18.8.17

Belajar Merajut Di Gendhis dan Menjual Hasilnya Ke Gendhis

Teman-teman penggemar produk Gendhis Bags Jogja? Salah satu produk unggulan Gendhis adalah tas rajut. Pas kemerdekaan Indonesia ke 72 kemarin, saya berkesempatan belajar merajut bersama Gendhis.

gendhis bags merajut


Acara belajar merajut ini dikoordinir oleh Ima tamasyaku.com atas nama Arisan Ilmu Kumpulan Emak Blogger. Bagi KEB, Gendhis itu sangat supportive. Selain pemiliknya, bu Ferry, pernah membagikan ilmu untuk menjadi seorang wirausahawati, Gendhis dibawah koordinasi mbak Erna juga mendukung penuh ulang tahun KEB Desember 2016 lalu. Mungkin bu Ferry adalah seorang perempuan, maka beliau sangat perhatian terhadap pengembangan diri individu maupun komunitas perempuan.


Setelah belajar kewirausahawanan dan bersenang-senang di ultah KEB, maka kemarin kami masuk lebih dalam lagi ke usaha Gendhis, yaitu bagian produksi. Produk tas Gendhis ada beberapa jenis, dilihat dari bahan dan pengerjaannya. Mempelajarinya dalam waktu 2 jam tentu tak akan bisa. Karenanya, mbak Erna menawarkan pada kami untuk belajar merajut saja.

gendhis bags merajut
Mbak Rini memberikan pesan untuk memotivasi emak-emak belajar merajut. Foto: Phie dari penaphie.com

Sebenarnya, merajut bukan merupakan kegiatan yang asing bagi saya. Almarhumah simbah saya selalu merajut taplak sendiri. Ibu saya bahkan bisa membuat tas rajut. Bedanya dengan tas rajut Gendhis adalah di design. Sepertinya hasil tas rajut ibu-ibu PKK yang saya lihat di pameran-pameran pembangunan itu sama dengan hasil pekerjaan ibu saya. Mungkin dinas yang memberikan bimbingan merajut bagi ibu-ibu PKK tersebut kudu belajar design dengan Gendhis agar hasilnya nggak begitu-begitu saja. Meski rajutannya rapi, rasanya kurang modis untuk dikenakan ibu-ibu sosialita seperti saya, makanya sayapun nggak berminat belajar dengan ibu saya.

Tapi setelah diperkenalkan dengan merajut oleh Gendhis kemarin, saya terkejut. Loh, ternyata alatnya sama kok seperti yang dipakai ibu saya, yaitu cuma sebilah hakpen. Tapi hasilnya jauh berbeda. Pada pengin punya produk Gendhis kan? Buat foto aja cakep banget, apalagi dicangklong buat jalan-jalan.

gendhis bags merajut
Serunya belajar merajut. Foto: Phie dari penaphie.com

Mbak Rini dibantu mbak Win, mentor kami kemarin dengan tegas mengatakan bahwa semua design berasal dari owner. Penegasan ini penting agar kita bisa menghargai hak cipta orang lain. Waktu bu Ferry menceritakan kisah jatuh bangun usaha beliau dulu, sebab utama beliau pernah sangat jatuh adalah dibajaknya design-design beliau oleh karyawan sendiri dan dijual dengan harga yang jauh lebih murah. Namun pengalaman tersebut justru menguatkan beliau untuk bangkit dan bertahan. Bagaimanapun, barang bajakan akan tetap tinggal sebagai barang murahan, tidak akan pernah bisa menyamai produk dengan brand yang telah kuat. Karena itu bu Ferry tidak takut dijiplak, terus mengeluarkan karya-karya baru dan tidak bosan berbagi ilmu.

Di Gendhis, mbak Rini membantu men-develop produk. Jadi, sebelum diproduksi dalam jumlah banyak atau dipesan oleh klien, mbak Rini bertugas membuat sample sampai benar-benar layak dipasarkan. Tak jarang mbak Rini harus bekerja ekstra cepat karena sample tersebut akan segera dibawa ke klien. Selain itu, mbak Rini rajin membagikan ketrampilannya di kelas-kelas seperti yang kami ikuti di Gendhis tersebut. Jadi, jika teman-teman memiliki komunitas, baik komunitas seputar tempat tinggal atau komunitas hobi dan tertarik untuk belajar merajut, bisa menghubungi Gendhis untuk belajar bersama.

gendhis bags merajut
Mendapat apresiasi dari Gendhis pas hari kemerdekaan. Merdeka berkarya.

