Jadi malam itu pengin makan pizza tapi bikin sendiri yang mudah dan pasti jadi.

Di tanggal tua yang sakral dan deket-deket Lebaran ini, rasanya nista sekali kalau mau ngemil aja harus melepas lembaran merah tersayang itu ya. Apalagi di kulkas ada jamur, sosis dan keju quick melt. Kurang apa lagi coba? Ntar deh kalau THR sudah turun pengin borong cake in the jar buat hantaran Lebaran ke orang-orang yang baik sama saya. Heheee....
resep pizza mudah


Mulailah perburuan resep via googling. Oya, kami tidak beli kulit pizza di supermarket karena sudah pernah nyoba dan hasilnya kurang okey, rasanya seperti pizza murah meriah yang diplastiki per slice di pasar itu. Dari googling ketemu banyak sekali resep tapi kok yang bukan tipe saya semua yang mau serba praktis dan cepat hihihiii.... 
Di blog justtryandtaste.com ada beberapa alternatif resep. Setelah menyingkirkan resep-resep yang pakai nginep, akhirnya dapat satu resep yang layak dicoba karena simple banget.

Akhirnya deal mau mencoba resep tersebut dengan harapan yang cetek-cetek saja mengingat betapa sederhananya resep ini dibandingkan dengan resep lainnya.

Bahan kulit:
  • 180 gram tepung terigu
  • 1 sendok teh ragi instan (saya pakai 1 sachet fermipan)
  • 1/2 sendok teh garam
  • 150 ml air hangat
  • 2 sendok makan minyak sayur
Bahan topping yang ditulis di website tersebut sangat panjang, jadi tidak kami pakai. Gantinya kami akan menggunakan saus spaghetti Italian style dari supermarket untuk olesannya. Biasanya kami beli saus spaghetti bolonaigse untuk simpenan atau membuat sendiri saus carbonara. Tapi berhubung temanya kali ini pizza, kami pikir Italian style-lah yang paling cocok, meskipun belum pernah mencoba seperti apa rasanya. Di kemasannya ada tulisan dagingnya, kami pikir sama seperti saus bolonaigse yang ada cacahan dagingnya, ternyata Italian style ini berupa saus kental saja. Mungkin dagingnya sudah dihaluskan. Entahlah.
Cara membuatnya itu semua bahan kering dicampur, lalu masukkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk santai dengan spatula atau lainnya. Berhubung saya harus membalas beberapa pesan di gadget dan anak saya nggak sabar, saya suruhlah anak saya mengerjakannya dibawah komando saya. Karena fokus membalas pesan, saya hanya menyahut pertanyaan anak saya, tanpa melihat apa yang ia kerjakaan. Sampai kemudian saya terpekik dan terbelalak karena air dimasukkan sekaligus ke wadah. Whaaat? Kita nggak lagi bikin adonan tempe mendoan niiih....
Adonan saya aduk pelan dan saya masukkan tepung lagi sedikit. Dalam kondisi lembek, saya tutup plastik dan saya masukkan ke kulkas. Sejam kemudian adonan saya tumpahkan semua ke loyang anti lengket dengan bantuan spatula. Adonan lembek tersebut akan lengket kalau pakai tangan. Adonan saya ratakan menggunakan ujung-ujung jari seperti menjawil-jawil saja.
Setelah itu saus saya ratakan diatasnya menggunakan kuas. Lalu taburi dengan jamur, sosis dan keju quick melt. Loyang saya masukkan ke oven selama 30 menit dengan suhu bawah 200 derajat. Lama memanggang ini bukan ukuran, tergantung kestabilan listrik masing-masing rumah atau pengapian jika pakai kompor.

Hasilnya cukup memuaskan. Kulitnya tebal, dalamnya empuk, luarnya garing. Aromanya pun sedap. 

Jadi mirip pizza yang beken itu. Jika isinya lebih "mewah" pasti susah deh bedainnya. Eaaa....
Jadi perhitungan waktunya: adonan tepung 2 menit, simpan di kulkas 1 jam, topping 2 menit, panggang 30 menit. Total sibuknya cuma 4 menit, lainnya manyun nungguin aja sih. Mau nyoba?