Sunday, August 02, 2015

Untuk Apa Dress Code?

Untuk apa sih dress code sehingga dianjurkan di undangan-undangan?

Saat ini banyak acara yang menuliskan dress code di undangan. Nggak hanya itu, piknik rombongan atau hanya keluarga kecilpun ikut heboh menggunakan dress code. 
Saya termasuk nggak terlalu pusing dengan pakaian, karenanya saya jarang beli baju, apalagi njahitin baju. Kain batik, tenun dan songket pemberian, kenang-kenangan ataupun hadian lomba blog numpuk begitu saja di lemari. Tapi karena harus mengenakan dress code untuk beberapa acara, akhirnya saya terpaksa beli, jadi nambah deh baju saya. Heheee....


Jaman dulu, dress code hanya dikenal di kalangan sosialita kelas atas atau untuk seragam panitia resepsi pernikahan. Keluarga-keluarga tidak secara sengaja mengenakan dress code bagi anak-anaknya, melainkan biar belinya mudah saja dan nggak berantem karena saling iri. Itupun diikuti tatapan menyelidik dari orang-orang yang melihatkan, kalau-kalau anak-anak itu kembar. Orangtua jarang sekali ikut seragaman, bahkan sarimbitpun jarang.
Pertama kali saya melihat sekeluarga pakai dress code itu di bandara Hang Nadim, Batam udah lamaaa banget dulu. Tapi saya masih ingat, bapak, ibu dan dua anak balitanya mengenakan kaos oblong biru muda yang sama meski gambar kaosnya beda. Ternyata alasan mereka seragaman begitu bukan biar keren loh, melainkan supaya gampang membedakan anak-anaknya dari penumpang lain. Maklumlah rame banget musim mudik dan dua anak laki-laki itu sangat lasak kesana kemari. Misalnya anak-anak itu sampai terpisah, mereka bisa dengan gampang bilang ke petugas, "Anak saya pakai kaos seperti saya."

Sekarang hampir semua event yang datangi mencantumkan dress code

Sudah biasa juga melihat piknik keluarga mengenakan dress code. Minggu lalu, teman saya yang anak-anaknya sudah sarjana, mengenakan dress code juga bersama keluarganya, padahal hanya ketemuan biasa, makan-makan.
Jadi untuk apa dress code?
  1. Menghidupkan suasana yang menjadi tema utama acara tersebut. Misalnya syukuran Kemerdekaan RI dengan dress code merah putih agar tercipta suasana patriotik. Dress code tidak harus berupa warna yang seragam, tapi bisa juga diminta tema tertentu, misalnya tema fairy tales, bajak laut atau kejawen.
  2. Menghormati pengundang. Meskipun undangannya adalah acara keluarga biasa, mungkin tuan rumah punya maksud tertentu.
  3. Biar gampang mengawasi anak-anak dari jauh. Dengan kaos yang jreng, kita nggak perlu ikut lari-larian bersama anak-anak yang lasak. Cukup ikuti warna kaos anak-anak itu dari bangku kita duduk.
  4. Jaga-jaga kalau ilang. Yup, seperti yang saya ceritakan diatas, tinggal menunjukkan kaos yang kita pakai pada petugas yang akan menolong mencarinya. Kalau cuma bilang biru atau merah kurang membantu mempercepat mencarikan karena tiap warna ada gradasinya. 
  5. Supaya bagus kalau difoto. Nah, ini ibu-ibu banget nih. Hihiiii....

Sekarang banyak usaha pembuatan kaos bijian, sehingga keluarga kecilpun bisa seragaman. 

Tapi ingat, jangan cantumkan nama anak di kaos. Ini dilema tepatnya. Dengan diberi nama pada kaos, kalau ilang mudah dicari. Tapi jika ada kaos tersebut ada namanya, takutnya kalau ada orang asing memanggil, anak itu akan mengira bahwa orang tersebut adalah teman orangtuanya. Sesuaikan saja ya.
Dibanding dress code-nya, ada yang lebih penting lo, yaitu menikmati acara tersebut. :))

25 comments:

  1. Biar gak ada cerita saltum mak, soalnya aku sering saltum... :D

    ReplyDelete
  2. Haha iya paling penting biar bagus kalo difoto :D

    ReplyDelete
  3. iya sekarang menghindarkan ada nama si anak ya mbak ,ngeri

    ReplyDelete
  4. Hihihi... Jd inget wkt di Penang, pake baju couple, trus salah satu petugas di hotel yg ramah bgt komen, asik ya klo pake baju kembaran gitu, ngga takut ilang jadinya, karena bisa nyiriin. :D

    Tapi klo ke acara2 gitu, dress code cukup mbikin pusing si buat aku yg gk banyak koleksi baju. Kudu beli dlu atau cari pinjeman biasanya. Haha

    ReplyDelete
  5. Aku masih kurang paham dengan dres code seperti apa motifnya. Difoto biar tampak keren-keren :)

    ReplyDelete
  6. Hehehehe iya, kalimat terakhir penting bgt.
    Jadi inget kalau diundang acara sweet 17 pas SMA, riweh nyiapain dress codenya.

