Thursday, April 19, 2018

Pengin Tahu Saumlaki, Malah Ngulik Tiket Pesawat Dan Hotel Ke Makassar

losari makassar
Foto: www.traveloka.com

Geli kalau ingat waktu pengin tahu tentang Saumlaki malah menghabiskan waktu ngulik tiket pesawat dan hotel ke Makassar. Jadi sejak ada wacana pekerjaan di Saumlaki, kami galau berat karena dimana sih Saumlaki itu? Setelah di cek di internet, ternyata Saumlaki itu terletak di Tanimbar Selatan, Maluku Tenggara Barat. Kalau lihat di peta, Saumlaki dekat perbatasan dengan Australia, diapit Papua Barat dan Timor Leste. Bahkan jarak dengan Ambon lebih jauh meski bagian dari Maluku. Yang menghibur adalah bisa dicapai dengan pesawat dan alamnya indah banget.

Dengan jarak yang demikian jauh dari Jogja, kalau benar-benar harus berangkat ke Saumlaki, bakal susah ketemu dengan anak-anak yang punya kegiatan seabrek dan orangtua yang sakit-sakitan. Ketika  saya cek, ternyata butuh 2-3 kali transit untuk mencapai Saumlaki. Dibawah ini contohnya.

traveloka


Selain itu, ternyata transitnya pun lama, hampir 5 jam di Makassar. Waduh, ngapain ya 5 jam di bandara? Dinihari pula. Numpang tidur? Kalau untuk keperluan kerja sih apa boleh buat ya, kan harus ngirit? Tapi kalau misalnya anak-anak pengin nengok pas liburan gitu kan rugi? Daripada numpang tidur, mending sekalian menginap di Makassar untuk jalan-jalan dulu. Kebetulan kami sudah pernah keliling Indonesia bagian barat, sementara ke Indonesia bagian timur baru mentok di Lombok.

Setelah browsing, ternyata banyak yang bisa dinikmati dari kota yang melahirkan wakil presiden Jusuf Kalla ini. Yang saya inginkan adalah ke mesjid terapung Al Fatih Al Anshar yang indah dan mesjid Raya Makassar. Datang ke mesjid yang ikonik adalah ritual kami jika mengunjungi sebuah kota. Saya juga ingin ke pantai Losari karena teman-teman yang pernah ke Makassar selalu berfoto disini. Kata teman-teman, kita bisa nongkrong berlama-lama disini sambil cari kuliner khas setempat.  Selain itu, saya juga ingin ke benteng Rotterdam untuk melihat dan mendengar cerita tentang kejayaan kerajaan Gowa.

Setelah pantai, pengin juga melihat dataran tingginya, yaitu Malino. Kalau lihat di peta sih sekitar 3 jam dari Makassar. Makanya perlu booking hotel 2 hari. Saya jadi ingat, waktu ke Bukittinggi Sumatra Barat, saya menginap dekat hotel Malino. Mungkinkah ada hubungannya dengan ibu Mufidah yang memang orang Minang? Terakhir ingin ke pelabuhan Pinisi Paotere, melihat kapal-kapal yang pernah membawa nelayan dan saudagar Bugis ternama se Nusantara. Saya tidak memasukkan wisata oleh-oleh karena saya memang tidak suka belanja. Bukan pelit lo, ya.

Keluarga kami bukanlah traveller yang suka mengambil resiko dan merepotkan orang lain. Biasanya kami persiapkan betul-betul semua rencana perjalanan dari tiket, hotel hingga kendaraan di kota tersebut. Jadi, kami memang sudah terbiasa menggunakan situs tiket online kemanapun pergi. Jaman dulu, ketika tiket masih dipegang agen perjalanan, kami tinggal minta agen langganan kami untuk mencarikan tiket pesawat atau kereta api dan voucher hotelnya sekalian. Kami selalu berpesan untuk mencarikan yang termurah di kelas yang kami inginkan. Kalau pesan voucher hotel lebih dulu seperti itu masih dapat diskon lagi.

Ketika mulai menggunakan situs online, kami harus mencari sendiri dengan teliti, mana saja tiket yang cocok untuk waktu dan dompet kami. Enaknya sih kami nggak sungkan bolak-balik minta dicekkan di tanggal yang berbeda dan kami tidak perlu mengambil tiket fisiknya. Memang sih agen perjalanan bisa mengantarkan tiket tersebut tapi nggak enak hati kalau tidak memberikan tip pada pengantar.

