Berburu Sekolah Favorit Di Kota Yogyakarta

Friday, January 01, 2016

Awal semester 2 adalah waktunya orangtua pusing berburu sekolah favorit, apalagi jika berniat sekolah di kota pelajar Yogyakarta.

Mungkin yang hendak naik ke sekolah di TK, SD, SMP dan SMA tidak bisa tenang liburan ini karena sibuk memikirkan pendaftaran murid baru atau PPDB 2016. Yogyakarta sebagai kota pelajar, tidak hanya menjadi tujuan para orangtua dan pelajar di kota itu sendiri tapi juga dari kota-kota lain dengan berbagai alasan. Secara administratif, tata cara penerimaan murid baru di Jogja sangat rapi dan bisa dipantau secara online. Pihak departemen pendidikan kota juga kooperatif, bisa ditelepon jika membutuhkan informasi.

BERBURU SEKOLAH NEGERI
Sayangnya, kebijakan pemerintah pusat yang berubah-ubah dan memberikan sebagian besar otoritas untuk membuat keputusan kepada daerah, menciptakan banyak kerepotan. Niat pemerintah daerah untuk melindungi warganya agar mendapatkan pendidikan yang baik sesuai dengan amanat masyarakat melalui pajak, seringkali tidak menguntungkan bagi orangtua jaman sekarang yang memiliki pekerjaan dinamis, yang membuatnya sering membawa keluarga berpindah tempat tinggal. 
Pemerintah pusat, dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, harus membuat kebijakan yang mampu melindungi hak anak-anak sekolah yang sering berpindah domisili bersama orangtuanya. Tentusaja yang diminta bukan kelonggaran nilai, karena itu akan menimbulkan rasa ketidakadilan lain lagi dari anak-anak sekolah setempat, melainkan kelonggaran dua lembar kertas bernama SKHUN dan ijazah. 
Karena secara administrasi jauh lebih maju dibandingkan kota lain, kota Yogyakarta dengan berani mensyaratkan SKHUN dan ijazah asli sebagai syarat (PPDB) pendaftaran peserta didik baru dari tahun ke tahun. Sementara anak-anak sekolah lulusan luar Jawa bisa satu semester, bahkan lebih, menunggu dua lembar kertas itu keluar. Rasanya tidak adil bagi anak-anak yang sudah bekerja keras tapi harus ditambah dengan merengek-rengek meminta hak mereka dikeluarkan secepatnya. Memastikan SKHUN dan ijazah asli keluar sebelum PPDB adalah kewajiban pemerintah daerah asal dan harus dipastikan oleh pemerintah pusat.

Karena itu, jika berniat berburu sekolah favorit di kota Yogyakarta, yang wajib disiapkan adalah MENTAL.

Kenapa mental? Karena selalu ada KEAJAIBAN yang membuat peraturan tersebut melonggar dan kita bisa ikut mendaftar. Keajaiban ini bukan lewat jalan belakang ya, tetap jalan resmi dan tidak ada hubuingannya dengan utak-atik nilai. Jadi nilai harap tetap menyesuaikan dengan kemampuan. Apalagi PPDB Yogyakarta diawasi oleh lembaga ombudsman yang menerima pengaduan kecurangan. Keajaiaban yang saya maksud misalnya, dua tahun lalu ketika kota Yogyakarta sendiri juga mengalami keterlambatan berkas, sehingga ijazah sementara diperbolehkan dengan disertai surat pengantar dari dinas pendidikan asal. Hal-hal semacam itu bisa saja terjadi, jadi orangtua harus terus memantau berita tanpa kenal lelah, utamanya media sosial yang lebih cepat menyebar. Jadi, bantu juga dengan banyak berdoa.

