Friday, July 03, 2015

Mengapa Food Blogger Perlu Posting Kuliner Mal?

Ini saya bilang "mengapa food blogger perlu posting makanan mal" ya, bukan "harus" loh. 

Sebagai penganut kemerdekaan ngeblog, boleh kan ya punya pendapat lain soal kuliner di mal? Karena ini adalah pilihan yang saya sodorkan, jadi nggak wajib diikuti dan nggak wajib setuju juga. Jadi blogger itu kudu santai dalam perasaan tapi serius dalam pikiran dan bertanggung jawab dalam tindakan. Eaaa....
Fish n Chips Co

Semalam ketika update blog jajan saya, slowtravelid.blogspot.com, saya sadari bahwa hampir tidak ada postingan kuliner mal disana. Postingan saya kemarin itu tentang sebuah outlet makanan di mal dan itu adalah postingan kedua saya tentang kuliner mal, setelah berpuluh-puluh postingan tentang kuliner diluar mal.

Ketika saya posting tentang kuliner, dalam benak saya selalu ada tuntutan untuk menyajikan sesuatu yang unik, yang legendaris atau yang malah belum diketahui orang. 

Postingan seperti spekoek buatan mbah Joyo and family itu misalnya, memberikan kepuasan tersendiri karena mengangkat legenda roti yang hampir dilupakan dan berhasil menjaring pengunjung terbanyak di blog ini.
Namun demikian, ketika membuat draft tentang outlet kuliner di mal kemarin, terbayang betapa repotnya tiap kami berniat makan di sebuah mal. Meski makan di mal tidak pernah menjadi tujuan utama, karena biasanya sekalian sambil belanja, lihat pameran atau ngantar anak pentas, tapi saya selalu sempatkan untuk googling kira-kira outlet mana yang menarik untuk dikunjungi. 
Begitu juga jika kami berada di kota lain dan sudah kecapekan di jalan, biasanya kami akan mencari outlet makanan default, seperti KFC, McD, AW dan sejenisnya. Nanti setelah perut tenang dan cukup istirahat, barulah hunting makanan khas setempat. Namun karena di kota yang masih asing, kami harus googling juga untuk mengetahui outlet tersebut ada dimana saja. Beruntung kalau kebetulan menginap di hotel yang satu area dengan mal, tinggal tanya resepsionis.

Food blogger atau blogger traveler tak perlu menganaktirikan kuliner mal, karena:


  1. Dahulu makanan mal memang identik dengan junk food sehingga kita melihatnya dari segi negatifnya saja di bidang kesehatan. Tetapi di masyarakat yang sangat mobile sekarang, makanan mal juga menjadi penolong dari darurat kelaparan bagi pengunjugnya yang memiliki acara di mal atau wisatawan dari kota lain.
  2. Dahulu jenis makanan mal tidak semeriah sekarang sehingga kalau mau dikulik pun paling sekitar ayam goreng tepung. Tapi outlet makanan mal sekarang banyak yang ajaib ya, sangat kekinian, sehingga menarik untuk dibahas baik dari segi asal, bahan khusus, proses pembuatan hingga gimmick-nya.
  3. Menu default-pun bisa unik. Sudah ada yang menulis tentang KFC, McD atau Pizza Hut? Kemungkinan akan ada yang membatin begini, "Ealah mbak, beginian kok ditulis? Ini sih dimana-mana juga ada. Hari-hari makan disitu." But wait, dari hasil investigasi saya, beberapa outlet franchise ternyata tidak bisa seragam dalam menyajikan menunya. Misalnya franchise A, bisa saja outletnya di mal Dul menyajikan ayam goreng tepung yang lebih enak dibandingkan outletnya di mal Sum. Kita bisa juga menulis tentang cerita unik outlet tersebut di luar negeri.
Sedangkan informasi yang saya butuhkan dari postingan tentang kuliner di mal adalah:
  1. Jenis kuliner: apakah berupa makanan atau minuman ringan, menu khusus atau makanan berat. Dari sini saya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan, misalnya mencari tempat yang suasananya tenang dengan makanan ringan untuk ngobrol bersama teman-teman.
  2. Harga, cara pembayaran dan promo. Ini untuk menyesuaikan budget dan mendapatkan harga termurah.
  3. Rekomendasi kegiatan. Misalnya apakah tempatnya enak buat nongki, nyaman untuk berlama-lama ngeblog, meriah untuk pesta ultah anak, asik untuk arisan dan sebagainya.
  4. Halal haram. Jika di luar negeri, banyak nama makanan setempat yang kurang dimengerti pendatang. Untuk yang didalam negeri, selama ada keterangan bahan di buku menu, aman saja sih, bisa baca sendiri. Tapi teman-teman blogger bisa juga memperingatkan jika tidak ada keterangan bahan sedangkan teman-teman tahu bahwa itu haram. Di Pekanbaru hal itu tidak masalah karena outlet akan memasang besar-besar tulisan yang menyatakan bahwa hidangannya tidak halal jika memang demikian. Di negara yang masih toleran seperti Singapura dan Malaysia, kita akan diingatkan pelayan jika menunya tidak halal sedangkan penampilan kita muslim. Di Jakarta dan Jogja ini yang seringkali tidak ada ketegasan soal halal haram. Pengunjung diwajibkan cerdas, sedangkan kadang kita sudah kecapekan belanja sehingga tidak waspada terhadap makanan non halal, terutama yang dari franchise asing.
  5. Jangan lupa, foto yang besar dan kece. :D
Begitulah uneg-uneg saya. Semoga yang menganggapnya usul cemen nggak menulisnya di kolom komentar, dalam hati saja ya. Heheee....

