Friday, December 05, 2014

Postingan 2014 Paling Berkesan: Emak-emak Masuk Hutan

Sampai sekarang saya tak percaya sudah melakukannya. Di tahun 2014 ini saya merasa lebih jagoan dari blogger-blogger muda karena diajak Greenpeace melakukan perjalanan heroik ke pedalaman Riau. Kami menempuh perjalanan berjam-jam dan kadang-kadang sambil menyembunyikan jatidiri. Greenpeace sering mendapat tatapan curiga dari pihak-pihak yang merasa terancam kepentingannya.
Hutan dengan rawa-rawa seperti ini. Becek, tak ada ojek.
Saya ngeblog tentang perjalanan ke pedalaman Riau itu dalam tiga bagian:  Dosan, Benteng Terakhir, Menyusuri Jejak Gajah di Tesso Nilo, serta Tentang Jati Diri Teluk Meranti dan Keindahan Hutan Kerumutan.
Postingan tentang Menyusuri Jejak Gajah di Tesso Nilo adalah yang paling seru.
Dalam rombongan itu mungkin ada satu orang yang lebih tua dari saya, tapi penampilan sayalah yang paling ibu-ibu. Awalnya mereka panggil saya “bu” lalu “mbak”.
Karenanya saya berlagak jagoan, nggak pernah mengeluh capek. Kegiatan utama di Tesso Nilo adalah trekking menyusuri jejak gajah yang dimulai pagi sebelum sarapan. Sebagai ibu yang baik, saya bangun subuh untuk sholat dan.... mandi!

Walaupun berjalan di pagi hari dan dinaungi pepohonan tinggi, lama-lama badan keringetan, muka terasa panas dan haus. Dan saya lupa bawa botol minuman! Karena nggak mau dianggap ibu-ibu nyusahin, saya tahan saja sambil terus menghela napas panjang supaya nggak pingsan. Masa kalah sama Harrison Ford yang pernah menjelajahi Tesso Nilo padahal usianya sudah 70 tahun? Untunglah setelah jalan jauh, ada yang menawarkan minuman lebih, saya langsung menyambar. 
Haiii.... meet Rahman, Tessa, Nela dan Imbo. :))
Rawa-rawa pastilah dipenuhi hewan melata seperti ular, pacet, lintah dan serangga. Tapi manakah yang paling saya takuti? Yang paling saya takuti bukan hewan-hewan itu melainkan kotoran gajah yang tampak disana-sini. Air rawa akan membawa zat-zat (halah) dari kotoran gajah itu ke kaki kami. Yup, saya lebih takut kena tetanus! Kami berjalan di area berair tanpa sepatu, tergores-gores ranting dan belukar.
Guide mengingatkan kami untuk mengikuti bekas tanah yang dipijaknya, karena lembek berair. Kalau salah menginjak bisa terjebak di pasir hisap. Kaki saya sempat terperosok ke dalam lumpur hingga ke dengkul. Saya panik, mencabut kaki saya dan berusaha lari (saya pikir kalau lari kaki saya tidak akan menekan tanah dan membuatnya tenggelam) tapi semua tanah seolah sangat lembek sehingga saya tidak bisa menapak dengan baik. Sesampainya di tanah solid, napas saya benar-benar memburu seperti mau pingsan. Saya duduk sebentar membiarkan yang lain mendahului.
Di ujung trekking kami dapat melihat pemandangan kawasan hutan lindung Tesso Nilo dari atas gardu pandang. Di sisa napas, saya berusaha menaiki tangga berkelok sampai setengahnya. Saya bilang, "Dari sini saja kelihatan kok. Kalau nunggu yang diatas turun dulu, baru saya naik, nanti kelamaan. Nggak usahlah."
Sok baik, padahal napas mau putus.

With Afif and Imam (bloggers)

Sampai di camp semua peserta antri mandi. Di kawasan ini belum ada listrik. Genset dinyalakan hanya malam hari sekalian untuk mengisi bak air. Berhubung saya sudah mandi pagi, maka saya harus tahu diri untuk tidak mandi lagi meskipun belepotan lumpur. 

Kunjungan diakhiri dengan perekaman video testimoni dari peserta. Testimoni akan dibawa  sebagai bahan presentasi di Greenpeace Jakarta. Dan... saya satu-satunya yang tampak habis nyangkul di suatu kebon yang panas alias tidak mandi sendiri.