BERBURU SEKOLAH SWASTA
Tidak seperti jaman dulu, bahwa sekolah swasta adalah sekolah "buangan" anak-anak yang tidak diterima di PPDB negeri, sekolah swasta sekarang sama kompetitifnya. Di Yogyakarta, lulusan sekolah swasta seperti SD Muhammadiyah Sapen bisa seperti bedol sekolah ke SMP-SMP terfavorit di Yogyakarta. Namun, ada pula sekolah swasta yang tidak mengejar nilai kuantitatif secara umum, melainkan lebih mementingkan kemampuan dan bakat masing-masing anak karena tiap anak itu istimewa, seperti misalnya SD Tumbuh.
SMA seperti De Brito, Muhammadiyah, MAN, Stella Duce dan sebagainya sudah terkenal menghasilkan anak-anak yang pandai dan kreatif. Bahkan sekarang ada kecenderungan orangtua menyekolahkan anaknya di SMU atau SMP boarding school agar tidak hanya secara intelejensia saja yang bisa dibanggakan tapi juga akhlaknya, seperti Sekolah Kesatuan Bangsa, SMPIT Abu Bakar dan sebagainya.
Sekolah swasta tidak mewajibkan berkas-berkas asli, jika memang belum ada. Tapi jangan lupa menyiapkan surat keterangan dari diknas asal yang menerangkan bahwa berkas asli memang belum keluar. Namun demikian, karena tidak ada subsidi dari pemerintah, biaya sekolah swasta tentusaja jauh lebih mahal. Bagi orangtua yang sudah mempersiapkan dananya, biasanya tidak merasa sayang mengeluarkan dana yang berkali-kali lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah negeri. Karena sebenarnya kata mahal kurang tepat, jika melihat fasilitas yang diberikan juga jauh lebih baik. Kita tentu ingin yang terbaik bagi anak-anak kita kan?
Beda dengan silabus sekolah negeri yang seragam, sekolah swasta memiliki kekhasan sehingga orangtua bisa menyesuaikan dengan bakat anak-anaknya, meskipun kurikulum secara umum tetap mengikuti kebijakan departemen pendidikan. Boleh dibilang, Yogyakarta adalah gudangnya sekolah swasta yang bagus.

MENGAPA SEKOLAH DI KOTA YOGYAKARTA?
Jika dilihat tingkat persaingannya, PPDB SMA adalah yang paling seru karena banyak pelajar dari luar kota yang menyerbu. Siswa SMU dianggap sudah cukup besar untuk kos di Jogja sehingga tidak harus karena orangtuanya pindah ke Jogja. 
Anak-anak kota lain yang sejak kecil sudah memiliki prestasi akademik yang bagus disekolahnya, banyak yang memproyeksikan dirinya kuliah di Yogyakarta. Sekolah di Jogja adalah salah satu usaha untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Umumnya mereka mengharapkan kuliah melalui jalur undangan dari perguruan tinggi negeri di Yogyakarta, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM)Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN)Institut Seni Indonesia (ISI), Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta (ATK) dan Universitas Terbuka UPBJJ.
Sekolah-sekolah kota Yogyakarta juga lebih maju dalam pengembangan diri siswa-siswanya dengan suasana yang kompetitif dan banyaknya event mandiri. Banyak kesempatan untuk ikut pertukaran siswa negara asing, bahkan sejak SD. Murid-murid diajak berpikir jauh kedepan, melihat kesempatan untuk mendapatkan beasiswa, tidak terbatas pada perguruan tinggi setempat. Ini didukung dengan contoh yang memadai, yaitu guru-guru banyak yang sudah S2 dan memiliki pengalaman pendidikan di luar negeri. Siswa-siswa sekolah kota Yogyakarta juga dilatih untuk mandiri dalam berorganisasi, bahkan sedikit komersial. Mereka diberi tantangan menyelenggarakan event musik, drama, pameran, lomba dan sebagainya, tanpa keterlibatan guru, dari mulai perencanaan hingga pendanaan.
Selain itu, lagi-lagi ada hubungannya dengan tuntutan pekerjaan orangtua yang makin dinamis, yang belum mendapat perhatian departemen pendidikan sama sekali. Ada macam-macam keputusan yang diambil oleh orangtua seperti ini. Ada yang memang pindah domisili beserta keluarganya ke Yogyakarta. Ada yang keluarganya ditinggal di Yogyakarta, sementara orangtuanya terpaksa bekerja jauh tanpa mereka karena menganggap Yogyakarta adalah kota yang aman bagi keselamatan, pendidikan dan pertumbuhan anak-anaknya.
Sesungguhnya sekolah di Yogyakarta sama saja seperti di kota lain jika tanpa pengawasan guru dan orangtua. Gank, konsumerisme, bully dan tawuran tetap ada. Itu sebabnya sekolah favorit diburu karena biasanya minim masalah. Anak-anak di sekolah favorit disibukkan dengan target nilai tinggi, prestasi di kegiatan ekstrakulikuler dan keterlibatan di event sekolah. Meski demikian, belakangan semua sekolah di Yogyakarta juga sudah bertindak tegas terhadap siswa yang tidak mentaati peraturan, terutama yang terlibat tawuran. 
Kerjasama antara orangtua dan guru di sekolah model apapaun tetap sangat dibutuhkan. Jika anak tersebut kos, ikut eyangnya atau bahkan menghuni rumah sendiri, orangtua yang bekerja jauh di kota lain diharapkan bisa memilih induk semang yang mampu membimbing dan mengawasi putra-putrinya, serta tak segan untuk secara rutin berkomunikasi dengan wali kelasnya. Begitu pula jika si anak tinggal di boarding school, jangan hanya pasrah pada pengelola meskipun secara akademik dan pengalaman sudah sangat mumpuni. Tetaplah terus memantau perkembangannya. Bagaimanapun, usia sekolah adalah usia yang rentan untuk hidup tanpa pengawasan, apalagi tanpa kasih sayang orangtua.

