Sabtu lalu ketika waktunya nisfu Sya'ban, salah satu teman blogger mengucapkan kata pamit dari dunia media sosial termasuk group chat diluar group keluarga. Beliau minta dijapri saja jika ada keperluan penting. Meski tahu kalau Ramadhan sudah dekat tapi rasanya tetap kaget juga dipamiti seperti itu. Berarti Ramadhan sudah teramat dekat. Buru-buru ngecek diri, melihat hutang puasa, dan mengerem beberapa kegiatan. Mencegah tata wicara agar tidak menyakiti orang lain atau menimbulkan kebencian pada diri orang lain. Meski itu sesungguhnya tidak hanya harus dilakukan di bulan suci saja, tapi sulit sekali untuk mencegahnya.
Semua orang butuh teman, tak terkecuali para ibu. Namun sebuah nasehat mengatakan, bertingkahlah sesuai dengan usia agar kamu selamat. Maka dalam mencari teman, yang para ibu inginkan adalah orang-orang yang mau memahami kedewasaan mereka, terutama karena mereka sudah punya segudang tanggung jawab, entah kepada keluarga, pekerjaan atau masyarakat, sehingga tidak bisa sering-sering diajak piknik atau hangout. Para ibu seringkali dimasukkan ke dalam kelompok yang tidak asik. Karena itu, dimana sih mencari teman yang paham dengan ketidakasikan tersebut dan bisa mentertawakannya bersama?

1. Tetangga


Saya tidak pernah nyela kalau ada mamah muda alias mahmud mengeluhkan anak-anaknya. Biasanya saya malah tertawa mengenang masa lalu. Mau anak satu atau banyak, namanya punya anak itu capek dan stress. Capek karena nggak bisa diam, stress dengan rasa ingin tahunya sangat banyak. Jika akhirnya bisa tahan sampai mereka besar, itu karena mereka juga merangkap malaikat kecil penghibur hati.

Tema ini sudah lama pengin saya tulis. Tapi saya kebanyakan alasan, sampai-sampai menuduh ketiadaan meja kerja sebagai sebabnya. Tema ini terinspirasi dari Blog Elevated chat, yang kemudian ditekankan lagi oleh Carra di Arisan Ilmu Semarang. Sekarang meja itu sudah ada dan saya kesulitan mencari alasan baru. Ya sudah, saya mulai saja menjalankan ilmu yang saya peroleh dari keduanya. Agar saya mudah memahami, maka saya buat ringkasannya saja disini. Tapi ini baru satu bab loh, tebel banget diktatnya. Hahaaa kidding. Mungkin teman-teman mau sekalian belajar bareng saya, lalu kita praktek bareng. Semoga ada perubahan positif di blog ini.
Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Jika ingin mengenal seseorang lebih dalam tanpa bicara padanya, cobalah buka blognya. Memang tak semua bisa diketahui karena bagaimanapun internet adalah dunia tanpa batas, ada bagian-bagian kehidupan yang privat, yang tidak ingin diketahui orang banyak. Itulah yang saya lakukan ketika menelusuri sosok Kartika Nugmalia atau Aya.

Ini bukan kali pertama saya cari masalah dengan merakit sendiri perabotan yang saya beli. Sebelumnya, saya pernah merakit piano digital yang packing-nya memenuhi seluruh mobil minibus saya dan cuma menyisakan jok depan untuk nyetir. Beratnya minta ampun sampai saya tidak menurunkan semuanya ketika sampai rumah karena terlalu berat, melainkan membuka kardusnya di dalam mobil, lalu mengambil satu persatu bagiannya. Sebenarnya toko penjualnya menawarkan diri untuk mengantar sampai rumah, tapi saya tidak suka menunggu. Kalau dipikir cuma tempat tidur dan meja belajar anak saya yang tidak saya bawa dan rakit sendiri karena tidak muat di mobil saya.
Pameran Seni Faber Castell
Photo by Ima (tamasyaku.com)

Tadi pagi (18/5/16) di Jogja City Mall, diresmikanlah Pameran Seni Faber Castell dengan tema Kreativitas Tanpa Batas. Acara di Yogyakarta ini merupakan salah satu dari rangkaian Pameran Seni Faber Castle di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan. Setelah Yogyakarta, akan menyusul Surabaya dan Medan. Ditunggu saja.

Hidup itu katanya tak adil. Kita ingin punya fasilitas yang memadai untuk usaha kita tapi belum kesampaian. Sementara orang lain yang sudah punya fasilitas tersebut malah seperti kurang fight dalam mengembangkan usahanya. Kita ingin punya pelanggan yang membludak tapi hasil yang dicapai belum seperti yang diidamkan. Sementara yang tiap hari diantri orang banyak, eh malah melayani pembeli dengan sesukanya. Apakah benar hidup itu tak adil?

