Sunday, September 21, 2014

Kemenlu dan Media Menyambut Komunitas ASEAN 2015

Beberapa tahun belakangan, blogger sering mendapat undangan yang sama dengan media lain, seperti media cetak, media online, bahkan humas resmi. Minder? Tentu tidak, malah senang karena blogger dianggap memiliki peran dalam penyebaran informasi penting. Tentusaja penampilan blogger macam-macam, sesukanya dan berisik, tidak seperti wartawan yang serius memotret dan bertanya. Namun, seperti yang disampaikan oleh Duta Besar Eddi Hariyadi, blogger punya kemampuan untuk menyampaikan informasi dengan lebih cair dan mudah diterima masyarakat, terutama dari generasi produktif.

Working dinner tentang Peran Media dan Humas Menyongsong Komunitas ASEAN 2015 tanggal 18 September 2015 di Hotel Sheraton Yogyakarta ini dihadiri sekitar 50 peserta. Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Komunitas Blogger Jogja (KBJ) datang dengan 18 anggota. Acara diawali dengan makan malam. Heheheeee.... Hidangan lezat dan berlimpah tapi fotonya nggak usah diupload ya, ntar pada pengin. Itu pertama kalinya saya makan salad ubur-ubur.

Setelah kekenyangan dan boleh sambil makan, diskusi interaktif dimulai dengan pendahuluan dari Dubes Eddi Hariyadi, Sekretaris Dirjen Kerjasama ASEAN Iwan Suyudhie Amri dan Kabiro Umum, Humas dan Protokol Pemprov DIY Ir. Sigit Haryanta, MT. Diskusi dipandu Pejabat Sekretaris Dirjen Kerjasama ASEAN Heru H. Subolo. Para pejabat Kementerian Luar Negeri RI tersebut sudah berkeliling Indonesia untuk memberi informasi seluas-luasnya tentang Komunitas ASEAN 2015. Aktivitas tersebut adalah agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar, tidak panik tapi tidak pula lengah.

Prakarasa Komunitas ASEAN (ASEAN Economic Community) 2015 berasal dari Indonesia sehingga mau tidak mau Indonesia harus menjadi negara yang paling siap menyongsongnya. Komunitas ASEAN 2015 dimaksudkan untuk membuka peluang kerjasama yang lebih luas di antara negara-negara ASEAN. Dengan demikian kekhawatiran akan adanya persaingan ekonomi dan ketegangan keamanan harus dieliminir dengan memperbanyak dialog dan kerjasama. 

Keseriusan Indonesia tampak dengan dibentuknya Sekretaris Nasional ASEAN-Indonesia dibawah Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN yang mencakup 93 institusi / lembaga di tingkat nasional. Selain itu dibentuk pula Komite Nasional sebagai pemantau kesiapan Indonesia.

Sessi berikutnya adalah tanya jawab narasumber dengan peserta. Perbincangan mengarah ke peran masing-masing dalam menyebarkan informasi yang benar tentang Komunitas ASEAN. Blogger lebih mengarah ke cara-cara yang lebih ringan dan "gaul" agar penyebarannya lebih cepat dan massif. Apalagi mayoritas blogger juga aktif di media sosial. Sedangkan wartawan lebih banyak menyinggung masalah substansi.

Sebagai blogger, kita punya peran strategis karena kemampuan kita menyebarkan informasi dengan cepat dan luas, tanpa batasan-batasan formal seperti media dan humas. Satu-satunya pagar kita hanya UU ITE, dimana diantaranya kita tidak boleh menyebarkan fitnah. Tak ada salahnya kita gunakan kemampuan kita itu untuk memberikan kontribusi positif pada negara.

Acara diakhiri dengan sessi foto daaan... seperti biasanya blogger mampu mencairkan suasana dengan selfie rame-rame (welfie), bahkan pak Dubes ikut serta. Sayangnya tongsis bukan punya saya, punya mbak Indah. Lihat di blog mbak Indah saja ya. :D

6 comments:

  1. Rencana kerja nyatanya seperti apa ya mak?

    ReplyDelete
  2. Aku malah gak maem salad ubur2 Mak...takut di omeli spongebob ! :)

    ReplyDelete
  3. kalo boleh tau, strategi seperti apa yang digunakan blogger untuk memperluas informasi mengenai komunitas ASEAN ini ke masyarakat ya mba?

    ReplyDelete
  4. Menggunakan kemampuan kita untuk memberikan kontribusi positif bagi negara.

    Setuju sangat Mbak dengan kalimat itu, sekecil apapun semoga bisa :)

    ReplyDelete
  5. ternyata kontribusi blogger dalam penyebaran informasi dengan gaya yang khas dan cair sudah mendunia ya. seperti blogger fashion yang juga sudah diundang duduk di barisan pertama fashion show berskala dunia. yuk, mari sebarkan info-info positif dan membangun dengan terus ngeblog, aktif di sosial media dan bergabung di banyak komunitas.

    ReplyDelete
  6. […] saling sapa dan memberi salam, termasuk saya. Pertama, menyapa emak-emak tjantiek: Mak Injul, Mak Lusi, Mak  Lies, Mak Ika, Mak Kachan, Mak Arifah, Mak Gesi, dan Mak Novika. Mestinya ada seorang lagi […]

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.