BERAPA NILAI YANG DIBUTUHKAN?
Kebutuhan paling mendasar dalam berburu sekolah favorit melalui PPDB adalah nilai. Soal uang, itu kewajiban orangtua untuk mempersiapkannya. Seharusnya jauh-jauh hari sudah menjadi rencana keuangan utama keluarga. Namun, jika karena suatu hal itu tidak tercapai, nantinya bisa dinegosiasikan dengan pihak sekolah. Untuk sekolah negeri tidak ada pungutan selama PPDB, sedangkan untuk iuran swadaya setelah diterima bisa dinegosiasikan. Untuk anak-anak yang tidak mampu, pemerintah kota Yogyakarta punya program KMS yang bebas dari segala pungutan dan dengan standar nilai yang lebih rendah dari siswa regular. Standar nilai yang lebih rendah ini berangkat dari asumsi bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak sanggup mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan sebaik teman-temannya selama persiapan Ujian Nasional (UN).
Jika berniat berburu sekolah favorit di kota Yogyakarta, orangtua WAJIB mempelajari sebaran nilai UN tahun-tahun sebelumnya. Dari sebaran nilai UN itu, kita bisa memprediksi berapa nilai yang dibutuhkan anak kita untuk masuk ke sekolah yang diincarnya. Prediksi PPDB SMA mungkin yang paling kurang akurat karena meski kuota siswa dari luar kota sudah jelas, tapi naik turunya nilai mereka sulit diperkirakan. Jadi, unsur deg-degannya memang jauh lebih seru di PPDB SMA.

