Wednesday, November 11, 2015

Mengapa Perlu Berkompetisi Di Blog?

Masterchef Junior US sudah dimulai dan tiba-tiba saya merenungi mengapa perlu berkompetisi di blog.



Dalam episode malam ini, Kya, si pemenang tantangan, memilih menyelamatkan Vivian karena menganggap Vivian adalah chef yang handal sehingga layak untuk diberi kesempatan. Harap diketahui, usia Kya masih 8 tahun, yang masih kerepotan memegang peralatan masaknya. Bandingkan dengan Masterchef dewasa yang selalu berusaha menjegal chef-chef yang dianggap tangguh dan malah mempertahankan yang lemah agar menang melawannya di tingkat yang lebih tinggi. Usaha penjegalan ini bahkan menggunakan berbagai taktik yang merugikan target, yang kurang berhubungan langsung dengan ketrampilan memasak.
Di mata anak kecil yang polos, menang dalam kompetisi itu berarti mengalahkan lawan di bidang yang dilombakan. Misalnya lomba masak, ya berarti masakannya harus lebih hebat. Titik! Bagi orang dewasa, jalan menuju menang itu tidak hanya satu. Pengalaman, pengetahuan dan kebutuhan hidup yang kompleks, membuat mereka kreatif, kadang cenderung licik, mencari jalan untuk menang.
Dahulu saya bukanlah orang yang kompetitif. Rasa-rasanya sepanjang SMA dan kuliah tak pernah ikut lomba apa-apa. Paling-paling mengejar nilai rapor dan IPK saja. Namun, beberapa tahun ini saya kadang mengikuti lomba blog, baik giveaway teman maupun yang diadakan oleh brand

Kadang ada pikiran, buat apa sih tante-tante ikut lomba blog melawan para mahmud atau bahkan para jomblo?


Mengasah Otak
Salah satu manfaat ngeblog adalah membuat otak kita terus terasah. Tiap kali ngeblog kita menyusun kata-kata dan logika agar menjadi sebuah konten yang apik. Apalagi jika kita gatal pengin mengubah template atau mempercantik blog, yang berarti imajinasi dan kreativitas ikut tergali. Penginnya sih makin banyak ibu-ibu yang memasuki usia matang mau ngeblog, karena dengan pikiran yang terus terasah diharapkan menghambat kepikunan.
Kompetisi membuat blogger melangkah lebih jauh lagi karena kita harus menggali informasi dan referensi lebih dalam sesuai dengan tema lombanya. Dengan kata lain, otak kita dipaksa untuk berpikir lebih tajam lagi. Mau tidak mau, kita belajar.

Motivasi Bagi Anak
Mengajari anak-anak itu lebih mudah menggunakan contoh. Sering kali kita, para ibu, bersikap tidak adil pada anak-anak. Kita minta mereka berani tampil, kita jadwalkan mereka secara intensif menekuni sesuatu, kita berharap sangat tinggi pada mereka untuk berprestasi, dan sebagainya. Tapi kita sendiri bagaimana? Apakah kita seberani anak-anak yang mengambil resiko malu jika membuat kesalahan atau sedih jika kalah? Apakah mereka juga bisa melihat kita sebagai orang yang bekerja keras untuk menjadi yang terbaik? Apakah kita hanya ibu-ibu bawel yang mengomeli anak-anak ketika semangat bertanding mereka menurun? 
Kompetisi tidak hanya soal mendapat piala atau piagam, tapi bisa ditunjukkan dalam banyak hal sesuai dengan kapasitas ibu-ibu, misalnya menjadi kontributor untuk website tertentu. Bahkan menemukan nama kita sebagai blogger ketika anak-anak googling saja sudah membuat mereka bangga sekali lo. Makanya, ngeblog yang bagus karena pada waktunya anak-anak akan membaca. Buat mereka bangga.

Latihan Ikhlas
Bill Gates mengatakan, "Life is unfair. Get used to it." Lebih ikhlas kita menerima kenyataan hidup, lebih mudah kita move on, lebih cepat kita maju. Dari kompetisi kita bisa belajar pahitnya kalah dalam skala kecil. Jika kalah dalam kompetisi saja tidak bisa menerima, bagaimana kita bisa menjalani pahitnya kehidupan? Nggak santai banget hidup yang seperti itu, stress melulu. Bagi yang sering ikut kompetisi blog, pasti mengerti rasanya uang 5 juta lewat dan diraih orang lain. Pedih, ya? Belum lagi kita punya kewajiban moral untuk memberi selamat pada pemenang. Jika sudah terlatih untuk ikhlas, insya Allah semua itu bisa dilalui dengan enteng.

Sebaliknya, kompetisi juga merupakan latihan untuk rendah hati. 

