Tuesday, February 17, 2015

[WAHM] Pentingnya Alamat Detil Sebelum Deal Dengan Pembeli Online Shop

Penting banget bertanya alamat detil sebelum deal dengan pembeli online shop? Orang Indonesia yang belum bisa 100% dipaksa untuk berbelanja melalui keranjang belanja itu seringkali memberikan banyak pengalaman unik. Salah satunya soal alamat. Meski belum pernah mendapatkan alamat palsu, tapi persoalan alamat ini harus diperhatikan jika tidak ingin rugi.

Persiapan pengiriman produk Ladaka Handicraft

Bagi online shop sebenarnya lebih mudah menggunakan keranjang belanja karena calon pembeli akan menuliskan alamatnya dan otomatis biaya kirim dikalkulasikan. Pembelian melalui jaringan pribadi atau japri membuat terjadinya percakapan antara penjual dan pembeli. Tak bisa disalahkan jika banyak pembeli yang masih memilih cara demikian karena tak semua olshop bisa dipercaya. Percakapan akan membuat pembeli lebih yakin untuk bertransaksi.
Namun, percakapan langsung seperti itu seringkali membuat pengelola olshop kurang teliti.
"Kirim ke mana mbak?"
"Jakarta Timur, ya."
"Ongkirnya Rp 16.000,-"
"Oke, saya transfer sekarang."
Percakapan yang mirip seperti itu dahulu sering kami lakukan di Ladaka Handicraft. Tapi sekarang tidak lagi. Pembeli yang tidak terbiasa dengan cara kerja kurir tidak mengerti atau mungkin tidak mau mengerti bahwa kurir tidak bekerja berdasarkan jauh dekatnya dengan pusat kota. Rumah A dan B yang bertetangga bisa dikenai biaya yang berbeda jika berada diwilayah kabupaten / kota yang berbeda. 
Belum lagi perbedaan antara kurir darat dan udara. Kurir darat seringkali tidak mau tau bahwa rumah A masih berada didalam kota. Jika letak rumah A jauh dari lokasi kantor agen kurir tersebut, tetap akan dimintai biaya penerus yang jumlahnya bisa sama dengan ongkir itu sendiri. Sedangkan kurir udara akan menghitung ongkir berdasarkan jauh dekat dengan bandara. Jadi bisa saja ongkir pesanan A lebih mahal dari B meski rumah A didalam kota, karena kota dimana rumah A berada tidak ada bandara.
Kembali ke percakapan tadi. Setelah transfer dan barang dalam proses packing, barulah alamat lengkap didapat yang ternyata letaknya di Depok. Memang benar alamatnya dekat sekali dengan wilayah Jakarta Timur, tapi dimata kurir, tetap saja Depok. Alhasil ada selisih Rp 2.000,-. Sebagai olshop yang sudah lumayan dikenal, masa gara-gara Rp 2.000,- pesanan saya tahan dan minta dilunasi dulu? Lagipula nominal terkecil bank "itu" untuk transfer adalah Rp 10.000,-. Solusinya, selisih kami anggap diskon karena tidak terlalu signifikan.
Kalau selisihnya besar apakah akan diminta? Masalahnya bukan di selisih ongkir, tapi pada keseluruhan transaksi. Jika selisih cukup besar, pembeli bisa saja membatalkan pembelian. Kita bisa saja menolak pembatalan itu karena uang telah kita terima sesuai harga barangnya. Tapi akibatnya kita akan ribut-ribut dengan pembeli. Tentu kita tak ingin itu terjadi, bukan? Tentu kita ingin menjaga hubungan baik dengan seluruh pembeli atau pelanggan, bukan?
Nah, karenanya, sebelum deal, tanyakan dulu alamat lengkap calon pembeli. Meski kadang pembeli enggan memberikan alamat lengkap jika belum deal, jelaskan dengan sopan mengapa kita perlu alamat lengkapnya. Keengganan itu lagi-lagi bukan salah konsumen, loh. Alamat lengkap konsumen seringkali diberikan ke pihak lain untuk berbagai promosi yang mengganggu.