A
Sumber: https://siap-ppdb.com/
B
Sebaran nilai UN Yogyakarta 2014-2015
Sumber: https://siap-ppdb.com/
C
Statistik nilai UN PPDB SMA 2014-2015
Sumber: https://siap-ppdb.com/
Mari sama-sama kita pelajari cara memprediksi nilai yang dibutuhkan anak-anak kita. Ini prediksi ya, jadi sebelum nilai UN 2016 keluar, didasarkan pada data PPDB 2015. Pada saat PPDB nanti cara melihatnya beda lagi. Sebelumnya, jangan kaget, nilai murid-murid di Yogyakarta memang menakjubkan. Rata-rata 9 itu sudah umum, banyak sekali. Namun, jangan khawatir, mutu sekolah di Yogyakarta itu hampir rata-rata, semua bagus.
Cara melihatnya, tiga data diatas (A, B dan C) harus dilihat bersamaan. Untuk SD, SMP dan SMA sama cara melihatnya. Dibawah ini akan saya tunjukkan untuk anak SMA. Semua data dan berita yang dibutuhkan ada di situs resmi PPDB kota Yogyakarta tersebut, termasuk ketika nanti anda mau mendaftarkan putra-putri secara online melalui situs tersebut. Jadi situs tersebut akan menjadi bacaan wajib orangtua dan pelajar (sepertinya pelajar tidak mau terlalu sering memantau ya karena takut hilang fokus) beberapa bulan mendatang.
Lihat data A
Pada PPDB kota Yogyakarta tahun 2015, daya tampung siswanya 2556.
Lihat data B
Jumlah 2556 itu ada kisaran nilai 342.10 - 343.000. Jadi nilai UN minimal yang dibutuhkan untuk ditampung di SMA negeri kota Yogkayarta berada di kisaran angka tersebut. Jika kira-kira berat untuk menjangkaunya, pantau juga PPDB di sekitar kota Yogyakarta, misalnya kabupaten Bantul atau Sleman. Disana pun banyak sekolah bagus dan jaraknya dari kota Yogyakarta masih bisa ditempuh sendiri oleh anak-anak menggunakan sepeda motor jika sudah punya SIM C. Atau pantau pendaftaran sekolah swasta yang seringkali dibuka lebih dulu. Sekolah swasta favorit ada pula yang menyelenggarakan ujian masuk sendiri di awal semester.
Lihat data C
Misal pengin masuk SMAN 4 yang terkenal memiliki atlit handal hingga memiliki kelas olahraga, lihat saja nilai UN terendah yang diterima adalah 352.50. Berarti itulah minimal nilai yang harus diusahakan tahun ini, meskipun ada kemungkinan naik atau turun, tergantung tingkat kesulitan soal UN yang dibuat untuk tahun 2016. Jika nilai tersebut dianggap cukup mudah dicapai, anda bisa memilih sekolah dengan nilai lebih tinggi sebagai pilihan pertama, misalnya SMAN 2 yang prestasi olahraganya juga bagus, dengan minimal nilai UN 370.50. SMAN 4 lalu menjadi pilihan kedua. Tahun sebelumnya kita boleh memilih 3 sekolah yang diinginkan. Tapi jika ragu, anda bisa meletakkan SMAN 4 di urutan pertama, kemudian SMAN 11 dengan nilai UN minimal 349.00 di pilihan kedua.
Lihat data B
Katakanlah putra anda ingin menempatkan SMAN 3 di pilihan pertama, yang nilai terendahnya 381.50. Pertama, lihat daya tampung SMAN 3 adalah 216 anak, termasuk 67 kuota anak dari luar kota. Kemudian lihat sebaran nilai UN untuk kisaran nilai 381.10 - 382.000 sudah ada sebanyak 268 anak. Kira-kira bakal diterima tidak jika nilainya pas di 381.50? Kemungkinannya tetap ada, karena jumlah itu tersebar di beberapa sekolah lain. Tinggal memilih urutan kedua yang nilai UN terendahnya dibawah itu, misalnya SMAN 1.

