Monday, November 03, 2014

Menyelaraskan Kopdar, Networking dan Silaturahim

Semoga ini nggak ada hubungannya dengan umur yang udah tuwek ya. Jadi, setidaknya perlu 3-4 kopdar bagi saya untuk mengingat teman-teman yang jarang mengupload fotonya di media sosial. Terutama ketika kopdar dengan banyak orang dan teman tersebut pendiam. Nggak enaknya itu karena teman tersebut ternyata sangat mengingat saya dan bersikap sangat akrab setelah kopdar pertama tersebut. Tentu teman tersebut mengharapkan timbal balik atas sikapnya. Masa saya lalu bertanya, "Kita ketemu dimana ya?"
Jika kopdarnya sudah lama, mungkin pertanyaan tersebut sah-sah saja. Tapi kalau baru aja minggu lalu trus nggak ngeh disapa di socmed? Wah, bisa dikira somsek dong, padahal bener-bener karena lemot semata. 

Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengekalkan pertemanan setelah kopdar pertama. Nggak ribet kok. Jaman sekarang pertemanan seringkali membawa rejeki, dan itu bukan hanya uang, tapi juga kesempatan, ilmu dan ketentraman. Jika pertemanan justru membuat tak nyaman yah itu karena persoalan individu, beri jarak saja. Jika pertemanan malah merugikan, ya tutup saja kerugian tersebut. Heheheee.... 

Salamin Semuanya
Salamin disini artinya kasih salam ya, nggak harus salaman. Kalau duduknya jauh ya dadah aja. Kalau muslim biasanya mengusahakan salaman satu persatu. Kalau cewek sama cewek lebih akrab bisa cipika cipiki, jadi jangan lupa pakai wangi-wangi. Hihihiii.... Sewaktu pulang juga lakukan hal yang sama. Beri impresi bahwa kita senang bersama teman-teman tersebut, walaupun tempatnya puanas pol bedak luntur. Tapi ini bukan berarti pura-pura, tempat dan teman adalah dua hal yang berbeda, jangan biarkan tempat tak nyaman membuat pertemanan nggak asik. Sayang kan kesempatan langka ditengah kesibukan begitu.

Kartu Nama
Kartu nama katanya cerminan yang punya, harus keren. Tapi kalau kebetulan nggak ada, jangan ragu untuk ngeprint sendiri. Kan banyak tuh template kartu nama gratis atau pakai microsoft publisher, photoshop atau corel. Untuk yang barusaja kenalan, ini penting sebagai modal mengingat nanti dirumah. Ini nggak selalu berhasil sih karena sering yang kita ajak tukeran nggak punya kartu nama heuheuheu....

Absensi
Kalau yang sering arisan atau karyawan pasti akrab dengan absensi. Nah ini penting banget untuk mengingat siapa saja yang hadir, terutama untuk mendapatkan detil kontak yang baru dikenal, terus tambahkan deh ke kontak kita. Kadang ada aja yang salah mengira absensi ini buat apaan, buat nyetrap yang nggak datang atau gimana. Kebetulan tugas saya nih bawa-bawa absensi hahahaaa.... Jadi kalau butuh, boleh pinjem saya. Nanti, kalau foto-foto tersebut diunggah di socmed bisa dicocokkan dengan nama-nama yang belum familiar. Yang belum friend di facebook, buruan ditambahkan.

Ngobrol Dengan Semuanya
Setelah sehari-hari sibuk dengan umbah-umbah, seneng nggak sih ketemuan dengan teman-teman akrab. Wow, ngobrol jadi seru banget. Tapiii... jangan lupa untuk menambah teman lagi ya. Jadi usahakan ngobrol dengan lainnya juga. Banyak lo yang enggan datang ke event karena merasa nggak punya teman. Ada juga yang sudah temenan tapi kurang akrab dan merasa tersiksa karena nggak diajak ngobrol, kitanya asik ngobrol dengan yang akrab-akrab saja pakai bahasa kode. Kasihan kan.

Foto Dengan Semuanya
Trend selfie sendirian sudah bergeser berkat tongsis. Sekarang kopdaran jadi seru karena selfie rame-rame. Setelah foto dengan the gank, jangan lupa foto dengan yang lainnya ya. Waktu share foto di socmed jangan lupa tag teman-teman baru. Makanya poin-poin diatas penting. Gimana mau ngetag kalau nggak mengingat namanya? Syukur kalau teman lain sudah mengunggah duluan dengan formasi lengkap jadi bisa tahu semuanya. Waktu upload di socmed juga nggak boleh egois, maunya cantik sendiri. Pilih foto terbaik yang kira-kira bisa bikin senang semuanya. Meskipun sulit, tapi biasanya kelihatan sih mana foto yang memiliki tepa slira.

Jangan  Bergosip
Selama ada perempuan, biasanya gosip itu sampai kok ke telinga yang digosipin wkwkwkkk.... Jadi nggak usahlah bergosip dipertemuan umum gitu, nyari musuh aja. Tapi kalau sama yang ikrib di forum terbatas boleh nggak? Hmmm....

