Saturday, March 10, 2018

DIY Membuat Gadget Armband Untuk Mendengarkan Musik Sambil Jogging Atau Mengepel Lantai



Hari ini, masih dengan pikiran yang sulit fokus karena ortu sakit, baru terpikir untuk membuat armband selepas siang. Ini sejiwa dengan peringatan Hari Musik Nasional. Iya, memang temanya dipas-paskan. Heheheee.... Armband ini untuk meletakkan gadget agar bisa mendengar musik atau mungkin motivator ketika sedang jogging atau ngepel lantai. Dengan armband yang diletakkan di lengan atas, tangan bebas bergerak. 

Armband sudah banyak dijual di online shop alat olahraga. Tapi kalau bisa bikin sendiri, kan asik? Selain bisa untuk menghabiskan kain perca, juga bisa disesuaikan untuk hp atau ipod yang kita miliki.

Awalnya saya menggunakan OPPO A37 sebagai ukuran. Entah salahnya dimana, pas jadi kok ngepres banget meski masih bisa masuk. Mungkin tingginya tidak saya ukur dengan benar. Tapi untuk Xiaomi 4A bisa pas bagus seperti di foto. Meski kelihatannya sederhana tapi soal mengukur ini memang harus teliti karena sakunya tidak boleh terlalu longgar agar gadget tidak jatuh.

Yuk kita mulai membuat ARMBAND untuk OPPO 37 atau Xiaomi 4A (best fitted).




Foto diats adalah bahan yang dibutuhkan. Maaf ya tempel-tempel gitu karena lupa jadi talinya difoto sendiri. Berikut rinciannya:
  • Kain bermotif bagus untuk outer, ukuran 11 x 32,5 cm (sudah termasuk kampuh jahitan) sebanyak 1 lembar. Jika tidak punya kain yang sepanjang ini, bisa menggunakan ukuran 11 x 17,5 cm (sudah termasuk kampuh jahitan) sebanyak 2 lembar. Saya menggunakan bahan kain kanvas karena cuma punya stok itu. Kapan-kapan kita buat yang tahan air dan keringat, ya. Modelnya akan sedikit berbeda, tidak terbuka seperti itu.
  • Kain inner seadanya tapi jangan yang kasar agar tidak menggores. Ukuran 11 x 17,5 cm (sudah termasuk kampuh jahitan) sebanyak 2 lembar. Kalau punya yang seukuran kain outer, cukup 1 lembar saja.
  • Busa tipis 1 cm lebih lebar dari ukuran kain outer. Busa tipis itu sulit dipaskan ukurannya, jadi dilebihkan dulu, dijahit, baru kemudian digunting pas ukuran outer.
  • Tali elastis lebar dengan panjang 20,5 cm (sudah termasuk kampuh jahitan) sebanyak 2 lembar. Kalau punya tali elastis yang lebar, cukup 1 lembar saja. Panjang tali harus dipaskan lengan sendiri biar enak. Kebetulah lengan saya cukup besar. Heheheee.... Cara menghitung panjangnya adalah letakkan tali elastis di lengan, tarik sampai terasa enak mencengkeram, lepaskan, tambahkan 2 cm untuk kampuh jahitan, lalu gunting.
  • Tali elastis kecil untuk kait sedikit saja.




Satukan busa pelapis dengan outer dengan cara menjahit keliling bagian pinggir. Permukaan yang bagus berada diluar semua. Khusus untuk busa, biasanya ada jaring halusnya, itulah yang selalu berada diluar. Jika yang kasar berada diluar, menjahitnya akan sulit. Tak perlu terlalu memperhatikan estetika karena tujuannya adalah busanya tidak bergerak. Setelah itu rapikan bagian pinggir agar pas dengan ukuran outer.




Satukan bagian inner juga. Jahit keliling kecuali bagian atas. Permukaan yang bagus berada didalam. 

Sedangkan tali elastis yang lebar ditata dibagian permukaan outer yang bagus. Letakkan ujung tali elastis pas di bagian pinggi kain. Jika panjang tali melebihi lebar kain, gunakan jarum pentul untuk membantu menahan sisanya ditengah. Jika menggunakan 2 lembar outer, maka harus disatukan seperti inner.