Karena merajut membutuhkan konsentrasi dan bimbingan yang intensif, peserta dibatasi, nggak bisa terlalu banyak. Kami diberi modal hakpen no 3-4 dan benang nilon D27. Pertamanya bingung banget lo meski tangan mbak Rini jelas banget didepan mata. Susah deh kalau cuma melihat tutorial di youtube, harus diberi bimbingan langsung. Kunci merajut adalah luwes dan rileks. Semakin tegang, semakin susah, bahkan kaitnya bisa nyantol ke benang, lalu benangnya brodol. Tapi kalau santai, ternyata asik juga, benangnya nurut saja. Kalau sudah luwes, bisa dikerjakan sambil nonton TV atau naik bus. Jadi siapa bilang nonton TV itu buang-buang waktu kalau tangan terus bekerja?

Ketrampilan pertama merajut adalah membuat rantai sampai konsisten jaraknya. Setelah bagus, barulah mengisi kekanan dan kekiri sampai mencapai ukuran yang diinginkan. Untuk workshop kemarin, saya baru bisa menyelesaikan 2 baris dikanan dan 2 baris dikiri. Sudah kelihatan bentuknya sih, tapi bentuk panjang kali lebarnya, belum bentuk tempat ponselnya. Setelah beberapa project latihan menjahit di blog ini selesai (karena sudah nabung foto), saya pengin melanjutkan merajut tersebut sampai menjadi tempat ponsel. Nanti seperti biasa, tutorialnya akan saya bagi, baik dalam bentuk artikel blog maupun video youtube. Karenanya jangan lupa subscribe channel beyourselfwoman.

Emak-emak rasa geng cinta. Foto: Ima dari tamasyaku.com

Sambil memberikan pelatihan, mbak Rini juga bercerita bahwa kami bisa menjadi koordinator perajut dilingkungan sendiri lalu menyetorkan hasilnya ke Gendhis. Ada beberapa cara kerjasama yang ditawarkan untuk produk buatan kelompok kita. Tekanannya pada kelompok karena masa ya bisnis sesibuk Gendhis harus melayani satu orang yang datang membawa setoran satu tas doang? Dengan sistem kelompok, koordinator bertanggung jawab melatih anggotanya sampai benar-benar mahir, menerima PO (Purchase Order) dan menyeleksi hasilnya sesuai dengan design dan quality control sebelum disetorkan ke Gendhis.

gendhis bags merajut

Komitmen Gendhis untuk membantu pengembangan diri perempuan memang tidak setengah-setengah, dari pemberian ketrampilan hingga memasarkannya. Tapi tentu saja sebagai sebuah usaha punya standar dan ketentuan yang harus diikuti.

Gendhis adalah sebuah usaha yang inspiratif. Semakin banyak berbagi, semakin banyak rejeki. Jangan cuma bisa mencuri ilmu tapi mintalah baik-baik agar hasilnya berkah untuk semua.



20 comments:

  1. aku baru tahu kalo merajut ga semudah yang terlihat. tapi kayaknya kalo udah bisa bakal ketagihan yak:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya awalnya aja kok yang susah. Kalau terus dilatih mungkin bisa.

      Delete
  2. Waaahh...lengkap dan seru yaa belajar merajut bareng KEB dan Gendhis. Aduh saya jadi ketagihaan 😍😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya refreshing banget, diluar ngomongin teknis ngeblog

      Delete
  3. Setuju bgt, u tdk mencuri ilmu saja, tp minta secara baik2..bs bljr merajut gini sesuatu bgt deh.. Seneng pastinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau minta baik2 malah diajarinya komplit :))

      Delete
  4. Sangat inspiratif mak. Jadi ingat dulu suka merajut untuk melatih ketenangan otak dan mood buster. Skrg sudah kaku...hahaha. Tp suka dengar cerita2 yg hobi rajut...TFS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, bagus buat belajar menahan diri biar tenang.

      Delete
  5. betul mau ditirupun asal brandnya kuat yang KW bakalan tenggelam juga, haha. Brand ini juga cukup sering saya dengar atau lihat di Jambi mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya yang jujur aja dalam berkarya.

      Delete
  6. Merajut bikin tambah sabar dan menikmati setiiap prosesnya.

    ReplyDelete
  7. Iyess, setelah ikut workshop merajut ini. sekarang lengketnya bukan sama gawai, Mbak Lus..
    Bisa juga ternyata nyandu sama benang *uhuuuuk!! LOL

    ReplyDelete
  8. Ketagihaaannn merajuuttttt bareng makLus ^_^ ternyata seru ya makLus, jadi kapan kita kentjan kagi? ^_^

    ReplyDelete
  9. jadi maklum banget kalau lihat harga tas rajut yang tidak murah, lha wong mbikinnya juga susye banget

    ReplyDelete
  10. Merajutnya seneng, pegel bahunya nggak :D Berarti kalau merajut kudu cari posisi yang wuenak biar ga pegal bahu lagi. Yok kapan dilanjuuut? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih baik tiap setengah atau satu jam berhenti, ngolet dulu biar nggak pegel. Jangan dipaksain.

      Delete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.