PERSIAPAN
Setelah tahu berapa nilai yang dibutuhkan, yang harus dilakukan adalah melakukan persiapan sebaik-baiknya. Lakukan pembagian tugas, yaitu si anak fokus belajar, orangtua telaten mencari informasi dan mengumpulkan berkas. Cek semua ijazah sekolah sebelumnya, kartu keluarga, KTP orangtua dan akte si anak. Siapa tahu ada yang kedaluarsa atau malah hilang. Bantu anak untuk mengumpulkan data prestasinya, adakah yang bisa digunakan untuk mendapatkan nilai tambahan? Ada yang menganggap nilai tambahan itu tidak adil jika ditambahkan di total nilai UN murni. Tapi harus disadari bahwa pendidikan yang berhasil itu tidak hanya dilihat dari satu sisi saja, yaitu nilai ujian. Usaha murid yang telah menghabiskan banyak energi untuk berprestasi di bidang tertentu juga harus di apresiasi.
Persoalan utama murid dalam berburu sekolah favorit ini adalah bahwa nilai yang digunakan hanyalah dari mata pelajaran pokok, sementara dalam perjalanan menuju lulus, guru mata pelajaran lain tidak mau disepelekan. Apalagi tahun 2016 nanti ada irisan Kurikulum 13 dan KTSP, yang berarti masih ditambah dengan menguasai 2 kurikulum tersebut. Apa nggak kepanasan otak anak-anak itu? Anda sebagai orangtualah yang harus berusaha meyakinkan putra putri anda bahwa mereka tidak perlu hebat dalam semua bidang jika ingin memastikan diterima di sekolah impiannya.
Sejak semester satu beberapa lembaga bimbingan belajar sudah menyelenggarakan try out. Di semester dua ini makin banyak try out yang akan diselenggarakan, tak terbatas oleh bimbel saja. Tak ada salahnya ikut try out untuk mengasah kemampuan dan mempertebal mental. Sekolah-sekolah di Jogja juga masing-masing mengadakan try out. Try out sekolah favorit akan diserbu peserta dari luar kota pula seperti Klaten, Solo, Kebumen dan Magelang. Tak heran, hanya dalam 5 menit tiket try out tersebut langsung ludes. Tak perlu kecewa ya, kalau tidak dapat.
Apakah perlu ikut bimbelnya juga? Itu terpulang pada gaya belajar si anak. Tak perlu memaksakan mereka ikut hanya karena orangtuanya yang panik melihat orangtua lain sibuk mengantar jemput anak mereka les. Ada anak, termasuk anak saya, yang tidak bisa belajar beramai-ramai. Jika pun si anak ingin ikut les di bimbel, pilihkan yang banyak memberikan latihan soal. Dengan waktu UN tinggal beberapa bulan seperti ini, pendalaman tiap pelajaran sudah termasuk terlambat.
Ada orangtua yang dengan enteng mengatakan, "Saya sih tahu beres, tu anak bisa jalan sendiri kok. Tau-tau sudah diterima aja."
Iya, alhamdulillah banyak orangtua yang dianugerahi kemudahan. Tak perlu berkecil hati, perjuangan yang dilakukan bersama antara orangtua dan anak akan nikmat hasilnya.

