    Gw blogger yg gak pernah ikut kompetisi krn malu ama blog sendiri yg gitu2 aja.

    Akhir2 ini emang jarang ngeblog krn masalah hosting ampe pindah tempat, trus kesibukan di dunia nyata lg jejumpalitan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak, sudah betah di tempat baru? Semoga lancar pindahannya ya :)

      Delete
  7. Kalok aku yg nomor satu nih. Hari2 di dunia nyata lg padat merayap

    ReplyDelete
  8. lagi hamil muda juga ngaruh mak , kaya aku jd super males ngapa2in :(

    ReplyDelete
  9. Artikelnya aku banget Mbak Lusi, kadang kesibukan di dunia nyata ga terbendung, padahal aku suka banget ngeblog sm upload gambar di blog

    ReplyDelete
  10. aku masih ngeblog kok mba..tapi ya gitu deh... tarafnya masih biasa aja. kadang semangat, kadang pengen istirahat :-D

    ReplyDelete
  11. Nicely written. Saya ngeblog karena seneng nulis aja, motif lain2 masih susah nyarinya, hehe...

    ReplyDelete
  12. aq pernah kalah lomba dan langsung hilang mood untuk ngeblog,
    tapi setelah lama kupikir, aq nge blog bukan mau ambil soal menang kalahnya, tapi untuk relaksasi diriku sendiri, untuk mengabadikan cerita2 hidup ku, basic sih tapi begitulah kenyataanya. heheheh kalau dapat untung dari situ ya alhamdulillah, kalau gak ya gpp. Asal jangan sampai saya terbuai sama medsos dan ngarep pengen terkenal kek selebgram2 padahal gaet followernya instan #eh hihihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi beli followers sekarang gampang ya

      Delete
  13. Nomor 1 itu alasan kenapa tahun 2014-2015 jarang banget ngeblog dan nggak beredar dimana-mana, ngurusin bayi. Sekarang bocah udah gedean dikit. Emaknya udah bisa "gaul" lagi di dunia maya maupun kumpul-kumpul offline, dan ternyata kaget saat tau jagad blogger sudah bergerak demikian cepat hehe. Tertinggal jauh euy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha aku yg nggak pernah hiatus aja gelagepan ngikutinya heheeee

      Delete
  14. seminggu baru jadi satu postingan ..
    ha.. ha.. bener banget, sehari cuma jadi satu paragraf

    ReplyDelete
  15. waaaa aku merasa tersemangati dooong baca ini. oke mba,,,aku nulis lagi. udah baca post terbaru aku? wkwkkw...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beluuum. aku berangkat sekarang. Ngeeeeng....

      Delete
  16. Aku juga jarang ngeblog sekarang, sebulan kadang cuma 2 postingan. Riweuh di dunia nyata hehehe :D

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.