Menang itu rasanya luar biasa, meski hanya dalam skala kecil. Dalam kondisi senang tak terkira itu, wajar jika kita ingin membaginya dengan orang lain. Kemenangan yang mengenaskan itu adalah yang cuma dinikmati kegembiraannya seorang diri. Tidak ada orang yang mau seperti itu. Disinilah kita harus menyeimbangkan kesadaran kita agar tidak keluar kata-kata arogan yang membuat orang lain menjadi tidak bersimpati.

Menaikkan Kualitas Blog
Melihat blog teman-teman yang sering juara, umumnya tidak menurunkan mutu ketika menulis artikel yang bukan untuk lomba. Bedanya hanya pada artikel bukan lomba tidak terlalu detil, baik penjelasan, ilustrasi maupun referensinya. Artikel-artikel bukan lomba mereka tetap padat dan berisi. Karena menulis dengan baik sudah menjadi kebiasaan mereka.

Jadi gunakan kesempatan berkompetisi di blog jika ada, karena ini bukan soal menang atau kalah, bukan soal berapa hadiahnya, tetapi lebih ke pengembangan diri dan menjadikan diri sebagai contoh bagi sekeliling kita. Agar menjadi contoh yang baik, berkompetisinya harus jujur dan damai, ya, seperti Kya.

41 comments:

  1. Latihan ikhlas itu yang beraaaat yah, apalagi kalau kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Makasih pengingatnya ya, Tante :D

    ReplyDelete
  2. mengasah otak..biasanya sih aku mengasah otak buat nulis, berpikir, dan buka2an mak...

    ReplyDelete
  3. dan untuk ngisi blog juga hehe... tapiii di antara sekian pesona lomba, pada intinya bagi saya adalah ajang uji kemampuan dan mengasah feeling. "kira2 utk lomba yang beginian cocoknya nulis dg gaya santai apa serius ya?"

    ReplyDelete
  4. betul bangeeeet, menngasah otak karena harus baca2 referensi yg bahkan sebelumnya ga kita tahu!

    ReplyDelete
  5. dan satu lagi Tante hahaha (kenapa aku jadi manggil tante), ikut kompetisi blog berarti kesempatan untuk menitipkan link di blog teman-teman, jadi lumayan menaikkan alexa :D bener gak sih Mbak?

    ReplyDelete
  6. Nganu, Mbak, nganuuuuuuu
    Anaz jarang banget ikutan lomba blog
    Sudah kalah duluan sebelum bertanding :(
    Kemudian menunduk lemah huhuhuhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kan dirimu berkompetisi di hal lain. Coba cek awardnya yg udah selemari itu heeee

      Delete
  7. Akuu termasuk yg gk terlalu banyak ikut lomba, tapi sekarang mulai jd pemburu juga, motivasinya tentu krn kepingin menang & kebutuhan materi utk bertahan hidup. Eemmm... Ternyata eh ternyata, manfaate banyak ya. Sampai sejauh itu kalau direnungkan. Bismillah, moga aku bs selalu bijak dlm keadaan menang dan atau kalah. Aamiin...

    ReplyDelete
  8. ya tante, eh..sekaang aku dah lama banget enggak ikut kompetisi, ngecek otak dulu dech. Heheee...sok sokan panggil tante, siapa dakuuuuh?

    ReplyDelete
  9. selama ini yang saya lakukan ngeblog hanya berfokus untuk menaikkan kualitas blog personal. Belum terpikir untuk menjajal lomba. Meskipun begitu saya tidak secara langsung memberikan support pada anak bahwa menulis bisa menjadi pasion bermanfaat :)

    ReplyDelete
  10. setuju mbak Lusi : mengasah otak dan menghambat kepikunan : saya sudah nggak muda tapi belum mau pikun juga... :)

    ReplyDelete
  11. kompetisi blog, bukan sekedar mengejar hadiah atau predikat pemenang. tapi juga belajar agar tulisan kita makin berisi hari demi hari :)

    ReplyDelete
  12. Aduh... saya termasuk tante-tante yang mulai jiper liat maahmud2 keren. Udah merasa bakal kalah duluan, padahal ke anak paling galak... huahaha. Kacau nih tante-tante yang ini mah (tunjuk diri sendiri)... egois. Makasih remindernya, tan!!!! :D

    ReplyDelete
  13. Aku paling males ikutan lomba blog hehehe, ikhlas aja ngak ikut lomba hua hua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dih, ngapain? Nggak lomba aja udah jadi rebutan gitu. :D

      Delete
    2. Aw aw aw rebut hatiku aja yuk, masih kosong nich hahaha

      Delete
  14. Setuju.. apalagi sy sbg ibu rmh tangga.. kegiatan lomba itu bikin pengetahuan bertambah.. jd ga kudet meski hanya sbg IRT..

