Wednesday, May 14, 2014

Kisah Yang Membedakan Bekas Dengan Antik

Ceritanya saya mendatangi sebuah pameran. Sebuah benda unik dipamerkan di ruang utama, dihampari karpet dan diberi rantai pembatas. Bendanya enggak usah disebutkan ya, nanti ketahuan pamerannya apa, kasihan panitia yang sudah bekerja keras. Hehehee.... Sayangnya ada satu detil kecil tapi sangat penting, yang terlupakan oleh panitia, yaitu keterangan tentang benda tersebut. Saya cuma melongo karena kebetulan tidak ada yang menjaganya pula, jadi saya tidak bisa bertanya. Saya berlalu dari ruangan itu, mengambil gambar pun tidak. Toh saya tidak tahu itu benda apa.


Jaman sekolah dulu, tiap pulang dari digiring nonton pameran pembangunan, saya selalu menggerutu, "Isinya cuma foto sama grafik."


Seberapa penting sih sebuah keterangan itu? Dalam buku saya Berani Ikut Pameran, saya menyarankan agar tidak pernah meninggalkan detil sebuah produk. Kadang kita terlalu sibuk melayani pengunjung (biasanya pameran selalu ramai pengunjung), sehingga ada beberapa pengunjung yang terabaikan tanpa mendapat informasi apapun tentang produk kita. Sayang, kan. Susah lo membuat pengunjung melirik stan kita lalu mendekati display kita. Jadi, meskipun pengunjung tersebut belum terlayani, setidaknya dia bisa membaca sendiri produk yang dipegangnya dari hang tag.


Keterangan tentang sebuah benda atau produk yang dipamerkan itu sangat penting tapi juga tidak perlu berlebihan seperti yang biasa ada di pameran pembangunan. Pengunjung yang datang tidak akan berlama-lama membaca sebuah keterangan yang panjang, jadinya mubazir. Tapi jangan sampai pula pengunjung tidak mendapatkan keterangan apa-apa, yang berarti sama mubazirnya. Ketika pameran Riau Expo tahun lalu, saya terkesan dengan kesiapan stan Bea dan Cukai yang menyediakan booklet terpisah, yang masing-masing tentang berbagai layanan Bea Cukai yang paling sering berhubungan dengan masyarakat umum. Masalah kepabeanan cukup rumit untuk dipahami ditempat. Dengan booklet itu, pengunjung bisa membacanya lagi dirumah. Dan dengan tema yang berbeda-beda, pengunjung bisa memilih yang sesuai dengan kebutuhannya.


Bagaimana dengan benda antik? Dari bentuknya saja kita sudah paham kalau itu benda kuno. Tapi apakah kekunoannya itu cukup berharga untuk disebut antik atau sekedar barang bekas saja?


Memberi kisah pada sebuah benda itu bisa menambah nilainya, meski tak selalu berupa nominal. Di dunia kerajinan ini sudah lazim dilakukan, terutama untuk produk ekspor. Kisah dibalik sebuah benda tak harus berupa cerita tentang keluarga kerajaan yang pernah memilikinya, tapi bisa berupa perjalanan benda itu. Misalnya, dari sebuah kursi ada kisah tentang bahan bakunya, yaitu berupa kayu limbah industri yang di recyle. Contoh lain adalah produk anyaman pandan yang diberi kisah tentang kegunaan pandan dalam kehidupan sehari-hari para ibu, ketersediaannya yang berlimpah dan cara pengolahannya yang ramah lingkungan.


Mungkin hanya ibu-ibu yang paham harga sebuah tas ori tanpa banyak keterangan heheheee. Tapi diluar itu, jika teman-teman menjadi penyelenggara atau peserta pameran, baik untuk tujuan edukasi ataupun komersil, jangan biarkan benda yang didisplay teronggok diam tanpa makna.

7 comments:

  1. saya malah suka sebel klu penjaga stand pameran malah kadang malas2an melayani pengunjung.udahlah brosurnya ga ada, mereka juga sok sibuk kadang ngobrol sesama penjaga stand malah ada yg sok kecantikan gitu...sorry jd curhat hehehe

    ReplyDelete
  2. selain detail informasi yang sangat penting, penjaga pameran juga harus ramah atau setidaknya mau menjelaskan detail produk tersesbut. aku pernah ke pameran kebetulan anak-anak suka sama maianan tertentu itu loh mbak mainan kesukaan pascal alvin yang di rakit-rakit hehehe gak usah nyebut merk). Kami bertanya mainan model tertentu, penjaganya gak mau jawab malah disuruh cari aja sendiri di situ. lasngung lah aku kirim email ke pihak brand mainan tersebut dan mereka meminta maaf

    ReplyDelete
  3. seringnya, kalo ke pameran, penjaganya malah duduk2 aja.. kalopun bagi2 brosur, ya sekadarnya. mereka ga berusaha untuk menarik minat pengunjung untuk menanyakan produk yg dipamerkan. hasilnya, pengunjung ya ogah :D

    ReplyDelete
  4. hihii, aku kalau ada pameran sukanya pegang pegang barangnya..kalau didekatiiin tyus ngilang...tapi kalau emnag tertarik ya akan kugali lebihd alam benda ini apa, bagaimana dan kok bisa jadi begini...hihii, barang antik aku gak berani pegaaang, takut jatuuuuh

    ReplyDelete
  5. iya saya sering melihat juga di pameran banyak yang tidak memberi keterangan barang, kan bagus tuh ya Mak kalau misal ada bros dari barang bekas kemudian jadi unyu2 trus dikasih keterangan satu aja ttg barang itu atau dokumentasi pembuatannya...
    Di Museum juga tidak semua benda diberi keterangan.. sayang sekali padahal....

    ReplyDelete
  6. Aku jarang banget datang di pameran spt itu... ya karena di Madiun juga jarang banget ada pameran spt itu.
    Kalaupun pas ada dan aku datang, seringnya displaynya gak menarik, selain itu penjaganya juga gak banyak bantu untuk memberikan informasi yg dibutuhkan pengunjung.
    Alhasil... banyak yg cuma datang dan lihat2 aja.

    ReplyDelete
  7. dulu kalo dateng ke pameran kadang emank bingung kalau gak ada penjelasan barangnya, berasa aneh aja gak ngerti itu apa. Jadi satu sama lain berasumsi ini itu, hahaha lucu aja :D

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.