Wednesday, May 04, 2016

Begini Antisipasi Jika Liburan Ala Geng Cinta Atau Rangga-Cinta AADC2 Terancam Gagal Karena Jogja Padat Wisatawan

Doc. Miles Filem. Taken from bintang.com

Belakangan ini media online berlomba-lomba menulis tentang tempat-tempat shooting Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2 di Yogyakarta. Gayung langsung disambut oleh para pelaku wisata dengan promo tour menelusuri jejak perjalanan cinta mereka di Jogja. Ada one day tour, ada yang two days tour, lengkap dengan hotel tempat para artis menginap. Tapi ada satu hal yang sudah dimaklumi warga Jogja, namun mungkin tidak disadari oleh wisatawan, yaitu padatnya Jogja di waktu liburan.

Warga Jogja sendiri umumnya menahan diri untuk tidak keluar rumah jika tidak terlalu penting. Jika harus keluar rumah, biasanya mereka lewat jalan-jalan yang tidak digunakan oleh wisatawan kebanyakan alias jalan tikus. Liburan yang direncakanan asik bersama sahabat ala Geng Cinta atau romantis ala Rangga-Cinta bisa terancam gagal akibat berjubelnya wisatawan dengan tujuan yang sama. Namun, tak perlu bersedih hati karena liburan yang utama adalah bersama orang-orang yang kita sayangi. Cari alternatif aja, yuk! 
Iya, saya tahu hasilnya tak akan se-afdol lokasi yang sebenarnya, tapi jangan biarkan liburan yang langka ini berlalu begitu saja buat ngantri panjang. Nanti kalau ada waktu bisa ke Jogja lagi ketika suasananya lebih kondusif.

Jalan-jalan ke pantai selatan. Pantai Parangtritis yang sudah terkenal menjadi tambah terkenal berkat film AADC2. Kepopulerannya sempat menurun karena dibukanya pantai-pantai baru di wilayah Gunungkidul. Selalu ada yang posting foto pantai-pantai baru yang sepi pengunjung disana. Pamor Parangtritis terkerek kembali berkat keseruan Geng Cinta. Ketahuilah, di musim liburan, pantai ini benar-benar padat. Pengunjung seperti cendol, yang menyisakan sedikit tempat untuk leyeh-leyeh. Belum lagi akses jalan dari dan ke Jogja yang macet. 
Sebenarnya jalan tersebut cukup bagus, hanya saja sempit karena untuk 2 jalur saja. Sumber kemacetan utama adalah traffic light. Jika tetap pengin kesitu, siapkan bensin yang cukup dan mesin kendaraan yang tidak mudah panas. Kalau mau praktis sih, naik sepeda motor lebih cepat. Nggak jauh kok, dulu saya beberapa kali naik motor ke Parangtritis. Siapkan makanan dan minuman yang memadai, minimal buat ganjel perut. Rumah makan di Parangtritis tidak seimbang dengan jumlah wisatawan. Jika terpaksa, mlipir saja ke pantai Depok yang lebih banyak warung. 
Pantau berita untuk mengetahui kepadatan sebelum berangkat kesana. Paling cepet sih search di twitter kondisi terkini. Jika ternyata disana sudah terlalu padat, alihkan  saja ke pantai Parangkusumo disebelahnya, bisa bermain sandboarding. Kalau ketiga pantai itu padat, bisa naik ke bukit Parangendog dan melihat Parangtritis dari atas. Jika bener-benar ragu, apa boleh buat, pergi saja ke pantai di daerah Bantul lainnya,seperti Pantai Baru. Bisa juga pergi ke arah lain, misalnya ke Wonosari atau Gunungkidul yang juga memiliki deretan pantai.

Nongkrong di cafe dan restoran. Jogja kadang dianggap udik oleh masyarakat ibukota sehingga tak terbayangkan punya demikian banyak cafe unik yang dijadikan tempat syuting AADC2. Saya dan teman-teman blogger di Jogja suka berpindah-pindah cafe dan restoran lho untuk kopdaran. Selain cari suasana yang baru dan asik, juga lumayan bisa diposting di blog dan instagram. Cafe dan restoran di Jogja punya ciri khas hangat dan lebih tenang. Ada juga sih yang hingar-bingar tapi lebih banyak yang bisa dijadikan nongkrong berlama-lama ngobrol atau bawa laptop. Maklumlah kota seniman dan pelajar. 
Dalam film itu ditampilkan Klinik Kopi, Sellie Cafe, Oxen Free, Via via Restaurant, rumah makan Bu Ageng dan Lokal Resto. Wah banyak pilihannya ya? Cek dulu dengan google maps atau waze, jalur mana yang tidak macet parah. Bisa juga telpon dulu untuk bertanya seberapa padat pengunjungnya. Jika dilihat letaknya nyebar sih ya. Klinik Kopi dan Lokal Resto misalnya, ada di utara Jogja. Sedangkan Selli, Via via dan Bu Ageng ada di selatan. Hanya Oxen Free yang agak di tengah. 
Jadi kalau satunya padat, bisa dicoba tempat satunya yang searah untuk meminimalkan waktu yang terbuang karena macet. Jika sudah mentok tok, putus asa saking ramainya, ya sudah cari tempat lain saja. Beberapa kawasan cafe dan restoran yang keren di Jogja lainnya adalah: kawasan Sagan dan Kotabaru di tengah kota, kawasan Jl  Damai dan Seturan di utara, kawasan Prawirotaman dan Suryodingratan di selatan, dan masih banyak lagi.