Pelaksanaan PPDB
Kecuali tidak berminat sekolah di negeri, sebaiknya menunda mendaftar di swasta karena beberapa sekolah akan meminta uang muka yang tidak sedikit dan tidak bisa dikembalikan. Namun jika sudah mantap di swasta, cepatlah mendaftar, tak usah memikirkan PPDB negeri karena waiting list sekolah swasta favorit di Jogja cukup panjang, dan makin banyak gelombangnya tentu saja makin mahal.
Jika anda dulunya alumni sekolah-sekolah di Jogja, bergabunglah di group atau fanpage sekolah anda dulu di facebook. Pengumuman-pengumuman awal dan perubahannya seringkali lebih cepat menyebar disana. Jika tidak, cukup pantau koran lokal baik cetak maupun online. Pantau juga situs resmi PPDB diatas. Situs resmi PPDB Yogyakarta termasuk paling cepat dan akurat dibandingkan dengan kota lain.
Pengumuman awal akan berupa tanggal dan berkas resmi yang harus disiapkan. Jika ada yang tidak bisa dipenuhi atau kata-katanya membingungkan (maklum bahasa pemerintahan), jangan heboh dulu. Cobalah datang ke diknas untuk mendapatkan keterangan lebih jelas. Kalau tidak bisa datang, coabalah bertanya lewat telpon, email atau kolom komentar. Semua direspon, hanya saja mungkin untuk yang di kolom komentar dan email tidak langsung mendapatkan jawaban saat itu juga.
Pengumuman itu bisa saya mengalami perubahan, jika ada perkembangan diluar yang telah ditetapkan. Jadi, jika mendapatkan kesulitan untuk memenuhi berkas yang diminta di pengumuman awal (terutama peserta luar Jawa), jangan langsung patah semangat. Berdoa yang kenceng, terus mendesak diknas daerah asal untuk mengeluarkan berkasnya tepat waktu, pantau berita jika ada perubahan, jangan segan bolak balik tanya ke diknas Jogja mungkin ada dispensasi. Tak ada kata menyerah sampai detik akhir PPDB ditutup ya, pak, bu. Demi masa depan anak.
Setelah pengumuman kelulusan, googling saja untuk mencari data sebaran nilai UN Yogyakarta  dan DIY tahun 2016. PPDB Yogyakarta mewajibkan penggunaan KK (Kartu Keluarga) kotamadya. Jika menggunakan KK luar kota akan terkena reduksi nilai. Tapi jangan lupa, banyak sekolah di kabupaten yang sangat bagus sehingga direduksi pun tetap tinggi nilainya. Misalnya, SMPN 4 Pakem yang selalu disejajarkan dengan SMP-SMP favorit di kota Yogyakarta. Nilai rata-rata UN siswa-siswa SMPN4 Pakem termasuk dalam jajaran tertinggi se propinsi. Poin dikurangi tak akan banyak berpengaruh bagi mereka.

Dari data sebaran nilai UN tersebut dapat diketahui apakah rata-rata nilai UN tahun 2016 lebih rendah atau lebih tinggi dari tahun lalu. 

Jika lebih rendah, berarti rencana jalan terus sesuai dengan prediksi nilai yang dibutuhkan. Jika lebih tinggi, berarti kita harus siap mengubah strategi di hari pendaftaran PPDB kelak.
Pada hari pendaftaran PPDB, yang biasanya hanya 3 hari, banyak orang tua yang menunggu detik-detik terakhir baru mendaftar. Dari data sebaran nilai UN berbanding daya tampung, sebagian besar dari kita sudah bisa memprediksikan dimana anak kita pasti diterima. Kalau si anak mantap dengan sekolah tersebut, langsung saja mendaftar di sekolah tersebut. Nggak enak ya, menunda-nunda. Jika nilainya berada di urutan 50% bawah, mungkin bisa menunggu di hari kedua yang lebih kelihatan pergerakan para pendaftarnya cenderung ke sekolah mana. Jika nilainya berada di garis kritis antara diterima dan tidak, apa boleh buat, daftar saja di hari ke 3.
Setahu saya, pada akhir pendaftaran hari ke 2 PPDB SMP, sudah tidak ada pergerakan yang berarti. Di hari ke 3 PPDB SMP, tidak banyak pergeseran yang terjadi. Itu karena prediksi para orantua berdasarkan sebaran nilai UN tadi sudah mendekati benar. Dan seperti yang sudah saya katakan bahwa PPDB SMA lebih seru karena banyaknya peminat dari luar kota, maka mendekati akhir pendaftaran, pergeserannya tetap berarti. Karena itu, saya sarankan para orangtua yang anaknya ikut PPDB SMA membawa set cadangan berkas pendaftaran online jika plan A gagal. Dalam waktu mepet, kecil kemungkinan bisa print berkas baru untuk diverifikasi panitia.
Oiya, harap dicatat, tak perlu lari kesana kemari mengejar waktu penutupan pendaftaran atau membagi tugas pendaftaran bagi peserta yang nilainya kritis di beberapa sekolah. Pendaftaran cukup dilakukan di salah satu dari tiga sekolah yang dipilih. Sudah online, kan? Tapi memang ada perasaan lebih mantap jika mendaftar di sekolah pilihan pertama.