26 comments:

  1. bener mak lusi, kadang-kadang karena alamat yang gak lengkap kode posnya (terutama di pelosok di daerah-daerah) suka barang dikembalikan dengan catatan : alamat tidak lengkap.. huhuhuhuhu sedih banget kalau begini, karena pasti konsumennya bakal komplain.. makasih sharenya yaa... ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kurir swasta masih mau nelpon pengirim mak. Kalau yg bumn itu memang nggak mau repot heheee

      Delete
  2. Bener mak, ada teman yang pengalaman dengan kurir. Barang dikirim hari yang sama ketujuan berbeda karena ada 1 teman yang rumahnya tidak jelas karena masih di desa jadi tanpa nomor rmh dan RT RW jadilah di menerima barang mundur sampai 2 minggu. Untung hadiah jadi hanya menanyakan tidak complain :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setidaknya harus ada nomor telepon biar kurir bisa menghubungi kalau bingung.

      Delete
  3. Aku ngak perna belanja online, type ku mungkin visual jd kalo beli barang mesti di liat barang nya trus di pegang :-)

    ReplyDelete
  4. Hihi dulu waktu saya jualan online, seriing banget nih dapet kasus begini ~

    ReplyDelete
  5. beneer mak...alamat lengkap akan mempengaruhi banyak hal ya, termasuk ongkir...aku suka kecele kalau mau kirim hadiah GA..ada yang bisa mahal bangeeet karena letaknya jauh dari kota hehehe..tapi ladaka mah keyeen pisaaan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah makasih sudah pernah beli di Ladaka :))

      Delete
  6. Pas banget dengan pengalaman saya, Mbak. Konsumen sering tanya ongkir kayak, "Berapa kalau dikirim ke Kaltim?" Langsung bingung saya, kan di Kaltim ada banyak kabupaten/kota ya, belum lagi kalau kecamatannya beda bisa beda juga ongkirnya :D

    ReplyDelete
  7. Iya suka males kalau kasih alamat lengkap, kalau belum pasti membeli.

    Tapi kalau dari contoh di atas Depok disamakan dengan Jakarta Timur oleh pembeli, ya tentu saja keliru banget. Jangan2 memang sengaja memberikan alamat yang salah. Soalnya sudah beda kota, yang satu Jawa Barat yang satu masih di Jakarta :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Ladaka sih, kalau udah sampai ongkir biasanya udah hampir pasti beli :))

      Delete
  8. iya mak, alamat lengkap tuh penting banget..kodepos dan nomer telepon juga...kalo perlu RT RW nya sekalian ya hehehe :) soalnya aku dulu pernah ngirim barang nggak nyampek2 gegara nggak lengkap alamat pengirimannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak, terutama yg kurirnya sistem agen. Skrg nggak mau macem2 kurir. Konsumen tak kasih 2-3 pilihan saja yg nggak rewel soal alamat :)

      Delete
  9. kadang ada pembeli yang nakal ya mbak menyebutkan suatu daerah tapi ternyata rumamhnya lebih jauh dari itu sepeti penjelasan mbak Lusy diatas. Dia berbohong agar dapat ongkir murah

    ReplyDelete
  10. Kalau aku, lbh suka di detailkan. Pengalamanku selama ini, karena alamat yg kita sampaikan kadang masih belum familiar bagi ekspedisi, makanya kadang ada jasa ekspedisi yg minta kirimannya di ambil di salah cabang terdekat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang aku batesi 2-3 pilihan kurir yg nggak rewel soal alamat mak. Pembeli aku arahin ke kurir tsb spy nggak ribet.

      Delete
  11. Waduh, terkadang aku merupakan kategori pelaku seperti itu. Cuma nyebutin kotanya :3 Lain kali aku sebutin alamat lengkapnya deh..kesian kan penjualnya :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sebutin yang lengkap ya biar penjualnya untung banyak untuk beli semangkok akik :))

      Delete
  12. Iya bener Mbak, karena tempat tinggal pembeli kan ngaruh banget dalam kalkulasi ongkir.. Satu provinsi belom tentu sama ongkirnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, terutama yang sudah coret dari kota heheee

      Delete
  13. Wahh, catatan juga untuk pembeli nih biar paham dan ga jadi salah paham klo dijelaskan ☺

    ReplyDelete
  14. Iya, bener banget Mak.
    Sy pernah ngalamin apalagi kalo alamat customer luar pulau.

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.