Tuesday, May 03, 2016

Tips dan Trik Menawar Basi Yang Masih Dipraktekkan Para Mamah

Picture from pixabay.com

Coba deh ngobrol dengan para mamah, tanyakan tips dan trik menawar dengan para penjual atau para pedagang supaya mendapatkan harga murah. Rata-rata hampir sama caranya dan itu sudah diturun-temurunkan sampai beberapa generasi. Apakah itu manjur? Kalau konsumen yang ditanya, kemungkinan mereka akan menjawab berhasil karena bahagia itu sederhana, berhasil menawar sekali saja seperti kemenangan bermilyar-milyar. Terlebih karena konsumen hanya melihat keberhasilan dirinya saja, tidak tahu berapa persen yang berhasil dari total konsumen yang melakukan hal yang
sama pada satu penjual. Tapi jika sesekali berada di pihak penjual, kita bisa tahu berapa persen keberhasilannya karena kita melihat semua percobaan yang dilakukan para mamah tersebut. 
Jadi di Inacraft 2016 kemarin saya berada di posisi penjual. Itu bukan pertama kali saya berada dalam posisi tersebut karena sebelumnya saya punya pengalaman bertahun-tahun memiliki outlet di mall. Saya tidak pandai menawar dan tidak tega kalau ditawar. Tapi sebagai pemilik usaha tentu saya tidak mau dagangan saya ditawar terlalu rendah. Karena itu saya berlindung dibalik SPG. Jadi, dari situ terlihat bahwa kami, para penjual, sudah mengantisipasi apapun yang diusahakan para mamah. Namun, harap para mamah terus mencoba menawar karena ada kondisi-kondisi tertentu dimana para penjual akan menyerah, bahkan menawarkan diskon-diskon lainnya.
Meski para mamah wajib mencoba menawar demi kesejahteraan dompet, namun ada beberapa tips dan trik yang sering mamah coba tapi sebaiknya dicarikan alternatif lain karena kurang efektif.

Jadi kenapa kalau bisa bicara bahasa daerah yang sama? Ini adalah trik yang paling dipuja para shopaholic. Trik ini mampu mencairkan percakapan antara penjual dan pembeli. Tapi apakah membuatnya berhasil mendapatkan harga semurah mungkin? Belum tentu. Kalaupun ada prosentasenya pastilah kecil, karena penjual sudah menghitung mark-up tiap dagangannya untuk menutup biaya operasional. Umpamanya saya menjual batik Pekalongan, lalu semua orang Pekalongan yang bicara dengan logatnya di outlet saya minta diskon dan saya kabulkan, berarti saya tidak sedang berniaga melainkan sedang menyumbang.

Jadi kenapa kalau temenan? Adalah pendiri alibaba.com, Jack Ma, pebisnis Asia paling sukses, yang menyarankan untuk tidak menjual pada teman atau saudara karena permintaan diskon yang berlebihan. Kutipan Jack Ma ini kemudian diadopsi oleh para motivator. Jangan lupa mencatumkan sumbernya ya, coach. Benarkah mamah-mamah suka minta diskon berlebihan pada teman-teman pedagang? Tak ada salahnya sih dicoba. Tapi banyak pula pedagang yang menerapkan tingkatan pada pertemanan. Itu tercermin dari berapa persen diskon yang mamah dapat. Semakin akrab, mungkin diskonnya semakin banyak. Yang jelas, ada margin yang dipertahankan diatas HPP (harga pokok penjualan) sehingga penjual tetap untung. Jadi tak perlu tiba-tiba sok akrab untuk mendapatkan harga murah, karena beginilah bunyi dalam hati penjual, "Siapa elu?"

Jadi kenapa kalau lapak sebelah lebih murah? Salah satu trik yang sering diucapkan dengan nada yang pedas oleh konsumen adalah dengan mengatakan bahwa lapak sebelah lebih murah. Kata-kata ini menohok dan malah bikin kesal penjual lo, mah. Bukannya dapat murah, malah dijawab dengan muka asem penjual. Jika memang lapak sebelah lebih murah, sebaiknya ditanyakan dengan baik mengapa begitu. Seringkali ada dua barang yang tampak sama tapi sebenarnya memiliki kualitas yang berbeda. Berilah kesempatan pada penjual untuk menjelaskannya agar harga yang lebih tinggi itu jadi masuk akal.