PENGUMUMAN
Tanpa pengumuman resmi, kita sudah tahu diterima atau tidak karena semua pergerakan tampak di situs PPDB Yogyakarta. Apapun hasilnya, perjuagan telah dilakukan dengan maksimal bersama-sama. Yang diterima tak perlu tinggi hati. Yang tidak terima, masa depan itu misteri. Jika mencintai sesuatu bidang, jadikan itu cita-cita dan cari jalan lain untuk mencapainya. Jalan Allah SWT itu banyak sekali, tidak cuma melalui yang ceritakan diatas saja. Dimanapun  anak-anak sekolah adalah demi kebahagiaan dan cita-cita meraka, bukan karena ambisi orangtuanya. Selamat berjuang anak-anakku yang ingin sekolah di Yogyakarta. Selamat berjuang para orangtua yang ingin mewujudkan keinginan anak-anaknya.

Baca juga: Festival Korea Antara Kuliah dan Dance Cover

You Might Also Like

42 comments

  1. wihhh postingan pertama di 2016 langsung cetar. bermanfaat banget ini mba :) dan bisa jdi konten abadi

    ReplyDelete
  2. Iya semester 2 ini udah pada sibuk aja nyari sekolah, tahun kemarin saya pun demikian mencari sekolah utk Marwah hehe ampe pusing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga Marwah mendapatkan sekolah yg cocok. Mamahnya hrs semangat :))

      Delete
  3. Wah, informasinya lengkap, mak. Ini pas banget buat yangmau sekolahkan anaknya di Jogja, biar ngga salah informasi dan salah paham dengan sistem pemerintah daerah yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua tujuannya baik. Hanya saja diknas pusat seharusnya menjembatani agar hak anak2 yg pindah jg terpenuhi

      Delete
  4. salah satu alasan aku nanti cari SMP & SMA negeri juga mengharapkan jalur undangan mbak , mudah-mudahan terlaksana

    ReplyDelete
  5. Waahhh,, bermanfaat sekali mbaa.. meskipun tahapku kesana masih jauh..
    btw, aku jadi pengen curhat nih mbaa.. kebetulan kemarin sempat ngobrol dengan istri-temen-kantornya-suami, kalo kurikulum di sampit ini beda dengan di jawa, bisa dibilang tertinggal.. aku jadi galau soal sekolah, gak pengen anak2 nanti tertinggal urusan pendidikan.. duh,, sekian curhatku mbaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan pesimis dulu. Utk pendidikan dasar, di luar jawa ada baiknya jg lo. Yg dipelajari yg wajib2 saja dr pemerintah. Sisanya buat ngaji & main. Tp hasil UN tak tertinggal krn nggak dijejali dg tambahan macam2, jd belajarnya bisa fokus.

      Delete
  6. bisa aku bookmark dulu nih, hihi
    lima tahun kemudian baru baby2ku skolah :D

    ReplyDelete
  7. Wow, yogya memang standar pendidikannya tinggi banget ya mba, SMA nya jawara banget dah...masih lama tahun ajaran baru dah mulai sibuk pendaftaran ya..

    ReplyDelete
  8. Thanks for sharing, Mak Lusi...anakku yang besar baru kelas 4 SD. Baca ini, jadi lebih tau dan makin mantap dah mau kemana...

    ReplyDelete
  9. Gara-gara pameo bedol satu sekolah itu, Kayla pun bertahan memilih SMP 5, dan harus terima nasib nggak bisa liburan ke mana-mana, karena bimbingan belajar tetap jalan terus :v

    ReplyDelete
  10. Jangan nya mencari/memilih sekolah, memilih pasangan aja aku gagal #Nangis
    Btw emak2 lagi riweh cari sekolah anak nya, dulu ponakan ku masuk SD Muhammadiyah di gresik, bulan november dah tutup pendaftaran, padahal masuk sekolah nya masih Juli tahun depan nya alias 8 bulan lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itulah. Sekolah swasta pun kudu cepet. Ortu hrs rajin cari info.