Cermati Potensinya
Sama seperti pelajaran marketing, temanpun perlu tindakan after sales. Setelah mengakrabkan diri seperti diatas tadi, kan ketahuan tuh potensinya. Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah langsung menganggapnya pasar, diprospek. Padahal potensi tersebut bisa berjalan sebaliknya, misalnya ternyata teman tersebut punya segunung ilmu yang bisa kita keruk. Jadi yang kelihatannya diam dan pemalu, belum tentu nggak ngerti apa-apa. Jangan buru-buru ngasih tips atau tutorial macem-macem. Siapa tahu memang karakternya seperti itu tapi sebenarnya dia itu punya segudang prestasi.

Berpikir Diluar Untung Rugi
Jika kopdar adalah untuk menambah teman, networking untuk menambah keuntungan dan silaturahim adalah untuk menambah pahala, apakah bisa membuatnya selaras? Sepertinya teman-teman saya banyak yang bisa tuh. Kalau saya lihat, seringkali mereka berpikir diluar untung rugi. Adakalanya mereka harus serba perhitungan karena berhubungan dengan pihak ketiga seperti sponsor atau media partner. Tapi disela-sela itu atau di kesempatan lain, mereka tetap melakukan apa yang seorang teman lakukan terhadap teman lain, saling bantu, saling dukung. Kalau ada yang sakit ya dijenguk, minimal diberi semangat. Kalau ada yang lagi punya gawe ya disupport.

Apakah cara-cara tersebut sudah teruji ampuh? Nggak semuanya sih, beberapa tetap perlu waktu agak lama untuk mengingat. Salahkan faktor U yang bikin lemot ini. :( Jadi kalau saya salah mengenali, maapkeun ya teman-temaaan.... :D

18 comments:

  1. Saya suka kopdaran, Mak. Bagi saya, bertemu secara nyata dengan orang-orang itu berharga sekali. Tapi ya itu, kita samaan, saya lemot sekali kalau harus mengingat nama. Saya sempat stress karena masalah ini, berhubung ingat nama itu adalah suatu keharusan untuk profesi saya. Tapi akhirnya ya, saya bikin enjoy. Kalau saya lupa, saya tanya lagi dan lagi, tentunya dengan awalan maaf seribu maaf.. :(, sampai saya ingat :).
    Tipsnya bagus sekali Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak, bertemu langsung itu efeknya beda :)

      Delete
  2. "Keliatan kok foto yang tepa selira"
    Waa..istilah baru buatku.. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, catet juga foto mentel sendiri wkwkwkkk.... Ada2 aja.

      Delete
  3. Wah, Mak, masalah kita sama. Aku juga sering lemot mengingat wajah dan nama orang. Ingat namanya, lupa wajahnya. Ingat wajahnya, lupa namanya >_< Kalau udah kejebak dalam situasi kayak gitu, banyakin senyum yang manis aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senyum manis memang penyelesai segala urusan wkwkwkkk

      Delete
  4. Aduh mak, bukan soal umur aja kayanya. Aku kan masih muda nih ya (dikeplak), tapi praktis bisa langsug lupa. Apalagi kalau kenalan diantara banyak orang dan harus mengingat namanya satu-satu. Tapi, so far berfoto bersama masih cara yang efektif buatku mengingat wajahnya, wahanya aja mak hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada lo beberapa yang wajahnya familiar banget karena kalau ada kopdar dia lagi, dia lagi. Tapi nggak apal2 juga namanya. Biasanya cowok kayak gitu.

      Delete
  5. Kok seprtinya ini kesamaan banyaknya sama saya. Meskipun sdh ngalor ngidul, saya tuh masih saja gak inget namanya. Walaupun sdh pernh ketemu beberapa kali. Sampai pernh teman SMA yg protes " Kamu dari tadi ngobrol, tapi gak inget namanya? Kebangetan?"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teman SMA beda lagi. Sebagian besar nggak ingat karena nggak pernah lagi mudik ke kota tsb ahahahahaa

      Delete
  6. JANGAN BERGOSIP, itu yang harus diingetin setiap ketemu ya mak, apalgi emak - emak semuanya :D hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karena pasti bakalan melebar kemana-mana, ember hihihiii

      Delete
  7. Wah, suka dengan semua cara-caranya mak Lusi. Sebelum-sebelumnya kalo aku lupa, Aku tetap say hello,ngobrol dikit dan senyum manis. Abis itu aku suka whatsappan sama temen sebelah, trus nanya, "mak, itu yang duduk arah jam sebelas siapa ya? wakakakaa... kadang teman yang aku tanyain nggak bisa nahan ketawa..
    Yang penting aku nggak keliatan lupa di depan orangnya^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu mestinya ditambahkan di artikel atas. Thanks tambahannya heheheee

      Delete
  8. Rupanya bukan aku aja yang susah inget nama tapi ga pernah lupa muka orang hehehe

    ReplyDelete
  9. nah,,itu kopdar yg sesungguhnya,,tapi jujur nih jujur,,kopdar tanpa berfoto rasanya emang hampa,,tapi lebih hampa lagi kalo nggak ada makanan,,hahahaha,,,pissss

    ReplyDelete
  10. Aku baru 3 kali kopdar mak haha *eh ini blog mak lusi yang lain ya, kok beda tampilannya

    ReplyDelete
  11. Kalau sering ikut kopdar, nanti otomatis ingat wajah tapi nggak tahu nama :-D

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.