Ada kejadian menarik selama Inacraft 2016 kemarin. Ceritanya suatu siang seorang perempuan memborong 32 buah kerajinan miniatur dari stan sebelah. Malamnya, seorang pengunjung ngotot minta diskon ke stan sebelah karena barusaja dia membeli barang yang sama tapi harganya lebih murah di stan lain. Dia ingin membeli lagi yang serupa karena di stan sebelumnya sudah habis. Setelah mengamati, penjual stan sebelah mengklaim bahwa miniatur yang dibeli murah itu adalah buatannya karena tak ada yang bisa membuatnya selain dirinya. Tentu saja pengunjung tersebut tidak percaya. Masa pembuatnya malah menjual lebih mahal, sedangkan yang kulakan dengannya bisa menjual lebih murah. Logikanya dimana? Tapi setelah dipikirkan, itu bisa saja terjadi dengan asumsi miniatur tersebut dijadikan semacam bonus untuk pembelian produk lain. Entahlah.

Jadi kenapa beli kalau barangnya jelek? Trik basi mamah lainnya adalah dengan menjelek-jelekan produk yang akan dibelinya. Misalnya, produk tersebut sudah kuno, kotor, reject dan sebagainya. Mata penjual sudah terlatih untuk melihat dari sisi pembeli. Maka apa yang dilihat pembeli akan dilihatnya juga. Karenanya tak perlu membesar-besarkan suatu kekurangan untuk mendapatkan harga murah. Jika memang ada cacat, tunjukkan saja. Biasanya penjual punya hitungan khusus untuk stok lama atau barang rusak akibat kesalahan distribusi. Paling tidak kembali modal jika tak bisa untung.

Jadi kenapa nawar kalau sudah tahu laris? Ini juga berdasarkan kejadian di Inacraft. Masih cerita tentang stan sebelah yang laris luar biasa sampai pemesan sket wajah harus mengambil hasilnya keesokan harinya. Mas-mas di stan tersebut seringkali terlambat makan dan mengaku tidak tidur karena sibuk mengerjakan pesanan agar bisa selesai sebelum pameran berakhir. Pada saat itu ada mamah-mamah bawel yang cara menawarnya memberondong seperti senapan otomatis. Tentusaja kami semua tertawa setelah mamah tersebut pergi, Jangankan nawar, yang jelas-jelas pesan saja belum tentu bisa diselesaikan tepat waktu. Observasi singkat dulu sebelum menawar.

Meski kurang efektif, ada saja mamah yang memaksakan tips dan trik itu. Tahu nggak, mama kelihatan kikuk lo dimata penjual. Jadi, tinggalkan cara-cara lama dalam menawar. Cara barunya bagaimana? Itu masih rahasia ya. Kalau dibongkar ntar saya bisa dirajam teman-teman penjual dong.

37 comments:

  1. trik nawar paling jitu itu pura-pura pergi gak jadi beli :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oiya itu favorit juga hahaaa. Tapi kalau harganya sudah fixed, penjualnya malah bersyukur lho yg nawar cepet pergi. Nggak pusing nglayani :)

      Delete
  2. kalo saya justru lebih suka membeli sama penjual yang gak saya kenali Mba, lebih enak nawarnya..kalo sama teman sendiri justru gak bisa nawar :)

    ReplyDelete
  3. Di pasar Johar ada pedagang batik yang laris manis meskipun tidak boleh ditawar, harganya pas tapi sesuai dengan kualitas. Saya kemudian berlangganan krn lebih praktis dan tidak merasa ditipu oleh trik pedagang dalam menawarkan dagangan. Ada yang bilang kalau beli di Johar harus berani nawar separo dari harga penawaran krn penjual sudah menaikkan harga berlipat-lipat. Walah, saya nggak mau model begitu :)

    Tapi setelah pasar Johar kebakaran, saya belum menemukan pedagang itu sekarang berada dimana, krn para pedagang sudah dipindah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh eman2 bgt ya. aku kalau sdh langganan juga susah move on

      Delete
  4. paing seneng kl belanja ke pasar,entah di Siak atau Batam..yg jual orang Jawa dan pembelinya pake bhs jawa, endingnya dapet diskon hehe...

    ReplyDelete
  5. Aku gak jago nawar barang..yang ada malah sering kasihan sama penjualnya..jadinya ya itulah seringkali barang yg dibeli dengan harga yang agak tinggi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga paling nggak bisa nawar. Kalau ditawar bingung.