      Delete
  11. Ngeri ya mbak liat statistik PPDB-nya. Jaman saya SMA gak seperti itu. Beda banget. Saya msh pake kkurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) >>> 2011. Tapi klo liat jawara2 Olimpiade, mesti adalah pelajar dari yogyakarta yg menang, dpt medali meas, perak, atauperunggu ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang ada irisan KTSP & K13. Itu yg bikin beban belajar bertambah.

      Delete
  12. Mak, aku mampir, mak. Walaupun aku gak tinggal di jogja, tapi aku mampir ke sini, mak. Jangan diomelin ya, mak... :))))

    ReplyDelete
  13. lengkaaap bangeeet maaak..makasih contekannya ya..sedikit banyak agak mirip di daerah lain prosesnya ya..persiapan untuk pulang nanti :)

    ReplyDelete
  14. Cetar membahana.... namun menurutku, sekolah dimana saja sama saja, tergantung niat yang kuat.

    ReplyDelete
  15. taun lalu aku ikut ppdb SMA Jogja, karna kuota dari luar kota emang dibatesin banget, jadi kelempar ke kota lain sekolahnya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Dimana saja bisa berprestasi kan? :))

      Delete
  16. kalo sekolah favorit emang ada persyaratan masuknya ya mak...kalo negeri pastinya gratis semuanya...biaya ini itunya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, makanya jadi rebutan krn bagus & gratis

      Delete
  17. Alamaak, detail banget mbak bahasnya, keren banget.Ini bisa jadi acuan nih kalo nanti anakku mau masuk sekolah. bookmark dulu ah...

    ReplyDelete
  18. Pendaftaran sekolah kini memang cepat ya, masuk baru Juli tapi banyak yang Desember sudah daftar2.
    Temen kuliahku yang asal Jogya dulu sekolah di de Brito, katanya sih bajunya bebas, bukan seragam. Entah kalo sekarang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bahkan waiting listnya ada yg smp bbrp tahun sudah dimasukkan.

      Delete
  19. lengkap banget Mbak :)
    sekolah memang hal yang sangat penting yah Mbak, olehnya itu perlu pemikiran yang matang sebelum memutuskan akan bersekolah kemana :)

    ReplyDelete
  20. Yogyakarta memang pusatnya...para pelajar menimba ilmu mbak, khususnya dibidang ilmu perkuliahan atau perguruan tinggi....

    ReplyDelete
  21. wah infonya bermanfaat sekali mak. sekarang sih anak saya masih SD. tp sepertinya dia pun bercita2 ingin menjadi bagian dari 'kemeriahan' jogja.

    ReplyDelete
  22. Menarik sekali.. saya saat ini juga sdg deg2an mencarikan SMA anak.. Untuk swasta kebetulan sudah diterima di Stella Duce 1. Namun tidak menutup kemungkinan kami menjajaki negeri yg biayanya jauh lebih ringan... Tapi demi anak tentu biaya coba kita kesampingkan ya mbak, hehehe..

    ReplyDelete
  23. gugling pakai keyword sd negeri terbaik di jogja, postingan ini nangkring paling atas di pejwan, kereeen mak..

    ReplyDelete
  24. prediksi sma 2017 belum adavya min?

    ReplyDelete
  25. Infonya lengkap n bermanfaat sekali.Terimakasih mbak...pas bgt nemu blog ini, krn mo masukin anak sekolah di jogja...

    ReplyDelete

Maaf jika kenyamanan teman2 terganggu, sementara komentar dimoderasi karena makin banyak spam. Kalau sudah reda, akan dilepas lagi. Terima kasih.