Monday, August 13, 2018

Mengetes 3 Fabric Marker Untuk Kain Blacu

Karena ingin sekali bisa menulis menulis sesuatu di tote bag, maka saya mengetes 3 fabric marker merk Giotto, Artline dan Sharpie di kain blacu dengan kualitas menengah.


giotto artline sharpie untuk kain
Atas - bawah: Sharpie, Giotto, Artline

Percobaan ini dilakukan untuk menjawab keinginan membuat tote bag atau dompet yang cerewet. Heheheee.... Enggak, ding. Ini untuk mengekspresikan diri saja melalui pernak pernik yang kita gunakan.

Harap diingat, percobaan ini hanya dilakukan di kain blacu, sehingga tidak berlaku untuk bahan lain. Lain waktu, saya akan coba juga di bahan-bahan yang populer, misalnya blacu jenis lain, kanvas atau katun.


Saat ini memang sedang tren hand lettering. Tapi ternyata lettering di kertas dan kain itu berbeda. Saya pernah meminta saudara untuk membuat hand lettering di tas tote bag saya. Dia mengeluh karena sapuannya tidak bisa seringan di kertas sehingga pengerjaannya lebih lama. Sifat kain yang menyerap tinta juga merupakan kendala tersendiri. 

hand lettering tote bag
Hand letterng menggunakan Sharpie Stained. Tote bag buatan saya, hand lettering oleh saudara saya.

Saya sendiri tidak bisa hand lettering. Sudah niat banget mau belajar tapi ada 2 kendala. Pertama, teman yang saya japri belum ada yang sanggup mengajari diatas kain, bisanya di kertas atau sejenisnya. Kedua, pernah ada workshop di kota saya tapi saya sudah punya keperluan lain yang lebih penting. Begitulah! 

Tapi bukan berarti saya menyerah. Setelah beberapa kali browsing di akun dan blog crafter luar negeri, ketemulah banyak sekali cara mentransfer huruf ke kain tanpa hand lettering. Tentu saja hasilnya tidak seartistik hand lettering tapi cukup catchy untuk tote bag yang casual. Nantinya saya akan mencoba berbagai metode tersebut satu per satu. 

Sebelum mengikuti cara-cara tersebut, saya harus menentukan dulu alat yang cocok untuk lettering di kain.

Beberapa alat yang bisa digunakan untuk lettering di kain adalah fabric marker, brush pen, bahan sablon, pewarna tekstil dan sebagainya.


Kemarin saya mencoba fabric marker lebih dulu. Karena menyadari keterbatasan ketrampilan, saya memilih farbric marker yang cara menggunakannya mirip spidol. Percobaan saya tersebut bukan berupa hand lettering tapi sekedar memindahkan huruf ke kain. Di postingan berikutnya, akan saya tunjukkan caranya.

Saya memilih Giotto, Artline dan Sharpie karena harganya cukup terjangkau bagi saya. Urutan nama tersebut menunjukkan urutan harga dari yang paling murah, ya. 

Harga Giotto di online shop sekitar Rp 10.000,-. Saya beli di Toko Merah Jogja yang harganya dibawah itu karena toko tersebut memang terkenal paling murah sehingga menjadi langganan anak sekolah dan mahasiswa.

Untuk Sharpie, saudara saya sudah pernah mencobanya di tote bag buatan saya yang terbuat dari blacu kualitas menengah. Ada 2 jenis blacu yang banyak beredar di pasaran, yaitu yang murah seharga sekitar Rp 6.000,- per meter dan yang menengah sekitar Rp 11.000,- per meter. Saya pernah melihat yang lebih bagus tapi lupa dimana. Kalau ketemu lagi, saya pengin beli buat percobaan.

Sharpie menempel dengan baik di kain blacu. Menyapukannya juga lebih luwes karena tip atau ujungnya fleksibel. Hanya saja untuk media selebar tote bag saya itu butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Ujung marker yang lancip dan tipis, membuat kita harus bersabar ketika memblok huruf yang "gemuk". Namun demikian, saya belum pernah menguji apakah tintanya luntur kena air atau tidak. Ini penting banget karena pasti ditanyakan pemesan atau teman sesama crafter. Bagaimanapun, kain akan dicuci juga kalau kotor.