Peninggalan bersejarah dan persoalan matahari. Yogyakarta, dan Magelang (kasihan Magelang jarang disebut) memiliki peninggalan bersejarah yang luar biasa dalam bentuk candi-candi. Meski merupakan tempat pemujaan atau ibadah tapi pesona magisnya mampu menarik perhatian banyak orang. Tak sedikit yang menggunakan latarnya untuk foto pre wedding. Daya tariknya makin besar disaat terbit dan tenggelamnya matahari. Tak kurang dari Mark Zuckerberg menyempatkan membuat foto yang fantastis pagi-pagi benar di candi Borobudur. 
Rumah doa Rhema dan Punthuk Setumbu berada tak jauh dari candi Borobudur. Tapi untuk sampai ke Punthuk Setumbu, kita harus berangkat subuh dan sedikit berjalan kaki ke atas puncak. Di musim libur, dipastikan akan uyel-uyelan karena tempat untuk menyaksikan matahari terbit tersebut tidaklah terlalu luas. Jadi, jika ternyata terlalu padat, tak usah memaksakan diri. Agak siang nggak apa-apa to? 
Sementara itu, candi Ratu Boko terkenal dengan sunset atau matahari tenggelam. Di sekitar candi Boko ada candi Prambanan, candi Ijo dan sebagainya. Candi Boko paling melekat dengan sunset karena sinar matahari terkahir jatuh tepat di pintu candi. Candi Boko punya 2 akses, yaitu berupa lahan parkir di pinggir jalan besar dan halaman depan kompleks candi yang harus melalui sebuah kampung. Kedua akses ini terbatas, jadi harus bersabar dan masuknya jangan kesorean. 
Jika sudah benar-benar padat, kecewa boleh tapi jangan menghancurkan semua waktu, tenaga dan biasaya yang sudah dikeluarkan untuk liburan ini. Pergi saja ke candi lain yang parkirannya masih muat. Untuk persoalan matahari, sunset dan sunrise juga bisa dinikmati di candi-candi lain, pantai Parangtritis, pantai Parangkusumo atau bukit Parangendog.

Beberapa tusuk sate klathak. Saya pernah menulis di blog saya yang lain tentang pak Bari, baca disini. Pak Bari adalah langganan saya sejak dulu karena satenya paling enak seperti steak, nunggunya tidak terlalu lama dan tempatnya unik karena setelah pasar tutup. Harganyapun nggak mahal. Tapi di liburan gini, nggak jamin deh, karena tempatnya terbatas. Coba saja kesana dulu. Kalau benar-benar tidak bisa, baru ke tempat lain disekitarnya, karena disanalah (Jejeran, Jl. Imogiri Timur) pusatnya sate klathak.

Tempat menginap yang unik. Lokal Hotel dan hotel Greenhost mewakili keunikan hotel-hotel di Jogja. Pembangunan hotel di Jogja sangat pesat. Saking pesatnya, ditetapkanlah moratorium pembatasan hotel untuk memberi kesempatan pada pembangunan infrastruktur kota agar bisa mengimbanginya. Selain hotel-hotel raksasa, Jogja juga memiliki hotel-hotel dengan luas menengah tapi sangat diminati karena unik dan instagramable. Lokal Hotel di utara Jogja menggunakan konsep vintage, sedangkan Greenhost di Jogja selatan berpegang pada pelestarian lingkungan hidup. Interior Greenhost sangat unik dengan pralon-pralon hidroponik di arena lobinya.

Baca juga : Green Building

Tapi, berapa sih kapasitas kedua hotel tersebut? Kalau semua yang gagal move on dari AADC2 pengin menginap disitu, sepertinya tidak akan muat. Coba cek dulu situs-situs pembelian voucher hotel deh. Kalau fully booked semua, coba telpon langsung, siapa tahu ada pembatalan. Kalau semua sudah full, cari hotel lain saja, banyak kok yang tidak kalah unik. Ulik aja blog para traveller sudah pernah menginap di hotel-hotel tersebut. Tipsnya, jangan percayai foto yang bukan hasil jepretan para traveller sendiri dan cek sendiri posisinya di google maps.
Lagipula, di AADC2 kan nggak banyak sceene boboknya. Tidak usah kecewa berlebihan, lain waktu pesan dulu jauh-jauh hari.

