Saturday, February 03, 2018

DIY Cantelan Pot Gantung Dari Mantan Rak Besi

Sudah lama saya tidak membuat DIY (Do It Yourself) ala-ala dengan memanfaatkan barang bekas untuk keperluan rumah, ya. Blog beyourselfwoman ini memang tidak saya fokusnya ke jahit-menjahit saja. Fokus utamanya adalah segala sesuatu yang bisa dikerjakan sendiri. Tapi berhubung belakangan lagi suka banget menjahit, maka yang muncul kebanyakan menjahit. Nah, karena tadi saya sedikit beberes halaman depan yang terbengkalai, jadilah saya posting ide remeh ini. Siapa tahu bisa bermanfaat.



Sejak memasuki musim penghujan, saya jarang banget mengurus halaman. Tahu sendiri kan, tanah kalau becek itu banyak cacing, cikal laron, ulat dan sebagainya. Geli! Apalagi halaman sudah pernah kemasukan ular, jadi tambah males. Takut! Tapi karena sudah tidak tahan melihat halaman yang tak terurus, akhirnya turun tangan juga. Pas pula pagi tadi agak panas. Barulah setelah selesai berkebun dan mandi, hujan turun, bress!

Halaman depan saya itu sempit dan sejatinya underconstruction yang nggak segera action. Jadinya semua serba darurat, pot diletakkan sembarang di tanah. Ibu saya yang berkali-kali ingin memberi tanaman, selalu saya tolak karena saya merasa tidak akan bisa mengurusnya. Meski tak bisa mengurus tanaman dengan baik, tapi saya dikenal bertangan dingin. Maksudnya, yang saya tanam, jarang yang tidak bisa hidup. Kecuali sudah kebangetan sampai tanahnya kering kerontang, barulah tanaman itu mati. 

Salah satu pemberian ibu yang berharga adalah anggrek. Seingatnya saya, ibu hanya memberi 3 pot anggrek tapi sekarang sudah jadi banyak. Anggrek-anggrek tersebut saya letakkan sembarangan dalam pot di atas tanah dan saya ikat di pohon kelor. Padahal saya tidak memakai metode apa-apa untuk memperbanyaknya, cuma tiap pot saya pisahkan jadi 2 atau 3 pot begitu saja. Yang penting, tiap pot dapat akarnya. Karena tidak terurus, wujudnya tidak menarik. Kalau melihat koleksi teman blogger yang punya usaha anggrek, yaitu Rina Susanti di akun instagramnya @anggrek.hias, duuuh gemes banget pengin saya apain anggrek-anggrek saya itu supaya berdaun bagus dan berbunga indah seperti itu.

But, first thing first. Soal bunga anggrek yang kece-kece itu nanti saja. Yang penting ditata dulu potnya supaya tidak bersemak. Tadinya saya pengin beli rak pot besi yang spiral itu. Saya sudah tahu tempat membelinya yang murah karena ternyata dia pemasok ke toko-toko disini. Tapi kok bela beli terus ya? Belum tentu nanti keurus. Akhirnya mata saya tertumpu pada rak rusak di depan teras.

Ada 2 rak seperti ini. Satu masih bisa dipebantukan sebagai rak sepatu yang jarang dipakai dan kotak pertukangan. Satunya sudah jadi rongsokan dan akan difungsikan jadi cantelan pot gantung.
Rak rusak tersebut pernah berjasa sebagai rak display Ladaka. Karena salah satu giginya patah, rak tersebut diikat dengan tali rafia. Jelek banget deh pokoknya. Tadinya, rak tersebut masih difungsikan sebagai tempat pot kosong dan berbagai peralatan berkebun. Tapi karena kena tampias hujan, papan partikelnya lapuk dan hancur. Tinggallah kerangka besinya. Kerangka besi tersebut teronggok lama disana. Mau dibuang, sayang. Mau dimanfaatkan lagi, belum ada ide.

Saya melihat banyak lubang di kerangka besi yang bisa saya gunakan sebagai cantelan pot gantung. Aha! 

Masalahnya, cat besi tersebut sudah tidak bagus dan berkarat di beberapa tempat. Lalu saya ingat cat semprot sisa nyemprot mobil yang baret parah karena ulah pengendara motor yang disambung gerobak pemulung. Sudah tahu gerobak yang gandeng dengan motornya itu sulit dikendalikan, tapi dia tidak berhati-hati. Saya cuma bisa menatap nanar. Bagaimana mau minta ganti rugi pada orang yang tidak mampu? Padahal saya juga mikir kalau memasukkan mobil ke bengkel karena pasti butuh waktu semingguan. Akhirnya, daripada mobil saya berkarat, saya punya ide menggunakan cat semprot saja sementara. Nanti kalau pengin menjualnya, baru deh didandanin. Lagipula lalu lintas sekarang memang ganas, berat juga kalau sedikit-sedikit masuk bengkel cat. Jadi, biar saja seperti itu dulu.

Yang akan saya fungsikan kembali yang warna pink itu. Cat semprotnya warna silver.
Mulailah saya browsing cat semprot untuk kendaraan. Gak bisa dong pakai pilox seperti biasanya. Lalu saya blusukan ke komunitas motor online. Ternyata mereka banyak menggunakan cat samurai (disclaimer: bukan sponsored post). Saya pikir, sama kali ya untuk mobil? Ya sudahlah, beli saja. Wkwkwkwk. Hasil semprotan memang tidak terlalu rapi, tapi bisa menutup bagian yang terekspos supaya tidak karatan. Bekas baretannya tetap kelihatan sih, walaupun tersamar sedikit. Cat tersebut sisa banyak, jadi saya simpan.