Awalnya, saya hanya menggunakan Giotto dan Sharpie untuk mengetes tinta di dalam air. Begitu masuk air, Sharpie tidak masalah, tapi Giotto luntur sedikit. Meski hanya luntur sedikit, tinta Giotto meninggalkan bekas di kain. Saya pun berpikir, mungkin caranya yang salah. Mungkin tintanya belum kering.

Lalu saya mencari referensi, bagaimana sih sebenarnya cara menggunakan marker yang benar di kain itu? Begitulah proses belajar saya, selain mencoba-coba, juga harus banyak membaca. Ternyata, yang benar adalah menyetrikanya setelah selesai menggunakan marker. Oke, berikut tahapan percobaan saya.

ngetes tinta untuk kain
Disetrika dulu, didiamkan, baru direndam.


1. Menggunakan Fabric Marker

Saya menggunakan 3 marker tersebut untuk menulis sebuah kata. Hasilnya, Giotto dan Sharpie tampak lebih bagus. Sharpie paling nyaman untuk membentuk huruf. Sedangkan untuk huruf dengan font "gemuk" lebih baik menggunakan Giotto. Nah, yang Artline ini kok pinggirannya sedikit ngabar atau mleber. Di Artline sih tulisannya memang "Shirt Marker". Mungkin Artline akan lebih baik di bahan kaos yang seratnya lebih rapat dibandingkan dengan blacu.

2. Menyetrika

Jika sudah selesai menulis, tutup bidang yang ditulisi tersebut dengan kain, lalu setrika. Kain blacu tidak punya masalah dengan setrika yang di set paling panas. Tapi seperlunya saja sih, nggak harus yang paling panas.

3. Mendiamkan


Sebaiknya kain diamkan dulu setelah disetrika sampai mencapai suhu ruang. Kalau saya, kain tersebut menginap dulu baru dites dengan air. Alasannya, entahlah. Biar afdol saja. Hahahaaa....

4. Merendam 


Kain tersebut saya rendam di air biasa. Sharpie tetap tidak masalah. Sementara yang Giotto, ada warna hijau membayang sedikit di air. Lalu saya diamkan di dalam air selama 15 menit. Setelah saya angkat, ternyata tidak meninggalkan bekas warna hijau sama sekali di kain. Hanya pinggiran hurufnya saja yang kurang tegas, seperti ada warna yang terurai sedikit. Tapi masih bisa diterima kok.

lettering di kain blacu
Setelah 15 menit direndam dan kain sudah kering kembali.


Demikianlah hasil percobaan saya. Terpulang kepada teman-teman akan menggunakan yang mana. Saya tidak memberikan kesimpulan. Yang terbaik sih teman-teman tes sendiri sebelum menggunakannya. Nggak mahal kok beli beberapa fabric marker untuk percobaan, daripada langsung beli satu set demi harga lebih murah sedikit tapi yang belum cocok.

Kalau teman-teman punya informasi kursus hand lettering di media kain secara online, bagi-bagi kontaknya, ya. Semoga bermanfaat.

10 comments:

  1. Bagus banget hasilnya Mba, kirain cuma bisa sablon aja yang beginian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat yg pandai hand lettering hasilnya akan lebih bagus lagi :)

      Delete
  2. ngakak baca quote-nya "mamah selalu benar"
    aq ada temen yang suka hand lettering di bahan tapi dia buka kursusnya offline nama ignya anoimahandmade...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih infonya. Coba aku kepoin IGnya ya :)

      Delete
  3. Oh...gitu to mba. Aku kok ngertine marker cuma merk snowman...ternyata banyak merk to
    *Lamaa bnget nggak ke toko merah..😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama. Biasanya aku ke toko merah nebang anak2 pas butuh alat tulis :)

      Delete
  4. wah seru banget... aku jadi tertarik pengen beli fabric marker juga

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.