      Delete
  6. aku gak bisa nawar mbak lusi jadi aman deh tipsnya gak usah dibagi hehehe

    ReplyDelete
  7. saya mah paling ga bisa nawar mba, baik trik lama apalagi trik jitu hihihi

    ReplyDelete
  8. Saya nggak pandai nawar, mak. Paling banter cuma nanya, "Boleh kurang nggak?" Atau "Pasnya berapa?" Kalau di pameran-pameran malah lebih nggak pernah nawar apalagi kalau sudah ada label harga karena saya anggap itu harga pas. Sama teman dan keluarga yang jualan juga jarang minta gratisan atau diskon. Dikasih alhamdulillah, nggak juga lebih bangga bisa bayar harga penuh. Tapi alhamdulillah selama ini sering dapat bonus-bonus kecil kalau beli tanpa nawar hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihiii pengin meluk2in pembeli yang kayak gini deh.

      Delete
  9. Dulu aku tukang nawar. Tapi suka ditegur suami. Jadi sekarang mah kalo beli jarang nawar. Dan jurus di atas pernah aku pake. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nawar gak apa2 sih demi pengiritan, tapi kalau penjualnya sederhana lebih baik nggak nawar. Nggak ditawar aja dia sudah susah

      Delete
  10. Kalau ada temen yang jual saya pasti beli sama teman. Karena sudah pasti dapat diskon meskipun tak minta. Ehehe

    Tapi kalau disuruh nawar di pasar, asli saya ndak bisa :)

    ReplyDelete
  11. hehe Mbak Lusi ini sama kayak saya ya, sama2 gak bisa nawar dan gak tega kalau ditawar. Makanya urusan jual menjual diserahkan kepada mas suami saja, dia berkebalikan dari aku hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengenali kekurangan diri untuk mencari solusi heheee

      Delete
  12. Pernah udah nanya harga tapi ga terlalu minat sama barangnya jadi nawar dengan harga murah banget sambil ngeloyor pergi... Eh ternyata langsung diiyain sama penjualnya. Hehehe... Jadi beli deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah hahahaa iseng yang terpaksa beli

      Delete
  13. Saya nawar liat pedagangnya si mba klo pedagannya uda pake emas berjalan dah berat dah tu badan sama perhiasan saya suka tawar abiz2an hahahah tp klo pedagangnya mukanya melas duh langsung aza deh sikat abiz kasian takutnya dari kemarin ga laku :p

    ReplyDelete
  14. Aku ga pinter nawar. Makasi mba Lus..beberapa trik baru aku tahu hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak usah nawarlah kalau yg seperti dirimu :)

      Delete
  15. Pengalaman kemarin pas ke chattuchak nawar alot nggak dikasih trus ditinggalin penjualnya. Berharap dipanggil2 sama penjualnya penawaran diterima. Eh, ternyata penjualnya nggak manggil2 lagi. Mau balik lagi malu udah nawar2. Coba kalau di Beringharjo pasti dipanggil2 lagi. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaaa ya memang begitu kalau males ditawar

      Delete
  16. aku paling gak bisa nawar hohoho...jadi kalau ke bringharjo pasti ngajakin mbaku yg kalau nawar sadis :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga gitu, serahkan pada ahlinya hahaaa

      Delete
  17. kalau beli satu pcs aja aku biasanya gak nawar, tapi kalau beli banyak sih nawar, soalnya aku juga dagang hehehehe

    ReplyDelete
  18. hhhm iya bener juga point pertama itu, bercakap menggunakan bahasa daerah yang sama. Katanya siihhh akan membuat penjual dan pembeli lebih akrab, ujung2nya minta diskon harga :D

    ReplyDelete
  19. Nawar ato nggak..tergantung lokasi mb. Biasanya survai harga dulu ke bbrp tmpat atau nanya2 ..biar tau standard. harga. Setelah ada uang, baru eksekusi...

    Kadang tergantung derajat kebutuhan juga, klo butuh bnget..tanpa nawarpun bisa. Tp klo barang nggak penting..tapi kok bagus...coba ditawar dulu dari level terendah...kena syukur, nggak gpp..he..he

    ReplyDelete
  20. Hahaha mba.. Namanya juga usahaaa. Tapi memang terlalu kalau nawar ngg inget2 penjualnya juga. Aku biasanya ngg mau maksa. Kalau ngg dikasih harga yang kita inginkan ya sudah :)

    ReplyDelete
  21. Triknyaaa bagussss bangetsss..... bisa-bisaaaa...

    ReplyDelete

Dear friends, thank you for your comments. They will be appeared soon after approval. Should you need further information, please email to beyoumails@gmail.com.