Ujian Nasional SD akan menutup serangkaian huru hara UN. Saat ini, UN SD sudah memasuki hari kedua. Setelah UN SMA, UN SMP dan UN SD, ada periode menunggu hasil yang membuat hati cemas. Bagaimanapun, menunggu itu sama sekali tidak menyenangkan, terombang-ambing antara keyakinan dan kekhawatiran. Daripada perasaan teraduk-aduk, lebih baik mencari kegiatan yang menyenangkan. 
Kalau mencari kegiatan yang menyenangkan, biasanya yang terpikir adalah piknik alias liburan. Sayangnya, waktunya tak selalu pas. Adik atau kakak yang tidak UN harus masuk kembali ke sekolah dan menjalani ujian akhir semester. Lagipula sebentar lagi Lebaran. Orangtua harus berhemat karena pengeluaran Lebaran akan berlipat-lipat dari biasanya.
Jika piknik tidak bisa dilakukan, seringkali ortu membebaskan anaknya dirumah. Membiarkan mereka bangun siang dan main gadget seharian sudah umum dilakukan saat ini. Buat anak-anak sih itu termasuk kegiatan yang menyenangkan. Sedangkan buat orangtua, yang penting rumah tenang saja sudah menyenangkan. Tapi coba saja melakukan kegiatan lain yang membutuhkan gerak, suasana baru akan menjauhkan dari rasa bosan.

Ingat ya bu, pilih kegiatan yang tidak banyak mikir dan tidak keberatan misi meski tetap ada kepeduliannya.

Buang kertas.
Ini bukan buang sial ya, tapi hanya agar suasana kamar anak segar kembali sekalian bersih-bersih. Selama UN, jangankan beberes, memindahkan satu kertas saja ibu-ibu tak berani melakukannya, takut ada catatan penting. Kalau sampai catatan itu hilang, mood anak bisa hancur. Karenanya banyak ibu-ibu yang menunda beberes sampai UN selesai. Sebenarnya anak-anak yang sudah punya kamar sendiri harus dibiasakan beberes sendiri. Tapi ibu-ibu sering tidak tahan untuk ikut membereskan kamar anak-anak. Nah, pada kesempatan ini, ibu bisa mengajak anak-anak untuk mengumpulkan kertas latihan soal yang bertumpuk penuh corat-coret dan membuangnya. Jika ada tukang rongsok, lumayan lo dikiloin. Uangnya buat jajan. Kalau ada tetangga yang punya warung, berikan saja untuk bungkus.

Sumbangkan buku.
Bersamaan dengan buang kertas itu, bisa disisihkan pula buku-buku yang tidak terlalu banyak coretan untuk disumbangkan. Lalu bukunya disumbangkan kemana?
  • Utamakan anak-anak tetangga yang kurang mampu.  
  • Cari informasi bakti sosial (baksos) ke teman-teman atau media sosial.
  • Sumbangkan ke panti asuhan atau taman bacaan.
Untuk semua kegiatan tersebut, jangan lupa untuk mengajak anak-anak agar mereka kenal tetangga dari berbagai kalangan. Biarkan mereka merasakan nikmatnya berbagi.

Mendekorasi ulang kamar.
Tidak perlu menyisihkan dana khusus dan memanggil tukang untuk mendekorasi ulang kamar anak-anak. Coba lakukan sendiri bersama anak-anak. Bebaskan mereka untuk mengatur tata letak kamar. Ibu bisa membantu memberikan ide. Misalnya ide mengganti cover kursi meja belajar seperti dibawah ini.


Cari event sesuai hobinya.
Para ibu yang secara intensif menggunakan media sosial dengan mudah bisa menemukan berbagai event yang sesuai dengan hobi si anak. Apalagi kalau ibunya blogger nih dan kebetulan dapat undangan event yang seusai, si anak pasti senang diajak. Misalnya si anak gemar melukis dan si ibu mendapat undangan launching brand alat lukis, si anak bisa diajak serta. Tapi dirumah pakai perjanjian dulu kalau si ibu akan fokus dengan undangan tersebut dan meminta anak untuk mandiri mengeksplore acara atau pameran yang berada di sekitar lokasi. Agar semangat, beri uang saku untuk jajan disekitar arena.

Nonton bioskop.
Nonton film bareng keluaarga akan sangat menyenangkan. Banyak film seru yang bisa ditonton. Untuk film Indonesia sendiri masih didominasi film remaja, sedangkan untuk anak-anak kelas 6 SD belum ada. Untuk anak-anak SD mungkin bisa nonton Angry Bird atau Jungle Book. Kalau ini mungkin harus siap budget agak banyak karena jajanan seringkali lebih malah ketimbang tiketnya.

Belanja ke supermarket.
Kalau biasanya ibu belanja ke pasar tradisional, sesekali belanja ke supermarket bersama buah hati akan menyenangkan. Lha bukannya kita harus mengajak anak untuk mendukung pasar tradisional? Itu benar! Bukankah dia sudah tahu sehari-hari ibunya ke pasar tradisional? Bukankah kadang diajak juga kalau pas liburan? Tapi khusus untuk momen melepas stress ini, kita ambil suasana nyamannya. Dalam suasana yang bersih, adem dan terang benderang, asik sekali buat belanja. Memang yang ini harus keluar uang, tapi kan hasilnya bisa untuk makan sehari-hari, cuma agak mahal saja dari biasanya. Bisa juga diakali dengan membeli produk yang sedang promo saja.

Ke spa atau salon. Yang punya anak perempuan mungkin ini kesempatan yang telah ditunggu-tunggu, yaitu nyalon berdua. Kalau di hari lain susah minta waktu luang ke anak, inilah saatnya. Ke spa atau salon adalah total refreshing yang paling diidamkan semua perempuan yang sibuk. Rileks bisa sekujur badan, dari ujung rambut ke ujung kaki.

Nah, apa nih kegiatan refreshing yang dilakukan teman-teman dan anak-anak selesai UN? Ayo bagi dong ke kami, kami juga perlu buang stress. Heheheee.....