28 comments:

  1. Aku setuju dengan Mbak Lusi, untuk food blogger, ininya adalah kisah tentang makanan. Jadi dimanapun ia ditemukan, di di mall, foodcourt, atau warung pinggir jalan, mestinya gak masalah ya Mbak. Yang penting apa kisah dibelakang makanan itu :)

    ReplyDelete
  2. Bener juga ya mak, yg penting masih ada unsur 'food'nya. Artikel ini bener2 ngubah mindsetku yang bercita2 jadi food blogger, ternyata seorang foodblogger tak harus melulu bikin masakan homemade atau ngulik restoran2 khas. Setujuuu lah (y) :D

    ReplyDelete
  3. Salah satu mslh saya tuh pas motret2 nya, nyari angle yg bagus pdhl suami dah g sabar ngapain makanan dipoto2 blm anak2 yg rewel pgn cepet maem, ditambah kadang malu ama pengunjung lain, paling dikira katrok,hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau keluargaku udah maklum tp masih malu sma pengunjung lain

      Delete
  4. halal haram penting banget di tulis di postingan mbak aku setuju

    ReplyDelete
  5. Yang saya perlukan dari food blogger tentang makanan mol itu HARGA mba hahaha...Kenapa? Karena biasanya pengen masuk resto tersebut takut mahal, kan kalau dimal cuma lihat2 harga doang hbs itu keluar kl mahal maluuuuu cyiiinnnt hahha...
    Over all, setuju semua sama yg mba lusi sampaikan hihi...Terutama foto itu WAJIB :D

    ReplyDelete
  6. Mungkin kalau harus posting tentang foodcourt atau resto di mall, perlu modal yang tinggi, Jadi jarang yang ngepost seperti itu.
    Saya pernah iseng mau tulis tentang K*fc, pas sudah berada didalam sama penjaganya nggak boleh foto-foto...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Modal? Hmmm disambi aja kalau pas makan dg keluarga aja jdnya nggak spt ngeluarin modal khusus gitu. Foto2nya spt apa ya? Selama ini bebas2 aja

      Delete
  7. Jadi mesti santai perasaan yaaa kak
    meskipun diliatin orang2, gara2 foto makanan ampe naik2 bangku hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau nggak pake kancut doang gpp deh. Eaaaa

      Delete
  8. Setuju, Mak. Mau di mall atau kaki lima seklaipun tulis aja. Karena intinya tentang makanan :D

    ReplyDelete
  9. siap mak, kebetulan rencana nih besok mau buka di mall karena dpt voucher dari yg itu tuh...wmang niatnya mau ditulis tp kadang bingung mau ditulis dr sudut mananya, apa dr menang vouchernya hihi apa dr tempat maknan dll baca postingan ini jd ada pencerahan :)

    ReplyDelete
  10. Pgn sih ngulas2 ttg makanan mbak, tp ya bgitu itu, begitu si makanan dtang langsung lupa dah sm niat mau moto2, maklum mbak, ngragas..hehehe

    ReplyDelete
  11. Aku kalo ke mall mainnya ke food courtnya, mak. Lebih banyak pilihan makanan. Hihi. :D Kadang difoto, kadang ga, apalagi kalo pas laper. Hehe

    ReplyDelete
  12. harga dan halal haram itu yang penting menurut saya, karena saya sendiri juga suka cari info resto yg bahkan di mall juga dari blog orang, mbak

    ReplyDelete
  13. Logikanya betul juga Mak. Kalau pas belanja di mall, lapar pasti cari makanan di seputar mall. Tapi saya sering kelupaan foto :D

    ReplyDelete
  14. Aku malah uda lama banget ngga posting makanan sejak ngga punya laptop :(

    ReplyDelete
  15. tapi menarik apalagi diselingi foto yang ciamik ya mb

    ReplyDelete
  16. aku mah pengen deh bisa posting makanan tapi jarang makan di mall mba, paling nongkrong di tempat makanan atau kafe anak kulihan aja yang harganya murmer

    ReplyDelete
  17. everything s about FOOD .. sll menarik diulas.
    Setuju mbak, shopping d mall seringnya makan juga. Saking udah cape shopping, juga suasana yg ramai di food court, serta gambar2 makanan yg eyecatching menggoda ... kadang membuatku perlu waktu utk menyeleksinya.

    Nah jika sblmnya sdh tahu dari postingan di blog ... kan bs jd rekomen tuh ,...

    Saya follow blog nya ya mbak ... terimakasih

    ReplyDelete
  18. poin 4 penting banget, tapi aku pun sering kelupaan, apalagi kalau makanannya enak.

    ReplyDelete
  19. Halalnya setuju pake bingits tuh Mak...tapi kalau ngereview kadang malah lupa nulis ini haha..

    ReplyDelete
  20. Mantap mba postingannya, kreatif pokokelah

    ReplyDelete
  21. wah iya, nyadar jarang ngulas resto di mal, padahal banyak yang seru2 dan enak juga sebenarnya...

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.