Awal mula adanya situs buat para traveller itu terpisah antara pembelian tiket transportasi dan pemesanan akomodasi. Syukurlah kemudian disatukan jadi tidak ribet, seperti Traveloka yang punya  fitur paket transportasi dan akomodasi. Jadi kita bisa melihat rencana perjalanan tersebut dalam satu halaman agar kelihatan kalau tidak sinkron antara penerbangan dan durasi menginap. Tentu saja di dunia yang penuh dengan pemburu diskon seperti saya ini, sistem tiket paket seperti itu menguntungkan karena lebih murah jika dibandingkan kalau pesan sendiri-sendiri. 

Misalnya simulasi untuk 2 orang dibawah ini. Jika "pesan paket pesawat+hotel” secara bersamaan lebih hemat dibanding pesan terpisah, hematnya bisa sampai 20% tanpa kode promo apapun. Saya bisa menghemat Rp 597.575,-. Uang segitu bisa buat wisata kuliner berdua di Makassar.

traveloka


Jadi dengan fitur ini, kita bisa bongkar pasang kombinasi antara pesawat, hotel dan kamar sampai benar-benar cocok.  Misalnya mengganti flight dari malam hari seperti tadi menjadi pagi. Jika sampai di Makassar jam 11.05, maka saya bisa langsung masuk hotel untuk chek in jam 12.00. Nggak rugi jika dibandingkan sampai Makassar dinihari tapi bayar full. Di situ saya tidak menggunakn tiket pulang pergi dengan asumsi setelah itu bablas ke Saumlaki, belum balik ke Jogja.

Misalnya lagi tiba-tiba pengin membeli oleh-oleh tenun yang cukup mahal, bisa klik change hotel untuk mengganti kelas hotel dari bintang 4 ke bintang 3 untuk berhemat. Atau misalnya sudah cocok dengan hotel ini yang dekat banget dengan laut tapi mau lebih murah lagi, bisa change room untuk berganti dari sea view seperti contoh diatas ke city view. Kamar di hotel manapun yang menghadap tenangnya laut pasti lebih mahal dibandingkan dengan yang menghadap kepadatan kota. 

Praktis, ya? Traveloka seperti mengerti rewelnya saya kalau mencari tiket pesawat dan booking akomodasi yang pas sehingga semua pertanyaan di pikiran saya ada cara penulusurannya di paket pesawat hotel traveloka . Coba saja.

8 comments:

  1. Saya baru denger ini Saumlaki. Ternyata memang Indonesia super luas, sampai Saumlaki aja masih kurang familiar di telinga.

    ReplyDelete
  2. saya baru dapat info ada saumlaki ini, emang lah indonesia tiada dua luasnya

    ReplyDelete
  3. Baru dengar tentang Saumlaki, nama yang keren cocok buat nama tempat wisata, cocok juga buat nama orang. Saumlaki : Laki-laki yang suka puasa, heheh sukanya ngawurr..

    Karena saya jarang piknik jadi cuma bisa ngebayangin aja, mungkin sama ribetnya ketika mencari tiket, penginapan dll. Bisa jadi butuh waktu seminggu untuk cek-cek dulu sebelum memutuskan ya, meskipun ujung-ujungnya klik Traveloka karena lebih simpel bisa nyari pesawat sekaligus hotel dengan menyesuaikan budget kita :).

    ReplyDelete
  4. Makasar memang bagus kok mba. Ga rugi nginep sebentar di sana. Pas trakhir ke makasar, aku sukaaaaa bgt ama kulinernya, dan barang2 yg dijual super muraaah. Makanya aku kalap pas belanja hahahaha.. Ga nolak kalo balik lagi ke makasar.. Malino highlandnya bagus. Kita ketemu penjual sayuran pas di sana. Masaaa yaaaa, kacang merah isi sebaskom gedeeee, cm 10rb. Aku dan temen2 lgs histeris dan belanja sayur. Kacang merah, cabe merah wkwkwjwj.. Disimpen dulu di kulkas hotel :p

    ReplyDelete
  5. Sama seperti 3 teman2 pengomentar diatas, aku juga baru denger kali ini nama area Saumlaki.
    Kenapa namanya jarang disebut orang selama ini ya ?.

    ReplyDelete
  6. Saya terkecoh dengan nama tempat tersebut. Saya kira tempat khusus untuk kaum laki-laki...hehehe

    ReplyDelete
  7. Dengan adanya traveloka jadi terbantu dan tentu memudahkan ya, tapi kok nama Saumlaki saya masih terasa asing ya, apa memang saya yang baru tahu..hehe

    ReplyDelete
  8. Traveloka emg juara. nggak ribet sama sekali. btw, makassar salah satu tempat yang pengin ku kunjungi di akhir tahun nih.. hhh

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.