    ReplyDelete
  7. buat seru seruan kali ya mb biar fun heheee

    ReplyDelete
  8. seneng kalau ke suatu acara ada dress codenya karena merasa lebih meriah hahah. punya kaos dres code keluarga sengaja di pesan waktu dapat kontes kamping sama sariwangi, biar kesannya kompak heheh

    ReplyDelete
  9. Dulu, waktu aku ikut study tour kaos dan topinya seragam supaya gamang dicari kalau ada yang terpisah. Maklum masih bocah-bocah, hehehe. Kalau sekarang dress code paling di acara ulang tahun. Alasannya aku senang kalau bisa kasih tema yang personal di hari istimewa. Tapi biasanya sih cuma warna aja yang seragaman. Itu pun idenya dari keluarga. Jadi gak merepotkan karena masing-masing sudah tahu punya baju warna apa saja, hihihi ;)

    ReplyDelete
  10. sebisa mungkin saya pakai dress code kalau undangannya menyebut begitu. Menghargai pengundang juga. Tapi kalau dress codenya di rasa terlalu aneh buat saya, baru mikir-mikir lagi. Kalau acaranya bagus dan yang kenalnya dekat, saya minta izin kalau belum bisa pakai dresscode yang ditentukan. Tapi kalau gak kenal banget, trus dresscodenya aneh, mending gak usah datang. Karena seperti yang Mbak Lusi bilang yang terpenting adalah menikmati acaranya :)

    ReplyDelete
  11. iya juga ya,kalau kaos ada namanya bisa disalahgunakan...

    ReplyDelete
  12. klo pergi2 saya paling seneng pakai baju sewarna sekeluarga, spy gampang nyarinya :D

    ReplyDelete
  13. iya..kalo aku lebih ke seru-seruan dgn adanya dress code :)

    ReplyDelete
  14. Seru topiknya mbak :) Seru emang kalo pake dress code yah.

    ReplyDelete
  15. Paling males kalo undangan trus ada dress code, banyak milih ngak dateng nya hahaha

    ReplyDelete
  16. walah mbak, makasih udah diingetin. saya ada dua kaos yang diberi nama anak, maksud hati ya biar itu langsung dikenal. tapi ternyata bener juga ya, bisa disalah gunakan orang lain. untungnya kaos yang ada namanya itu udah kecil jadi sudah jarang dipakai

    ReplyDelete
  17. sampe sekarang belum pernah dapet undangan yng nyertain dresscode

    sempet sih pas reuni tapi gk ada yang tahu makanya semua pake baju beda padahal temenku udah bilan pake baju putih aja semua

    ReplyDelete
  18. Saya mengenal dresscode setelah menikah dan kumpul berbagai komunitas, dulu gak mikir yang ginian karena kalau sudah ditentukan dresscode-nya suka pusing milih baju akhirnya hunting baju ke toko atau mall. Tapi kalau dipikir2 bener juga dresscode itu banyak manfaatnya. Dan makasih mak sudah diingetin untuk tidak nyantumin nama di kaos anak...

    ReplyDelete
  19. kalau di sini jangaaaan sampai salah kostum..kacaaau bangeeet hihihihi..tapi aku seneeeng lho dateng ke acara yang pakai dresscode :)

    ReplyDelete
  20. puyeng kalau ada dress code dan belum punya warna yang dimaksud, belanja kiteee asiik #eh katanya puyeng

    ReplyDelete
  21. Sebenernya asik-asik aja ber dress code ria. Kayak pas kita halbi tahun lalu di Bumbu Desa kompak pakai biru-biru itu menurutku asik banget. Di foto jadi kompak, keliatan aura ngegeng nya (((NGE-GENG))). Tapii, kadang aku suka serba salah dan jadi nggak enak kalau ndilalah pas aku nggak punya warna yang disepakati oleh yg lain utk dijadiin dress code. Kalau teman-teman Muslim mungkin kalau nggak punya baju warna X, bisa diakali yang warna X dari jilbab nya. Nah, aku pernah, bener-bener bingung mau pakai apa. Saat itu dress code nya warna baju yang aku nggak punya. Bingung mau mensiasati pakai apa. Tas, celana, dll juga nggak ada yang warna dress code. Mau bela-belain beli, pas lagi bokek banget. Mau nekat dateng, rada rikuh kalau jadi beda sendiri. Mau minjem, mepet sama acara. Akhirnya aku nggak jadi dateng hihihihi. Sayang juga ya.

    ReplyDelete
  22. Daripada engga datang sy suka maksa saltum alias salah kostum deh Mak kalau ga punya yg sesuai dengan dresscode

    ReplyDelete
  23. Aku jarang ke pesta atau hajatan yang pake dresscode. Bajuku apalagi sekarang gendut (masih menyusui - alesan), bajuku sangat terbatas. Dan untungnya, temen2 yang ngundang jarang pake dresscode2an :D

    ReplyDelete
  24. Di satu sisi, dress code itu ada positifnya, dan seru2an juga ya mak.. tapi di sisi lain, kalo dress code nya nggak kita punya, bikin hati nyess. Pilihannya cuma 2, klo nggak bisa beli, bikin, atau pinjem, ya nggak hadir... kan nggak enak klo beda sendiri... hehehe

    ReplyDelete
  25. sering banget pake dress code pas pesta,

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.