    ReplyDelete
  15. Masalahnya, gimana mau lomba klo udah jiperr duluan melihat lawan2nya yang kelas berat buahahaga

    ReplyDelete
  16. Bener, MakLus, lomba itu mengasah otak. Dari mulai cari ide yg gak biasa, penyampaian, sampai penyajian. Dulu sih iya, kalo kalah sering baper. Sekarang masih baper juga, tapi cuma sebentar. Pake semangkok baso juga bapernya ilang. Dan gak kapok lomba lagi. :D

    ReplyDelete
  17. Kompetisi blog megasah kemampuan menulis kita untuk lebih baik lagi...

    ReplyDelete
  18. Cant agree more mak lus...
    Kadang tuh kepikir ngapain juga ikutan lomba mulu seringan kalahnya dr menangnya. Hahah tp kok yaa beneran itu mengasah kemampuan menulis dan berkreatifitas lhoo.
    Pd akhirnya belajar ikhlash juga bukan hal yang buruk utk jadi pertimbangan ikutan lomba2.
    Yg penting ada ide n gak maksa

    ReplyDelete
  19. Lah ini mak, saya baru mau belajar ngeblog lg, tp masih blom bisa bagi waktu, masih acak adut :D

    ReplyDelete
  20. Saya selalu punya semangat ikutan lomba... tetapi selalu mundur teratur jika tahu penyelenggaranya (termasuk jurinya) orang-orang itu, karena sudah tahu pemenangnya itu-itu saja... meskipun sebenarnya masih banyak tulisan yang bagus disegi "isi" bukan hanya soal gaya...
    Beda jika yang punya hajatan lomba orang yang saya kenal baik, saya selalu ikut untuk meramaikan dan tidak pernah memikirkan soal menang...

    *sebenarnya trauma ikutan lomba karena pernah nulis bagus tetapi yang dimenangkan hanya kenalan* --- jangan tanya lomba apa ya, Mbak... case closed

    ReplyDelete
  21. Hihihii...diriku hampir ga pernah ikut lomba mba, nggak telaten ngumpulin bahan2nya dan menyusun menjadi postingan yg 'menggigit'. Salut sekali dengan teman2 blogger yg tangguh ikutan lomba. Aku nderek bungah wae lah tiap kali ada yg menang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi pernah kan? :D Soalnya pernah lihat namamu menang GA :))

      Delete
  22. Ah setelah baca ini aku jadi kangen ikut lomba blog lagi. Tapi entahlah, 2015 identik dengan ketidak beruntunganku, jadi kurang PD kalau mau ikutan lomba lagi.

    ReplyDelete
  23. Mengasah otak dan menaikkan blog supaya makin eksis dan tentunya baik

    ReplyDelete
  24. Wah setuju banget mbak....buat saya ngeblog itu sekaligus belajar dan mengasah kemampuan dan juga mengembangkan diri, walaupun saya belum bisa menjadi penulis yang baik tapi saya akan terus belajar, hehee....

    ReplyDelete
  25. kompetisi blog, bukan sekedar mengejar hadiah atau predikat pemenang. tapi juga belajar agar tulisan kita makin berisi hari demi hari, dan sekaligus mengasah skil dan ketrampilan kita....

    ReplyDelete
  26. Nah, kalau ikut kompetisi itu selain mengasah otak dan ngerasain tantangan, kita juga otomatis ada postingan dong ya :p dari situ menang kalah mah nggak masalah :D

    ReplyDelete
  27. belum ikut lomba aja aku udah ikhlas, mak...
    ikhlas kelewat DL, misalnya...
    ikhlas tau2 yg jago2 nongol belakangan, misalnya...
    ikhlas pasang link (dan lupa nyopot abis lomba, padahal kalah)...
    intinya, lomba gak lomba, tulisan gw di blog ya gitu proses ikhlasnya...wkwkwkwk
    ini komen gak jelas amat sih...
    biarinlah, yg penting gw udagh BW ke sini.. :)))

    ReplyDelete
  28. tapi kalo keseringan kalah mulu, ahh, rasanya gampang pesimis

    ReplyDelete
  29. Saya baru pertama kali ikut lomba blog, dan menang. Memang bukan 3 besar, hanya blog terpilih versi dewan juri. Tapi hal sederhana seperti itu aja uda bikin seneng. Padahal saya ngeblog juga cuma buat iseng2, tapi mulai sekarang dibikin rada serius. Biasalah awal2 ngeblog cuma curhat2 galau ala diary hahaha :D
    Makasih Mak Lusi Tris :)

    Teuteup semangat ngeblog yah ^_^

    ReplyDelete
  30. Ibarat pisau semakin diasah semakin tajam ya.
    Kalah menang sudah biasa, harus semangat nulis terus :)

    ReplyDelete
  31. Ikhlas itu yg susah ya, Mbak. :D :D :D

    ReplyDelete
  32. latihan ikhlas & sabar kalau kalah ya mbak ini penting banget. Jangan cuma ngajarin anak berbesar hati menerima kekalahan tapi kita juga harus bisa menerima

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.