45 comments:

  1. Aku juga mau masuk hutan di temeni angelina jolly, victoria beckam dan opa horrison ford nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heleh, mau shooting? Kata orang2 situ Harrison Ford itu galak loh

      Delete
    2. Galak menjaga lingkungan kak, harusnya butuh orang2 macam dia :-)

      Delete
    3. Betul, especially utk Indonesia

      Delete
  2. mak, itu beneran kotoran gajah bisa menyebabkan tetanus?
    gimana ceritanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di pelajaran sekolah dulu kan ada :))

      Delete
    2. Tepatnya semua kotoran hewan sih, bukan cuma gajah.

      Delete
  3. wah mak itu sih berkesan banget mau juga donk pergi kesana...seumur umur belum pernah lihat gajah makkkk dari dekat maksudnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laaah ke KBS (Kebun Binatang Surabaya) yang ngetop itu dong.

      Delete
  4. waaa, ada gajah. anak saya 3 taun berani naik gajah waktu ke bonbin sementara ayahnya di belakangnya menggigil ketakutan dan akhirnya mereka turun lagi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga nggak berani hihihhii.... Kalah sama balita ya

      Delete
  5. huwaa... seru banget pengalamannya mak... dan hebat euy bisa kuat, kalo saya mungkin udah nyerah. apalagi banyak binatang melata :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya ngeri sih mak, tapi nggak mau kalah aja. Heheee

      Delete
  6. wuih keren banget mak...
    ada pasir hisap sgala...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepatnya lumpur hisap kali ya? Karena semua terendam air.

      Delete
  7. bener2 keren pas baca penguumannya,jalan2 bareng greenpeace uiy...^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooh pertamanya takut deg2an gimana gitu. Tau sendiri kan kegiatan2 ekstrim Greenpeace?

      Delete
  8. Aku baru dua kali masuk hutan, mak.. 5 dan 3 tahun yg lalu dikawasan gunung gede pangarango, cianjur dan di karang bolong, ujung kulon. Masuk hutan ternyata tak seseram yg dibayangkan ya, ehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, apalagi jika bersama teman2 yang sudah berpengalaman :))

      Delete
  9. ngirii...pasti pengalaman langka seumur hidup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Langka banget hahahaaa aku merasa sangat beruntung secara nggak pernah gabung n terpikir jadi anak2 pecinta alam :))

      Delete
  10. Wow wanita tanggung..kalu saya masuk hutan ngeri kesasar hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tangguh kah? Atau memang tanggung? Hehehee... Saya bareng ahlinya kok, ada pemandu dr Greenpeace n pawang dr Tesso Nilo

      Delete
  11. Kew...kew...kewreeeeennn sangaaat!!
    Duh.
    Mupeng bisa punya nyali seperti mak Lusi Tris

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa, pasti bisa soalnya nggak mau malu2in hihihiii

      Delete
  12. keyeeen lhooo..beneran maaak...aku juga kalau ada kesempatan yang sama pasti udah ikutan hihihi...pengalaman tak terlupakan yang luaaar biasaaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga pengin seperti dirimu keliling dunia mak :))

      Delete
  13. Kereen mak. Seruu pengalamannya.
    Okee. Catet. Kalo mau berasa muda kagak boleh ngeluh ya. Okesip :)

    ReplyDelete
  14. Saya belum pernah ke TNTS, kereeeen dirimu Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo dong orang Riau tempatan harus tau lo :))

      Delete
  15. Taman seperti yang harus dilestarikan...keluar sedikit manusianya berbahaya ngincer semua soalnya...
    gimana mak rasanya g mandi disyuting testimoni xD

    ReplyDelete
  16. Pengalaman yg menarik mbak, sampai bisa blusukan masuk hutan begitu.
    Kalimat terakhir bikin saya nyengir...itu loh mbak yang gak mandi sendiri...
    Sukses dengan GA nya ya mbak/ Pengen meramaikan juga nih.

    Salam dari Sukabumi,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun fokus jadi pada ke nggak mandi ya? :D

      Delete
  17. Pengalaman yang tak terlupakan ya mak

    ReplyDelete
  18. Saya datang dan sudah membaca “Self Reflection” di blog ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut lomba saya ya
    Semoga sukses

    Salam saya
    #29

    ReplyDelete
  19. Seru banget kayaknya jadi greenpeacee blogger, apalagi sampai masuk hutan n ketmu dengan satwa di dalamnya #hehehe, padahal aku paling fobia ama hewan #

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.