Untuk mengecat rangka besi tadi, seharusnya diamplas dulu, agar lebih awet dibawah hujan dan panas. Tapi seperti yang sering saya tulis bahwa saya tidak suka mengamplas, maka besi inipun tidak saya amplas, melainkan saya lap saja supaya bersih. Setelah itu langsung semprot. Caranya, semprot dulu separuh, yang separuh untuk memegang. Setelah kering, dilanjutkan dengan sisi yang lain. Keringnya cepet kok, paling-paling 5 menit saja. Setelah itu, dipaku deh ke tembok.

Cara mengecatnya separo separo, ya.

Saya berencana memasang 3 rangka besi, tapi sementara 1 dulu karena pot gantung saya habis. Kalau anggreknya masih banyak tuh nemplok di pohon seperti di foto. Dibalik pohon itu juga masih ada lagi. Heheheee.... Sebenarnya, saya bisa pasang 4 rangka tapi yang satunya akan tertutup atap teras, yang berarti saya harus menyirami. Sedangkan kalau pot tidak tertutup atap, alam yang akan menyediakan kebutuhan anggrek tersebut. Paling-paling repot sedikit nanti kalau musim kemarau panjang. Tapi kalau pengin anggrek yang berbunga fantastik seperti punya Rina, cari cara merawat anggrek yang bener ya, jangan pakai cara saya.

Baru satu rangka yang terpasang. Pot gantungnya habis. Yang nemplok di pohon itu akan saya pindahkan sebagian untuk dicantelin. Sisanya biar saja disana untuk pembiakan. Anggrek itu sejenis gulma, jadi dengan menempel pada pohon lain, tumbuhnya lebih subur.
Begitulah teman-teman, DIY saya kali ini. Simple saja sih, lebih banyak ngobrol ya sayanya. Meski begitu, saya tetap berharap teman-teman dapat ide dari postingan ini sesuai dengan yang teman-teman butuhkan dan miliki. Jangan lupa, tag @beyourselfwoman kalau lagi nyoba-nyoba ide serupa, ya. Butuh semangat nih, dan semoga saya juga bisa memberi semangat pada teman-teman.

18 comments:

  1. Gagal fokus sama tanaman kelor yang subur-makmur di pojokan mba...
    Halaman depan+blkngku rapinya juga jarang mba sekarang... Cuma punya satu tanman gantung aja kondisinya juga memprihatinkan sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kerumahku mbak, ambil semua juga boleh asal masih nyisain dikit pohonnya heheee

      Delete
  2. Aku beberapa kali ngrawat anggrek ngga berhasil, nih. Kurang telaten keknya. 😂

    ReplyDelete
  3. Mbak ngeri banget buat saya kalau udah sampai ada ular. Ada cacing bisa bikin saya begidik.

    Urusan tanaman biasanya ranahnya suami saya. Dia lebih bertangan dingin kalau ngurus tanaman. Bisa seharian di halaman kalau lagi ngurus tanaman. Tapi paling kalau lihat ada taman atau pohon yang bagus di socmed, saya suka nunjukkin ke suami. Biar dibikin kan saya juga seneng kalau tamannya bagus :D

    ReplyDelete
  4. MANTAN rak besi.. Hahaha
    Kapan2 kl selo bikin kaya ginu ah, aku punya rak besi nggak kep pakai tuh mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daripada karatan. Tapi kalau mantan yg itu dibuang aja. Eh

      Delete
  5. Punya nih besi rak begini. Hmm.. boleh juga idenya mba (",)
    Coba bikin ahhh..

    ReplyDelete
  6. ternyata rak besi bisa jadi mantan ya kwkwkw..Tapi idenya keren nih!
    Btw Mbak, itu subur sekali tanaman di pojokan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanaman kalau langsung di tanah cenderung lebih subur daripada di pot.

      Delete
  7. Idenya itu lo,addaaa aja hehe...aku dah gatel banget pingin hidup dirumah sendiri,karena bisa bebas bikin apa gitu...huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar, ada waktunya. Aku nunggu 15th lo. :))

      Delete
  8. Saya punya tanduk rusa yang nempel di pohon mangga mbak, tapi bukan ideku juga sih, tapi suami yang urusin.. dulu.. sekarang udah nggak keurus meskipun belum mati juga, hanya jadi jelek..

    Area tanam-menanam itu bukan bagian saya, karena identik dengan cacing dan kena tanah hehe.. Ibu dan Bapak saya kadang suka juga melakukan sesuatu di halaman rumah yang cuma seuplik itu..

    Tapi ide membuat pot gantung itu keren loh mbak, memanfaatkan barang bekas dan lahan terbatas. Mungkin bisa juga selain anggrek ya yang digantung, asal jangan kau gantung dirikuh.. :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenere aku yo jijik wkwkwkwk.... Tapi terpaksa hiks

      Delete
  9. aku tertarik baca postingan ini sebab ada kata "mantan"-nya hahahaha ....sebab aku gak suka berkebuuun...ga punya lahan juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkw udah 2 aja yg terkenang mantan dg postingan tanaman.

      Delete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.