Blusukan ke pasar. Agak susah mencari alternatif pasar selain Beringharjo karena sangat lengkap. Problem utamanya adalah parkir yang sangat terbatas. Jika menginap di hotel yang tidak terlalu jauh, lebih baik mobil diparkir di hotel dan kesananya naik becak atau taksi. Di hari biasa saja harus bersabar mencari spot kosong. Biasanya saya parkir di seberang Mirota Batik. Parkir yang menghadap pintu samping Beringharjo penuh dengan mobil pedagang. Kalau beruntung, bisa parkir di depan kantor Korem Pamungkas (belakang Mirota Batik). Bisa juga di parkiran pasar di lantai 2 atau 3. Ada pula sedikit space di depan TBY.  Tapi jika liburan tiba, parkiran tersebut tidak muat.
Tapi kalau sekedar pengin jajan di pasar tradisional Jogja, didekat sana ada pasar Patuk. Tepatnya, setelah Ramai mall tapi sebelum pasar Beringharjo ada jalan kecil di sebelah kanan, masuk saja, lurus ke selatan. Ini pasar favorit saya sih, karena makanannya enak-enak. Kesukaan saya antara lain nasi kuning empal, ayam kremes, nasi liwet, martabak, wedang tahu, tahu bakso, serabi dan jajanan pasar lainnya. Di sekitar sini juga banyak toko oleh-oleh seperti bakpia dan teman-temannya. Kalau saya sendiri lebih sering beli ayam kremes utuh untuk oleh-oleh.

Nah, memaksakan sama seperti keseruan Geng Cinta atau keromantisan Rangga-Cinta AADC2 di long weekend begini agak susah tapi layak diperjuangkan demi beratus-ratus purnama yang telah dilalui selama 14 tahun. Tapi jika benar-benar tak bisa, cari saja alternatifnya, jangan biarkan liburan berlalu dengan muka masam. Selamat berlibur.

25 comments:

  1. Kalau aku sukanya main di Kota Gedhe, sambil mengingat sang mantan. Menelusuri lorong gang, dan kuliner makan mie ayam. Parangtritis sudah tidak elok lagi. Pantai gunung kidul lebih mempesona.

    ReplyDelete
  2. Lengkap nih. Terus terang semua kafe yg di film aadc2 malah saya ga tahu dimana dan belum pernah ke sana. Jadi penasaran juga sih=)

    ReplyDelete
  3. selain fotografi, untuk mengenalkan suatu tujuan wisata adalah film. kayak dubai, banyak orang ingin datang kesana, gegara banyak film yang di shoot disana.

    ReplyDelete
  4. Aahhh, bikin buat kangen ajaaa :(
    Dan aku salah satu dari yg gagal move on, karena liburan ini pending ke Jogja, harus nunggu bulan Juli :(

    ReplyDelete
  5. Hihihihi aku ke Jogja malah belum pernah icip sate klathak Mak ...Ke Jogjanya cuma semalem sih *nyambat. Btw, hotel Greenhost bagus banget emang ya, katanya makanan2 di Greenhost dipanen dari kebun rooftopnya sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku kesana pas launching hotelnya, belum selebat sekarang sih :)

      Delete
  6. Liburan paling nyaman di saat weekend itu ya di rumah .. makan banyak tidur banyak .. bahagia dunia akhirat ...hehehhehehhe

    ReplyDelete
  7. Tgal 26 nanti sekolah saya mau piknik ke Jogja mbak dan saya milih mlipir saja. Gak kebayang hebohnya deh. Tahun kemarin saja sampe tumpeh ruwah pas di Taman Pintar.

    Eh ngomong2 soal sate klatak barusan saya tanya2 sama suami, makin penasaran aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sempetin ya, nyuuus klathaknya tapi pak bari adanya malam.

      Delete
  8. aku penasaran sama sate klathak,belum pernah ngicip pas ke Jogja...

    ReplyDelete
  9. jogja memang berlimpah tempat wisata
    kapan-kapan ah....

    ReplyDelete
  10. Gak kebayang gimana kondisi di Jogja sewaktu kebanjiran wisatawan.

    ReplyDelete
  11. Duh jadi penasaran juga, aku belum nonton film AADC2. Bioskop masih rame terus nih di kotaku *bioskop cuma ada satu hahaha.

    ReplyDelete
  12. Yang ga terlalu crowd...di prawirotaman. Penginapan banyak, pasar tradisional ada, cafe banyak...hehehe

    ReplyDelete
  13. kemarin jg ada yg nulis ttg tempat2 yg bakal hitz stlh film aadc nih :D.. dan aku jujur aja tertarik jg tuh pgn datangin.. tapi sepertinya nunggu sampe ga terlalu rame lg mbak :D.. gpplah agak basi, yg ptg bisa santai menikmati tempat2nya. Untung jogja masih bnyk alternatif tempat lain yaa :D.. trutama kulinernya tuh.. ada aja yg baru kayaknya..

    ReplyDelete
  14. Wisata pop begini memang menjamur ya mba. Padahal Jogja sudah menjadi favorit. Saya hampir setiap tahun ke Jogja waktu di tanah air dan terasa sekai memang macetnyaaa :)

    ReplyDelete
  15. aku belum nonton AADC ni hmbak. kalau udah onton harus ke jogja lagi kayanya :)

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval.