Sunday, April 10, 2011

Membuat Blog Memasak

Dalam dua hari, saya menyarankan dua orang teman untuk membuat blog memasak. Mengapa? Karena foto-foto masakan mereka tampak sungguh lezat. Teman saya yang satu sering upload foto kue-kue buatannya, sedangkan teman saya satunya lebih beragam.  Saya pernah melihat satu blog masak yang sangat bagus dan saya suka sekali. Sayangnya setelah saya cari setengah mati di google tidak ketemu lagi. Mungkin saking banyaknya blog memasak di internet. Namun demikian dari hasil pencarian tersebut saya dapatkan bahwa kebanyakan adalah tentang resep dan restoran. Padahal masih banyak yang bisa digali dari sepiring makanan, segelas minuman atau sepotong kue.

Membuat blog saat ini amat mudah. Untuk blog memasak gratis, saya sarankan menggunakan wordpress dengan mendaftar di www.wordpress.com atau blogspot dengan mendaftar di www.blogger.com . Nah berikut adalah step by stepnya dan beberapa usul saya:

  1. Buat email dulu, karena sudah punya akun facebook, berarti sudah punya akun email semua.

  2. Lalu mendaftarkan nama blog anda di www.wordpress.com atau www.blogger.com . Pilihlah nama yang mudah diingat dan mencerminkan makanan atau minuman. Harap bersabar karena blog sudah merajalela diseluruh dunia, sehingga kebanyakan nama yang poluler misal www.kuliner.wordpress.com atau www.masak.blogspot.com pasti sudah ada yang memakai berikut ratusan variannya. Jadi gali kreatifitas anda, mungkin ditambah huruf tertentu untuk membedakan yang sudah ada, atau ikuti saja saran dari website tersebut.

  3. Jangan takut salah. Semua bisa diedit, kecuali nama blog. Kalau sudah terlanjur dan tidak suka, buat baru saja.

  4. Seperti menulis buku, buatlah kerangka tentang apa yang ingin anda tunjukkan ke visitor. Jika tidak bisa, tidak masalah, langsung berkarya saja.

  5. Jangan terpengaruh dengan blog lain, fokuslah dengan yang anda sukai atau yang anda bisa saja. Misalnya hanya suka membuat kue dan tidak suka memasak sayur, ya buatlah blog khusus kue. Mengingat pembuatan kue itu cukup rumit, memerlukan ketepatan ukuran, maka akan menarik sekali jika foto diperbanyak, tidak hanya satu per artikel. Misalnya, foto dari mulai menimbang, mengaduk adonan dan sebagainya. Supaya blog anda terlihat lebih ‘manusiawi’, akan seru sekali jika kue yang tidak jadipun alias bantat juga anda upload. Janjikan pada visitor bahwa anda akan mencoba lagi, tetapkan tanggal percobaan berikutnya, dan biarkan visitor penasaran menunggu bagaimana hasilnya nanti.

  6. Jika anda cukup pede didepan kamera, buatlah rekaman sederhana cara pembuatannya. Tentunya tidak harus sesempurna Farah Quinn, cukup anda tunjukkan bagian tersulitnya saja. Misalnya cara mengaduk adonan kue sus agar tidak mblesek.

  7. Biasanya resep ditutup dengan kata ‘siap dihidangkan’. Nah anda bisa menutupnya dengan cara lain, misalnya dengan memberikan saran kemasan untuk diberikan sebagai oleh-oleh.

  8. Selesaikah sampai disana? Terserah. Tapi masih bisa diteruskan looo…. Misalnya anda beri hitungan bahwa satu resep itu menghasilkan sekian kue dan menghabiskan uang anda sekian rupiah. Eh, berarti anda bisa dong, mengira-ira kalau dijual pantesnya dengan harga berapa. Wuih… wuih… satu resep kue saja bisa jadi artikel panjang. Anda bisa memenggalnya menjadi beberapa artikel pendek. Hemat tenaga.

  9. Nah, untuk yang hobi memasak sayuran dan lauk, bisa tuh tidak hanya cara mengeksekusi resep, tapi juga bisa memberi ide menu sehari-hari pada visitor. Karena kita semua sekarang, ibu rumah tangga sekalipun, jarang dirumah, maka anda bisa memberi banyak ide cara penyajian. Misalnya untuk makan siang, anda bisa memberi saran cara menyusun di lunchbox agar tidak membosankan. Sedangkan untuk malam hari, bisa anda tunjukkan bagaimana menyusunnya dimeja, lengkap dengan center piece dan lilin agar romantis.
10.  Jangan lupa menyelipkan tips and tricks karena resep tidak pernah tepat sama ketika dipraktekkan. Lebih bagus lagi jika anda juga memiliki resep penemuan sendiri.

11.  Sama seperti kue tadi, anda bisa juga memperlihatkan berapa yang anda habiskan untuk belanja. Misalnya untuk sekali makan siang, empat orang anggota keluarga anda dengan menu nasi, sop dan ayam goreng habis sekian puluh juta  eh sekian puluh ribu rupiah. Maka jika anda berminat, anda sudah mempunyai buku pintar anda sendiri untuk membuat usaha catering.

12.  Setiap kita menghabiskan waktu untuk hal tertentu, walaupun awalnya hobi, pasti akhirnya kita ditanya, “Capek-capek begitu, kok nggak ada hasilnya?” Hasilnya sudah langsung ada dapatkan begitu anda upload kegiatan anda, yaitu kepuasan batin anda dan manfaatnya bagi orang banyak. Selanjutnya anda bisa menjadikan blog tersebut sebagai etalase untuk menawarkan usaha jasa boga anda, baik mau langsung jreng menerima pesanan untuk resepsi pernikahan, atau malu-malu dulu menerima pesanan per satu loyang roti, atau untuk iklan kedai makan unik anda. Selain itu, fungsikan pula sebagai tempat penyimpanan data. Jika suatu saat ingin membuat buku, tinggal mengumpulkan artikel dari blog anda tersebut dan poles sana sini, langsung deh bawa  ke penerbit. Yang terakhir, sebagai tempat penyimpanan warisan resep terbaik anda untuk anak-anak anda.

13.  Nah, daripada hanya upload foto masakan di facebook, bikin teman-teman ngiler, bukankah lebih baik menambah manfaat lain yang bisa digali dari masakan anda tersebut.

Bagaimana? Pengin bikin kaaan…..

1 comment:

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.