Lipat bagian outer dengan permukaan yang bagus berada didalam. Jahit bagian kanan dan kiri. Jangan lupa untuk menambah jahitan yang melewati tali elastis agar kuat.




Kain outer dibalik agar permukaan yang bagus berada diluar. Lalu satukan dengan inner seperti foto di atas. Jadi permukaan inner dan outer yang bagus bertemu.




Jangan lupa memasukkan tali elastis yang kecil diantara inner dan outer dengan posisi seperti foto di atas. Meletakkannya di bagian yang tidak ada tali elastis besarnya, ya.




Jahit bagian mulut yang ada tali elastis kecilnya. Jangan lupa memberi tambahan jahitan di bagian tali tersebut agar kuat. Mengapa bagian satunya tidak dijahit? Karena akan digunakan untuk membalik. Sebenarnya untuk membalik itu cukup disisakan sekepal gap saja yang tidak dijahit. Tapi berhubung ukurannya kecil, agak sulit kalau lubangnya kurang besar. Terus terang, saya kurang suka menjahit yang kecil-kecil dengan teknik seperti ini karena tangan saya sebesar talas Bogor jadi sulit rapinya.




Foto di atas adalah setelah dibalik. Rapikan bagian mulutnya karena akan dijahit tindas keliling. Nah, ini adalah bagian sulit lainnya karena bagian mulutnya cukup kecil untuk dijahit keliling pakai mesin jahit. Kalau kesulitan, jahit saja menggunakan tangan bagian lubang tersebut, nggak perlu ditindas.



Terakhir, tarik tali elastis kecil ke bawah, lalu tandai. Jahit kancing disitu dengan tangan. 

Sekarang armband sudah siap digunakan untuk menyapu halaman, mengepel lantai atau cuci piring dengan hati riang. Yah, kalau hati ngenes karena cucian segunung, nggak apa-apa juga sih mendengarkan lagu yang menjeritkan perasaan. Wkwkwkwk.....

Selamat mencoba! Jangan lupa mention saya kalau sudah jadi. Kalau menambahkan ide lain, akan dengan senang hati akan saya coba juga. Yuk saling menyemangati!

10 comments:

  1. Kliatannya gampang buatnya ya...tapi kalau saya yang jahit, pasti gak rapi juga sih..

    Sekarang lagi banyak yang pakai ini di lengan pas olah raga..kadang agak parno juga takut jatuh..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yg bahan stretch itu lebih mudah dibikin mbak.

      Delete
  2. Kreatif ide pembuatan armband nya,kak ... motif yang dipilih juga bagus ☺

    ReplyDelete
  3. Semoga ortu sehat ya mbaa, aku baru tahu armband giniii..

    ReplyDelete
  4. adaaa saja idenya mbak... keren ! eh, sebelum ini saya pake sling bag kecil buat naro hp sambil jemur, atau masuk kantong kalau pas pake baju berkantong, kalau gak ada dua-dua nya, ya di kempit.(ih nggak banget yaa, hahaha)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya, itu juga bisa mbak. Tapi jangan dikempit dong, bau. Wkwkwkw

      Delete
  5. Mbak Lusi ada ajaaa idenya.. Ini bisa saya pakai buat setrika nih mbak. Kalau diletakkan gitu aja pas naroh setrikaan ke lemari mesti angkat-angkat ponsel lagi, nggak praktis kan.

    Oh ya lucu kali ya sambil ngepel dengerin musik, bisa megat megot tuh kalau ngepelnya masih sambil jongkok, hehe..

    Mbak mesin jahitku udah dibenerin suami loh. Kemarin sudah berfungsi lagi, tapi bukan saya yang pakai tapi suami. Tapi tadi malam jarumnya patah, nanti pulang kerja mau beli jarum.

    Tapi masalahnya, sekarang printer anak saya belum dapat tempat nih, masih diletakkan di meja belajar, hehe..

    oh ya, semoga orang tua mbak Lusi cepat sembuh ya, aamiin.. :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooo iya, printer anak2 juga nggak ada tempat. Aku taruh rak. Kalau mau dipakai dikeluarin dari rak. Masih PR ini nyari tempat printer yg enak. Ada ide?

      Delete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.